cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017" : 5 Documents clear
Pengaruh Umur Bibit dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Dengan Pola Tanam SRI (System of Rice Intensification) Muhammad Khakim; Sri Hariningsih Pratiwi; Nur Basuki
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur bibit dan jarak tanam yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang optimal pada pola tanam SRI. Penelitian dilaksanakan di Desa Toyaning Kec. Rejoso-Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 4 mdpl pada bulan Juli-Desember 2015. Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah umur bibit yaitu; 10 hari, 15 hari, 20 hari dan 25 hari serta faktor kedua adalah jarak tanam yaitu; 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan umur bibit dan jarak tanam pada jumlah anakan, bobot kering tanaman bagian atas pada umur 44 HST serta bobot gabah.rumpun-1. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan umur bibit 20 hari yaitu sebesar 10,62 ton.ha-1, diikuti umur bibit 15 hari sebesar 9,77 ton.ha-1, umur bibit 25 hari sebesar 9,36 ton.ha-1 dan hasil terendah pada umur bibit 10 hari sebesar 9,31 ton.ha-1, sedangkan pada perlakuan jarak tanam, hasil tertinggi terdapat pada jarak tanam 20 cm x 20 cm sebesar 11,07 ton.ha-1, diikuti jarak tanam 25 cm x 25 cm sebesar 9,54 ton.ha-1 serta hasil terendah pada jarak tanam 30 cm x 30 cm sebesar 8,68 ton.ha-1.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) Dataran Rendah Terhadap Efisiensi Pemupukan Nitrogen Dengan Penambahan Pupuk Organik Umar Faruk; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kubis merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Salah satu upaya peningkatkan produksi dalam budidaya tanaman kubis adalah dengan memberikan nutrisi bagi tanaman dalam bentuk pupuk anorganik, salah satunya pupuk urea yang mengandung 46% nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dataran rendah terhadap efisiensi pemupukan nitrogen dengan penambahan bahan organik. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Kedawung Wetan Kec. Grati Kabupaten Pasuruan pada ketinggian ± 4 mdpl dengan suhu rata-rata 22oC-31oC serta curah hujan sebesar 143 mm/bulan pada bulan Juni-September 2016.Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan perlakuan efisiensi pupuk urea yang terdiri dari 4 level yaitu efisiensi N 0% tanpa pupuk granul, efisiensi N 25% dengan pupuk granul, efisiensi N 50% dengan pupuk granul dan efisiensi N 75% dengan pupuk granul yang diulang enam kali.Hasil penelitian menunjukkan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 25% dengan penambahan pupuk organik mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan. Hasil kubis pada perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 25% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil lebih tinggi yaitu sebesar 42,46 ton ha-1, perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 50% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil sebesar 39,61 ton ha-1, perlakuan efisiensi pemupukan nitrogen sebesar 75% dengan penambahan pupuk organik memberikan hasil sebesar 39,24 ton ha-1 dan perlakuan pemupukan nitrogen sebesar 100% tanpa pupuk organik memberikan hasil lebih rendah yaitu sebesar 37,95 ton.ha-1.
Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lama Fermentasi dan Dosis Bokashi Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala L.) M. Aris Anggo Budi S; Sulistyawati Sulistyawati; M. Zainul Arifin
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dan dosis bokashi daun lomtoro yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yang optimal. Penelitian dilaksanakan di desa Klampisrejo, kec. Kraton, kab. Pasuruan pada ketinggian 6,7 m dpl dengan rerata curah hujan 1600mm/tahun pada bulan Juni hingga September 2015.Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah lama fermentasi yaitu; 5 hari, 10 hari dan 15 hari serta faktor kedua adalah dosis bokashi yaitu; 10 ton ha-1, 15 ton ha-1 dan 20 ton ha-1 sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan lama fermentasi dan pemberian dosis bokashi daun lamtoro pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan lama fermentasi 15 hari yaitu sebesar 17,20 ton.ha-1, diikuti lama fermentasi 10 hari sebesar 13,57 ton.ha-1 dan hasil terendah pada lama fermentasi 5 hari sebesar 9,80 ton.ha-1, sedangkan pada perlakuan dosis bokashi daun lamtoro, hasil tertinggi terdapat pada pemberian dosis bokashi 20 ton.ha-1 sebesar 15,67 ton.ha-1, diikuti pemberian dosis bokashi 15 ton.ha-1 sebesar 13,64 ton.ha-1 serta hasil terendah pada dosis bokashi 10 ton.ha-1 sebesar 11,25 ton.ha-1.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor, L.) Dengan Berbagai Jenis Pupuk Kandang Sasi Pestarini; Sri Ustanti Wahyuningsih; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Sorgum merupakan salah satu komoditi yang diharapkan menjadi bahan pangan alternatif untuk mengurangi kebutuhan beras nasional. Produksi sorgum di Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum banyak tersedia di pasar sehingga upaya untuk meningkatkan produksi sorgum perlu dikembangkan salah satunya dengan pemberian jenis pupuk kandang yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Kawisrejo, Kec. Rejoso Kab. Pasuruan dengan ketinggian ± 4 m dpl dengan pH tanah ± 6 – 6,5 pada bulan Juli – Oktober 2013.Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu pupuk an-organik dengan dosis sesuai rekomendasi (kontrol) (P0), pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton ha-1 (P1), pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton ha-1 (P2) dan pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1 (P3) yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan masing – masing diulang enam kali.Hasil penelitian menunjukkan produksi sorgum tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan hasil sebesar 2,83 ton.ha-1, diikuti pemupukan kandang sapi sebesar 2,79 ton.ha-1, pemupukan kandang kambing dengan hasil sebesar 2,65 ton.ha-1 dan hasil terendah pada tanaman kontrol tanpa pupuk kandang sebesar 2,50 ton.ha-1.
Pengaruh Pemupukan Organik dan Nitrogen Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus, Kunth.) Ulin Nuha Amsya; Bambang Sutikno; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenikir merupakan salah satu jenis sayuran indigenous yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai komersial yang cukut tinggi, akan tetapi masih terbatas pada lokasi tertentu serta belum dikenal dan dikonsumsi masyarakat umum secara luas. Agar dapat tumbuh lebih optimal, tanaman membutuhkan nutrisi yang dapat diberikan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan organik dan nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kenikir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo pada ketinggian ± 4 mdpl dengan rata-rata curah hujan 2207 mm per tahun dan tanah berstruktur aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga Februari 2013.Penelitian perlakuan pemupukan terdiri dari enam perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang empat kali dan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test. Perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P4) memberikan hasil total panen lebih tinggi yaitu sebesar 290,69 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik (P2) memberikan hasil sebesar 261,71 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha-1  petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P5) memberikan hasil sebesar 250,64 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha-1 petroganik (P3) memberikan hasil sebesar 243,78 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 200 kg.ha-1 urea (P1) memberikan hasil sebesar 225,43 g.tanaman-1 dan perlakuan tanpa pemupukan (P0) memberikan hasil terendah sebesar 171,56 g.tanaman-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 5