cover
Contact Name
Saputro Edi Hartono
Contact Email
padmaedihartono@gmail.com
Phone
+6282121211075
Journal Mail Official
jurnal.pelitdharma@stabn-sriwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Edutown BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, 15339
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pelita Dharma
ISSN : 24426482     EISSN : 29628512     DOI : -
Jurnal Pelita Dharma merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Kepenyuluhan Buddha yang terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Juni dan Desember. Artikel yang masuk dalam jurnal ini merupakan hasil penelitian dan kajian pustaka yang mencakup kajian agama dan keagamaan Buddha.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023" : 5 Documents clear
Peran Meditasi Buddhis Center Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji dalam Pelestarian Ajaran Agama Buddha di Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah Dhidit Taruna Putra; Sugianto Sugianto; Saputro Edi Hartono
Jurnal Pelita Dharma Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah pentingnya pelestarian ajaran agama Buddha di desa Wonoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Meditasi Center Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji dalam pelestarian ajaran agama Buddha di desa Wonoharjo.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data teknik non-tes, yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi disertai dengan pedoman wawancara di Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji pada Desember 2021 sampai Mei 2022. Objek penelitian ini terdiri dari guru meditasi, pengurus, peserta meditasi, dan umat sekitar. Teknik keabsahan data penelitian dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji memberikan peranan aktif dengan pelaksanaan program seperti retret meditasi, dhammatalk, pelatihan meditasi online maupun offline, Dhammayatra, Pindapatta, webinar tentang meditasi dan program lainnya yang bertujuan untuk pelestarian ajaran agama Buddha. Melalui program yang dilaksanakan masyarakat dapat meningkatkan Saddha (keyakinan) terhadap Buddha Dhamma dan menyadari tentang pentingnya melaksanakan meditasi. Pembangunan Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji yang menjadi salah satu pusat untuk belajar meditasi dan Buddha Dhamma memberikan dampak terhadap pelestarian ajaran agama Buddha. Dampak jangka panjang dari hal tersebut juga agama Buddha akan terus lestari hingga ke generasi mendatang.Dari hasil penelitian ini saran ditujukan kepada pengurus Pa Tawya Vipassana Dhura Hermitage Beji dapat menambahkan jadwal meditasi dalam bentuk cetak dan menambahkan buku yang berkaitan dengan Buddha Dhamma, umat sekitar dapat memanfaatkan pusat meditasi untuk berlatih meditasi, penyuluh dapat dijadikan bahan penyampaian kepada masyarakat, STABN Sriwijaya dapat dijadikan bahan pengajaran, dan lembaga pemerintahan dapat dijadikan wawasan atau pedoman dalam membuat program untuk masyarakat umum mengenai manfaat dari melaksanakan meditasi.
Pengaruh Teman Sebaya Dan Aktivitas Media Sosial Terhadap Keyakinan Pada Ajaran Buddha Dhamma Remaja Buddhis di Wihara Ariya Dipasena Donny Monardo; Ahsanul Khair Asdar; Rakay Indramayapanna
Jurnal Pelita Dharma Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dhamma merupakan suatu ajaran kebenaran yang diyakini oleh umat Buddha. Keyakinan terhadap ajaran Buddha Dhamma remaja Buddhis di wihara dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh teman sebaya dan aktivitas media sosial pada keyakinan terhadap ajaran Buddha Dhamma remaja Buddhis di Wihara Ariya Dipasena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Responden penelitian ini adalah 60 orang remaja Buddhis di Wihara Ariya Dipasena. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, pengaruh kedua variabel independen terhadap dependen bersifar linier, tidak terjadi autokorelasi, serta data penelitian dapat dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda, Hasil analisis data menggunakan regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung = 6,717 dengan probabilitas signifikansi = 0,002. Adapun persamaan regresi linier berganda yang diperoleh yaitu Y = 23,124 + 0,088X1 + 0,161X2. Dukungan yang diberikan oleh variabel teman sebaya dan aktivitas media sosial pada keyakinan terhadap ajaran Buddha Dhamma remaja Buddhis di Wihara Ariya Dipasena sebesar 19,1%. Secara parsial, teman sebaya tidak berpengaruh pada keyakinan terhadap ajaran Buddha Dhamma remaja Buddhis di wihara jika aktivitas media sosial dikendalikan. Aktivitas media sosial tidak berpengaruh pada keyakinan terhadap ajaran Buddha Dhamma remaja Buddhis di Wihara Ariya Dipasena jika teman sebaya dikendalikan.
Moderasi Beragama Dalam Perspektif Agama Buddha Hanto Hanto; Ilona Tri Sasana; Septika Septiana; Kunarso Kunarso
Jurnal Pelita Dharma Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengertian moderasi beragama, serta konsep moderasi beragama dalam ajaran Buddha. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian pustaka. Data yang disajikan oleh peneliti diperoleh dari berbagai sumber-sumber referensi. Hasil penelitian tentang moderasi beragama menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan jalan tengah untuk mengatasi permasalahan mengenai perbedaan yang terdapat antarumat beragama dengan tujuan untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan sejahtera. Menjalani kehidupan bermoderasi berarti menerapkan nilai-nilai kemanusiaan seperti toleran, saling tolong melonong antarumat beragama, dan menghindari sikap fanatik.
Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten Bayu Jati Pamungkas; Edi Ramawijaya Putra; Lalita Vistari
Jurnal Pelita Dharma Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini penyuluh agama Buddha ketika berceramah menyampaikan materi yang tidak memiliki keterkaitan dengan sutta maupun referensi dalam agama Buddha, selain itu belum diketahuinya penerapan prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Prinsip-prinsip Manajerial Penyuluh agama Buddha di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Pembimbing Masyarakat Buddha dan Penyuluh Agama Buddha di Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah nontes dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan adanya penerapan prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha, pemahaman manajerial penyuluh agama Buddha dapat dilihat dari peran dan tugas yang dilakukan sesuai dengan program kerja yang telah disusun, faktor-faktor yang mempengaruhi prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan manajerial di dalam penyuluh agama Buddha dilakukan dengan menjalankan peran sebagai seorang Dharmaduta maupun pemimpin untuk pembacaan paritta di suatu acara. Kendala yang dihadapi dalam penerapan prinsip manajerial antara lain kurangnya sarana prasarana, kurangnya kemampuan berceramah, kurangnya penguasaan terhadap Dhamma dan kurangnya manajemen waktu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penyuluh agama Buddha dalam melaksanakan kegiatan bimbingan menerapkan prinsip-prinsip manajerial, selain itu penyuluh agama Buddha memiliki pemahaman terhadap prinsip-prinsip manajerial, namun dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala yang terjadi tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan evaluasi mandiri maupun evaluasi dengan komunitas penyuluh agama Buddha khususnya di Provinsi Banten.
RADIKALISME DALAM PERSPEKTIF AJARAN BUDDHA Yayang Hadi Kusno; Nursin Nursin; Shenniwaty Vesakha Putri; Parjono Parjono
Jurnal Pelita Dharma Vol. 9 No. 2 Edisi Juni 2023
Publisher : STABN Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman sangat besar dan dari hal tersebut dapat mengondisikan dari berbagai faktor tumbuh dan berkembangnya paham yang kemudian berorientasi pada tindakan radikal. Beberapa tahun belakangan ini masih maraknya terjadinya kasus radikalisme yang membuat ketidaknyamanan dan mengganggu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep radikalisme menurut perspektif ajaran Buddha. Metode kajian yang digunakan adalah kajian pustaka  atau library research, yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengelola bahan penelitian. Analisis interpretasi data dalam kajian Tipitaka ini menggunakan teknik hermeneutika. Sejalan dengan Susanto (2016:1) yang menyatakan “dalam tradisi Yunani Kuno kata hermeneuein dipakai dalam tiga makna yaitu “to say, to explain, and to translate”. Penelitian ini dilakukan melalui tiga cara yakni: mengungkapkan, menerangkan, dan menerjemahkan nilai-nilai dalam Tipitaka. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwq dengan tingkat keberagaman yang pada pada bangsa indonesia, menjadi peluang bagi kaum atau kelompok radikal menanamkan pengaruh ekstrimisnya kepada segelintir orang yang memiliki kepentingan individu maupun kelompok dengan membenarkan segala cara. Maka kemudian dampaknya terlihat seperti aksi pengeboman, teror kepada individu maupun sekelomok orang, pembunuhan dan penganiyayaan, kelompok pemberontak yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa serta tanah air Indonesia maupun kejahatan lainya. Buddhadharma menyajikan jawaban atas permasalahan maupun persoalan yang berkaitan dengan radikalisme. Beberapa poin yang hendaknya dipelajari, dipahami dan dimengerti serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya yaitu: meningkatkan pemahaman terhadap pandangan benar dan pikiran sesuai Buddhadharma (jalan mulia berunsur delapan); melaksanakan Pancasila Buddhis (menjaga moralitas); membudayakan Hiri dan Ottapa dalam diri; menciptakan dan menjaga kerukunan serta persatuan; tidak berafiliasi dengan orang yang memiliki pemahaman radikal; menghindari pertengkaran; meningkatkan pemahaman dalam Wawasan Kebangsaan, Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika; saling bersinergi dengan pihak terkait dalam upaya mencegah maupun mereduksi paham radikal; memperkuat Budaya Lokal (musyawarah secara damai, tolong menolong, gotong royong, dan toleransi); mengaplikasikan Saraniyadhamma (enam faktor yang membawa keharmonisan, kerukunan, persatuan dan kesatuan)Kata kunci: Radikal, Perspektif Ajaran Buddha ABSTRACTIndonesia is a country that has a very large diversity and from this it can condition various factors for the growth and development of understanding which is then oriented towards radical action. In recent years there are still rampant incidents of radicalism that create and disrupt harmony in the life of society, nation and state. The purpose of this study was to determine the concept of Radicalism from the perspective of Buddhism. The study method used is library research or library research, namely activities related to library data collection, reading and recording and managing research materials. The analysis of data interpretation in this Tipitaka study uses hermeneutic techniques. In line with Susanto (2016:1) states "In the ancient Greek tradition the word hermeneuein is used in three meanings, namely "to say, to explain, and to translate". This research was conducted in three ways, namely: expressing, explaining, and translating the values in the Tipitaka. The results in this study show that with the level of diversity in the Indonesian nation, it becomes an opportunity for radical groups or groups to sharpen their extremist influence on a handful of people who have individual or group interests by justifying all means. So then the impact is seen as bombings, terror against individuals and groups of people, murder and persecution, rebel groups who want to divide the unity and integrity of the nation and the homeland of Indonesia and other crimes. Buddhadharma provides answers to problems and issues related to radicalism. There are several points that should be studied, understood and understood and practiced in daily life, including: increasing understanding of right views and thoughts according to Buddhadharma (the noble eightfold path); Implementing Buddhist Pancasila (maintaining morality); Cultivating Hiri and Ottapa within; Creating and maintaining harmony and unity; Not affiliated with people of radical understanding; Avoid quarrels; Increase understanding in National Insight, Pancasila and the Motto Bhinneka Tunggal Ika; Synergize with related parties in an effort to prevent or reduce radicalism; Strengthening Local Culture (peaceful deliberation, mutual assistance, mutual cooperation, and tolerance); Apply the Saraniyadhamma (six factors that bring harmony, concord, unity and oneness).Keywords: Radicalism, Buddhist Perspective

Page 1 of 1 | Total Record : 5