cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Physical Sciences, Life Science and Engineering
ISSN : -     EISSN : 30319021     DOI : https://doi.org.10.47134/pslse
Explore the Physical Sciences, Life Science and Engineering. This section accommodates research papers that aim to present the practical aspects of certain theoretical hypotheses reflected through empirical approach to problemsolving, systematic methodology that guarantee the validity of research results, expert opinions, sophisticated utilization of devices in a variety of field of studies such as in physics, geography and engineering. Focus and Scope: Remote Sensing, Chemistry, Cartography, Geographic Information Systems, Astrophysics, Nuclear Physics, Applied Physics, Geophysics, Applied Mathematics, Environmental Science, Geology, Astronomy, Earth, Science, Aerospace, Computer Science, Applied Engineering and Material Science.
Articles 74 Documents
Lean Manufacturing Dalam Mengurangi Waste Pada Industri Beton Dengan Metode VSM dan VALSAT Rakha Andhika Nawawi; Hana Catur Wahyuni
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v3i2.651

Abstract

PT. XYZ, produsen beton pracetak seperti Corrugated Concrete Sheet Piles (CCSP), menghadapi pemborosan produksi yang menghambat pencapaian target. Produksi hanya memenuhi target pada beberapa minggu, sementara di minggu lain hasilnya lebih rendah, seperti minggu ke-2 (58/60 unit) dan minggu ke-9 (67/70 unit). Penelitian ini menggunakan Lean Manufacturing dengan VSM dan VALSAT untuk mengidentifikasi pemborosan dan meningkatkan efisiensi. Pemborosan utama adalah inappropriate processing akibat ketiadaan SOP terstruktur dan alur kerja tidak efisien. Solusi perbaikan seperti desain ulang proses produksi dan SOP baru berhasil mengurangi aktivitas dari 31 menjadi 21, menurunkan waktu siklus dari 1038,92 menjadi 889,54 menit, dan meningkatkan aktivitas bernilai tambah dari 79,42% menjadi 95,03%. Lean Manufacturing terbukti efektif dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas.
Pengendalian Persediaan Tray dalam Mempertimbangkan Perencanaan Produksi Menggunakan Metode Fuzzy Logic Mamdani Mukhammad Rifky Ramadhan; Tedjo Sukmono
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v3i2.652

Abstract

Perusahaan harus memiliki pengendalian persediaan dalam menjaga persediaan barang agar dapat berjalan dengan lancar sehingga rencana atau target perusahaan dapat tecapai. Pada perusahaan tray mengalami masalah penumpukan barang hingga 19% dan biaya penyimpanan yang tinggi dalam mengelola persediaan terjadi karena permintaan yang tidak menentukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengoptimalkan persediaan untuk mencegah kelebihan dan kekurangan stok pada perusahaan tray sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian, sehingga dibutuhkan metode yang tepat dalam mengatasi ketidakpastian permintaan yang akan datang dengan tujuan tidak terjadinya masalah dalam persediaan. Penelitian ini menerapkan metode fuzzy mamdani, yang dikenal sebagai salah satu teknik yang menyediakan pendekatan adaptif dalam mengatasi ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam data untuk pengambilan keputusan, memungkinkan penggunaan variabel linguistik dan aturan yang dapat diadaptasi untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan kontekstual. Hasil dari perhitungan fuzzy mamdani menggunakan aplikasi matlab dapat menurunkan persediaan berlebih dengan persediaan awal 3788 sedangkan hasil optimal implementasi fuzzy logic sebesar 3282, sementara jumlah permintaan tercatat sebanyak 3190. Meskipun terdapat tingkat kesalahan sebesar 25,83575%. Hasil ini termasuk dalam katergori cukup baik dalam menentukan jumlah persediaan terhadap permintaan
Analisa Uji Kerut Bagian Depan Sepatu Ditinjau Dari Oven Dan Temperatur Steam Restu Agung Istighfarin; Prantasi Harmi Tjahjanti
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.687

Abstract

Wrinkle h dilakukan terdapat cacat yang terjadi pada saat proses perakitan upper sepatu yaitu cacat kerutan pada bagian toe cap pada saat proses toe last. Masalah timbul karena beberapa faktor sehingga dilakukan perbaikan pada bagian toe agar mengurangi wrinkle yang telah diterapkan oleh perusahaan. Usulan pada perbaikan sepatu bagian toe cap terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki cacat kerut pada bagian toe cap sepatu, digunakan dengan cara memanaskan kembali bagian toe cap kemudian dilakukan perbaikan kembali untuk menyempurnakan bentuk sepatu bagian toe ca, dan juga dilakukan pembongkaran yang kemudian ditarik kembali dengan mesin toe last apabila bentuk kerutan pada bagian toe cap terlalu banyak.
Pengaruh Tekanan Udara Kompresor Sprayer Snow Wash terhadap Volume Busa yang Dihasilkan Therix Vernanda Rikmawan; A’rasy Fahruddin
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.688

Abstract

Sprayer penghasil busa, atau foam sprayer, adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan busa tebal dan lembut, sering kali terhubung dengan pressure washer. Ada juga handheld foam sprayer yang portabel dan dipompa secara manual, cocok untuk penggunaan kecil. Keunggulan sprayer ini terletak pada kemampuannya mengangkat kotoran tanpa menggores cat kendaraan, berkat busa yang bertindak sebagai pelumas. Penelitian ini memodifikasi handheld foam sprayer menjadi otomatis menggunakan kompresor dengan mengganti pompa sprayer dengan sliplock yang disambungkan ke pressure gauge. Pengujian tekanan pada sprayer yang dimodifikasi bertujuan untuk mengukur performa dan efisiensi penyemprotan. Tekanan yang tepat sangat penting, karena tekanan rendah menghasilkan semburan tidak merata, sedangkan tekanan tinggi berisiko merusak sprayer. Pengujian dilakukan tiga kali dengan takaran 1 liter air dan 50 ml sabun pada tekanan 10, 20, dan 30 Psi. Hasil menunjukkan bahwa tekanan yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak busa: pada 10 Psi, total campuran 260 ml (50 ml air dan 210 ml busa), pada 20 Psi menjadi 320 ml, dan pada 30 Psi mencapai 430 ml. Uji penyemprotan sabun pada spakbor menunjukkan efektivitas dalam mengangkat kotoran. Hasilnya, pada 10 Psi, spakbor masih kotor, sedangkan pada 20 Psi terlihat lebih bersih, dan pada 30 Psi, hasilnya sangat memuaskan dengan spakbor yang bersih. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi tekanan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembersihan. Peningkatan tekanan meningkatkan jumlah busa dan kemampuan sprayer dalam membersihkan. Dengan demikian, pemahaman mengenai tekanan penyemprotan sangat penting untuk mencapai hasil pembersihan yang optimal dan memperpanjang umur alat.
Analisa Pendekatan Integratif Menggunakan Metode Six Sigma dan RCA pada Kualitas Kemasan Pupuk Granule Dimas Dwi Saputra; Atikha Sidhi Cahyana
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.689

Abstract

This research was conducted at a company engaged in product packaging. Companies face one challenge, namely the increasing percentage of defects in fertilizer packaging by 0.5% to 1.7%. This research aims to identify the types of defects in granule fertilizer packaging, find out the causes of defects, and find out the root of the problem of defects and provide recommendations for improvement. The six sigma method is used with integrated root cause analysis (RCA). Six sigma is used to determine the sigma value. RCA to find out the cause and root of the problem. The results of this research show that the company's average sigma value is 3.52. With DMAIC and RCA approaches, it can be seen that the causes and root causes of product defects are caused by 4 factors, namely machines, materials, people and methods, so it is necessary to maintain machines, monitor raw materials and train employees
Optimalisasi Penjadwalan Produksi Industri Furniture Menggunakan Metode Nawaz Enscore and Ham Dewi Nurus Silmi; Tedjo Sukmono
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.690

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur furniture yang memproduksi empat jenis pintu. Permintaan yang terus meningkat, mencapai 600-1000 pcs menyebabkan keterlambatan pengiriman karena kapasitas ruang pengeringan hanya 500 pcs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penjadwalan produksi menggunakan metode NEH dalam menentukan nilai makespan dan urutan pengerjaan, serta memberikan rekomendasi efisien yang memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan pasar secara tepat waktu dalam mengoptimalkan waktu produksi untuk mengurangi waktu menganggur pada ketelambatan pengiriman. Hasil dari penjadwalan produksi menggunakan metode NEH menghasilkan makespan yang lebih kecil dan waktu proses produksi yang lebih cepat dibandingkan dengan metode FCFS. Metode NEH menghasilkan makespan sebesar 5,67 dengan urutan job J2-J1-J3. Sedangkan metode FCFS menghasilkan makespan sebesar 6,10 dengan urutan job J1-J2-J3. Sehingga metode NEH  dikatakan optimal sebab memberikan perbaikan waktu makespan sebesar 0,43 jam.
Relayout Area Produksi Pengolahan Marmer Dengan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Moh. Faris Hernanda; Atikha Sidhi Cahyana
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.691

Abstract

Pada industi manufaktur tata letak fasilitas merupakan peranan penting untuk kelancaran proses produksi. Salah satunya pada pabrik Mustika Trophy, masalah yang terjadi adalah masih ada jarak area kerja yang tidak efisien dan juga adanya backtracking. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan layout produksi yang lebih efisien untuk mempersingkat jarak pemindahan material antar stasiun kerja. Pada penerapan perancangan ulang tata letak pada pabrik Mustika Trophy menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Blocplan. Dari hasil metode tersebut, didapatkan total penurunan jarak perpindahan sebesar 20.9 m, dengan efisisensi 72.06%. Usulan layout ini menghasilkan jarak perpindahan material antar stasiun kerja yang lebih kecil. Oleh karenanya, usulan tata letak ini dapat menjadi alternatif relayout untuk pabrik Mustika Trophy yang lebih efisien.
Evaluasi Faktor Penyebab Downtime Dengan Pendekatan OEE dan FMEA Pada Proses Produksi Mesin MGTR-RF15 Meirani Id’ha Khusainiah; Indah Apriliana Sari Wulandari
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v1i4.692

Abstract

This research evaluates the efficiency of the MGTR-RF15 machine at RMP that focuses on raffia packing. In the last 6 months, MGTR-RF15 has experienced 100 times downtime which has caused the production process to stop temporarily, hampering the fulfillment of customer requests and increasing logistics costs. This study aims to determine the level of machine efficiency, determine the cause of the highest risk, and provide alternative suggestions for improvement. This research uses the Overall Equipment Effectiveness (OEE) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) approaches. MGTR-1F15 OEE value of 82.91% is below international standards with availability as the dominant factor affecting efficiency. The FMEA identified the bent strap clamp iron as the critical failure with the highest risk worth RPN 280. Root Cause Analysis (RCA) shows the root cause of the downtime problem so that alternative recommended improvements include routine training, implementation SOPs, inspection raw materials, and selecting high-quality suppliers.
Usulan Perbaikan untuk Mengurangi Kecacatan Produk Furniture dari Rotan Menggunakan Metode FMEA dan RCA Qur’ani Nurvita; Atikha Sidhi Cahyana
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v3i1.693

Abstract

CV. XYZ merupakan perusahaan furniture dari rotan dan kayu. Jumlah persentase data kecacatan periode bulan Juni - September 2024 sebesar 36%. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kecacatan tertinggi dan memberikan usulan perbaikan berdasarkan permasalahan dalam proses produksi kabinet. Penelitian ini menggunakan dua metode yakni Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan metode Root Cause Analysis (RCA). Hasil dari penelitian ini diperoleh jenis defect yang memiliki nilai RPN paling tinggi adalah profil kayu yang tidak sesuai spesifikasi dengan nilai 100. Usulan yang diberikan antara lain: membuat jadwal untuk membersihkan area produksi, menambah pencahayaan dengan memasang lampu sorot, mengadakan komunikasi saat berganti shift, melakukan pengecekan berulang oleh pekerja dan diinspeksi kembali oleh pengawas, menyediakan instruksi didekat mesin, menambah waktu untuk memeriksa kualitas produk yang dihasilkan, membuat checklist pemeriksaan awal
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Plat Baja Menggunakan Metode Fuzzy Logic Mamdani pada Perusahaan Diffusers Indra Lesmana; Tedjo Sukmono
Physical Sciences, Life Science and Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pslse.v3i2.694

Abstract

In a production requires the right raw material inventory, in order to minimize the occurrence of overstock or outstock, an approach is needed, namely inventory control. In the diffuser company there is an overstock problem and results in high storage costs. The purpose of this study is to optimize the amount of raw material inventory in diffuser companies against uncertain demand, so as to minimize losses for companies to support economic growth and make a major contribution to the company. Fuzzy logic mamdani is used to process uncertain or vague data and decision making related to the accuracy of the amount of raw material inventory. Identifying data by determining the variables needed there are several stages, namely fuzzyfication, implication, and defuzzyfication. The results project that with a production target of 353 diffusers and facing a demand of 198 diffusers, the inventory, which was originally 419 steel plates, can be optimized with the Mamdani fuzzy logic method around 343.61 plates, rounded up to 344 steel plates. The MAPE calculation has an error value of 26,4971% and is included in the sufficient category.