cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731650471
Journal Mail Official
jurnalabnauna@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. A. Wahab Hasbulloh Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur 61451, Indonesia.
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Abnauna
Core Subject : Education,
Abnauna Journal of Child Education Science is a journal dedicated to the exchange of high quality research results in all aspects of child education science. The journal publishes articles and papers in fundamental theory, experiments and simulations, as well as applications, with systematically proposed methods, adequate reviews of previous works, extended discussions and concise conclusions. As our commitment to the advancement of science and technology, the Abnauna Journal follows an open access policy and will be published periodically, namely every January and July. Abnauna: Journal of Childrens Education focuses on the following research areas Education and child development science, Development of childrens moral and religious values, Learning design at the elementary level, Learning strategies and innovation at the elementary level, Use of learning media at the elementary level, Use of learning technology at the elementary level, Evaluation of learning at the elementary level, and Development of learning curriculum at elementary level
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Juli" : 12 Documents clear
Pengaruh Program Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung Hasan Badri
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2103

Abstract

ABSTRAK Literasi sekolah merupakan segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan supaya gemar membaca dan memberkan pemahaman terhadap peserta didik mengenai pentingnya membaca. Kondisi yang ditemui di MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung bahwa siswa masih memiliki tingkat ketertarikan yang membaca yang rendah, terbukti dengan banyaknya siswa yang enggan membaca dan lebih memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk bermain bersama teman-temannya. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui program literasi sekolah MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, 2) untuk mengetahui minat baca siswa MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, 3) untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara program literasi sekolah terhadap minat baca siswa MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian expost facto. Untuk teknik pengumpulan data digunakan angket dan dokumtasi. Adapun teknik analisis data menggunakan rumus Regresi Linier Berganda, dengan bantuan SPSS 24. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, penetuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel adalah 52 siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) program literasi sekolah siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung dengan kategori sedang dengna prosentase 21% 2) minat baca siswa kelas V MI Plus darul Falah Gambiran Mojoagung dengna kategori sedang dengan prosentase 63%. Pada taraf 0,05 %, diperoleh F hitung > F tabel yaitu 4,706>4,03 dengna persamaan garis regrasinya yaitu: Y= 16.310+0,086 artinya program literasi sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Kata Kunci: Program Literasi,,Minat Baca Siswa ABSTRACT School literacy is any form of activity aimed at cultivating the habit of liking reading and providing students with an understanding of the importance of reading. The condition found at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung is that students still have a low level of interest in reading, as evidenced by the large number of students who are reluctant to read and prefer to use their free time to play with their friends. The aims of this research are 1) to determine the literacy program of the MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung school, 2) to determine the reading interest of MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students, 3) to determine the significant influence of the school literacy program on the reading interest of MI Plus Darul students Falah Gambiran Mojoagung. In this research, researchers used quantitative research with an ex post facto research design. For data collection techniques, questionnaires and documentation were used. The data analysis technique uses the Multiple Linear Regression formula, with the help of SPSS 24. The population in this study was all class V students at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. The sample determination in this study used a simple random sampling technique, with the total sample being 52 class V students. MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Based on data analysis, it can be concluded that 1) the school literacy program for class V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students is in the medium category with a percentage of 21% 2) the reading interest of class V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students is in the medium category with a percentage of 63%. At the 0.05% level, it is obtained that F count > F table, namely 4.706> 4.03 with the regression line equation, namely: Y= 16,310+0.086, meaning that the school literacy program has a significant influence on the reading interest of class V students at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Keyword : Literacy Program, Student’s Reading Interest
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Muhammad Nasrul Waton
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BACAAN SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH RIYADLATUL FALLAH Fitrotin Hasanah; Maudi'ir Rahmah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap suatu teks bacaan, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah dijadikan sebagai tempat penelitian karena diketahui banyak siswa yang kesulitan memahami suatu bacaan atau teks dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebelum pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 57,2% dan peningkatan dengan penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 63,2% dan pada pertemuan II (II) penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) sebesar 71,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reciprocal teaching ( reverse learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami teks bacaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Terbalik. Kemampuan Siswa   ABSTRACT This study aims to determine students’  understanding of a reading text, student activities, and student learning outcome using the reciprocal teaching method (reverse learning) in Indonesian subjects at Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah was used as a place of research because it was known that many students had difficulty understanding a reading or teks in Indonesian lessons. This type of research with a descriptive approach. Data collection techniques, interviews, and documentation. The instruments in this study were observation sheets and interview sheets. Data analysis uses an interactive model which includes data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results showed that there was an increase in student learning outcomes, namely before the first meeting (I) which was 57,2% and an  increase with the application of the reciprocal teaching method (reverse learning) at the first meeting (I) which was 63,2% and at the second meeting (II) the application of the method of reciprocal teaching (reverse learning) is 71,3%. Bassed on these results, it can be concluded that the application of the reciprocal teaching method ( reverse learning) can improve student learning outcomes in understanding a reading text in Indonesian subjects. Keywords : Learning Effectiveness, Reciprocal Teaching Method (Reverse Learning), Student Understanding
PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA METODE ‘UMMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MIN I JOMBANG) Intan Nadiroh; Iftahul Farikhah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2491

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Juz 'Amma di MIN 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena menggunakan metode Ummi yang mana sebelum sampai di kelas Tahfidz Juz 'Amma mereka sudah menyetorkan Tajwid dan ghorib (menghafal dan memahami ilmu-ilmu tersebut), serta telah melalui ujian disebut munaqosyah. Proses menghafal dan menyetorkan hafalan juga dilakukan secara langsung dan apabila belum hafal maka dilakukan pengulangan pada saat proses muroja’ah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif atau yang sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting), dan sering berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai suatu proses penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam, terperinci, dan terperinci terhadap suatu peristiwa tertentu atau sosial yang terjadi. Pembelajaran tahfidz juz ‘Amma metode Ummi terdiri dari 7 tahap, yaitu : a) pembukaan, menurut sukiman dan kasmad pembukaan bertujuan untuk menciptakan suasana kegembiraan mental, dan memusatkan perhatian siswa. b) apersepsi, mengulangi materi yang telah diajarkan sebelumnya, c) pelapisan konsep, d) pemahaman, e) keterampilan mengamalkan, F) evaluasi, g) penutup mengkondisikan anak agar tertib kemudian membaca doa penutup, dan diakhiri dengan a kata penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari ustadz atau ustadzah. Jadi, pembelajaran tahfidz juz Amma dengan metode Ummi sebagai alasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, untuk memperoleh bacaan yang berkualitas telah melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan para ahli, serta disiplin untuk selalu muroja’ah, demi kepentingan menjaga hafalan Al-Quran. Kata Kunci : Menghafal Juz ‘Amma, Metode Ummi, Kedisiplinan Menghafal Qur’an ABSTRCT Juz ‘Amma lerning at MIN 1 is different from schools in general, because it uses the Ummi method whinch before arriving at the Tahfidz Juz ‘Amma class they have deposited Tajweed and ghorib (memorized and understands these sciences), and has gone trough a test called munaqosyah. The process of memorizing and depositing memorization is also carried out immediately and if you have not memorized it, then is the repeated durin the muroja’ah process. The research used is a type of qualitative research, or what is often called a naturalistic research method because the research is carried out in natural conditions (natural settings), and often develops after the researcher enters the field. This type of research uses a case study approach. This type of research uses a case study approach. A case study is simply defined as an in-depth, detailed, and detailed investigation or examination process on a particular or secial event that occurred..Tahfidz juz ‘Amma’s learning in the Ummi method consists of 7 stages, namely: a) opening, according to sukiman and kasmad, the opening aims to create an atmosphere of mental radiness, and to focus students’ attention. b) apperception, repeating the material that has been taught previously, c) concept plating, d)understanding, e) skills of practice, F) evaluation, g) closing conditioning the child to be orderly then reading closing prayer, and ending with a closing pryer and ending with a closing greeting from the ustadz or ustadzah. So, learning tahfidz juz Amma with the Ummi method as a reason to improve student discipline in memorizing the Qur’an, to obtain quality reading has gone through a fairly long process and involves experts, and discipline to always muroja’ah, for the sake of maintaining memorization of the Qur’an. Keywords: Tahfidz Juz ‘Amma, Ummi Method, Disciplin to Memorize the Qur’ane.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL Citra Putri Sari; Priceski Cahya Pertiwi
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2492

Abstract

ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skills
PENGEMBANGAN BUKU DONGENG BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN TEMATIK TEMA 2 KELAS III DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SOSIAL SISWA Bashirotul Hidayah; Ummu Salamah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2546

Abstract

ABSTRAK Kurangnya intensitas interaksi saat ini menyebabkan peserta didik membentuk kelompok pertemanan tertentu sehingga sulit menumbuhkan kerjasama serta karakter sosial dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengembangkan buku dongeng bergambar pada mata pelajaran tematik tema 2 kelas III dalam meningkatkan karakter sosial siswa di MI PPI Bintang Sembilan Babat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswi kelas III MI PPI Bintang Sembilan Babat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Penerapan dongeng fabel bergambar menggunakan dongeng fabel dengan cuplikan ilustrasi. 2. Peserta didik sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk buku dongeng bergambar. Peserta didik mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diajarkan model pengembangan borg and gall dengan melalui berbagai prosedur pengembangan. 3. Bentuk peningkatan kepedulian social siswa dapat dilihat melalui beberapa sikap peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 66.97% sebelum pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar, sedangkan nilai rata-rata sebesar 87.10% diperoleh setelah pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar. Kata Kunci: Buku Bergambar, Dongeng, Pendidikan Karakter, Karakter Sosial ABSTRACT The current lack of interaction intensity causes students to form certain friendship groups, making it difficult to foster cooperation and social character in the classroom. This research aims to find out and develop picture fairy tale books in thematic subjects of theme 2 class III in improving the social character of students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were class III students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. The results of this research show that 1. The application of illustrated fables uses fables with illustrated excerpts. 2. Students are very enthusiastic when learning using picture fairy tale book products. Students are able to understand and apply the character values that have been taught in the borg and gall development model through various development procedures. 3. Forms of increasing students' social awareness can be seen through several student attitudes with an average score of 66.97% before the development of the illustrated fairy tale book, while an average score of 87.10% was obtained after the implementation of the development of the illustrated fairy tale book. Keywords: Picture Books, Fairy Tales, Character Education, Social Character
Pengaruh Program Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung Badri, Hasan
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2103

Abstract

ABSTRAK Literasi sekolah merupakan segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan supaya gemar membaca dan memberkan pemahaman terhadap peserta didik mengenai pentingnya membaca. Kondisi yang ditemui di MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung bahwa siswa masih memiliki tingkat ketertarikan yang membaca yang rendah, terbukti dengan banyaknya siswa yang enggan membaca dan lebih memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk bermain bersama teman-temannya. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui program literasi sekolah MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, 2) untuk mengetahui minat baca siswa MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, 3) untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara program literasi sekolah terhadap minat baca siswa MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian expost facto. Untuk teknik pengumpulan data digunakan angket dan dokumtasi. Adapun teknik analisis data menggunakan rumus Regresi Linier Berganda, dengan bantuan SPSS 24. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung, penetuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel adalah 52 siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) program literasi sekolah siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung dengan kategori sedang dengna prosentase 21% 2) minat baca siswa kelas V MI Plus darul Falah Gambiran Mojoagung dengna kategori sedang dengan prosentase 63%. Pada taraf 0,05 %, diperoleh F hitung > F tabel yaitu 4,706>4,03 dengna persamaan garis regrasinya yaitu: Y= 16.310+0,086 artinya program literasi sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa kelas V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Kata Kunci: Program Literasi,,Minat Baca Siswa ABSTRACT School literacy is any form of activity aimed at cultivating the habit of liking reading and providing students with an understanding of the importance of reading. The condition found at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung is that students still have a low level of interest in reading, as evidenced by the large number of students who are reluctant to read and prefer to use their free time to play with their friends. The aims of this research are 1) to determine the literacy program of the MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung school, 2) to determine the reading interest of MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students, 3) to determine the significant influence of the school literacy program on the reading interest of MI Plus Darul students Falah Gambiran Mojoagung. In this research, researchers used quantitative research with an ex post facto research design. For data collection techniques, questionnaires and documentation were used. The data analysis technique uses the Multiple Linear Regression formula, with the help of SPSS 24. The population in this study was all class V students at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. The sample determination in this study used a simple random sampling technique, with the total sample being 52 class V students. MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Based on data analysis, it can be concluded that 1) the school literacy program for class V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students is in the medium category with a percentage of 21% 2) the reading interest of class V MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung students is in the medium category with a percentage of 63%. At the 0.05% level, it is obtained that F count > F table, namely 4.706> 4.03 with the regression line equation, namely: Y= 16,310+0.086, meaning that the school literacy program has a significant influence on the reading interest of class V students at MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung. Keyword : Literacy Program, Student’s Reading Interest
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Waton, Muhammad Nasrul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BACAAN SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH RIYADLATUL FALLAH Hasanah, Fitrotin; Rahmah, Maudi'ir
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap suatu teks bacaan, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah dijadikan sebagai tempat penelitian karena diketahui banyak siswa yang kesulitan memahami suatu bacaan atau teks dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebelum pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 57,2% dan peningkatan dengan penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 63,2% dan pada pertemuan II (II) penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) sebesar 71,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reciprocal teaching ( reverse learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami teks bacaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Terbalik. Kemampuan Siswa   ABSTRACT This study aims to determine students’  understanding of a reading text, student activities, and student learning outcome using the reciprocal teaching method (reverse learning) in Indonesian subjects at Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah was used as a place of research because it was known that many students had difficulty understanding a reading or teks in Indonesian lessons. This type of research with a descriptive approach. Data collection techniques, interviews, and documentation. The instruments in this study were observation sheets and interview sheets. Data analysis uses an interactive model which includes data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results showed that there was an increase in student learning outcomes, namely before the first meeting (I) which was 57,2% and an  increase with the application of the reciprocal teaching method (reverse learning) at the first meeting (I) which was 63,2% and at the second meeting (II) the application of the method of reciprocal teaching (reverse learning) is 71,3%. Bassed on these results, it can be concluded that the application of the reciprocal teaching method ( reverse learning) can improve student learning outcomes in understanding a reading text in Indonesian subjects. Keywords : Learning Effectiveness, Reciprocal Teaching Method (Reverse Learning), Student Understanding
PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA METODE ‘UMMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MIN I JOMBANG) Nadiroh, Intan; Farikhah, Iftahul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2491

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Juz 'Amma di MIN 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena menggunakan metode Ummi yang mana sebelum sampai di kelas Tahfidz Juz 'Amma mereka sudah menyetorkan Tajwid dan ghorib (menghafal dan memahami ilmu-ilmu tersebut), serta telah melalui ujian disebut munaqosyah. Proses menghafal dan menyetorkan hafalan juga dilakukan secara langsung dan apabila belum hafal maka dilakukan pengulangan pada saat proses muroja’ah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif atau yang sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting), dan sering berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai suatu proses penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam, terperinci, dan terperinci terhadap suatu peristiwa tertentu atau sosial yang terjadi. Pembelajaran tahfidz juz ‘Amma metode Ummi terdiri dari 7 tahap, yaitu : a) pembukaan, menurut sukiman dan kasmad pembukaan bertujuan untuk menciptakan suasana kegembiraan mental, dan memusatkan perhatian siswa. b) apersepsi, mengulangi materi yang telah diajarkan sebelumnya, c) pelapisan konsep, d) pemahaman, e) keterampilan mengamalkan, F) evaluasi, g) penutup mengkondisikan anak agar tertib kemudian membaca doa penutup, dan diakhiri dengan a kata penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari ustadz atau ustadzah. Jadi, pembelajaran tahfidz juz Amma dengan metode Ummi sebagai alasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, untuk memperoleh bacaan yang berkualitas telah melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan para ahli, serta disiplin untuk selalu muroja’ah, demi kepentingan menjaga hafalan Al-Quran. Kata Kunci : Menghafal Juz ‘Amma, Metode Ummi, Kedisiplinan Menghafal Qur’an ABSTRCT Juz ‘Amma lerning at MIN 1 is different from schools in general, because it uses the Ummi method whinch before arriving at the Tahfidz Juz ‘Amma class they have deposited Tajweed and ghorib (memorized and understands these sciences), and has gone trough a test called munaqosyah. The process of memorizing and depositing memorization is also carried out immediately and if you have not memorized it, then is the repeated durin the muroja’ah process. The research used is a type of qualitative research, or what is often called a naturalistic research method because the research is carried out in natural conditions (natural settings), and often develops after the researcher enters the field. This type of research uses a case study approach. This type of research uses a case study approach. A case study is simply defined as an in-depth, detailed, and detailed investigation or examination process on a particular or secial event that occurred..Tahfidz juz ‘Amma’s learning in the Ummi method consists of 7 stages, namely: a) opening, according to sukiman and kasmad, the opening aims to create an atmosphere of mental radiness, and to focus students’ attention. b) apperception, repeating the material that has been taught previously, c) concept plating, d)understanding, e) skills of practice, F) evaluation, g) closing conditioning the child to be orderly then reading closing prayer, and ending with a closing pryer and ending with a closing greeting from the ustadz or ustadzah. So, learning tahfidz juz Amma with the Ummi method as a reason to improve student discipline in memorizing the Qur’an, to obtain quality reading has gone through a fairly long process and involves experts, and discipline to always muroja’ah, for the sake of maintaining memorization of the Qur’an. Keywords: Tahfidz Juz ‘Amma, Ummi Method, Disciplin to Memorize the Qur’ane.

Page 1 of 2 | Total Record : 12