cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jihhcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH)
ISSN : 29874467     EISSN : 29874491     DOI : https://doi.org/10.61116/jiih.v1i2.168
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPS dan Humaniora.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus" : 5 Documents clear
Interpretasi Siswa Sekolah Menengah Atas terhadap Nilai Keterbukaan dan Multikultural dalam Pembelajaran Sosiologi Sisriyani, Sisriyani
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman dan interpretasi subjektif siswa SMA N. 1 Dolok Masihul, Sumatera Utara, terhadap nilai-nilai keterbukaan dan multikultural yang disajikan dalam materi pembelajaran Sosiologi (fokus pada bab Struktur Sosial, Konflik, dan Integrasi). Konteks Dolok Masihul yang memiliki keragaman etnis dan agama menjadikan studi ini relevan untuk memahami bagaimana pendidikan formal memediasi pemahaman pluralitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan delapan siswa kelas XI IPS yang beragam latar belakang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, refleksi tertulis, dan observasi kelas. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial: (1) The Cognitive Dissonance: Konflik antara nilai multikultural yang diajarkan (keterbukaan) dengan keyakinan sosial-budaya primer siswa (prinsip endogami/solidaritas etnis); (2) The Safety Zone: Respon mayoritas siswa adalah menerima nilai multikultural secara normatif di kelas, tetapi menghindarinya dalam praktik interaksi sosial nyata; dan (3) The Transformative Encounter: Ditemukan pengalaman transformatif pada minoritas siswa yang mengubah pandangan mereka melalui diskusi kasus nyata. Studi menyimpulkan bahwa pembelajaran Sosiologi berhasil menanamkan pengetahuan multikultural, namun gagal memfasilitasi transisi dari kesadaran kognitif menuju praktik afektif yang tulus.
Analisis Keterlibatan Komunitas Sejarawan dan Budayawan Lokal dalam Memperkaya Materi dan Metode Pembelajaran Diana Sari
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif bentuk, intensitas, dan dampak kolaborasi antara sekolah menengah di Banyuwangi dengan komunitas sejarawan lokal dan budayawan dalam upaya memperkaya materi dan metode pembelajaran Sejarah. Keterbatasan buku teks yang cenderung bersifat nasional-sentris sering kali menyebabkan materi Sejarah lokal di Banyuwangi (misalnya, Sejarah Kerajaan Blambangan atau Peran Osing) menjadi terpinggirkan dan kering. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Multi-Situs dengan melibatkan empat sekolah (dua SMA dan dua SMK), lima guru Sejarah, tiga sejarawan lokal, dan dua budayawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kolaborasi, dan analisis dokumen kurikulum dan modul ajar. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga bentuk kolaborasi dominan: (1) Guest Lecture and Workshop; (2) Pengembangan Modul Ajar Tematik Lokal; dan (3) Historical Site Visit Komunitas. Dampak utamanya adalah terjadi transisi pedagogis pada guru dari metode ceramah ke metode Sejarah Lisan (Oral History) dan Contextual Teaching and Learning. Namun, tantangan utama adalah minimnya dukungan struktural (dana dan waktu yang teralokasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas lokal berfungsi sebagai pusat sumber (resource center) yang vital dalam autentikasi konten dan kontekstualisasi metode pembelajaran Sejarah.
Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam Mewujudkan Demokrasi dan Toleransi di Lingkungan Persekolahan Adni Maulida Fauzi
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif peran struktural dan fungsional Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah menengah Banyuwangi sebagai miniatur institusi demokrasi dan katalisator nilai toleransi. OSIS, sebagai wadah tunggal partisipasi siswa, memegang peran kunci dalam pembentukan civic disposition siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Multi-Situs dengan memilih dua SMA di Banyuwangi (satu negeri dan satu swasta). Partisipan meliputi 10 pengurus OSIS inti, 4 guru pembina OSIS, dan 6 siswa anggota non-OSIS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada rapat dan program kerja, serta analisis dokumen Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) OSIS. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga peran OSIS yang krusial: (1) Democratic Modeling: OSIS sukses mempraktikkan mekanisme pemilihan ketua yang jujur dan beradab; (2) Conflict Mediation: OSIS berperan aktif dalam mediasi konflik antar-kelompok berbasis etnis atau hobi, menanamkan nilai toleransi praktis; dan (3) Top-Down Dependence: Fungsi OSIS masih sangat bergantung pada intervensi dan persetujuan guru pembina, yang membatasi inisiatif otonom dan kreativitas demokratis. Studi menyimpulkan bahwa meskipun OSIS efektif sebagai lab praktik demokrasi prosedural dan toleransi interpersonal, budaya patronase birokrasi sekolah masih menjadi tantangan utama bagi perwujudan demokrasi substantif.
Perubahan Paradigma Praktik Guru dalam Menghadapi Informasi Sejarah Palsu pada Media Sosial Rinno Ramadhana
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif pergeseran paradigma (cara pandang) dan praktik pedagogis Guru Sejarah di Banyuwangi dalam merespons fenomena disinformasi sejarah (historical hoax) yang masif di media sosial. Era digital menempatkan guru dalam posisi dilematis: teknologi sebagai peluang sumber daya belajar dan ancaman penyebaran fakta palsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Interpretatif dengan desain Studi Fenomenologis yang melibatkan 10 Guru Sejarah SMA/SMK di Banyuwangi yang aktif menggunakan media sosial dan teknologi dalam pengajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi praktik ajar digital, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga perubahan paradigma esensial: (1) Shifting Authority: Pergeseran guru dari otoritas tunggal fakta ke fasilitator literasi sumber; (2) Digital Defensiveness: Respon awal guru adalah sikap defensif (menghindari atau melarang penggunaan sumber digital), yang kemudian berevolusi menjadi integrasi kritis; dan (3) Pedagogy of Verification: Adopsi praktik ajar baru yang berfokus pada verifikasi sumber dan counter-narrative. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi digital memaksa guru Sejarah untuk bertransformasi dari penyampai sejarah menjadi kurator konten kritis, namun keberlanjutan praktik ini terkendala oleh minimnya pelatihan dan beban kerja yang tinggi.
Dinamika Kelompok Kerja Guru Bahasa Inggris dalam Memfasilitasi Refleksi Praktik Mengajar dan Inovasi Pedagogis Eva Amalia
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika, fungsi, dan dampak Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris di Kabupaten Banyuwangi sebagai komunitas belajar profesional dalam memfasilitasi refleksi praktik mengajar dan mendorong inovasi pedagogis. KKG adalah platform penting untuk pengembangan profesional berbasis sekolah, namun kualitasnya sering bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan fokus pada satu KKG Bahasa Inggris klaster perkotaan di Banyuwangi yang dianggap aktif dan inovatif. Partisipan penelitian meliputi 12 guru anggota KKG, 2 pengurus inti KKG, dan 1 pengawas sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam 5 sesi pertemuan KKG, wawancara mendalam, dan analisis dokumen program kerja serta modul hasil KKG. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga dinamika krusial: (1) The Safe Space for Vulnerability: KKG berhasil menciptakan lingkungan aman untuk berbagi kegagalan dan masalah mengajar yang memicu refleksi tulus; (2) Collaborative Inquiry: Adopsi praktik Lesson Study atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersama, yang mendorong inovasi contextual teaching (integrasi budaya Osing); dan (3) Top-Down vs. Bottom-Up Tension: Adanya ketegangan antara tuntutan pelatihan dari pengawas (top-down) dan kebutuhan riil refleksi guru (bottom-up). Studi menyimpulkan bahwa efektivitas KKG bergantung pada otonomi guru dalam menentukan agenda dan kualitas kepemimpinan intinya untuk menjaga fokus pada praktik, bukan hanya administrasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5