cover
Contact Name
Sepky Mardian
Contact Email
jurnal@sebi.ac.id
Phone
+6281382516267
Journal Mail Official
jurnal@sebi.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bojongsari No. 63, Depok, Jawa Barat 16517
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam (JAKIs)
ISSN : 23382783     EISSN : 25493876     DOI : https://doi.org/10.35836/jakis
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam (JAKIs) is a scholarly journal published by the Department of Islamic Accounting, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI). The JAKIs publishes twice a year in April and October. The journal has been publishing scholarly papers since 2013. All submitted papers will be reviewed by journal editors and if it is matched with the journal scope, the paper will be then sent to our peer-reviewers. The journal is SINTA 4 accredited by the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia No. 28/E/KPT/2019 on September 26th, 2019 (Valid until September, 2024) JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN ISLAM accepts original manuscripts in the field of Islamics Accounting and Finance, including research reports, application of theory, critical studies and literature reviews. The spread of Islamics Accounting and Finance include: 1. Islamic accounting, 2. Auditing and corporate governance, 3. Accounting and tax regulation and policy for Islamic institutions, 4. Shari’ah auditing and corporate governance, 5. Fnancial and non-financial performance measurement and 6. Disclosure in Islamic institutions and organizations.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
Perspektif Ihsan Atas Pengungkapan Good Corporate Governance Bank Syariah Di Indonesia Dewanti, Devina Clara; Birton, M. Nur A.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.832

Abstract

This research aims to analyze the disclosure of Good Corporate Governance at the Sharia General Bank in Indonesia, as well as assess the compliance of the disclosure through the conceptual perspective of Ihsan. The method used is a descriptive qualitative analysis approach calculated using the average number of GCG disclosure scores of the General Bank Syariah Indonesia against the annual report and GCG report of 2022–2023 from the BUS website. Research results show that although most banks have fulfilled regulatory mandatory disclosure obligations, there are variations in the fulfillment of voluntary disclosures. Bank Aceh Syariah, Bank BJB Syariah and Bank BCA Syariah stand out as banks that show high commitment to transparency and accountability. From Ihsan's perspective, the disclosures made reflect high spiritual and ethical awareness, in which these banks not only fulfill regulations, but also strive to achieve goodness and beauty in their governance. This study recommends that sharia banks value Islamic ethics in GCG practice more in order to increase public trust and sustainability of the sharia banking industry in Indonesia.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengungkapan Good Corporate Governance di Bank Umum Syariah di Indonesia, serta menilai kepatuhan pengungkapan tersebut melalui perspektif konsep ihsan. Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif yang dihitung memakai jumlah rata-rata skor pengungkapan GCG Bank Umum Syariah Indonesia terhadap laporan tahunan dan laporan GCG tahun 2022 – 2023 dari website BUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar bank telah memenuhi kewajiban pengungkapan mandatory yang diatur oleh regulasi, terdapat variasi dalam pemenuhan pengungkapkan voluntary. Bank Aceh Syariah, Bank BJB Syariah dan Bank BCA Syariah menonjol sebagai bank yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas. Dari perspektif ihsan, pengungkapan yang dilakukan mencerminkan kesadaran spiritual dan etika yang tinggi, di mana bank-bank ini tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga berupaya untuk mencapai kebaikan dan keindahan dalam tata kelola mereka. Penelitian ini merekomendasikan agar bank-bank syariah lebih menghargai nilai-nilai etika Islam dalam praktik GCG, guna meningkatkan kepercayaan publik dan keberlanjutan industri perbankan syariah di Indonesia.
Pengaruh Keberagaman Pengawas Syariah Terhadap Pengungkapan Laporan DPS Pada Bank Syariah di Asia Tenggara Periode 2018-2022 Kamal, Mustafa; Abbas, Sarah Mardhiyah
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.716

Abstract

This study aims to to measure the diversity of the Sharia Supervisory Board (SSB) on Sharia compliance. The analysis method used is quantitative, using panel data regression processed with Eviews 12. SSB diversity is measured using the number of SSB members, tenure of SSB members, proportion of female SSB members, educational background of SSB members, and multiple positions held by SSB members. Sharia compliance is measured using items from SSB reports. The research sample was taken using purposive sampling, resulting in 13 Islamic banks in Southeast Asia. The observation period is from 2018 to 2022. The study found that the number of SSB members does not affect Sharia compliance because too many SSB members will incur additional costs from conflicts and coordination. Tenure does not affect Sharia compliance because SSB members who work too long can reduce the quality of SSB report disclosures. The proportion of female SSB members does not affect Sharia compliance because more female SSB members slow down the decision-making process and create differences in responding to risks from a Sharia perspective. The educational background of SSB members does not affect Sharia compliance because most SSB members with doctoral degrees are not in accounting, banking, and economics. Holding multiple positions has a significant positive effect on Sharia compliance because SSB members with multiple positions in other institutions will have better experience and knowledge. Fokus penelitian ini untuk mengukur keberagaman DPS terhadap kepatuhan syariah. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel yang diolah menggunakan Eviews 12. Keberagaman DPS diukur dengan menggunakan jumlah DPS, masa jabatan DPS, proporsi wanita DPS, latar belakang DPS, dan rangkap jabatan DPS. Sedangkan kepatuhan syariah diukur menggunakan item-itemlaporan DPS. Sampel penelitian diambil menggunakan purposive sampling dan menghasilkan 13 bank syariah di Asia Tenggara. Periode pengamatan diambil dari 2018 sampai 2022. Berdasarkan hasil pengujian variabel jumlah DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan terlalu banyak anggota DPS akan menimbulkan banyak biaya tambahan yang berasal dari konflik dan koordinasi. Masa jabatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan DPS yang terlalu lama kerja dapat menurunkan kualitas dari pengungkapan laporan DPS. Proporsi wanita DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan semakin banyak anggota wanita DPS memperlambat proses pengambilan keputusan dan menimbul perbedaan dalam menanggapi risiko dari segi prinsip syariah. Latar belakang pendidikan DPS tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah dikarenakan kebanyakan anggota DPS yang memiliki gelar doktor bukan dibidang akuntansi, perbankan dan ekonomi. Rangkap jabatan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan syariah dikarenakan anggota DPS yang memiliki rangkap jabatan di lembaga lain akan memiliki pengalaman, pengetahuan yang lebih baik.
Singapore And Sustainable Finance: Successful Models In Policy Implementation And Best Practices, Compare With Indonesia Fadhillah, Fadhillah; Agung, Wahyu Dwi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.748

Abstract

Singapore stands out among ASEAN countries for its notable accomplishments in sustainable finance. Singapore is the sole ASEAN country featured in the top 15 rankings of the thirteenth edition of the Global Green Finance Index. Therefore This study aims to find the determining factors for Singapore's success in the implementation of sustainable finance. This research uses qualitative methods and literature review approaches. Upon examining the reports and official websites from the Financial Services Authority (OJK) (Indonesia) and the Monetary Authority of Singapore (MAS) (Singapore), it is evident that Singapore has implemented similar initiatives as Indonesia in addressing its three key issues; lack of knowledge and involvement in the financial sector, standardization of green categorization, and support and collaboration for business opportunities. Both countries have implemented national campaigns, published green taxonomies, and fostered public-private partnership to address these issues. In this study, a new finding was revealed in terms of culture financial understanding. Singapore lacks particular rules pertaining to the promotion of financial literacy. However, Singapore boasts a far greater financial literacy rate compared to other ASEAN countries. The high level of financial literacy certainly has positive influences on the implementation of sustainable finance. Singapura menjadi negara ASEAN terbaik karena prestasinya dalam hal keuangan berkelanjutan. Singapura adalah satu-satunya negara ASEAN yang masuk ke dalam peringkat 15 besar berdasarkan Global Green Finance Index edisi ketiga belas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penentu kesuksesan Singapura dalam implementasi keuangan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan literatur rview. Berdasarkan laporan dan situs web resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Indonesia) dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) (Singapura) terbukti bahwa Singapura telah menerapkan strategi serupa seperti Indonesia dalam mengatasi tiga masalah utamanya; kurangnya pengetahuan dan keterlibatan di sektor keuangan, standardisasi kategori hijau, serta dukungan dan kolaborasi untuk peluang bisnis. Kedua negara tersebut telah menerapkan kampanye nasional, menerbitkan taksonomi hijau, dan membina kemitraan publik-swasta untuk mengatasi masalah ini. Dalam penelitian ini, sebuah temuan baru terungkap dalam hal budaya terkait pemahaman keuangan. Singapura tidak memiliki aturan khusus yang berkaitan dengan promosi literasi keuangan. Namun, Singapura memiliki tingkat literasi keuangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Tingginya tingkat literasi keuangan tentunya memberikan pengaruh positif terhadap penerapan keuangan berkelanjutan.
Persepsi Pengelola dan Nasabah Terhadap Implementasi Kepatuhan Syariah pada BMT Muamalah Mandiri Depok Sarah, Siti; Firman, Muhammad Asmeldi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.728

Abstract

This research aims to reveal the perceptions of managers and customers regarding the implementation of sharia compliance. The object of this research is the Sharia Savings and Loans and Financing Cooperative BMT Muamalah Mandiri Depok. This research uses qualitative descriptive analysis with interview. The results of the research show that through six indicators for assessing the supervision of the sharia supervisory board, namely integrity, competence, financial reputation, duties and obligations, product supervision based on sharia principles, and concurrent positions are in accordance with sharia principles. However, there are obstacles in the supervision process, because the management and customers have minimal knowledge of sharia. Therefore, sharia education is needed from the sharia supervisory board. Riset ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi manajer dan nasabah terhadap penerapan kepatuhan syariah. Objek penelitian ini adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Muamalah Mandiri Depok. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui enam indikator penilaian pengawasan dewan pengawas syariah yaitu integritas, kompetensi, reputasi keuangan, tugas dan kewajiban, pengawasan produk berdasarkan prinsip syariah, dan rangkap jabatan sudah sesuai dengan prinsip syariah. Namun, terdapat kendala dalam proses pengawasan, karena pengelola dan nasabah yang minim pengetahuan syariah. Sehingga, perlu edukasi syariah dari dewan pengawas syariah.
Sustainable Finance Initiatives In The Developing-8 Countries: Focus And Priorities In The Country Level Jajang, Jajang
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.831

Abstract

This research aims to analyze the initiatives adopted by the D-8 countries in responding to the issue of sustainable finance. To achieve this goal, the research is designed using a qualitative literature review approach. In this research, data were obtained from the official websites of relevant national authorities, previous studies, and other reliable data sources. Research found that, at the organizational level, although there are no specific initiatives regarding sustainable finance, the initiatives taken have included sustainability dimensions, namely economic, social, and environmental dimensions. However, at the national level, each the D-8 countries have their own focus and priorities in responding to sustainable finance issues.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inisiatif yang diambil oleh negara-negara D-8 dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dirancang dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif. Dalam penelitian ini, data diperoleh dari situs resmi otoritas nasional terkait, penelitian sebelumnya, dan sumber data lain yang dapat dipercaya. Penelitian menemukan bahwa, pada level organisasi, meskipun belum ada inisiatif khusus mengenai keuangan berkelanjutan, namun inisiatif yang diambil sudah mencakup dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan di tingkat nasional, masing-masing negara D-8 mempunyai fokus dan prioritas masing-masing dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5