cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Membumikan Ilmu Sosial Profetik: Reaktualisasi Gagasan Profetik Kuntowijoyo dalam Tradisi Keilmuwan di Indonesia Putri Wulansari, Nurul Khotimah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3116

Abstract

Abstract Not only does modernization offer technological sophistication and convenience for all human activities, but this phenomenon also presents a phase called the post-truth era. This phenomenon occurs when the loss of the existence of scientists or intelligentsia by the anti-intellectualism movement which is called the death of expertise. The term death of expertise which was popularized by Tom Nichols eventually became so popular globally including in Indonesia. At least the post-truth era, the death of expertise and the industrial revolution 4.0 became a very popular issue in Indonesia, so that it indirectly showed stuttering and acute inferiority in the scientific tradition in Indonesia. Because in the 90s the Indonesian Muslim scholar Kuntowijoyo had dismissed the phenomena and problems of modern society through his collection of essays such as Muslims without Mosques and Political Identity of Muslims. Therefore this paper uses a descriptive qualitative approach aimed at describing the urgency of the re-actualization and revitalization of prophetic social science in the perspective of Kuntowijoyo's thoughts. In addition, the Prophetic Social Sciences (ISP) is also placed in the Indonesian context so that Indonesia is able to have an authentic scientific tradition, and be able to deliver the Indonesian people to face all the challenges of changing times without losing the humanity and rationality. Furthermore, this paper also presents the problem of the development of science in Indonesia to highlight the urgency of the reactualization of prophetic Social Sciences in the scientific tradition in Indonesia. Keywords: Reactualization, Prophetic Social Sciences and Kuntowijyo. Abstrak Modernisasi tidak hanya menawarkan kecanggihan teknologi serta kemudahan bagi segala aktivitas manusia, tetapi fenomena ini turut menghadirkan sebuah fase yang disebut sebagai era pasca kebenaran. Fenomena ini terjadi ketika hilangnya eksistensi ilmuwan atau kaum intelegensia oleh gerakan anti intelektualisme yang disebut sebagai matinya kepakaran. Istilah matinya kepakaran yang dipopulerkan oleh Tom Nichols tersebut akhirnya menjadi begitu populer secara global termasuk di Indonesia. Setidaknya era pasca kebenaran, matinya kepakaran dan revolusi industri 4.0 menjadi isu yang sangat digemari di Indonesia, sehingga secara tidak langsung memperlihatkan kegagapan dan inferioritas akut dalam tradisi keilmuwan di Indonesia. Sebab di era 90-an cendikiawan Muslim Indonesia Kuntowijoyo telah menganggas fenomena dan problematika masyarakat modern melalui kumpulan esai-esainya seperti Muslim tanpa Masjid dan Indentitas Politik Umat Islam. Oleh karenanya tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan memaparkan mengenai urgensi dari reaktualisasi dan revitalisasi ilmu sosial profetik dalam persfektif pemikiran Kuntowijoyo. Selain itu, Ilmu Sosial Profetik (ISP) ini turut diletakkan dalam konteks keindonesia sehingga Indonesia mampu memiliki tradisi keilmuwan yang autentik, serta mampu mengantarkan bangsa Indonesia menghadapi segala tantangan perubahan zaman tanpa kehilangan sisi humanitas dan rasionalitas. Selanjutnya, dalam tulisan ini turut dihadirkan problematika pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia untuk menegaskan urgensi dari reaktualisasi Ilmu Sosial profetik dalam tradisi keilmuwan di Indonesia. Kata kunci: Reaktualisasi, Ilmu Sosial Profetik dan Kuntowijyo.
PARADIGMA BERPIKIR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI Mirza Mahbub Wijaya
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3099

Abstract

Abstract This paper discusses the paradigm of thinking of PAI teachers in the era of disruption. Science as the main capital that must be held by a teacher. In this era of disruption, of course there must be an effort to develop Islamic knowledge located in the hands of PAI teachers. A PAI teacher may be passive. He must always think, research and make various efforts for the development of Islamic science in the midst of globalization. In this way, the task of the chosen strategy is to develop scientific integration that can be taken to develop knowledge that has been less able to dialogue with religion. Paying attention to relations between science without sacrificing autonomy between each discipline and paying attention to the religious dimension of the Indonesian nation. This paper is expected to contribute in developing a theoretical framework and practical strategies in the development of science in Indonesia. Keywords: Paradigm, Islamic Education, Teacher
IMPLEMENTASI METODE PROBLEMSOLVING KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP NEGERI SE-KOTA SALATIGA Muhammad Hasyim
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3095

Abstract

Abstrak Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya, sehingga siswa diharapkan lebih aktif, karena tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga aktif memecahkan masalah yang dibahasnya.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan analisis data menggunakan proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah: 1) Implementasi metode problem solving kurikulum 2013 dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Salatiga dan SMP Negeri 7 Salatiga menggunakan pendekatan sainstifik, sedangkan di SMP Negeri 4 Salatiga menggunakan pendekatan student oriented. 2) Faktor pendukungnya implementasi metode problem solving adalah adanya komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik dan didukung sarana pembelajaran yang memadai. 3) Kelebihan implementasi metode problem solving dalam kurikulum 2013 adalah kunci keberhasilan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah kreativitas guru PAI, karena guru merupakan faktor penting yang peserta didik dalam belajar. Kekurangannya terletak pada pelatihan kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh DINAS pendidikan pun masih terbatas. 4) Sistem evaluasi implementasi metode problem solving dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri se-Kota Salatiga adalah dilaksanakan selama proses pembelajaran sampai akhir pembelajaran, baik dari segi penilaian kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kata Kunci: ProblemSolving, Kurikulum 2013, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Membangun Rumah Tangga Berkarakter Melalui Bimbingan Pra Nikah (Studi Kasus di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang) Kasja Eki Waluyo, Khalid Ramdhani
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3118

Abstract

Sebelum pasangan muda mudi melakukan pernikahan, dalam rangka menekan angka perceraian dan menghilangkan KDRT pemerintah berinisiatif supaya pasangan yang ingin melaksanakan pernikahan di bekali terlebih dahulu ilmu tentang rumah tangga supaya bisa menciptakan keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah sesuai dengan syariat Islam dan mempunyai karakter dalam membina bahtera rumah tangga. Namun meskipun sudah menjadi peraturan pemerintah susctin masih menjadi peraturan yang formalitas semata. Karena banyak pasangan muda mudi yang hendak menikah meninggalkan tahap ini dengan berbagai alasan. Melihat sangat pentingnya peranan suscatin bagi pasangan muda mudi yang hendak menikah, penulis berusaha untuk menumbuh kembangkan kesadaran calon pengantin akan pentingnya suscatin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode deskriptif sedangkan sumber data yang digunakan adalah sumber data tertulis, wawancara dan dokumentasi, Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Dugaan sementara bahwa bimbingan pra nikah yang dilaksanakan di Kecamatan Karawang Barat belum berjalan sebagai mana mestinya, bahkan bisa dikatakan hanya sebatas formalitas persyaratan yang ada tapi tidak dianggap penting dengan alasan calon pengantin sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan lain menuju pernikahan. Tapi disamping itu ada juga calon pengantin yang melakukannya untuk pengetahuan tentang rumah tangga sebelum masuk ke jenjang rumah tangga yang sesungguhnya. Kata Kunci : Bimbingan Pra Nikah, Rumah Tangga Berkarakter.
KONSEP MOTIVASI, PERILAKU, DAN PENGALAMAN PUNCAK SPIRITUAL MANUSIA DALAM PSIKOLOGI ISLAM Nur Rois
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3096

Abstract

Abstrak Madzhab psikologi modern yang positivistik diintegrasikan dengan pendekatan al-Qur’an yang hanya digunakan secara esoteric dan memiliki fungsi justifikatif, justru menimbulkan anomali baru. Oleh karena itu, psikologi Islam datang untung memberikan konsep baru berkaitan dengan tingkah laku dan fenomena yang terjadi pada manusia. Tulisan ini akan mengkaji konsep motivasi, perilaku, dan puncak pengalaman spiritual manusia yang ditinjau dari psokologi Islam. Psikologi Islam memberikan konsep bahwa motivasi dipengaruhi oleh Fitrah Ruhaniyah akan menentukan sikap mental dan perilaku seseorang. Perilaku manusia yang berbasis pada Fithrah Ruhaniyah yaitu suatu sikap menerima nilai-nilai kebenaran yang tidak hanya melalui akal pikiran, dan dicapai dengan jalan Tazkiyah al-Nafs akan melahirkan perilaku luhur, manusiawi, damai. Spiritual dalam Islam merupakan kualitas ruhani yang khas pada diri mausia seperti ma’rifah, cinta, hasrat mencari kepada Allah, ilmu, ihsan, ikhlas, cinta, taubah, tawakkal, dan jujur. Kata Kunci: Motivasi, Perilaku, Pengalaman Spiritual Psikologi Islam
KONSEP SIAGA BENCANA BERDASARKAN PRINSIP – PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3119

Abstract

Lembaga pendidikan baik formal maupun non formal masih sedikit pengetahuannya tentang siaga bencana serta apa yang harus dilakukan bila bencana itu datang terutama saat proses pembelajaran berlangsung. Terlebih Indonesia sebagai wilayah rawan bencana di dunia. Bahkan bencana yang datang hanya sekedar diratapi namun belum ada upaya konkret untuk mengatasinya. Tujuan penulisan konsep dasar siaga bencana untuk mendiskripsikan dasar siaga bencaa berdasarkan prinsip pendidikan Islam, yaitu prinsip integral dan seimbang, prinsip bagiandari rububiyah, prinsip membentuk manusia seutuhnya, prinsip selalu berkaitan dengan Allah SWT dan agama, prinsip terbuka, menjaga perbedaan individual, prinsip pendidian Islam dinamis, akan menjadikan suatu konsep baru bahwa latihan siaga bencanamerupakan penekanan berbuat baik, terampil dan bermanfaat. Melalui metode latihan terpadu sebagai penjabaran dari siaga bencana untuk menumbuhkan keterampilan anak didik agar mereka secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kecakapan hidup dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan langkah-langkah yang tepat guna serta berdaya guna. Kesimpulan dari penulisan konsep siaga bencana ini agar sekolah mampu terampil, tabah, serta tanggap manakala bencana alam itu datang. bahwa penyelenggaraan siaga bencana berdasarkan prinsip – prinsip pendidikan Islam mampu dijadikan rujukan sebagai desain latihan siaga bencana yang terintegratif antara siaga bencana dengan prinsip pendidikan Islam Selanjutnya bagi guru, serta pimpinan lembaga pendidikan dapat mengenalkan kepada anak didiknya tentang tanggap bencana, antisipasi terjadinya bencana di saat proses pembelajaran, lalu bagaimana meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Kata kunci : Konsep dasar - Siaga bencana – prinsip pendidikan Islam Abstract CONCEPT ALERT DISASTER BASED ON ISLAMIC EDUCATION PRINCIPLES by Kholfan Zubair Taqo Sidqi Educational institutions, both formal and informal, still have very little knowledge about disaster preparedness and what to do if the disaster comes especially during the learning process. Moreover, Indonesia as a disaster-prone region in the world. Even the disasters that came were only exorcised but there were no concrete efforts to overcome them. The purpose of writing the basic concept of disaster alert is to describe the basis of disaster alert based on the principles of Islamic education, namely the principle of integral and balanced, the principle of part of from divinity the principle of forming a whole person, the principle is always related to Allah SWT and religion, the principle is open, maintaining individual differences, Islamic education principles dynamic will make a new concept that disaster preparedness training is a sensitivity to doing good, skilled and useful. Through integrated training methods in schools with PMR extracurricular and Scouting Extracurricular as a translation of disaster preparedness to foster students' skills so that they actively develop their potential to have life skills in anticipating disasters through organizing and effective and efficient steps. The conclusion from the writing of this concept of disaster alert so that students are skilled, resilient, and responsive when the natural disaster come. That the implementation of disaster preparedness based on the principles of Islamic education can be used as a reference as an integrated disaster preparedness training design between disaster preparedness with the principles of Islamic education. Keywords: Basic concepts - Disaster preparedness - Islamic education principles
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DIMTS AL-ISLAM GUNUNGPATI Kafa Bihi Munib
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3097

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini diajukan tiga hipotesis, yaitu terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Fiqih, terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan prestasi belajar Fiqih, dan terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa secara bersamasama (simultan) dengan prestasi belajar Fiqih. Sebanyak 60 siswa (30%), dipilih dari 200 siswa dengan sampel random menjadi sampel penelitian ini. Untuk membantu proses pengumpulan data telah digunakan alat pengumpul data berupa tes, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya, data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi, baik regresi sederhana maupun ganda.Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar Fiqih siswa. (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan prestasi belajar Fiqih siswa. (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kecerdasan intelektual secara bersama-sama terhadap prestasi belajar Fiqih siswa.Dengan kata lain, kedua variabel (kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa) saling berinteraksi dan mempengaruhi pada variabel prestasi belajar Fiqih siswa. Oleh karena itu, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa, sangat diperlukan perhatian yang serius, sebagai upaya peningkatan prestasi belajar Fiqih siswa MTs Al-Islam Gunungpati Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Spiritual, Prestasi Belajar, dan mata pelajaran fiqih

Page 1 of 1 | Total Record : 7