cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2011): Juni" : 7 Documents clear
SENAM HAMIL DAN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I Magdalena Astrid; Angela Muryanti Gatum
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.126

Abstract

Nyeri persalinan akan mengakibatkan kekhawatiran dan biasanya karena ketidaktahuan akan proses yang terjadi menyebabkan orang merasa takut dan stress. Untuk membantu mengatasi nyeri persalinan pada ibu bersalin, ibu dianjurkan untuk teratur mengikuti senam hamil khususnya latihan relaksasi dan pernapasan dalam, dan pengalihan perhatian terhadap nyeri persalinan saat proses bersalin. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan hubungan frekuensi senam hamil dengan kemampuan mengendalikan nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah 15 responden. Variabel independen adalah frekuensi senam hamil dan varibel dependennya adalah kemampuan mengendalikan nyeri pada ibu bersalin kala I. Hasil uji statistik korelasi dengan Rank Spearman, didapatkan ?=0,109 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi senam hamil dengan kemampuan mengendalikan nyeri persalinan pada ibu bersalin kalaI. Faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut karena nyeri itu sesuatu yang subyektif, mekanisme koping ibu dalam mengendalikan nyeri berbeda, pengalaman masa lalu dengan nyeri, kelelahan, persalinan yang berlangsung lama, dan ibu melahirkan tanpa pendamping.
PENGETAHUAN IBUTENTANG GIZI DAN STATUS GIZI BALITA Marcellina Rasemi Widayanti; Magdalena Astrid; Luh Wiryani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.127

Abstract

Pengetahuan tentang gizi balita akan mempengaruhi pola pemenuhan gizi dan status gizi anaknya. Fenomena yang terjadi pada bulan Juni 2010 di RW V Bumiarjo, kelurahan Sawunggaling, kecamatan Wonokromo bahwa dari 130 balita ditemukan 35 balita, mengalami berat badan dibawah garis merah dan dibawah garis titik-titik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita.Populasi terdiri dari semua ibu yang tinggal di RW V Bumiarjo, dan populasi terjangkau sebanyak 130 responden, dengan sampel 67 responden.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional yang bersifat korelasion.Tehnik sampling yang digunakan adalah simple random sampling.Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan observasi.Data dianalisa dengan uji statistik Rank Spearman. Dari penelitian didapatkan hasil uji statistik 0,183 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita.Berdasarkan hasil tersebut diharapkan pengetahuan yang didapat, baik pendidikan formal ataupun non formal dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita, sehingga dapat diterapkan pada anaknya.
PEMBERIAN INFORMASI PERIOPERATIF MENURUNKAN KECEMASAN PASIENPRAOPERASI Sr Susana SSpS; Ni Luh Agustini Purnama; Maria Lupita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.128

Abstract

Prosedur pembedahan akan memberikan suatu reaksi kecemasan yang muncul sebagai respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap kehidupanya. Bila pasien mengalami kecemasan berlebihan, perawat perlu memberikan informasi yang membantu menyingkirkan kecemasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian informasi perioperatif terhadap penurunan tingkat kecemasan praoperasi.Desain yang digunakan adalah quasy-eksperiment dengan rancangan non-randomized control group pre-test posttest design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok perlakuan 92% responden mengalami kecemasan berat sebelum diberikan informasi dan setelah diberikan informasi 58% responden mengalami kecemasan ringan. Pada kelompok kontrol tidak tidak terjadi penurunan kecemasan dimana pada saat masuk rumah sakit 67% responden mengalami kecemasan berat sedangkan pengukuran tingkat kecemasan 2 jam sebelum dioperasi menunjukkan 67% responden mengalami kecemasan berat. Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian informasi terhadap tingkat kecemasan pasien. Perawat perlu meningkatkan pemberian informasi pada pasien praoperasi dengan memberikan informasi yang meliputi pengalaman selama proses preoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien.
PSIKOMOTOR PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT ORAL DENGAN PRINSIP ENAM TEPAT Sisilia Indriasari Widianintyas; Yohana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.129

Abstract

Kesalahan pengobatan masih banyak dilakukan oleh perawat dan terjadi saat perawat gagal mengikuti prosedur rutin, misalnya didapatkannya pendokumentasian yang tidak lengkap. Prinsip enam tepat merupakan prinsip yang harus diperhatikan oleh perawat dalam pemberian obat untuk menghindari kesalahan pemberian obat dan keberhasilan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikomotor perawat dalam pemberian obat oral dengan prinsip enam tepat di ruang rawat inap.Desain yang digunakan adalah deskriptif.Responden pada penelitian ini adalah semua perawat ruang rawat inap yang berperan dalam pemberian obat. Pengambilan sampel dengan cara cluster random sampling dilanjutkan dengan simple random sampling berjumlah 51 responden di Paviliun 4, 5, 6 dan 7 Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Pengumpulan data dengan observasi tentang psikomotor perawat dalam pemberian obat oral. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat psikomotor perawat dalam pemberian obat oral pada umumnya baik dengan didapatkan 82% responden memiliki psikomotor adposi, dan 18% tingkat mekanisme. Hal ini disebabkan karena adanya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan dari pihak direksi Rumah Sakit Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya kepada para perawat tentang pemberian obat.
PENDIDIKAN KESEHATAN MERUBAH PERILAKU PASIEN TBC DALAM PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKITNYA Bernadetta Bella; Wijar Prasetyo
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.131

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang mudah ditularkan melalui dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis. Penyebab peningkatan angka kejadian infeksi dari satu orang ke orang lain disebabkan karena perilaku pasien. Penelitian menggunakan desain pratest-post test dengan jumlah 35 sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan wawancara dengan check list. Data dianalisis menggunakan uji T pair dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku pencegahan infeksi TB mereka diberi kuisioner dan didapatkan nilai tertinggi 34 dan skor terendah 12, setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perilaku pencegahan infeksi penyakit tuberculosis responden skor tertinggi 43 dan terendah 24 dari total nilai 50. Setelah dianalisa dengan uji T pair didapatkan p=0,000 berarti ada perbedaan perilaku pencegahan infeksi sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada pasien TB. Perubahan perilaku pencegahan infeksi oleh pasien TB dari masyarakat dianggap perlu dilakukan untuk mencegah infeksi pada orang lain terutama pada keluarga mereka dengan kemampuan yang mereka miliki.
TRYPTOPHAN DALAM SUSU FORMULA MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA Raditya Kurniawan Djoar
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.132

Abstract

Insomnia pada lansia memberikan efek tidak baik pada fisik dan psikologisnya. Susu formula merupakan salah satu cara untuk mengurangi gangguan tidur pada lansia karena mengandung tryptophan Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dalam satu kelompok (One-group pra-test post-test design). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 23 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan p=0,005 pada level p < 0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian susu formula terhadap peningkatan kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia.
TINGKAT DEPRESI DAN KETERGANTUNGAN ADL (ACTIVITY OF DAILY LIVING) PADA LANSIA Yustina Kristianingsih; Yhenti Widjayanti; Suryagustina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.134

Abstract

Depresi sering dialami lansia sebagai suatu kondisi medis-psikiatris yang menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dan aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Lansia yang tidak mengalami keterbatasan fisik, yang sebenarnya mampu melakukan kebutuhan aktivitas sehari-harinya tetapi tidak mau melakukannya, sehingga perawatan dirinya hanya tergantung pada orang lain saja. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mempelajari hubungan tingkat depresi dengan ketergantungan ADL pada lansia. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling, dengan besar sampel 31 lansia.Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan lembar inventaris depresi Beck dan observasi menggunakan Indeks ADL’s Barthel.Hasil penelitian didapatkan terbanyak lansia dengan tingkat depresi ringan 35%.tingkat ketergantungan ADL terbanyak ketergantungan ringan 66%. Data dianalisa menggunakan Rank Spearman didapatkan +0,479 dengan p sebesar 0,006< p 0,05 berarti ada hubungan antara tingkat depresi dengan ketergantungan ADL. Pada lansia di Panti Werdha Bakti Luhur Sidoarjo yang mengalami depresi mengalami penurunan minat untuk memenuhi ADL secara mandiri, semakin tinggi tingkat depresi yang dialami maka tingkat ketergantungan untuk pemenuhan ADLnya juga semakin tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7