cover
Contact Name
Hasriani
Contact Email
mediasi341@gmail.com
Phone
+6285696685341
Journal Mail Official
mediasi341@gmail.com
Editorial Address
Jalan Muhajirin, Makassar, Sulawesi-Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
INDOPEDIA (Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)
ISSN : 29857309     EISSN : 29857309     DOI : -
Core Subject : Education,
INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education and Teaching. Scopes INDOPEDIA : Journal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan includes research papers from researchers, academics, and practitioners. In particular, papers which consider the following general topics are invited: Teaching and Learning in Education Educationcal Technology Curriculum Development Material Development Education Professionalism Education Curriculum Education in 5.0 era E-Learning in Education Character building. Special Needs Education. Global Issues in Education. Technical and Vocational Education. Language and Literature Education. Social Sciences Education. Education Management. Sports Science and Physical Education. Learning Models and Strategies Other Fields in Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER" : 25 Documents clear
OUTING CLASS UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DIEDUWISATA NDALEM KERTO Cahya Mutiara Anisa; Betty Yulia Wulansari
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi outing class untuk mengembangkan kemandirian anak usia 5-6 tahun dieduwisata ndalem kerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh menggunakan teknik observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa outing class dapat memberikan pengalaman positif terkait kemandirian pada diri anak yaitu kemandirian mentaati peraturan, kemandirian belajar anak, dan kemandirian menyelesaikan masalah.
PROGRAM KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTS MA’ARIF BEBANDEM KARANGASEM BALI Fajriatul Ismi
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis Moral yang semakin drastis di indonesia terutama di kalangan kaum pelajar siswa yang bertindak tidak sopan di lingkungan sekolah, sebagaimana yang terjadi di MTs. Ma'arif menyontek, membolos tanpa izin, karena kurangnya nilai-nilai karakter yang terjadi dikalangan pelajar, khususnya karakter religius. Tujuan penelitian ini adalah 1) Bagaimana implementasi program keagamaan dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Ma’arif  Bebandem dan 2) Bagaimana praktik karakter religius siswa di MTs Ma’arif Bebandem. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini dilaksanakan di MTs Ma’arif Bebandem. Tekhnik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru BP, Guru dan Siswa. Tekhnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi program keagamaan dalam membentuk karakter religius di MTs Ma’arif Bebandem sudah dikatakan cukup baik, yang telah di implementasi kegiatan keagamaan tadarus al-qur’an, sholat dhuha, sholat dzuhur berjamaah, pengajian malam dan peringatan hari besar islam. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan siswa tersebut selain bisa menumbuhkan karakter religius 2) Praktik krakater religius siswa di MTs Ma’arif Bebandem terbentuk dari pembiasaan kegiatan-kegiatan keagamaan, pembiasaan kegiatan keagamaan sangat baik diterapkan dalam pembentukan karakter seorang anak.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI MEDIA EDUKATIF BONEKA TANGAN DI TK IGTKI PGRI HARAPAN BANGSA KABUPATEN PANGKEP Nurwindasari; Naasaruddin
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian yang digunakana dalan pendekatan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa dari siklus I sampai pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata pada ketuntasan belajar siklus I yaitu 66,6 dan pada siklus II nilai rata-rata anak meningkat menjadi 76,4. Sedangkan pada aktivitas guru dari siklus I ke siklus II mengalami penikatan juga, yaitu dari pertemuan pertama pada siklus I memperoleh nilai 60% meningkat dipertemuan ke dua menjadi 67%. Kemudian untuk siklus II pada pertemuan pertama yaitu 90% dan pertemuan ke dua terjadi peningkatan dengan perolehan nilai 97%. Kemudian aktivitas anak dari siklus I pertemuan pertama mendapat 63% dan pada pertemuan ke dua 73%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatandari perrtemuan pertama mendapat nilai 93% dan mengalami peningkatan pada pertremuan ke dua dengan perolehan nilai 100%. Jadi, berdasarkan hasil di atas dapat disumpulkan bahwa penerapan kegiatan bercerita mengguakan media boneka jari dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak di TK IGTKI PGRI Harapan Bangsa Kabupaten Pangkep.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN DI RA AL FAQIH BONTOSUNGGU Nurekawati; Erwin Nurdiansyah; Andi Besse Marda
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan pembiasaan di RA Al-Faqih Bontosunggu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berrujuan untuk mendeskripsikan secara objektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Februari 2023 di RA Al-Faqih Bontosunggu. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi metode.Hasil penelitian berdasarkan hasil observasi bahwa guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter melalui kegiatan pembiasaan rutin dalam membentuk karakter religius, kegiatan pembiasaan spontan dalam membentuk karakter disiplin, dan kegiatan pembiasaan keteladanan dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh guru RA Al Faqih Bontosunggu dalam mengimplementasikan pembiasaan untuk membentuk karakter peserta didik dan pembiasaan untuk peserta didik dapat diuraikan sebagai berikut : Terbiasa mengucap dan menjawab salam, sholat dhuha, berdoa sebelum dan setelah belajar, antri, datang tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, dan mencuci tangan.
PENINGKATAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN GURU DI TK AHMAD DZAKY TALAKAUWE DESA GENTUNGAN KECAMATAN BAJENG BARAT Asriana Syam; Nasaruddin R; Hasbi Lambe
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, Bagaimana pelaksanaan karakter anak usia dini di TK Ahmad Dzaky Talakauwe Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat? Dan Bagaimana peningkatan karakter anak usia dini melalui pembiasaaan guru di TK Ahmad Dzaky Talakauwe Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat?. Hasil penelitian menunjukkan mengenai proses pembentukan karakter anak di TK Ahmad Dzaky Talakauwe Desa Gentungang Kec. Bajeng Barat ialah : Kegiatan rutin dan Pembiasaan rutin yang dialkuakan terjadwal seperti : mengucap dan menjawab salam, kegiatan berbaris rapih dihalam sekolah, senam, membaca ikrar janji taman kanak-kanak, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri, berbicara yang baik dengan sesama teman dan orang dewasa, dan memnita tolong dengan sopan,kketeladanan adalah pembiasaan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti berpakaian rapih, berbahasa yang baik dengan sesama teman dan orang dewasa, meminta izin atas apa yang diinginkan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III TEMA BENDA DI SEKITARKU Reza Sistriani; Abrina Maulidnawati; Siti Nurjannah
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana hasil pengembangan LKPD berbasis discovery learning Pada Pembelajaran Tematik Kelas III Tema Benda Di Sekitarku (2) mengetahui bagaimana evektifitas penggunaan LKPD berbasis discovery learning Pada Pembelajaran Tematik Kelas III Tema Benda Di Sekitarku. Penelitian ini mengunakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Adapun objek penelitian adalah Siswa kelas III SD Inpres Antang 1. Analis data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa (1) penilaian angket dari validator bahan ajar LKPD memiliki nilai sebesar 92,3% dengan kriteria sangat layak sedangkan penilaian dari validator materi pembelajaran tematik sebesar 85,42% dengan kategori layak untuk di implementasikan pada peserta didik. (2) Respon dari peserta didik terkait penggunaan LKPD menggunakan lembar angket penilaian dengan hasil penilaian peserta didik sebesar 90% sedangkan penilaian ahli pembelajaran atau guru kelas 3 sebesar 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis Discovery Learning sangat layak dan efektiv untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
PELAKSANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA HASSINA Muhamad Alwi Mujahid; Mulyawan Safwandy Nugraha
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di SMKS Hassina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan beberapa karyawan yang diambil secara acak. Data yang diperoleh pada penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen sumber daya manusia di SMKS Hassina sudah dilakukan dengan baik. SMKS Hassina memiliki komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan melalui berbagai program unggulan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dan profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
PERAN BIMBINGAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI MARKAZ AL AFAF SUKABUMI Zoni Juniatul Hidayat; Salim Sumpena; Siti Qomariyah
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan merupakan salah satu bentuk helping atau bantuan yang diberikan kepada seseorang yang membutuhkan. Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak, taman kanak-kanak luar biasa, sekolah dasar, sekolah dasar luar biasa, sekolah menengah pertama, Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana bentuk peran bimbingan kepala sekolah dalam meningktakan kopetensi pedagogic guru. Apa bentuk Kompetensi pedagogic guru yang sudah di miliki oleh guru di pesantren Al Afaf, Hal-Hal yang mendukung dan menghambat peningaktan kompetensi pedagogic guru.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran bimbingan kepala sekolah dalam meningktakan kopetensi pedagogic guru di Pesantren Al Afaf, Apa bentuk Kompetensi pedagogic guru yang sudah di miliki oleh guru di pesantren Al Afaf, Untuk mengetahui hal-hal pendukung dan penghambat peningkatan kompetensi pedagogic guru di Pesantren Al Afaf. penelitian field research (lapangan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasilnya Bimibingan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogic guru sangatlah dibutuhkan dan terlaksana secara baik di Pesantren Al Afaf, dengan mengetahui faktor pendukung seperti teknologi dan faktor penghambat baik internal atau eksternal seperti kesadaran dan latar belakang agar dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikin untuk Pesantren Al Afaf.
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELAS V SDN PAMPANG 1 KOTA MAKASSAR Rini Anggriani; Abrina maulidnawati; Siti Nurjannah
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pengaruh Reward dan Punishment terhadap motivasi belajar siswa SDN Inpres Pampang 1 Kota Makassar. Jenis Penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif jenis deskriptif korelatif. Lokasi penelitian bertempat di SDN Inpres Pampang 1 Kota Makassar dengan sampel kelas V yang berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu angket dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil yaitu (1) pemberian reward kepada peserta didik di SDN 1 Pampang Kota Makassar mengalami kategori sedang dengan persentase 70%, dan pemberian punishment mengalami kategori tinggi dengan persentase 75%, sedangkan motivasi belajar mengalami kategori tinggi dengan persentase 65%. Terdapat pengaruh pemberian reward dan pemberian punishment terhadap motivasi belajar peserta didik. Terbukti bahwa fhitung < ftabel (2,163 < 3,25) maka H0 diterima. Dengan demikian, keputusan pengujian ini adalah menerima H0 yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Pampang Kota Makassar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KARTINI DW UNHAS MAKASSAR Maria Efrasi Tauran; Badruddin Kaddas; Abd. Hakim Naba
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang digunakan Kelas menggambarkan terdapat 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan pada penelitian menggunakan penilaian analisis deskripsi kualitatif. Penelitian Tindakan kelas menggunakan 2 siklus, siklus I menunjukkan observasi kemampuan bahasa anak memperoleh nilai 68,3. Pada siklus II observasi peserta didik memperoleh 84,1. Pada siklus I kemampuan bahasa anak masih kurang sehingga perlu adanya refleksi dan perbaikan pada siklus II. Dari hasil penelitian, adanya peningkatan presentase kemampuan bahasa anak yaitu pada siklus I sebanyak 66,6%, dan siklus II sebanyak 86,6 % sehingga tidak perlu dilaksanakan ke siklus berikutnya karena keterampilan berbicara anak sudah meningkat.

Page 1 of 3 | Total Record : 25