cover
Contact Name
Kana Safrina Rouzi
Contact Email
ijeeti@almaata.ac.id
Phone
+6285328766419
Journal Mail Official
anisajnkiaa11@gmail.com
Editorial Address
Redaksi Journal IJEETI (Indonesian Journal of Elemantary Education and Teaching Innovation) Jl. Brawijaya No.99, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation
ISSN : -     EISSN : 28283538     DOI : 10.21927/ijeeti
Core Subject : Education,
Focus and Scope 1. Innovation of Curriculum, 2. Instructional Design, 3. Learning Styles, 4. Learning and Teaching, 5. Media Development, 6. Teaching Methods and Strategies, 7. Developing Teaching Materials, and 8. Developing Learning Evaluation Peer Review Process Review Policy of IJEETI Every articles will be reviewed by the reviewer. The review process using a double Blind Review, meaning that the reviewer does not know the identity of the author, and the author did not know the identity of the reviewer. In the process of review, the reviewer gave consideration related to the suitability of the title, abstract, introduction, research methods, results and discussion and conclusions. Addition reviewer also gave consideration associated with novelty, scientific impact, and references used.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Pengaruh Living Values Education Program Terhadap Penguatan Karakter Religius Pada Siswa Kelas V SD 3 Pengalusan Wahyu Hidayana; An-Nisa Apriani
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).95-106

Abstract

This study aims to determine the effect of the living values education program (LVEP) learning model on strengthening religious character in students. This research is a quasi-experimental study with a pre-test pos-test control group design. The research subjects were students of class V SD 3 Pengalusan, Purbalingga. The sample was selected based on random sampling for students using the Living Values Education Program learning. The instrument used in this study was an observation sheet to measure students' religious character. The data that has been collected is then analyzed using the t test. the results of the study showed that there were differences in religious character in learning between students who used the living values education program model in learning to have a higher level of religious character compared to students who used the expository learning model.Keyword: LVEP, Religious, Elementary Students
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun RPP melalui Bimbinan Teknis pada MI Binaan Kabupaten Sleman Mas'udah Mas'udah; Mufida Awalia Putri
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).107-118

Abstract

Beberapa guru madrasah belum dapat membuat RPP dengan benar sesuai dengan Standar Proses. Penerapan pendampingan penyusunan instrument pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dan kepala sekolah dalam menyelesaikan masalahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan prosedur bimbingan teknis kepada guru dalam penyusunan RPP dan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan perencanaan pembelajaran (RPP) setelah mengikuti bimbingan teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research) dengan Model Kurt Lewin, yakni penelitian yang dilakukan pengawas/supervisor dalam sekolah sendiri guna memperbaiki kualitas pembelajaran. Subjek penelitian adalah guru kelas MI wilayah Sleman Timur yaitu MI Al Huda, MI Darul Huda, dan MI Sultan Agung tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Lembar validasi dan Lembar pengamatan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan, maka target yang telah ditetapkan dalam penelitian ini tercapai, yaitu ≥ 80% guru telah mencapai kompetensinya dalam menyusun RPP. Siklus 2 jumlah yang mendapatkan nilai gain dengan kategori tinggi sebanyak 100%. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi tindakan yang diharapkan telah tercapai. Pembinaan teknis dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP telah terbukti secara ilmiah.
Implementasi Pendidikan Multikultural di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta Nur Relawati Sarif; Yusinta Dwi Ariyani; Andi Wahyudi
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).54-71

Abstract

Pendidikan multikultural memiliki peranan penting dalam masyarakat yang semakin heterogen dan global saat ini untuk memberikan pembekalan pada aspek keberagaman, pembentukan identitas diri, keterampilan antar budaya, dan mencegah diskriminasi atau konflik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi pendidikan multikultural dan faktor-faktor yang mendukung serta menghambat proses implementasi pendidikan multikulural di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa SD Negeri Ngupasan. Teknik penelitian yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Teknik keabsahaan data menggunakan triangulasi sumber dan metode.  Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan pengembangan diri. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Sedangkan pelaksanaan dalam kegiatan pengembangan diri meliputi kegiatan bimbingan konseling, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan pembiasaan rutin serta pembiasaan terprogram. Faktor yang mendukung implementasi pendidikan multikultural di SD Negeri Ngupasan Yogyakarta yaitu lingkungan sekolah, kurikulum sekolah, sarana prasarana sekolah, kegiatan sekolah, dan kerjasama semua komponen sekolah. Sedangkan, faktor yang menghambat berupa pola asuh orangtua, kurangnya media pembelajaran yang digunakan guru, dan kurangnya poster-poster atau tulisan-tulisan tentang keragaman dan nilai-nilai multikultural di sekolah. Kata kunci: Implementasi, Pendidikan Multikultural 
Pembentukan Karakter Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah: Pembiasaan Kegiatan Keagamaan Fildza Malahati; Nur Hidayat; Nurul Huda; Putri Jannati; Lusi Oktavia; Afifah Rizki
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).119-130

Abstract

Pembentukan karakter merupakan hal yang harus diperhatikan sejak dini. Terbentuknya karakter peserta didik yang baik tentunya dipengaruhi oleh pembiasaan-pembiasaan yang baik juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang bagaimana pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Penelitian ini dilakukan di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta. Fokus penelitian membahas tentang pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan keagamaan. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data tentang pembentukan karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi.  Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara snowball sampling, sehingga didapati 2 orang guru dan 5 peserta didik sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta menerapkan kegiatan kegamaan seperti mengajarkan salat wajib tepat waktu, mengajarkan salat dhuha, mengajarkan untuk membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan proses belajar mengajar dimulai. Tidak hanya itu, di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Bantul, Yogyakarta juga memiliki program unggulan yaitu tahfidz yang mana peserta didik diharapkan mampu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengamalkanya. Pembiasaan-pembiasaan melalui aktivitas keagamaan tersebut tentunya memiliki faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung kegiatan tersebut adalah guru itu sendiri sebagai suri tauladan untuk peserta didiknya. Peserta didik yang memiliki ahlak yang baik tentunya sedikit banyaknya dipengaruhi oleh didikan gurunya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan sosial peserta didik itu sendiri diluar lingkungan sekolah.  Diadakanya aktivitas keagamaan tersebut diharapkan dapat memberikan efek yang baik dalam membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik. Kata kunci: Pembentukan Karakter, Aktivitas Keagamaan, Madrasah Ibtidaiyah
Implementasi Computational Thingking pada Pembelajaran Tematik Gerak Keseharian dan Alam dalam Tari serta Mengukur Berat Benda dalam Satuan Baku Kelas 2 Tema 6 Subtema 2 Ika Muslimawati; Edga Mahatma Kafi; Christiyanti Aprinastuti; Mike Wadina
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).72-86

Abstract

Implementasi konsep Computational Thinking (CT) pada kegiatan pembelajaran di SD Negeri Bhaktikarya, Jl. Gambir Anom, Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta adalah kegiatan untuk memberikan pelatihan konsep berpikir dengan konsep Computational Thinking kepada siswa agar mampu memahami dan mengimplementasikan konsep berpikir Computational Thinking pada mata pelajaran tematik materi gerak tari yang dipelajarinya dan mengukur berat benda dalam satuan baku. Minimnya praktik dan minimnya pemahaman dalam mengimplementasikan konsep berpikir Computational Thinking memberikan kesempatan bagi peneliti untuk berkontribusi. Computational Thinking (CT) sebagai keterampilan kognitif dalam mengidentifikasi pola, memecahkan masalah yang rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana, mengatur dan membuat rangkaian langkah-langkah dalam memberikan solusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pondasi pengenalan pola,abstraksi, algoritma, dan dekomposi pada siswa sekolah dasar melalui penerapan pendekatan Computational Thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian study case. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas II SD Negeri Bhaktikarya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Computational Thinking (CT) pada hasil lembar kerja peserta didik (LKPD) yang menerapkan beberapa pondasi Computational Thinking (CT) diperoleh rerata persentase sebesar 85% pada setiap pondasi dengan rincian : Pondasi pengenalan pola 85%, 96% pada pondasi abstraksi, 85% pada pondasi  algoritma, dan 96% pada pondasi abstraksi, dimana keseluruhan pondasi masuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Computational Thinking, Studi Kasus 
Penerapan Model Problem-Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa Kelas VI Mi Ma’arif Jekeling Binti Salamah; Dyahsih Alin Sholihah
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(2).87-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi operasi hitung campuran dengan menggunakan model problem-based learning. Penelitian dilaksanakan di MI Ma’arif Jekeling. Subjek penelitian adalah 13 siswa kelas VI MI Ma’arif Jekeling. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Alur masing-masing siklus PTK yang dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain lembar observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes akhir di setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan langkah-langkah model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut sesuai dengan nilai rata-rata afektif pada siklus I sebesar 76,73% dan siklus II sebesar 80,77% dan terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 4,04%. Nilai rata-rata psikomotor siklus I sebesar 69,81% dan siklus II sebesar 75,58% dan terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 5,77%. Rata–rata nilai kognitif siswa pada siklus I sebesar 67,31, kemudian siklus II meningkat menjadi 76,54, dengan demikian terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,23. Kata kunci: Problem-Based Learning, Hasil Belajar, Matematika

Page 1 of 1 | Total Record : 6