cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jiimcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM)
ISSN : 29874513     EISSN : 29874505     DOI : https://doi.org/10.61116/jiim.v1i3.247
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPA dan Matematika.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus" : 5 Documents clear
Budaya Belajar Mandiri Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Pembelajaran Matematika Nurchaidah, Nurchaidah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif budaya belajar mandiri (self-regulated learning) siswa dalam Mata Pelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Buntu Pane, dengan fokus pada peran motivasi intrinsik dan dukungan lingkungan (sekolah dan rumah). Kemandirian belajar adalah prasyarat keberhasilan dalam Matematika yang kompleks. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan melibatkan 6 siswa kelas XI IPA yang mewakili kategori High Self-Regulation (HSR) dan Low Self-Regulation (LSR), 2 Guru Matematika, dan 4 Orang Tua siswa kunci. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Partisipan (Studi Lapangan), dan Analisis Jurnal Belajar Mandiri siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama: (1) Goal-Oriented Motivation: Siswa HSR memiliki tujuan belajar yang spesifik dan non-nilai (misalnya, mastery konsep), sementara siswa LSR memiliki motivasi ekstrinsik (nilai); (2) Teacher-as-Facilitator Gap: Guru masih dominan sebagai instruktur daripada fasilitator kemandirian belajar; dan (3) Non-Intervention Home Support: Dukungan orang tua umumnya bersifat finansial (non-academic) dan minim dalam pendampingan atau penciptaan ruang belajar yang terstruktur. Studi menyimpulkan bahwa Budaya Belajar Mandiri dalam Matematika di sekolah ini masih fragmen dan memerlukan intervensi kolektif yang berfokus pada pelatihan metacognitive strategy bagi siswa dan edukasi orang tua tentang dukungan akademik non-instruktif.
Praktik Guru Biologi dalam Mendorong Literasi Sains melalui Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Sekolah Yuristya Kayumi Meilani
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.802

Abstract

Penelitian Aksi Kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis upaya Guru Biologi dalam meningkatkan Literasi Sains dan memfasilitasi Aksi Nyata siswa terkait pengelolaan limbah rumah tangga (LRT) di lingkungan sekolah di Banyuwangi. Literasi Sains yang kuat harus mampu ditransformasikan menjadi tindakan berbasis bukti ilmiah (scientific action). Penelitian dilakukan dalam dua siklus Penelitian Aksi Kelas (Classroom Action Research) yang melibatkan 1 Guru Biologi dan 30 siswa kelas X SMA Negeri X Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja praktik, jurnal refleksi guru/siswa, dan penilaian produk (desain sistem pengomposan). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan Literasi Sains Fungsional: Siswa berhasil mengaitkan konsep Biologi (dekomposisi, siklus nutrien) dengan masalah LRT organik; (2) Transformasi Aksi Nyata: Peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif siswa, di mana 85% siswa terlibat dalam implementasi sistem komposter mini di sekolah; dan (3) Attitudinal Change: Jurnal refleksi mengungkap pergeseran pandangan siswa dari limbah sebagai masalah menjadi sumber daya. Strategi kunci yang berhasil adalah Pedagogi Berbasis Proyek (PBP) Lingkungan yang mewajibkan siswa menganalisis limbah secara ilmiah (mengukur pH dan kelembaban) sebelum bertindak. Studi menyimpulkan bahwa Integrasi Teori Biologi dengan Aksi Nyata Lokal adalah kunci untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya melek sains tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.
Aplikasi Matematika Terapan dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Waladati Khoirun Nadhifa
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif relevansi dan aplikasi konsep Matematika terapan dalam kurikulum dan praktik kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi, dengan fokus pada dua bidang: Teknik Mesin dan Perikanan. Pendidikan Vokasi menuntut Matematika berfungsi sebagai alat kerja (tool) yang langsung digunakan untuk pemecahan masalah teknis. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Multisitus yang melibatkan 15 partisipan kunci: 4 Guru Matematika, 4 Guru Kejuruan (2 Teknik Mesin, 2 Perikanan), 5 Siswa Kunci, dan 2 Perwakilan Industri di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Proses Praktik, dan Analisis Dokumen Kurikulum Lokal/Modul Praktik. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya Kesenjangan Sinkronisasi Vertikal (vertical synchronization gap): Guru Matematika mengajarkan konsep abstrak (misalnya, trigonometri) secara umum, sementara Guru Kejuruan mengajarkannya secara situasional (misalnya, menghitung sudut bevel atau menghitung volume tangkapan/pakan) tanpa mengaitkan kembali ke prinsip Matematis formal. Siswa melaporkan Matematika baru menjadi "penting" ketika mereka melihat aplikasinya di bengkel/laut, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk Integrasi Kurikulum Context-Based Learning. Studi menyimpulkan bahwa relevansi Matematika di vokasi harus diposisikan sebagai Kompetensi Kunci dan memerlukan revisi kurikulum yang didorong oleh needs assessment dari industri.
Analisis Faktor Penghambat dan Pendorong Minat Siswa terhadap Pembelajaran Kimia Maulvin Mirza Ahmad
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara kualitatif faktor-faktor penghambat dan pendorong minat siswa terhadap Mata Pelajaran Kimia, dengan membandingkan pengalaman di Sekolah Unggulan (SU) dan Sekolah Pinggiran (SP) di Kabupaten Banyuwangi. Minat belajar adalah prasyarat keberhasilan dalam memahami konsep Kimia yang kompleks dan abstrak. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Komparatif Multisitus melibatkan 40 partisipan: 2 Guru Kimia (SU dan SP), 20 Siswa Kunci (10 SU dan 10 SP), 4 Orang Tua, dan 4 Kepala Sekolah/Wakil Kurikulum. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam, Observasi Kelas, dan Analisis Fasilitas Laboratorium. Hasil penelitian mengidentifikasi Faktor Instrumen (laboratorium dan ketersediaan alat) sebagai penghambat dominan di SP, sementara Faktor Pedagogis-Afektif (kompleksitas materi dan metode guru) menjadi penghambat di SU. Siswa SU didorong oleh Motivasi Ekstrinsik Tinggi (persaingan masuk PTN), sementara siswa SP didorong oleh Motivasi Mastery Personal (keingintahuan). Studi menyimpulkan bahwa kualitas pedagogi dan kontekstualisasi materi lebih krusial daripada fasilitas fisik dalam menumbuhkan minat. Rekomendasi melibatkan pengembangan Pedagogi Kimia Kontekstual yang relevan dengan latar belakang sosial-ekonomi siswa.
Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penerapan Teknologi Mikroskop Virtual dan Simulasi Biologi Siti Kholisah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i3.805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa di kelas X SMA Banyuwangi terhadap penggunaan Mikroskop Virtual (MV) dan Simulasi Biologi (misalnya, simulasi pewarisan sifat) sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan teknologi digital diharapkan dapat mengatasi kendala fasilitas laboratorium dan meningkatkan pemahaman konsep abstrak Biologi. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan melibatkan 3 Guru Biologi dan 25 Siswa Kelas X IPA dari dua SMA di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui Wawancara Mendalam Semi-Terstruktur, Observasi Kelas, dan Jurnal Refleksi guru dan siswa setelah sesi intervensi menggunakan teknologi MV/Simulasi. Hasil penelitian menunjukkan persepsi positif yang kuat dari kedua belah pihak terhadap aspek Visualisasi Konsep Abstrak dan Fleksibilitas Akses (belajar tanpa lab). Namun, teridentifikasi adanya hambatan, yaitu (1) Perceived Cognitive Load: Guru menilai siswa mengalami beban kognitif tinggi saat beralih antara simulasi dan konsep buku; dan (2) Digital Native Paradox: Siswa cepat beradaptasi, tetapi cenderung memperlakukan simulasi sebagai video game tanpa melakukan analisis data mendalam. Studi menyimpulkan bahwa efektivitas teknologi MV/Simulasi sangat bergantung pada kemampuan Guru Biologi untuk mengintegrasikannya sebagai alat inkuiri terstruktur, bukan hanya sebagai pengganti alat fisik atau sumber hiburan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5