cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2019): Juni" : 5 Documents clear
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum bacilicum L.) Hendra Budiman; Sumeita Tantiningrum
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi di Indonesia umumnya dimanfaatkan untuk sayur atau lalap sebagai pelengkap makanan. Manfaat lain tanaman kemangi dalam pengobatan sudah banyak diteliti sebagai antibakteri. Daun kemangi (Ocimum bacilicum L.) memiliki kandungan flavonoid yang mampu memberikan efek antibakteri.Pada penelitian ini daun kemangi dimanfaatkan untuk pembuatan gel antiseptik tangan. Pemakaian antiseptik tangan dalam bentuk sediaan gel di kalangan masyarakat menjadi suatu gaya hidup. Pembuatan antiseptic sangat dipengaruhi oleh gelling agent.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi optimum sediaan gel dari ekstrak daun kemangi dengan Na-CMC sebagai gelling agent. Metode ekstraksi yang dipilih yaitu metode maserasi dengan pe,larut yang digunakan yaitu etanol 96%. Formulasi sediaan gel ekstrak daun kemangi dibuat dengan variasi konsentrasi gelling agent Na-CMC sebesar 1%, 2% dan 3%. Evaluasi sediaan gel meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula mempunyai hasil evaluasi fisik gel yang baik. Namun formula dengan konsentrasi Na-CMC 1% (F1) secara oprganoleptis mempunyai bentuk lebih encer disbanding formulasi lain sesuai dengan bentuk gel antiseptik tangan pada umumnya.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN DALAM BAKMI BASAH YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA Ricky Era Liudianto; Nanda Sri Wahyuningrum
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakmi merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dariorang dewasa sampai dengan anak-anak, karena mempunyai rasa yang enak dan harganya yang murah.Bakmi basah yang mempunyai waktu simpan yang relatif singkat ini membuat beberapa penjualmenambahkan bahan pengawet seperti formalin. Formalin banyak disalahgunakan sebagai zatpengawet untuk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalinpada bakmi basah yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta. Analisis formalin dalam sampelbakmi basah dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan asam kromatofatdan uji kuantitatif dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Analisis denganSpektrofotometri UV-Vis digunakan untuk penetapan kadar formalin dalam sampel bakmi basah.Hasil pengujian kualitatif terjadi perubahan warna dari warna kuning menjadi warna merah keunguandan hitam terlihat samar. Perubahan warna tersebut membuktikan adanya kandungan formalin padasampel bakmi basah. Hasil penetapan kadar dalam sampel bakmi basah dari Pasar Legi 1 dan 2 =0,0100% dan 0,0009%, Pasar Gedhe 1 dan 2 = 0,0211% dan 0,0131%, dan Pasar Kadipolo 1 =0,0202%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) C, PREST TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN KONTROL ANTIBIOTIK OFLOXACIN Rahmadhani Tyas Angganawati; Triya Choirin Nisa
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kitolod (Isotoma longiflora L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Kandungannya dipercaya mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kitolod terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental. Ekstrak etanol daun kitolod diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, ekstrak kental yang diperoleh dilarutkan dengan akuades dan diuji daya antibakterinya dengan metode difusi padat terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100mg/ml, 150mg/ml 200mg/ml, 250mg/ml, dan 300mg/ml. Hasil uji yang diperoleh diuji dengan ANOVA. Hasil analisa statistik One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada perbedaan konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat bakteri (sig=0,000). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak kental daun kitolod mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat optimum pada konsentrasi 300mg/ml dengan diameter zona hambat (14,3 mm). Daya hambatnya lebih rendah dibanding dengan kontrol positif Ofloxacin 4000 mg/ml (daya hambat 20,67 mm).
ANALISIS PENGARUH CITRA APOTEK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (STUDI DI APOTEK ASTU PEDAN KLATEN) Siti Ma'rufah; Wuri Anjar Hidayah
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan pokok, yaitu kebutuhan sandang, pangan,dan papan. Kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kebutuhan akan hiburan dan kesehatan.Peningkatan akan kebutuhan kesehatan tidak akan bermakna apabila tidak di imbangi olehketersediaan obat yang memadai dan mudah diperoleh. Apotek adalah salah satu sarana yang dapatdigunakan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Seiring banyaknya jumlah penduduk serta kesadaranakan kebutuhan kesehatan, masyarakat mengharapkan apotek bukan hanya sekedar melayani denganbaik dan tepat, namun juga menghadirkan produk yang lengkap dengan harga yang terjangkau.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variable kualitas pelayanan, kelengkapan produk, danharga terhadap kepuasan konsumen. Objek penelitian ini adalah apotek astu pedan klaten. Data dalampenelitian ini diperoleh dari 100 respondenyang berusia 18 tahun dan telah bertransaksi lebih dari satukali di Apotek Astu Pedan Klaten. Wawancara dilakukan terhadap 10 responden. Pengelolaan datamenggunakan spss versi 16, dengan uji validitas dan realibilitas, analisis deskriptif, dan uji asumsiklasik. Hasil dari penelitian ini yaitu variabel kualitas pelayanan dan variabel harga berpengaruhsecara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sementara variabel produk tidak berpengaruhsignifikan terhadap kepuasan konsumen Apotek Astu Pedan Klaten. Hal ini dapat dijadikan tolak ukurkepuasan konsumen di Apotek Astu Pedan Klaten pada khususnya dan apotek lain pada umumnya.
PENGARUH pH TERHADAP KADAR FLAVONOID PADA GEL EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hipobroma longiflora (L) G.Don) Praptanti Sinung Adi Nugroho; Ahmad Syaifudin
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan kitolod (Hipobroma longiflora (L) G.Don) mengandung senyawa flavonoid,alkaloid, dan saponin. Kandungannya dipercaya sebagai obat tetes mata, padahal obat herbal dilarangpemerintah apabila dijadikan sebagai obat tetes mata. Oleh karena itu, penelitian ini memberi alternatifsediaan obat yang dapat dipakai sebagai antibakteri topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh perbedaan pH terhadap kadar flavonoid gel ekstrak daun kitolod. Penelitian berbentukdeskriptif eksperimental. Ekstrak etanol daun kitolod diperoleh dengan soxhletasi menggunakanpelarut etanol 96%. Ekstrak kental daun kitolod digunakan sebagai zat aktif sediaan gel dengankonsentrasi ekstrak 5%. Pengukuran kadar flavonoid dalam sediaan gel digunakan kurva bakukuersetin dengan konsentrasi 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm; dan 2 ppm. Larutan baku kuersetin diukurserapannya dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimal (λmax) = 442 nm,didapatkan persamaan regresi linier y = 0.175x + 0.317. Kandungan flavonoid pada masing-masingsediaan gel yaitu F1 = 0,0090%, gel F2 = 0,0062%, dan gel F3= 0,0002%. Hasilnya pH dapatmempertahankan kadar flavonoid pada sediaan gel ekstrak daun kitolod yaitu kadar flavonoid tertinggipada F1 dengan pH 5,4

Page 1 of 1 | Total Record : 5