cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2017): Juni" : 8 Documents clear
PENGARUH STIMULASI OTAK TERHADAP TINGKAT KOGNITIF LANSIA DI PANTI WERDHA BHAKTI LUHUR Widayani Yuliana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.104

Abstract

Bertambahnya usia menjadi pemicu makin menurunnya fungsikognitif. Permainan stimulasi otak merupakan kegiatan yang direkomendasikanuntuk mempengaruhi fungsi kognitif lansia. Berdasarkan survey di PantiWerdha Bhakti Luhur ditemukan 40% lansia memiliki gangguan kognitif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stimulasi otakterhadap fungsi kognitif lansia mengikuti kegiatan. Desain penelitian inimenggunakan pre eksperimental one group pre - post test design. Populasipenelitian adalah lansia di panti werdha Bhakti Luhur dengan sampling yangdigunakan simple random sampling dan besar sampel sebanyak 59 responden.Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner MMSE yang digunakansebelum dan sesudah intervensi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adaperbedaan nilai mean, pada sebelum intervensi yaitu 22 dan setelah dilakukanintervensi yaitu 23.95. Hasil uji statistik menggunakan Paired Sample TTestdengan tingkat signifikan ? = 0.05 didapatkan harga p = 0.00 oleh karenaharga p < ?, maka H0 ditolak, H1 diterima artinya ada perbedaan fungsi kognitiflansia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Sesudah dilakukan stimulasiotak menunjukkan ada perbedaan fungsi kognitif lansia kearah adanyapeningkatan.
FUNGSI SOSIAL KELUARGA DAN TINGKAT DEPRESI LANSIA Lusia You One Nita; Sr. Sri Winarni SSpS
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.105

Abstract

Hubungan lansia dengan keluarga merupakan salah satu gambaran kondisipsikososial lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antarafungsi sosial keluarga dengan tingkat depresi lansia. Desain penelitian yang digunakanadalah studi korelasi cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simplerandom sampling pada 40 responden. Instrumen untuk pengumpulan data adalahGeriatric Depression Scale dan Apgar Keluarga. Uji statistik menggunakan uji korelasiRank Spearman dengan nilai signifikansi ? = 0,05. Hasil yang diperoleh adalah 12,5%responden memiliki tingkat depresi sedang/berat, 40% responden tidak mengalamidepresi, 47,5% responden memiliki tingkat depresi ringan, 20% responden denganfungsi sosial keluarga sakit, 35% responden dengan fungsi sosial keluarga sehat dan45% responden dengan fungsi sosial keluarga kurang. Hasil uji statistik diperoleh nilaip = 0,000 dengan koefisien korelasi +0,740 yang berarti hubungan positif kuat antarafungsi sosial keluarga dengan tingkat depresi lansia yang memiliki arti semakinrendah fungsi sosial keluarga maka semakin tinggi tingkat depresi lansia. Hal inidisebabkan karena kunjungan keluarga yang jarang dan ketidakaftifan lansia dalamkegiatan sosial.
OBESITAS DAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA DEWASA Ni Made Anggari Utami; Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.108

Abstract

Asupan kalori yang berlebihan menyebabkan obesitas, dan merupakan faktorrisiko penyebab peningkatan kadar gula darah. Tingkat risiko meningkat seiringdengan peningkatan IMT pada penderita obesitas dewasa. Di Desa Bangah, Sidoarjoterdapat masyarakat obesitas, beberapa diantaranya menderita diabetes mellitus dansebagian besar warga mengungkapkan tidak rutin cek gula darah. Tujuan penelitian iniuntuk mengidentifikasi hubungan obesitas dengan kadar gula darah puasa padadewasa. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan rancangan cross sectional, yaitumelakukan observasi terhadap IMT pada obesitas dan pengukuran kadar gula darah,kemudian mengalanilis adanya hubungan. Populasi penelitian ini adalah wargaobesitas yang dipilih menggunakan simple random sampling didapatkan jumlahsampel sebanyak 37 responden. Hasil penelitian didapatkan 54,1% mengalamiobesitas kelas satu, dan sebanyak 75,7% mengalami hiperglikemi. Hasil uji rankspearman didapatkan p = 0.000, berarti hubungan obesitas berbanding lurus dengankadar gula darah puasa pada dewasa. Kadar asam lemak bebas dalam darah yangtinggi mengakibatkan sensitivitas insulin terganggu, dan berdampak buruk padakinerja sel-sel ? dalam mensekresi insulin sehingga terjadi resistensi insulin, yangmengakibatkan peningkatan kadar gula darah.
PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN OBESITAS PADA AKSEPTOR Ni Putu Pande Yustika Dewi; Sr. Emilia Indah E. SSpS
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.114

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor yang disebabkan oleh pemakaian kontrasepsi hormonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pemakaian alat kontrasepsi hormonal dengan obesitas pada akseptor di Dusun Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan adalah Correlation study dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variabel dependen pada penelitian ini adalah alat kontrasepsi hormonal dan variabel independen adalah obesitas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data berupa identitas, berat badan, tinggi badan dan wawancara langsung terhadap responden. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 100% responden mengalami peningkatan berat badan setelah menggunakan alat kontrasepsi hormonal, dimana responden dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebanyak 69,4% responden temasuk tidak obesitas dan 30,6% responden termasuk obesitas. Hasil uji statistik menggunakan rank spearman dengan piranti lunak SPSS 16 didapatkan nilai ?= 0,006 dengan correlation coefficient 0,446 yang berarti hubungan sedang antara pemakaian alat kontrasepsi hormonal dengan obesitas pada akseptor. Hal ini karena akseptor tidak pernah melakukan aktivitas fisik seperti olah raga secara rutin sehingga berat badan bertambah.
POSISI DUDUK DAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA Rosalia Ragil Dita Pratiwi; Yhenti Wijayanti; Etik Lusiani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.116

Abstract

Seseorang dituntut untuk melakukan posisi yang benar pada saat melakukan aktivitas seperti duduk tegak dan posisi membungkuk. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya didapatkan mahasiswa yang mengeluh nyeri punggung bawah duduk dengan posisi yang salah seperti duduk dengan posisi membungkuk, tegak dan menyandar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Desain penelitian ini yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen penelitian ini adalah posisi duduk mahasiswa dan variabel dependennya adalah keluhan nyeri punggung bawah mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 respondendiambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 85% responden memiliki kebiasaan duduk yang salah, 78% responden mengeluh nyeri punggung bawah. Hasil uji chi-square dengan nilai signifikasi ? = 0,05 dan hasil uji didapatkan nilai p = 0,001 (p<?), maka H0 ditolak yang berarti posisi duduk berhubungan secara signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa. Kebiasaan olahraga yang jarang dilakukan dapat menunjang posisi duduk yang salah dan menyebabkan nyeri punggung bawah.
KONSUMSI JUNK FOOD DAN OBESITAS PADA REMAJA Yesa Lovenia Ambariyati; Yustina Kristianingsih
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.118

Abstract

Remaja diperkotaan banyak mengalami perubahan gaya hidup yaitu sering mengkonsumsi junk food yang mengakibatkan obesitas. Fenomena di SMPK Karitas III Surabaya menunjukkan remaja sering mengkonsumsi junk food. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi junk food terhadap obesitas remaja di SMPK Karitas III Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi cross sectional. Sampel dipilih dengan cara simple random sampling sebanyak 70 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah obesitas dan variabel bebas adalah konsumsi junk food. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner FFQ dan IMT kemudian dimasukkan pada grafik CDC untuk persentil. Hasil Analisis Deskriptif Proporsi Persentase didapatkan 43% responden sering mengkonsumsi junk food, 57% responden jarang mengkonsumsi junk food dan 34% responden obesitas, 60% responden Overweight, 6% responden gizi kurang. Hasil uji statistik menggunakan Korelasi SpearmenRank didapatkan p = 0,000 yang menunjukkan ada hubungan antara konsumsi junk food terhadap obesitas dengan coefficients corelation +0,668 yang berarti hubungan positif kuat antara konsumsi junk food dengan obesitas. Hal ini terjadi karena tersedianya makanan yang tergolong junk food baik dikantin sekolah maupun dilingkungan sekitar sekolah, kurangnya remaja dalam kegiatan olahraga atau extrakulikuler. Sehingga, peneliti menyarankan kepada kepala sekolah untuk menambah program extrakulikuler, olahraga dan kepada petugas UKS dalam pengontrolan makanan dikantin atau diluar sekolah.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK TODDLER YANG MENGIKUTI PAUD DAN TIDAK MENGIKUTI PAUD Maylisa Margaretha Sinadia; Arief Widya Prasetya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.119

Abstract

Salah satu tugas perkembangan toddler yang penting ialah perkembangan sosial. Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Tahap perkembangan sosial toddler ialah mulai mengetahui aturan-aturan, mulai menyadari hak dan kepentingan orang lain, berpikir kritis dan logis, serta anak mulai bermain bersama teman sebaya. Namun yang terjadi anak- anak di RW 05 Manukan Kulon Surabaya yang tidak mengikuti PAUD jauh lebih sulit bersosialisasi dengan teman sebaya, mereka cenderung memilih bermain sendiri dengan barang kesukaannya, sebaliknya anak yang mengikuti PAUD lebih mudah bersosialisasi dan bermain dengan teman sebaya. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi perbedaan perkembangan sosial yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan membandingkan perkembangan sosial antara toddler yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD. Jumlah Responden 23 anak yang mengikuti PAUD dan 25 anak yang tidak mengikuti PAUD yang ditentukan dengan menggunakan teknik Simple random sampling. Kematangan sosial anak toddler diukur dengan Vineland Social Maturity Scale. Hasil yang diperoleh perkembangan sosial anak yang mengikuti PAUD 100% sudah matang dan perkembangan sosial anak yang tidak mengikuti PAUD 68% belum matang. Hasil uji statistik Mann Whitney Test dengan tingkat signifikan ?=0.05 didapatkan nilai p=0.000 maka p<? sehingga ada perbedaan yang signifikan pada perkembangan sosial anak yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD.
KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT DEMENSIA PADA PASIEN LANSIA Belatrix Rebeca Abislong; Sisilia Indriasari Widianingtyas; Ni Nyoman Wahyu Lestarina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.120

Abstract

Kekurangan dalam tidur dapat memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, salah satunya kepikunan (demensia). Fenomena di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo menunjukkan bahwa kebanyakan lansia mengeluhkan mereka sering susah tidur dan terbangun pada saat malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat demensia di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi cross sectional. Jumlah sampel dipilih dengan cara simple random sampling sebanyak 36 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah tingkat demensia lansia dan variabel bebas adalah kualitas tidur lansia. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur lansia dan menggunakan kuisioner MMSE untuk mengetahui tingkat demensia lansia.. Hasil uji statistik menggunakanrank spearman dengan piranti software SPSS 16 didapatkan nilai ?= 0.000 dengan correlation coefficient0,575 yang berarti hubungan sedang antara kualitas tidur dengan tingkat demensia yang memiliki arti semakin buruknya kualitas tidur lansia maka tingkat demensia lansia semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena faktor penyakit dan konsumsi lansia sebelum lansia tidur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8