cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
PESANTREN DAN PELANGGARAN HAM (Studi Analisa Tentang Ta’zir dalam Pesantren Salafy) Laila Ngindana Zulfa
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3447

Abstract

Abstrac Human rights are basic rights that are inherent and universal in human beings. In Indonesia, human rights have been protected by the laws that originate and lead to “Pancasila” . No one can interfere with human rights or eliminate its. In this contemporary era, many practitioners and education thinkers, who analyze about Ta'zir (A punishment) applied to Islamic boarding schools, especially in Islamic boarding schools with typology of salafy. Some people argue that Ta'zir is a form of human rights violations, others say there are not. In this discussion the author tries to provide an analysis related to Ta'zir which is a punishment given to students who violate the rules in the Islamic Boarding School, Is it included in the category of human rights violations that must be eliminated. Or is it just a learning method that aims to provide a deterrent effect on students who break the rules. Keywords: Human Rights, Islamic Boarding School, Ta'zir. Abstrak HAM merupakan hak dasar yang kodratnya melekat pada diri manusia dan bersifat universal serta langgeng. HAM di Indonesia dilindungi oleh UU yang bersumber serta bermuara pada Pancasila. Tidak ada satupun manusia yang boleh mengganggu ataupun menghilangkan hak asasi manusia (HAM). Banyak Praktisi dan pemikir pendidikan dizaman kontemporer ini yang menganalisa tentang Ta’zir (Sebuah hukuman) yang di terapkan pada pondok pesantren terutama pada pesantren yang ber-tipologi salafy. Sebagian berpendapat bahwa ta’zir merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM, sebagian lain mengatakan tidak terdapat pelanggaran HAM. Pada pembahasan ini penulis mencoba untuk memberikan analisa terkait Ta’zir yaitu sebuah hukuman yang diberikan kepada santri yang melanggar aturan dalam Pesantren, apakah termasuk dalam kategori pelanggaran HAM sehingga harus dihapuskan. Ataukah memang hanya sebuah metode pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan efek jera pada santri pelanggar aturan. Kata Kunci: HAM, Pesantren, Ta’zir.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUDAYA SADRANAN DI DESA NGIJO KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Nur Cholid; Rois Fauzi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3441

Abstract

Abstract Despite the development of increasingly modern era, traditional ceremonies which are a noble culture still play an important role in the society live. One of them is Nyadran culture, it has meaning for society since it contains Islamic moral values. This culture is an acculturation of Javanese-Hindu culture with Islam. Islamic education plays an important role in human life. We as Muslims should apply the Islamic values in our daily lives as a guide to reach happiness living in the world and the hereafter. Many teenagers in high school age are reluctant to carry out congregational prayers in mosques, they prefer hanging out and riding out their motorbikes, parents' advice is no longer ignored. This is a moral decline in society that appears today. This research is a qualitative-descriptive. The techniques of data collection were interviews, documentation and observation. Data analysis techniques were data reduction, data presentation, conclusion and verification. Meanwhile, to test the validity of the data, we used data triangulation and member checking techniques. The results of this study showed that the Nyadran culture is a process of sending prayers to ancestors who have passed away. This culture has been conducted by the society from generation to generation from their ancestors. The ceremony is held in Rajab, Thursday wage night Friday Kliwon. The first process that society do in this tradition is cleaning the grave, then praying together on Wednesday evening which starts at 24.00, followed by slaughtering goats on Thursday morning, after that the core of Nyadran process is praying together, recitation and distribution of food and meat goat Keywords: The Islamic Values of Sadranan Culture Abstrak Meskipun perkembangan zaman semakin modern, upacara tradisional yang merupakan budaya luhur masih memegang peranan penting bagi sebagian masyarakat dalam kehidupannya. Upacara tradisional yang memiliki makna serta nilai-nilai pendidikan Islam didalamnya salah satunya adalah budaya Nyadran. Budaya nyadran merupakan akulturasi budaya Jawa-Hindu dengan Islam. Pendidikan Islam sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai ajaran Islam seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk menuju kebahagiaan dunia dan akherat. Semakin merebaknya sistem perjudian di wilayah Ngijo, anak seusia SMP sampai SMA enggan untuk melaksanakan melaksanakan sholat berjamaah di masjid, mereka lebih suka untuk nongkrong dan motor-motoran, nasehat orang tua sudah tidak dihiraukan lagi. Inilah salah satu bentuk kemerosotan akhlak di masyarakat yang muncul saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskritif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya nyadran adalah suatu proses mengirimkan doa kepada para leluhur yang sudah meninggal dunia yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang. Waktu pelaksanaannya pada bulan Rajab, hari kamis wage malam Jum’at kliwon. Proses tradisi nyadran yang diawali dengan besik kubur atau membersihkan pemakaman, kemudian berdoa bersama pada hari rabu malam yang dimulai pukul 24. 00, dilanjutkan dengan pemotongan kambing pada hari kamis pagi, setelah itu inti dari nyadran yaitu doa bersama, pengajian dan pembagian makanan dan daging kambing. Kata Kunci : Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Budaya Sadranan
PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DALAM KAJIAN QUR’AN-HADIS (TELAAH KRITIS) Anas Rohman
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3448

Abstract

Abstract Fazlur Rahman is one of the new innovators in Islam that had a great influence in the 20th century, especially in Pakistan, Malaysia, Indonesia, and other countries (Islamic countries), and Chicago America (western countries) who had various thoughts related to problem. He succeeded in thinking critically both Islam and Western traditions. He succeeded in developing methods that could provide alternative solutions to contemporary Muslims. Rahman's thoughts contributed a lot to the development of Islamic studies, especially in the study of the Qur'an-Hadith. the historical-sociological approach above will create a new, dynamic, and creative discourse so that the moral ideal of the Prophet's sunnah. can be realized progressively in a variety of social phenomena and problems, so that the hadith is no longer static but becomes a living sunnah. Keywords: Thought, Fazlur Rahman, Qur'anic Hadith. Abstrak Fazlur Rahman adalah salah satu inovator baru dalam Islam yang memiliki pengaruh besar di abad 20, terutama di Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain (negara-negara Islam), dan Chicago America (negara barat) yang memiliki berbagai pemikiran terkait dengan masalah. Ia sukses berpikir kritis baik Islam maupun tradisi Barat. Ia berhasil mengembangkan metode yang bisa memberikan solusi alternatif terhadap Muslim kontemporer. Pemikiran Rahman banyak memberikan sumbangsih terhadap perkembangan kajian Islam, khususnya dalam kajian Qur’an-Hadis. pendekatan historis-sosiologis di atas akan menciptakan wacana yang baru, dinamis, dan kreatif sehingga ideal moral dari sunnah Nabi Saw. dapat direalisasikan secara progresif di dalam aneka ragam fenomena dan permasalahan sosial, sehingga hadis tidak lagi statis melainkan menjadi sunnah yang hidup. Kata kunci : Pemikiran, Fazlur Rahman, Qur’an Hadis
PENGUATAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN MODERASI ISLAM UNTUK GENERASI MILLENIAL Rohmatul Faizah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3442

Abstract

Abstrak The spirit of globalisation had cut out the big world to the narrow world and its today’s impact could reduce the nationalism for most of people, especially for college students. This study was qualitative study which was strengthened by the field study. The data collection technique was documentation, observation, and interview. The followings were four results from the analysed data: The nationalism knowledge programs and Islamic moderation were implemented in some subjects. They were, nationalism, widya mwat yasa, civic education, Pancasila, Islamic religion, and sports. The implementation of the nationalism knowledge and Islamic moderation reflected to some things. They were the students who were tolerant (tasamuh), moderate (tawasuth), balance (tawazun), amar ma’ruf nahi munkar. Keywords: Nationality Insight; Islamic Moderation; UPNV Yogyakarta Abstract Semangat globalisasi telah memangkas bola dunia yang luas menjadi sempit dan pengaruh globalisasi di era sekarang juga dapat mengikis rasa cinta tanah air bagi sebagian besar individu, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang diperkuat dengan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat empat temuan sebagai berikut: Program-program penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi Islam ini diimplementasikan dalam beberapa mata kuliah, diantaranya, bela negara dan widya mwat yasa, kewarganegaraan, pancasila, agama Islam, dan olah raga. Penerapan wawasan kebangsaan dan moderasi Islam ini tercermin dalam beberapa hal, diantaranya mahasiswa memiliki rasa tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), amar ma’ruf nahi munkar. Kata Kunci: Wawasan Kebangsaan; Moderasi Islam; UPNV Yogyakarta
AKTUALISASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rochmad Rochmad
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3445

Abstract

Abstract The development of the era from the traditional, now entering the modern era. That is, many people are now spoiled with technological. In the past, people traveled to one city with another city requires a lot of time. Furthermore, people see the world still using the Globe and the information needed takes a long time. Conditions are inversely proportional after the public knows the technology. Society is facilitated and spoiled with technology. When lazy to move all what we need today can be directly delivered today. In this era, service bureaus have begun to stand up everywhere. Now there is no need to worry about the daily needs that are needed. Likewise in the world of education. Therefore, the development of the times certainly also requires a technology. Keywords: Technology, Learning, Islamic Religious Education. Abstrak Perkembangan zaman dimulai dari tradisional, kemudian sekarang memasuki era modern. Artinya, banyak masyarakat sekarang yang dimanjakan dengan kecanggihan teknologi. Dahulu, orang bepergian ke kota satu dengan kota yang lain membutuhkan banyak waktu. Selanjutnya, masyarakat melihat dunia masih menggunakan Globe dan informasi yang dibutuhkan diperlukan waktu yang lama. Kondisi berbanding tebalik setelah masyarakat mengetahui teknologi. Masyarakat dipermudah dan dimanjakan dengan teknologi. Ketika malas bergerak semua apa yang kita butuhkan hari ini bisa langsung diantar hari ini juga. Di era ini, biro jasa sudah mulai berdiri dimana-mana. Sekarang tidak perlu khawatir tentang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan. Begitu juga dalam dunia pendidikan. Karenanya, perkembangan zaman tentunya juga membutuhkan sebuah teknologi. Kata Kunci: Teknologi, Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam
MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA Ahmad Fahri Yahya Ainuri
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3446

Abstract

Abstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vision because the khilahfah system is a product of ijtihad of the predecessor ulama and normatively does not contradict Islamic law. It's just that the effort to coerce to change the law which has become a collective agreement in a country can legally be said as an act of rebellion and the act is not constitutionally justified. To address this phenomenon, the writer wants to give an understanding that implicitly our country (Indonesia) has actually implemented laws that are in accordance with Islamic sharia because the Pancasila ideology which is used as a national and state paradigm is fully in line with the sharia maqashid as contained in the Koran 'and Hadith which fully aims to educate people to become human beings who are deified, humane, united, just manifested into a common life (social life). Keywords: Islamic maqashid, Epistemology, Pancasila Education. Abstrak Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita tidak asing dengan adanya kelompok beragama dengan ideologi transnasional yang berorientasi mengganti sistem pemerintahan dengan sistem Islam (Imamah/Khilafah) yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi kelompok tersebut karena sistem khilahfah merupakan produk ijtihad para ulama pendahulu dan secara normatif tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hanya saja, usaha melakukan paksaan untuk merubah undang-undang yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam suatu negara secara yuridis bisa dikatakan sebagai tindakan pemberontakan dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara konstitusional. Untuk mensikapi fenomena tersebut penulis ingin memberikan pemahaman bahwa secara implisit negara kita (Indonesia) sebenarnya sudah menerapkan undang-undang yang sesuai dengan syari’at Islam karena ideologi pancasila yang dijadikan sebagai paradigma berbangsa dan bernegara sepenuhnya sejalan dengan maqashid syariah yang tertuang dalam al-Qur’an dan Hadis yang spenuhnya bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi manusia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, adil yang termanifestasi ke dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Kata Kunci : maqashid syariah, Epistemologi, Pendidikan Pancasila.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI JAWA (Kajian Historis Pendidikan Islam dalam Dakwah Walisanga) Erry Nurdianzah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3440

Abstract

Abstract This article discusses the value of Islamic education in the Javanese tradition left by Walisanga. Islamic education through walisanga propaganda can be said as a unique education, because Islamic education at the time of Walisanga often used traditions that already existed in the life of the Javanese community in general as a medium for conveying messages which might be completely different if we look at how Islam in Mecca. Therefore do not be surprised if the continuity of the tradition left by Walisanga is still felt or preserved to this day, this is certainly inseparable from the values contained in every ritual of religious traditions left by Walisanga. In general, the value of Islamic education in the legacy of Walisanga includes issues of faith and social life. Keywords: Values, Islamic Education, Tradition Abstrak Artikel ini membahas mengenai nilai pendidikan Islam dalam tradisi Masyarakat Jawa yang ditinggalkan oleh Walisanga. Pendidikan Islam melalui dakwah walisanga boleh dikatakan sebagai pendidikan yang unik, sebab pendidikan Islam pada masa Walisanga kerap menggunakan tradisi yang sudah ada di dalam kehidupan Masyarakat Jawa pada umumnya sebagai media penyampai pesan yang hal ini barangkali samasekali berbeda jika kita lihat bagaimana Islam di Makkah. Oleh karenanya tidak heran jika keberlangsungan tradisi yang ditinggalkan oleh Walisanga masih dirasakan atau dilestarikan sampai saat ini, hal ini tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ritual tradisi keagamaan yang ditinggalkan oleh Walisanga. Pada umumnya nilai pendidikan Islam dalam tradisi peninggalan Walisanga meliputi masalah keimanan serta berkehidupan social. Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, Tradisi

Page 1 of 1 | Total Record : 7