cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2022): Juni" : 7 Documents clear
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI ASRAMA PUTRI EMAUS SURABAYA Hemas, Astrid Makrina Reyaan; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Silalahi, Veronica
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.217

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia dan suatu proses biologis yang umum terjadi pada setiap individu. Masalah yang terjadi pada remaja di Asrama Putri Emaus Surabaya yaitu mereka rata-rata tidur diatas jam 22.00 WIB, durasi tidur 3-5 jam, sibuk bercerita dengan teman kamar, bermain handphone serta mengerjakan tugas sehingga tidak memperhatikan jam tidur mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran kualitas tidur pada remaja di Asrama Putri Emaus Surabaya. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Variabel penelitian ini adalah kualitas tidur remaja di asrama putri, jumlah sampel sebanyak 30 responden, teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI untuk mengukur kulitas tidur remaja. Analisis yang digunakan analisis statistik deskriptif proposional prosentase (ASDPP). Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden, terdapat 19 responden (63%) mengalami kualitas tidur kurang, 6 responden (20%) mengalami kualitas tidur baik, 4 responden (13%) mengalami kualitas tidur sangat baik serta 1 responden (3%) mengalami kualitas tidur sangat buruk. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan dan faktor mengonsumsi kopi atau minuman lain dimalam hari dimana faktor tersebut bisa menyebabkan atau mempengaruhi kualitas tidur maka kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan tubuh remaja.
A LITERATURE REVIEW: INTERVENSI SPESIFIK YANG BELUM TERCAPAI DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN 1000 HPK Kauni, Nida
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.218

Abstract

Di Indonesia Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) dikenal dengan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang memiliki landasan berupa Peraturan Presiden No. 42 tahun 2013 yang berisi mengenai Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan berfokus pada dua jenis intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Intervensi spesifik yang belum tercapai dalam implementasi program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. Implementasi program gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan masih belum berjalan dengan efektif karena ada beberapa hal yang belum tercapai seperti pada intervensi spesifik tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil karena rendahnya cakupan Tablet Tambah Darah pada remaja dan ibu hamil, rendahnya cakupan suplemen Fe, rendahnya cakupan suplemen vitamin A, cakupan imunisasi dasar belum mencapai target, dan juga rendahnya partisipasi ibu yang memberi ASI eksklusif. Cakupan Tablet Tambah Darah pada remaja dan ibu hamil, cakupan suplemen Fe, cakupan suplemen vitamin A, cakupan imunisasi dasar, dan pemberi ASI eksklusif merupakan intervensi spesifik yang belum tercapai dari implementasi program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan.
GAMBARAN RESIKO CIDERA EKTRIMITAS BAWAH PADA ATLET WUSHU CSWI SURABAYA USIA REMAJA Pramono, Dominggus Ruku
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.224

Abstract

Abstrak: Wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan komponen fisik yang sangat penting antara lain : kekuatan otot, stabilisasi sendi, keseimbangan serta daya ledak otot yang baik. Agar komponen fisik ini bisa terpenuhi dengan baik maka program latihan yang di desain oleh pelatih harus tepat bertujuan untuk memenuhi komponen fisik tersebut serta untuk menghindari resiko cidera pada ekstrimitas bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiko cidera pada atlet wushu CSWI Surabaya usia remaja. Desain penelitian dengan study deskriptif. Subyek penelitian ini adalah atlet remaja usia 14-17 tahun di komunitas Wushu CSWI Surabaya usia remaja sebanyak 34 responden. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Data dikumpulkan saat pelaksanaan penelitian adalah data karakteristik yaitu jenis kelamin, usia, single leg balance. Data karakteristik sample dikumpulkan dengan cara dilakukan test atau assesment secara. Data penelitian menunjukkan 68,75% memiliki resiko cidera pada ekstrimitas bawah dan 31,25 memiliki resiko cidera ekstrimitas bawah kategori rendah. Kesimpulan dari penelitian di komunitas Wushu CSWI Surabaya usia remaja sebagian besar atlet memiliki resiko cidera pada ekstremitas bawah, dimana diatas 50 % atlet didapatkan diatas 50 % persen atlet menunjukan hasil tes single leg balance < 30 detik. Hasil single leg balance test ini mempunyai hubungan dengan kondisi fisik ektremitas bawah.
PENGARUH PEMBERIAN INTERMITTEN DAN CONTINUOUS ULTRASOUND DALAM PENGURANGAN NYERI PADA ANKLE SPRAINS Heri, Ignatius Heri Dwianto
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.225

Abstract

Abstrak: Secara fungsional, ankle merupakan area yang menerima beban dari seluruh tubuh baik saat berdiri maupun berjalan, sehingga area ankle cenderung mengalami gangguan akibat trauma mekanis. Sprain ankle adalah kondisi peregangan berlebihan pada ligamen lateral kompleks ankle yang disebabkan oleh inversi mendadak dan fleksi plantar. Kondisi ini menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada sisi lateral ankle serta penurunan fungsi berjalan. Sprain ankle umumnya diberikan sebagai modalitas ultrasound untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sisi lateral ankle. Penelitian ini menggunakan desain penelitian two group pretest posttest design yang melibatkan 30 pasien dari Visic (Vincetius Sport Injury Clinic), berusia 18-42 tahun, laki-laki dan perempuan dan menjadi subyek dalam 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang mendapat USG intermitten dan kelompok yang mendapat pemeriksaan USG continuous. USG selama 1 bulan (10 x), 2-3 x dalam 1 minggu. Data dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik. Nilai rata-rata dan standar deviasi dari perbedaan (delta) AS intermiten VAS pada kedua kelompok adalah 46,00±5,071 milimeter dan uji beda antar kelompok menghasilkan nilai p 0,000. Nilai p > 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara USG intermitten dan continuous. Sedangkan nilai mean dan standar deviasi selisih (delta) pemberian USG continuous pada kedua kelompok adalah 30,67±5.936 milimeter dan uji beda antar kelompok diperoleh nilai p = 0,000 Nilai p<0,05 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara USG intermitten dan continuous. Tidak ada perbedaan antara penggunaan ultrasound intermitten dan continuous dalam mengurangi rasa sakit pada sprain ankle.
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN DENGAN LUKA DIABETES MELLITUS DI ICSADA WOUNDCARE (ICW) KABUPATEN BOJONEGORO Akbar, Bayu; Zainal Abidin, Ahmad; Debora, Veronica
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.228

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Mellitus semakin meningkat setiap tahunnya, salah satu komplikasi akibat penyakit ini adalah luka diabetes, hal ini disebabkan oleh neuropati, iskemik, dan infeksi. Kombinasi ketiganya berdampak besar terhadap terjadinya amputasi, maka sangat perlu bagi penderita Diabetes Mellitus untuk melakukan mekanisme koping yang tepat untuk masalah yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman mekanisme koping pada pasien dengan luka DM. Penelitian ini dilakukan selama 3 minggu, mulai dari bulan mei-juni 2020. Desain Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam secara daring yang melibatkan 4 partisipan. Hasil penelitian ini mendapatkan 16 tema. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penderita memiliki mekanisme koping yang baik untuk masalah yang dialaminya, yakni Problem Focus Coping dan Emoticon Focus Coping. Dimana Problem Focus Coping ini adalah penderita berusaha langsung dalam menghadapi masalah yang dialami yaitu dengan melakukan pengobatan atau perawatan luka dan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, sedangkan Emoticon Fokus Coping adalah penderita dapat melakukan penyesuaian terhadap distress emosional secara tidak berlebihan, yaitu bersikap sabar dan pasrah kepada Allah SWT
KEPATUHAN PERAWAT MELAKSANAKAN PRINSIP DUA BELAS BENAR PEMBERIAN OBAT Yuliati, Ignata; Setyawati, Emiliana Indah Eko; Wahyuni, Sri
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.229

Abstract

The behavior of nurses in giving drugs to patients must be in accordance with Standard Operational Procedures (SPO) so that patients are safe from drug-administration errors. There is still a lack of knowledge of nurses about the 12 correct principles of giving drugs to patients, not double checking with other nurses when giving drugs and there are still nurses who do not wait for patients to take their drugs and leave drugs on the patient's table. This study aims to identify the compliance of nurses in implementing the 12 correct principles of drug administration. This research design uses a descriptive study. The number of samples was 40 implementing nurses who were selected using simple random sampling. The measuring instrument used is a knowledge and compliance questionnaire of nurses about the twelve correct principles of drug administration. Data were analyzed using Descriptive Statistical Proportion Percentage Analysis (ASDPP). The results showed that most of the more than 50% (65%) of the respondents had an obedient attitude. Nurses more often do double checks before giving drugs. The Head of the Division of Nursing can provide updates on the 12 correct principles of drug administration.
ANALISIS PREVALENSI LOW BACK PAIN PADA PERAWAT DI DUNIA : LITERATURE REVIEW Astuti, Martha Sri
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.230

Abstract

Low Back Pain (LBP) is a condition presenting sustain pain in area between waist and gluteal fold. The prime cause of LBP is ergonomic position. Nurse does a lot of bending, twisting, lifting patients or in a certain position for along time. This positions are ergonomically bad. Some interventions are done on researches gave positive result for one year. On another hand prevalence of LBP on nurses in the world is not changing for 12 years (2008-2019), between 50-70%. This prevalence is consistent whether in the poor countries, developing countries or developed countries. Psychological factors, deficiency of health allied sources and time management of the health human resource also interference the LBP prevalence on nurses. It is need to do ergonomic intervention and time human management for nurses in the workplace to know its efficiency towards decreasing LBP prevalence

Page 1 of 1 | Total Record : 7