cover
Contact Name
Hayatul Khairul Rahmat
Contact Email
hayatul.khairulrahmat@budiluhur.ac.id
Phone
+6281268928954
Journal Mail Official
jagratara@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jagratara: Journal of Disaster Research
ISSN : -     EISSN : 30264952     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jagratara: Journal of Disaster Research is an open-access peer-reviewed journal that is published by the Department of Disaster Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Budi Luhur. Jagratara: Journal of Disaster Research promotes scholarly, theoretical, pragmatic, and contemporary research, making a clear conceptual and methodological contribution to existing international literature. As disaster research by itself is of a multi-discipline nature, we welcome submissions from across disciplines. These may include but are not limited to various subjects such as disaster management, disaster risk reduction, preparedness, mitigation, and disaster response; as well as post-disaster topics on recovery.
Articles 29 Documents
Mitigasi dan Adaptasi Bencana Laut Akibat Gelombang EKstrem dan Abrasi di Desa Waelumu, Kabupaten Wakatobi La Ode Muhamad Ramadhan; Aminuddin Mane Kandari; La Ode Siwi
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v3i2.360

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana laut akibat gelombang ekstrem dan abrasi di Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara dan lembar observasi, dengan subjek penelitian masyarakat pesisir setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi struktural seperti pembangunan breakwater dan seawall telah dilakukan, namun upaya lain seperti penanaman mangrove dan sistem peringatan dini belum diterapkan secara optimal. mitigasi non-struktural berupa penyuluhan dan pelatihan masih terbatas. Adaptasi struktural masyarakat hanya berupa pembangunan tanggul sederhana, sedangkan adaptasi non-struktural seperti pengaturan waktu melaut dilakukan secara sporadis. Rendahnya implementasi mitigasi dan adaptasi disebabkan oleh keterbatasan dukungan pemerintah dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan program mitigasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, lsm, dan komunitas lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Paradigma Islam dan Alam Semesta: Integrasi Mizan, Khalifah, dan Tauhid dalam Mitigasi Bencana Aulia Nurhalisha; Rayza Namira; Nur Hidayah
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v3i2.373

Abstract

Studi ini meneliti tentang nilai-nilai kosmologi Islam ke dalam pengurangan risiko bencana (PRB) modern dan pelestarian ekologis. Di era Antroposen, krisis lingkungan seperti perubahan iklim dan degradasi ekosistem sering dipandang sebagai kegagalan teknis, mengabaikan dimensi spiritual dan etika yang mendasarinya. Dengan menggunakan interpretasi tematik (tafsīr maudhū'ī) terhadap konsep-konsep Al-Qur'an tentang Mizan (keseimbangan), Khalifah (kepemimpinan), Tauhid (monoteisme), dan Fitrah (kejadian asal), studi ini menganalisis bagaimana paradigma Islam dapat berfungsi sebagai etika dasar bagi ketangguhan. Temuan penelitian menyoroti bahwa prinsip Mizan dalam QS Ar-Rahman (7–9) menyediakan kerangka teologis untuk keseimbangan ekologis, di mana setiap pelanggaran (tatghaw) menyebabkan kerusakan (fasād) dan bahaya lingkungan. Lebih lanjut, peran manusia sebagai Khalifah menekankan mandat perlindungan (amanah) daripada eksploitasi mutlak. Mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam manajemen bencana berbasis komunitas dan filantropi Islam termasuk zakat, wakaf, dan sedekah menawarkan pendekatan holistik yang beresonansi dengan masyarakat Muslim, menjembatani kesenjangan antara manajemen bencana teknis dan tanggung jawab spiritual. Studi ini menyimpulkan bahwa memusatkan kembali hubungan manusia-alam dalam kerangka Tauhid sangat penting untuk mitigasi bencana yang berkelanjutan dan pembangunan ketangguhan inklusif terhadap risiko sistemik perubahan iklim.
Integrasi AI, GIS, dan Data Satelit dalam Respons Kemanusiaan Gempa Turki-Suriah Muhammad Alfarizy Darmawan; Evan Mauro Aryandaru Anoi; Benediktus Daeli
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana gempa bumi magnitudo 7.8 dan 7.5 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Februari 2023 menghadirkan tantangan berskala historis bagi arsitektur respons kemanusiaan global. Artikel ini menganalisis secara mendalam pemanfaatan teknologi mutakhir khususnya data satelit, Kecerdasan Buatan (AI), dan Sistem Informasi Geografis (GIS) dalam manajemen krisis dan komunikasi internasional selama fase tanggap darurat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus analitis yang selaras dengan ruang lingkup Jagratara: Journal of Disaster Research, kajian ini membedah bagaimana model AI beroperasi dalam pemetaan kerusakan infrastruktur, serta bagaimana platform GIS akar rumput seperti afetsaglikharitasi.org mengisi celah koordinasi yang gagal ditangani oleh sistem kebencanaan makro. Lebih jauh, kajian ini mengeksplorasi pergeseran paradigma komunikasi internasional menuju networked humanitarianism yang digerakkan oleh komunitas urun daya (crowdsourcing) global seperti Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT). Terlepas dari keberhasilan operasionalnya, integrasi teknologi ini memunculkan tantangan etis dan sosio-teknis yang signifikan, termasuk bias algoritmik, fragmentasi interoperabilitas data, dan kerentanan privasi informasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas teknologi kebencanaan tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan komputasi algoritmik, melainkan oleh ketahanan infrastruktur lokal, transparansi algoritma (Explainable AI), dan integrasi yang harmonis dengan alur kerja relawan kemanusiaan di lapangan.
Spatial Prediction of Landslide Susceptibility Using the Information Value Model: A Case Study of Purworejo Regency, Central Java, Indonesia Fathin Aulia Rahman; Syifa Hanifa
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purworejo Regency is an area that has a high level of landslide proneness. So it is necessary to conduct a landslide susceptibility analysis study. This study aims to study landslides using landslide modeling analysis. Data processing based on geographic information system with ArcGIS application. The parameter maps used are; slope, direction to the slope, elevation, rainfall, NDVI, distance from the river (buffer), distance from the highway (buffer), and distance from fault (buffer). The analysis technique uses statistical analysis with the Information Value Model method. The results showed: 1) spatial modeling using the IVM method was able to describe the spatial distribution of landslide susceptibility levels in Purworejo Regency. The Northeast to the upper North regions has a high vulnerability to landslides. More detailed knowledge is needed to be able to apply landslide disaster mitigation strategies so that mitigation can run effectively. 2) the results of data processing obtained by the total IVM are classified into 5 classes for landslide vulnerability in Purworejo Regency, including the following: Very Low (0.0275- 0.0365) Low (0.0366 - 0.0401) Medium (0.0402 - 0.0455) High (0.04556 - 0.2528 ) Very High (0.2529 - 0.2582).
Analisis Spasial Bahaya Bencana Angin Puting Beliung Sebagai Dasar Mitigasi Berbasis SIG di Kabupaten Sidoarjo Ahmad Aldizar Akbar; Didik Hariyadi Raharjo
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.367

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara yang dilintasi garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi, kelembapan udara besar, serta paparan sinar matahari sepanjang tahun. Selain itu, posisi Indonesia sebagai benua maritim berbentuk kepulauan yang berada tepat di garis khatulistiwa turut memengaruhi dinamika atmosfer. Dampaknya antara lain penerimaan radiasi matahari harian yang tinggi, gaya Coriolis yang lemah sehingga meningkatkan daya apung, serta terbentuknya awan konvektif (Cumulus dan Cumulonimbus) yang cukup kuat. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap tingginya intensitas kejadian cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap kejadian bencana di Indonesia, berdasarkan kondisi keruangan, wilayah ini tidak termasuk dalam zona bahaya bencana geologi, melainkan lebih bahaya terhadap bencana hidrometeorologi, seperti cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan banjir, khususnya pada periode musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bahaya bencana angin puting beliung pada wilayah kabupaten Sidoarjo dan memberikan rekomendasi upaya mitigasi yang dapat diterapkan. Penyusunan indeks bahaya dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan multi-parameter dengan mempertimbangkan empat variabel utama, yaitu curah hujan, suhu permukaan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan.
Earthquake Risk and Disaster Financing Analysis of Basarnas Buildings in Bengkulu City: English Hesri Marlina Hesti; Dina Ruslanjari; Teuku Faisal Fathani; Muslikun Sodik
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.406

Abstract

Disaster insurance has become one of the alternative financing mechanisms for damage to state-owned buildings. Financing through insurance is expected to accelerate post-disaster recovery and reduce dependence on the APBN. However, not all buildings are eligible for insurance coverage. Disaster hazards, building vulnerability, and building function are the primary considerations in determining insurance priorities. This study aims to estimate the seismic vulnerability level of buildings at the Bengkulu Search and Rescue Office (Basarnas) and to analyze an optimal disaster risk financing scheme based on probable building losses. Building vulnerability was assessed using the FEMA P-154 Rapid Visual Screening (RVS) method, and disaster risk financing was determined through a comparative analysis of government-borne rebuilding costs and the corresponding insurance premiums. The results indicate that the Bengkulu Search and Rescue Office building has a low level of vulnerability. The building is potentially subject to minor damage to structural components and moderate damage to non-structural components. Meanwhile, the cost analysis shows that the annual insurance premium is approximately 70% lower than the estimated rebuilding cost. Therefore, disaster risk financing through insurance is considered more appropriate for the research object.
Developing Non-Structural Mitigation Strategies for Disaster Impact Reduction: A Case of Tidal Flood in Panimbang District, Indonesia Syifa Hanifa; Djati Mardiatno; Dina Ruslanjari
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.415

Abstract

Coastal areas are among the regions most vulnerable to climate change impacts, particularly sea-level rise and tidal inundation flooding. Panimbang District, located in Pandeglang Regency, Indonesia, is characterized by low-lying coastal plains and has experienced recurrent tidal flooding events, resulting in significant impacts on residential areas and public infrastructure. Given the increasing frequency and intensity of climate-related hazards, effective disaster risk reduction strategies are required to enhance community resilience. This study aims to analyze the hazard of tidal inundation flooding caused by sea-level rise, assess the vulnerability of residential and tourism areas, and formulate non-structural mitigation strategies to reduce flood risk. The research employs a qualitative assessment which non-structural mitigation measures are formulated through in-depth interviews with policymakers and community stakeholders. The interview results are analyzed using a qualitative SWOT framework. The findings indicate that the coastal community participation, supported by local organizations such as Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) and Disaster Preparedness Cadets (Tagana), represents a significant opportunity for strengthening non-structural mitigation efforts. The study concludes that community-based participation, risk awareness enhancement, stakeholder collaboration, and locally tailored disaster management policies are essential components of effective tidal flood risk reduction. The resulting mitigation strategies provide practical guidance for disaster management planning and climate change adaptation in coastal areas.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan di Wilayah Pegunungan Papua Barat Menggunakan Metode Kagan-Rodda Berbasis Integrasi Data Satelit dan Observasi Kusuma Azzahra Aristyawati; Yahya Darmawan; Widodo Widodo; Nuzula Elfa Rahma; Rizky Franchitika
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.397

Abstract

Akurasi analisis hidrologi di Provinsi Papua Barat terkendala oleh minimnya jumlah dan tidak meratanya sebaran stasiun hujan yang saat ini masih terpusat di wilayah pesisir, sehingga menciptakan celah data di wilayah pegunungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merasionalkan jaringan 16 pos hujan eksisting di wilayah seluas 59.511,04 guna mendapatkan pola sebaran yang optimal. Metode yang digunakan adalah analisis Kagan-Rodda untuk menetapkan standar kesalahan perataan (smoothing error) dengan instrumen pembanding berupa data observasi permukaan dan data satelit CHIRPS. Tahap awal analisis melibatkan perhitungan koefisien variasi serta pembentukan fungsi korelasi eksponensial untuk mengidentifikasi parameter korelasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data satelit CHIRPS memiliki reliabilitas spasial yang lebih tinggi dengan nilai korelasi pada jarak nol () sebesar 0,9497, jauh melampaui data observasi yang hanya sebesar 0,5671. Hanya 31% atau 5 dari 16 pos hujan eksisting yang masuk kategori ideal sesuai standar efektivitas wilayah pegunungan. Melalui skenario tingkat kesalahan 2%, dihasilkan rekomendasi relokasi 16 titik pos hujan yang tersebar secara sistematis di Kabupaten Fak Fak, Kaimana, Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni. Penataan ulang ini sangat krusial sebagai solusi untuk meningkatkan akurasi monitoring hidrometeorologi serta memberikan presisi estimasi curah hujan wilayah yang lebih baik di bawah ambang batas toleransi kesalahan 10% untuk kepentingan perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana di Provinsi Papua Barat.
Program Kokurikuler PISA dalam Mengembangkan Pengetahuan tentang Bencana dan Krisis Iklim Muhammad Robith Farkhan; Farhan Fikri Syafi’i; Aulia Rochmah
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.402

Abstract

Pendidikan kebencanaan saat ini belum optimal dilaksanakan di jenjang persekolahan disebabkan oleh adanya keterbatasan kajian bencana yang dilakukan peserta didik, koordinasi antarinstansi yang rendah, hingga keterbatasan sarana dan prasarana manajemen bencana di sekolah. Program Kokurikuler PISA di SMA Progresif Bumi Shalawat menghasilkan keluaran berupa artikel penelitian dan produk prototipe dari pemikiran kritis terkait masalah krisis iklim yang menyebabkan bencana melalui pendekatan interdisipliner. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui program kokurikuler PISA dalam mengembangkan pengetahuan terkait bencana dan krisis iklim. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif pada lima kelompok yang berbeda di jenjang kelas 10 reguler, 10 kelas internasional, 11 kelas reguler, dan 11 kelas internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kelompok melakukan pemecahan masalah terkait dengan krisis iklim yang dapat menyebabkan intensitas bencana alam meningkat. Pemecahan masalah dihasilkan dari pembuatan produk prototipe yang disesuaikan dengan penelitian yang diajukannya terkait krisis iklim. Adapun produk yang dihasilkan yakni filter air hujan untuk mencegah cemaran mikroplastik, mikroalga buatan, teknologi penghasil air alternatif dari evaporator, EWS banjir, dan irigasi otomatis AWD. Disimpulkan bahwa program kokurikuler PISA dapat mengembangkan pengetahuan terkait kebencanaan dan krisis iklim di persekolahan. Tetapi secara praktis nyata dapat dilakukan melalui simulasi bencana.

Page 3 of 3 | Total Record : 29