cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jhppcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Simpang Empat Bypass BIL Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP)
ISSN : 29875196     EISSN : 29875773     DOI : https://doi.org/10.61116/jhpp.v1i4.189
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): April" : 5 Documents clear
Implementasi Pengembangan Model ADDIE pada Dunia Pendidikan Torang Siregar; Yuni Rhamayanti
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.561

Abstract

Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) merupakan salah satu pendekatan sistematis yang banyak digunakan dalam perancangan dan pengembangan pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan modern. Model ini terdiri dari lima tahap utama yang saling berkesinambungan. Tahap pertama, analisis, berfokus pada identifikasi kebutuhan, permasalahan, serta karakteristik peserta didik untuk menentukan tujuan pembelajaran yang relevan. Tahap kedua, desain, melibatkan perencanaan strategi pembelajaran, perumusan tujuan, dan pemilihan media atau metode yang sesuai. Selanjutnya, tahap pengembangan diarahkan pada pembuatan produk pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar, media, dan instrumen evaluasi. Tahap implementasi mencakup pelaksanaan rencana pembelajaran di lapangan atau di kelas, serta pemantauan proses pelaksanaannya untuk memastikan efektivitasnya. Terakhir, tahap evaluasi berperan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi program pembelajaran melalui evaluasi formatif dan sumatif, guna memberikan umpan balik perbaikan yang berkelanjutan. Jurnal ini membahas secara komprehensif setiap tahapan dalam model ADDIE serta memberikan contoh penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan, baik secara daring maupun tatap muka. Dengan dukungan referensi dari berbagai sumber terbaru, diharapkan artikel ini dapat memberikan wawasan yang komprehensif bagi para pendidik, pengembang kurikulum, dan praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga menekankan pentingnya siklus evaluasi dalam model ADDIE sebagai fondasi utama dalam pengembangan instruksional berbasis kebutuhan peserta didik.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Ajar PJOK Sekolah Dasar Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah Amri Firmansyah Depari
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mendesak dalam pengembangan modul ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang terintegrasi dengan permainan tradisional khas daerah, khususnya di SD Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir. Latar belakang penelitian adalah minimnya variasi pembelajaran PJOK yang cenderung monoton dan belum optimalnya pemanfaatan kekayaan budaya lokal, khususnya permainan rakyat, sebagai sumber belajar yang kontekstual dan rekreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei dan wawancara. Subjek penelitian meliputi 2 orang guru PJOK, 40 siswa kelas IV dan V, serta Kepala Sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, penyebaran angket kebutuhan guru dan siswa, serta wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa 92,5% siswa menyatakan sangat bosan dengan materi PJOK yang itu-itu saja, sementara 100% guru mengakui kesulitan dalam merancang materi yang kontekstual dan membutuhkan panduan rinci untuk mengintegrasikan permainan tradisional seperti "Galah Panjang" atau "Cak Bur". Kesimpulannya, terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan akan pembelajaran yang menarik dan ketersediaan sumber belajar yang inovatif. Analisis ini menegaskan urgensi untuk segera mengembangkan Modul Ajar PJOK Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah yang memuat langkah-langkah adaptasi permainan, indikator pencapaian kompetensi, dan instrumen penilaian autentik. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan melestarikan budaya lokal melalui PJOK.
Pemetaan Peran Aktor dan Jejaring Inovasi dalam Transfer Teknologi Keamanan Pangan Hasil Perikanan Fenik, Fenik; Sifa Amelia
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.595

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu sentra perikanan terbesar di Indonesia, dengan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar keamanan pangan (food safety) hasil perikanan, terutama untuk pasar ekspor, melalui adopsi standar seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) atau SNI (Standar Nasional Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis stakeholder guna memetakan peran, kepentingan, dan hubungan antar-aktor dalam jejaring inovasi (Innovation Network) transfer teknologi keamanan pangan di Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, melibatkan Social Network Analysis (SNA) kualitatif dan in-depth interview dengan 25 stakeholder kunci (nelayan/pelaku usaha kecil, eksportir, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina, dan akademisi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring inovasi bersifat terfragmentasi dan sentralistik, di mana Eksportir Besar (Big Player) memiliki peran sentral dan dominan (high centrality), sementara Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terpinggirkan (peripheral role). Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki peran penghubung (broker) yang rendah. Disparitas kekuasaan (power imbalance) dan defisit kepercayaan antar-aktor menghambat transfer pengetahuan HACCP/SNI yang efisien. Diperlukan strategi intervensi yang fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan broker (universitas/lembaga riset) dan penciptaan platform dialog multipartnership yang inklusif.
Analisis Adopsi Teknologi Pengeringan Ramah Lingkungan untuk Komoditas Sayuran Dewi Maratus Sholeha; Rizal Yudi
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.596

Abstract

Sektor pertanian sayuran di Kabupaten Banyuwangi menghadapi tantangan besar dalam penanganan pascapanen, khususnya dalam proses pengeringan yang masih mengandalkan metode tradisional (penjemuran terbuka) yang rentan kontaminasi dan dipengaruhi cuaca. Teknologi Pengeringan Ramah Lingkungan seperti Solar Dryer (pengering tenaga surya) menawarkan solusi yang efisien, higienis, dan berkelanjutan. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis penerimaan dan kendala adopsi teknologi Solar Dryer di kalangan petani dan kelompok tani sayuran di Banyuwangi. Menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif, data dikumpulkan melalui in-depth interview dengan 25 partisipan (petani, pengolah, dan penyuluh). Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penerimaan tinggi didorong oleh persepsi peningkatan mutu (kebersihan dan nutrisi) dan efisiensi waktu. Namun, kendala adopsi didominasi oleh faktor kepercayaan kolektif rendah (low collective efficacy) terhadap perawatan alat, keterbatasan modal awal, dan kesulitan integrasi dengan jadwal tanam yang padat. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi harus bergeser dari fokus teknis ke penguatan kelembagaan kelompok tani sebagai unit pengelola, serta implementasi model pembiayaan berbagi risiko yang melibatkan pemerintah dan koperasi.
Pengembangan Desain Mesin Tepat Guna untuk Pengolahan Komoditas Unggulan Lokal Rendi Zulfikar; Yusuf Maulana
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.597

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki komoditas unggulan pertanian, khususnya Kopi Robusta dan Arabika dari kawasan Ijen, yang membutuhkan peningkatan efisiensi pascapanen. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi masalah dan eksplorasi potensi desain untuk pengembangan mesin tepat guna (MTG) pengolah kopi, berfokus pada tahapan pulper atau hullerr skala kecil. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain Ethnographic-Design Research (Design Thinking), data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan in-depth interview dengan 20 partisipan (petani, pengolah kopi UKM, dan teknisi lokal). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga masalah utama: (1) Yield Loss Tinggi (kehilangan hasil) pada MTG eksisting, (2) Kesulitan Ergonomi (operasional yang melelahkan dan maintenance yang rumit), dan (3) Ketidaksesuaian Sumber Daya (ketergantungan listrik/BBM mahal, padahal lokasi pengolahan terpencil). Potensi desain inovatif harus berfokus pada MTG Hibrida (manual-motor/solar), Desain Modular yang mudah diperbaiki, dan peningkatan Ergonomi Operasional untuk mengurangi fatigue operator. Studi ini merekomendasikan pengembangan desain MTG yang mengutamakan keseimbangan antara fungsionalitas teknis, kelayakan ekonomi, dan kemudahan sosial di tingkat UKM.

Page 1 of 1 | Total Record : 5