cover
Contact Name
Bambang Sunardi
Contact Email
jurnalstageofsleman@gmail.com
Phone
+6282124158232
Journal Mail Official
jurnalstageofsleman@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wates Km. 8, Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55295
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS)
ISSN : -     EISSN : 30263875     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) diterbitkan oleh Stasiun Geofisika Kelas I Sleman sebagai media apresiasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bersumber dari kegiatan penelitian berbasis ilmu-ilmu Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara, dan Geofisika (MKKuG).
Articles 31 Documents
Jurnal Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman pada Daerah Tidak Rawan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Bantul Nuraini, Risna Wahyu; Khoirunisa, Wafiq; Susanti, Dwi Budi; Handayani, Wuri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Desember 2024
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bantul terletak di zona seismik aktif, di mana pergeseran lempeng tektonik sering menyebabkan gempa bumi. Kesesuaian lahan permukiman sangat mempengaruhi besaran dampak bencana gempa bumi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). dengan teknik skoring dan overlay. AHP digunakan untuk pembobotan tiap parameter dalam pengambilan keputusan, sementara SIG berperan penting dalam menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan berdasarkan parameter yang ditentukan. Berdasarkan analisis AHP yang dilakukan, didapatkan nilai pengaruh untuk tiap parameter: 63.72% kemiringan lereng, 14.12% kerawanan gempa bumi, 9.63% jarak kedekatan terhadap sesar Kali Opak, 7.93% jenis tanah, dan 4.59% intensitas curah hujan. Hasil overlay peta klasifikasi dari skoring tiap parameter menunjukkan kesesuaian lahan permukiman di Kabupaten Bantul terbagi atas empat kelas yakni tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Analisis Tren dan Sebaran Gempa Bumi Susulan Tanggal 10 Juni 2006 Daerah Istimewa Yogyakarta Irfansyah, Ahmad Tauhid; Perdana, Yusuf Hadi
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Desember 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi besar yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 menimbulkandampak tragis dengan ribuan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan rumah yangparah. Gempa susulan terjadi hingga satu bulan setelahnya, termasuk gempa pada 10Juni 2006 dengan magnitudo M3,2. Studi ini menganalisis tren dan distribusi gempasusulan tersebut dengan menggunakan perangkat lunak SeiscomP4. Hasil pemetaanmenunjukkan bahwa gempa tersebut terutama terjadi dalam rentang magnitudo M1– M3 dengan karakteristik gempa mikro, dominan dangkal, dan tersebar di FormasiKepek dan Wonosari. Terdapat tren peningkatan aktivitas seismik yangmencerminkan dinamika seismik dan kondisi geologi di Yogyakarta.
Mikrozonasi Nilai Frekuensi Predominan (f0) dan Faktor Amplifikasi (A0) Menggunakan Metode Mikrotremor di Desa Pacarejo Bagian Timur, Semanu, Gunung Kidul Hasanah, Fadila Uswatun; Susanti, Dwi Budi
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Desember 2024
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempabumi merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu dikarenakan terdapat zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia yang berada di sisi selatan Pulau Jawa. Salah satu gempabumi yang mengabikatkan kerusakan bangunan di Gunung Kidul, Yogyakarta adalah kasus gempabumi Yogyakarta pada tanggal 30 Juni 2023 dengan kekuatan M6,0. Berdasarkan kondisi di lapangan, Desa Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul merasakan dampak gempabumi dengan skala intensitas IV – VI MMI. Adanya perbedaan skala intensitas di wilayah yang skalanya relatif kecil yaitu tingkat desa, menjadikan adanya anomali skala intensitas di kawasan Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui persebaran nilai frekuensi predominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di Desa Pacarejo Bagian Timur, Semanu, Gunung Kidul menggunakan data mikrotremor dan metode HVSR. Persebaran nilai frekuensi predominan (f0) di daerah penelitian memiliki kisaran nilai 1,2 – 6,7 Hz yang termasuk dalam kategori rendah – tinggi, sedangkan persebaran nilai faktor amplifikasi (A0) berkisar antara 1,2 – 3,4 yang termasuk dalam kategori rendah – sedang.
Mikrozonasi Seismik Di Dusun Kuwon Tengah Bagian Timur, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul : Seismic Microzonation in the Eastern Part of Kuwon Tengah Hamlet, Pacarejo Village, Semanu District, Gunungkidul Regency Andriyani, Amy; Suwondo, Wawan Joko
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Desember 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, sangat rentan terhadap gempa bumi. Letak geografis ini menyebabkan aktivitas seismik yang tinggi dan sering terjadi gempa bumi dengan berbagai magnitudo. Kabupaten Gunungkidul, salah satu daerah di Yogyakarta, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang cukup tinggi. Dusun Kuwon Tengah di Kecamatan Semanu, Gunungkidul, secara historis telah mengalami beberapa kali gempa bumi dengan dampak kerusakan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan mikrozonasi seismik di Dusun Kuwon Tengah guna mengidentifikasi daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi. Metode yang digunakan adalah pengukuran sinyal mikrotremor, yaitu getaran kecil yang terus-menerus terjadi di permukaan bumi. Data mikrotremor akan dianalisis untuk menghasilkan peta yang menunjukkan distribusi kerentanan tanah terhadap guncangan gempa bumi.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tingkat kerentanan tanah di Dusun Kuwon Tengah. Peta mikrozonasi seismik ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana gempa bumi. Dengan mengetahui daerah-daerah yang memiliki potensi risiko tinggi, upaya mitigasi dapat lebih terfokus, seperti pembuatan bangunan tahan gempa, sistem peringatan dini, dan penyusunan rencana evakuasi.
Pemetaan Mikrozonasi Daerah Rawan Gempa Menggunakan Metode HVSR di Dusun Kuwon Tengah, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta: Microzoning Mapping of Earthquake-prone Areas Using the HVSR in Kuwon Tengah Hamlet, Pacarejo Village, Semanu District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Putri, Anis; Handayani, Wuri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi zona rawan gempa di Dusun Kuwon Tengah bagian barat, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio). Metode ini memanfaatkan data mikrotremor yang diperoleh dari 29 titik pengukuran dengan spasi antar titik 250 meter untuk memetakan frekuensi predominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di wilayah tersebut. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Sesarray Geopsy untuk memperoleh frekuensi predominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0), yang digunakan dalam pemetaan mikrozonasi untuk mengidentifikasi klasifikasi jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi predominan berkisar antara 0,68 hingga 8,59 Hz, sedangkan faktor amplifikasi berkisar antara 0,95 hingga 10,82. Berdasarkan klasifikasi tanah, wilayah penelitian didominasi oleh jenis tanah II dan III dengan amplifikasi rendah hingga sedang, yang menunjukkan risiko gempa sedang. Informasi ini diharapkan dapat membantu dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
Analisis Anomali Medan Magnet Pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri: Analysis of Magnetic Field Anomalies in the Nglanggran and Semilir Formation, Dlepih Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Regency Hana Rosyida; Dea Mutiara Jannah; Susanti, Dwi Budi; Handayani, Wuri; Andi, Andi; Wibowo, Nugroho Budi; Niyartama, Thaqibul Fikri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anomali medan magnet pada Formasi Nglanggran dan Formasi Semilir di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Metode magnetik digunakan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan bumi melalui sifat kemagnetan batuan. Data diperoleh sebanyak 56 titik pengukuran yang dilakukan pada tanggal 8 s.d. 12 Mei 2024 menggunakan alat Proton Precession Magnetometer (PPM). Hasil pengukuran menunjukkan nilai medan magnet total berkisar antara 44250 nT hingga 45150 nT. Setelah dilakukan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF, nilai anomali medan magnet diperoleh dengan rentang -250 nT hingga 900 nT. Pemisahan anomali menghasilkan nilai anomali regional antara -790.5 nT dan 1449.2 nT, serta nilai anomali residual antara -75.1 nT hingga 77.5 nT. Hasil ini menunjukkan perbedaan sifat kemagnetan antara kedua formasi, di mana Formasi Nglanggran didominasi oleh batuan beku sedangkan Formasi Semilir terdiri dari batuan sedimen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami struktur geologi bawah di kawasan tersebut.
Identifikasi Sebaran Nilai Frekuensi Dominan dan Faktor Amplifikasi Menggunakan Metode Mikrotremor Pada Kawasan Tanah Longsor di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri: Identification of the Distribution of Dominant Frequency Values and Amplification Factor Using the Microtremor Method in the Landslide Area in Bengle Hamlet, Dlepih Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Khoirunnisa, Salma; Fathunajah Elsha Christalianingsih; Handayani, Wuri; Niyartama, Thaqibul Fikri; Wibowo, Nugroho Budi
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng, memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran nilai frekuensi dominan (f₀) dan faktor amplifikasi (A₀) di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, menggunakan metode mikrotremor. Pengukuran mikrotremor dilakukan di 60 titik dengan interval jarak 50-200 meter. Data yang diperoleh, diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan dan amplifikasi. Hasil pengolahan kemudian direpresentasikan dalam bentuk peta kontur. Nilai frekuensi dominan berkisar antara 0.5 hingga 12.73 Hz, dengan titik tertinggi terdapat pada Formasi Nglanggran. Faktor amplifikasi bervariasi antara 0.8 hingga 15. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik geologis kawasan longsor dan potensi risiko yang ada, yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih efektif.
Identifikasi Nilai Resistivitas Bawah Permukaan Area Longsor Dusun Bengle, Wonogiri : Identification of Subsurface Resistivity Values in the Bengle Hamlet Landslide Area, Wonogiri Khaerunnisa, Icha; Mery S. A., Indar; Affrilianto, Riko; Susanti, Dwi Budi; Suwondo, Wawan Joko; Niyartama, Thaqibul Fikri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi lapisan bawah permukaan daerah Dusun Bengle yang pernah mengalami longsor pada tahun 2017 dengan menggunakan metode geofisika resistivitas dipole-dipole. Pengukuran dilakukan sepanjang transek berarah Barat-Timur sepanjang 160 m. Hasil pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak Res2dinv untuk menghasilkan model penampang dua dimensi. Berdasarkan nilai resistivitas dan pengelompokan warna, diduga terdapat tiga lapisan, yaitu: lapisan atas berupa tanah lempung basah dengan nilai resistivitas 2,01-33,6 Ωm pada kedalaman 0-13,5 m, lapisan tengah berupa tanah lempung ter konsolidasi dengan nilai resistivitas 33 ,6-2310 Ωm, dan lapisan bawah berupa batuan dasar dengan nilai resistivitas 2310-38741 Ωm.
Analisis Peak Ground Acceleration (PGA) Kabupaten Bantul Menggunakan Metode McGuire dan Esteva (Studi Kasus Gempa Bumi Bantul 30 Juni 2023): Analysis of Peak Ground Acceleration (PGA) in Bantul Regency Using McGuire and Esteva Methods (Case Study of the Bantul Earthquake 30 June 2023) Muammar Haidar Hakim; Legowo, Budi; Handayani, Wuri
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Desember 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi tanggal 30 Juni 2023 yang berpusat di laut barat daya kebupaten bantul merupakan salah satu gempa bumi merusak di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini salah satunya adalah menentukan metode persamaan empiris yang sesuai dengan Kabupaten Bantul dalam menghitung Peak Ground Acceleration (PGA) dalam bentuk peta distribusi dan diagram batang. Nilai PGA dapat memberikan gambaran tentang kerusakan bangunan yang disebabkan oleh gempa bumi. Perhitungan PGA dalam penelitian ini menggunakan metode persamaan empiris McGuire dan Esteva. Data gempa bumi diperoleh melalui data Shakemap yang dirilis oleh BMKG. Nilai PGA yang diperoleh dengan metode persamaan empiris yang lebih sesuai digunakan adalah metode McGuire dengan skala MMI berkisar antara III-V sedangkan skala MMI yang diperoleh dari metode McGuire berkisar antara III-IV Kecamatan di Kabupaten Bantul dengan nilai PGA tertinggi untuk setiap metode adalah Sanden.
Pengembangan Sistem Pelaporan Data Pos Hujan Berbasis Web di Sulawesi Tenggara sebagai Upaya Digitalisasi di Era Revolusi 4.0: Development of a Web-Based Rain Post Data Reporting System in Southeast Sulawesi as a Digitalization in the Era of Revolution 4.0 Saadia, Aprilia Ode; Purba, Joshua; Wicaksono, Satriyo Unggul; Djibran, Halis M
Jurnal Stasiun Geofisika Sleman Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Stasiun Geofisika Sleman (JSGS) - Juni 2025
Publisher : Stasiun Geofisika Kelas I Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pelaporan data pos hujan di Sulawesi Tenggara masih dilakukan secara manual, menggunakan pencatatan manual dan pengiriman data melalui jasa pos atau layanan pengiriman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pelaporan data pos hujan berbasis web yang dapat mempersingkat alur pengiriman data ke Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pelaporan data pengamatan pos hujan dengan menyediakan peta persebaran pos hujan dan fitur live chat untuk bantuan langsung kepada pengamat. Pengembangan sistem menggunakan prototype model dengan alat bantu perancangan sistem yaitu Unified Modeling Language (UML). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat mempercepat proses pengumpulan dan pengolahan data, serta mengurangi risiko kehilangan data. Berdasarkan pengujian User Acceptance Test (UAT), 87,5% pengguna menyatakan bahwa situs web ini user-friendly. Digitalisasi dalam pengelolaan data klimatologi ini merupakan langkah maju dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0, yang menawarkan solusi yang lebih efisien dan akurat dibandingkan metode manual sebelumnya.

Page 3 of 4 | Total Record : 31