cover
Contact Name
Nur Mauliska
Contact Email
nurmauliska4@gmail.com
Phone
+6282325327267
Journal Mail Official
attalim.unzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Panglima Sudirman No.360 Semampir, Kraksaan, Probolinggo.
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan
ISSN : 24605360     EISSN : 25484419     DOI : -
Core Subject : Education,
At-Talim: Jurnal Pendidikan is a scientific journal that contains and disseminate the results of research, in-depth study, and the ideas orinnovative work in the field of science education. The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal. Character Education, Education Issues and Policy, Special Need Education, Educational Technology and Curriculum, Educational Management and Leadership, Guidance and Counseling, Multicultural Education, Early-Childhood Education, Elementary Education, Non-Formal Education, Educational Psychology, Teaching and Learning, Education Assessment and Evaluation.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2021): June" : 6 Documents clear
Pembinaan Remaja Putri dalam Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam Kamilah; Suriadi
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/attalim.v7i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran,metode dan kendala yang dihadapi oran tua dalam membina remaja putri dalam abad berpakaian sesuai dengan syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: reduksi data, display data dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat simpulkan bahwa:1) Peran orang tua dalam membina remaja putri dalam adab berpakaian, yaitu orang tua memberikan contoh dan keteladaan, selalu memotivasi, dan memberikan dorongan dengan memfasilitasi remaja putri dan mengajarakan kepada remaja tentang pentingnya berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam, 2) Metode yang dilakukan orang, yaitu dengan cara pembiasaan artinya orang tua melatih remaja putri dalam berpakaian yang sesuai syariat Islam sejak dini sehingga remaja putri terbiasa, memberikan nasihat, melakukan pengawan dalam hal bergaul dengan teman-temanya, dan memberikan teguran dan hukuman apabila remaja putri tidak berpakaian sesuai syariat Islam, 3) Kendala orang tua dalam membina remaja putri dalam adab berpakaian, yaitu kurangnya pemahaman dari orang tua, sehingga orang tua hanya mengajarkaan dan membina remaja putri sesuai dengan apa yang mereka ketahui, remaja masih bersifat labil sehingga sulit membedakan mana yang baik maupun tidak baik, lingkungan luar dan internet.
Tinjauan Histori Terhadap Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional Izza Lutfiyana; Ridwan Ardianto; Fery Diantoro
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/attalim.v7i2.535

Abstract

Abstrak : Kebijakan pendidikan islam yang selama ini telah menjadi boomerang bagi berbagai kalangan yang mayoritas islam. Problematika ataupun konflik yang telah ada adalah berawal dari kurangnya perhatian pemerintah mengenai pendidikan islam. Perlunya mengkaji ulang terkait pendidikan agama terkhususnya pendidikan agama islam terhadap sistem pendidikan nasional yang telah diresmikan dalam undang-undang. Pada masa orde lama telah dikeluarkan mengenai pendidikan agama dalam pendidikan nasional namun isi dalam kandungan ayat di UU seakan tidak mengakui bahwa pendidikan agama merupakan salah satu hal yang penting dan banyak kalangan yang mengkritisi hal ini karena bertolak belakang dengan pancasila sila pertama. Mengenai kedudukan pendidikan agama sebagai mata peajaran, lembaga, dan sebagai nilai. Pada masa orde baru dikaji kembali mengenai UU sistem pendidikan nasional dalam pembahasan pendidikan agama. Pada masa orde baru lebih terfokuskan mengenai masalah lembaga pendidikan agama yang belum diakui secara hokum atau tertulis. Hal yang menjadi probematika adalah jenis atau bentuk dari lembaga pendidikan agama, jika pendidikan agama islam itu MI, MTS, MA belum ditentukan dalam UU Sisdiknas. Dari dua periode atau masa orde lama dan juga baru kekuatan pendidikan agama terkhusus islam memang sangat lemah dimata hokum. Namun, pasca reformasi beda halnya kedudukan pendidikan agama (islam) jauh lebih menonjol. Hal itu dikarenakan masa reformasi pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional. Terbukti dikeluarkannya UU No. 20 Tahun 2003. Dalam makalah ini penulis tidak menggunakan metode tetapi, berdasarkan sejarah pendidikan
Revolusi Karakter Bangsa Melalui Pendidikan untuk Mengembangkan Warga Negara yang Baik Monica Oktafianti; Dinnie Anggraeni Dewi
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/attalim.v7i2.546

Abstract

Abstract: Indonesia is now faced with a moral crisis that could impede future development and sustainability. The moral crisis occurs throughout longevity and almost everywhere in Indonesia. Therefore, the study is done to reflect in good nation character creation through the implementation of civics education values. The method used in doing this study is a qualitative approach using a library study method. Data sources are derived from journals and expert opinions. Based on analysis, (1) many character education values are integrated into more advanced civic education (2) development of good citizen can be achieved through education by shaping the character of a highly educated, skill-wise, ethical and social participation. Key words: character education, education, character Abstrak: Indonesia saat ini mulai dihadapkan pada persoalan krisis moral yang dapat menghambat pembangunan dan keberlangsungan bangsa di masa yang akan datang. Krisis moral terjadi diseluruh jenjang usia dan hampir diseluruh penjuru daerah di Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran dalam pembentukan karakter bangsa yang baik melalui implementasi nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber data diperoleh dari jurnal dan pendapat-pendapat para ahli. Berdasarkan hasil analisis didapatkan (1) nilai-nilai pendidikan karakter banyak terintegrasi didalam pendidikan terlebih pendidikan kewarganegaraan (2) pengembangan good citizen dapat dicapai melalui pendidikan dengan membentuk karakter bangsa yang berilmu tinggi, memiliki keterampilan, etika dan partisipasi yang baik dimasyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan, karakter
Pendampingan dalam Penerapan Instrumen Penilaiaan Sikap Spiritual dan Sosial di MA Swasta Mamba’ul Hikam Putat Tanggulangin Dhea Alfina Damatussolah; Hanim Afiyah
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/attalim.v7i2.578

Abstract

This paper examines the process of mentoring the application of an assessment instrument for spiritual and social attitudes at MA Mamba'ul Hikam Putat Tanggulangin. This was motivated by a problem in school that did not apply assessment instruments to students. This research was conducted with a period of 1 month in research and data processing with existing theories. The results of this study state that the self-assessment of students at MAS Mamba'ul Hikam can be used to foster values ​​of reconciliation and improve the ability to reflect or introspect, as follows: 1). Observation technique, 2). Self-assessment, 3). Assessment between friends and 4). Journal. b). Steps to make a description of the value / development of attitudes for one semester at MAS Mamba'ul Hikam. c). Assistance in the application of spiritual and social assessment instruments at MAS Mamba'ul Hikam was carried out with the observation stage, instrument development and implementation assistance carried out well.
Implementasi Konsep Pendidikan Karakter dalam Idatun Nasyi’in Terhadap Generasi Milenial Imron Nur Syafaat; Moch Shohib
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/attalim.v7i2.620

Abstract

Pendidikan karakter adalah pendidikan awal dan paling fundamental untuk membentuk karakter bangsa yang bermoral. Hal terebut sesuai dengan fungsi pendidikan nasional dalam UU Sikdiknas yaitu mengembangkan dan membentuk watak untuk mencerdaskan generasi bangsa. Pembangunan karakter generasi milenial juga merupakan tanggung jawab sistem pendidikan nasional, karena mustahil untuk mencapai peradaban bangsa yang bermartabat tanpa disertai tumbuhnya karakter generasi bangsa yang kuat, lebih-lebih di era yang serba teknologi ini. Generasi milenial yang lahir pada era globalisasi menjadikan mereka sebagai generasi yang serba diliputi oleh derasnya arus teknologi sehingga mereka lebih menonjol dari segi kognitif darpida afektifnya. Untuk mewujudkan generasi muda yang seimbang dari segi kognitif dan afektif, maka generasi milenial harus mendapatkan pendidikan karakter yang baik. Segala unsur tripusat pendidikan (keluarga, sekolah, dan mayarakat) harus saling berkontribusi dalam memberikan tauladan, nasihat dan petunjuk. Jika tripusat pendidikan tidak bisa bekerja sama dalam mendidik generasi muda, maka degradasi moral bagi generasi selajutnya akan terus terjadi
Komik Sebagai Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Mahãrat Al-Kalãm Edi Kurniawan Farid; Moch Yunus; Mistari
At- Ta'lim : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): June
Publisher : LP3M Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/attalim.v7i2.622

Abstract

ملخص كوميك وسيلة من الوسائل التعليمية التي لم تستخدم واسعا في المجال التعليمي وعلى وجه خاص في تعليم مهارة الكلام. مع أن كوميك له خصائص و مميزات يدعم الطلاب في التعلم. هدف هذا البحث إلى معرفة كوميك كالوسيلة التعليمية لتعليم مهارة الكلام. استخدم هذا البحث المكتبي أسلوب التوثيق لجمع البيانات. أما مصادر البيانات فهي الكتب، والدراسات السابقة، والبحوث، والدورية التي تتعلق بالوسائل التعليمية على وجه خاص عن وسيلة كوميك وتعليم مهارة الكلام. ولتحليل البيانات اعتمد هذا البحث على ثلاثة أمور أساسية منها تخفيض البيانات، وعرض البيانات، والاستنباط. أصبحت وسيلة كوميك عاملا فعالا لترقية دافعية تعلم الطلاب و ترقية تحصيلهم. هذا لأن كوميك امتلأت بالصور الملونة التي تترتب حسب قصص ممتعة جذابة تدعم الطلاب على تعلم حر وممتع. أما استخدام وسيلة كوميك في تعليم مهارة الكلام تم تنفيذها بثلاث مراحل وهي مرحلة القراءة، مرحلة المناقشة، ومرحلة الحديث أو التعبير. الكلمة الرئيسية: وسائل تعليمية، كوميك، مهارة الكلام، المهارة اللغوية. Abstrak Komik merupakan salah satu media pembelajaran yang belum digunakan secara luasa dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm. Padahal komik memiliki karakteristik dan kelebihan yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap media komik sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm. Penelitian pustaka ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun sumber data penelitian berupa buku-buku, penelitian terdahulu, serta jurnal yang terkait dengan media pembelajaran khususnya media komik serta terkait pembelajaran mahãrat al-kalãm. Adapun analisis data, penelitian ini menggunakan tiga prosedur dasar yakni reduksi data, display data, dan kesimpulan. Media komik merupakan media yang effektif untuk meningkatkan motivasi belajara siswa dan meningkatkan hasil belajar. Hal ini karena komik yang tediri dari gambar-gambar berwarna yang tersusun sesuai dengan cerita yang menyenangkan dan menarik dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri dan menyenagkan. Adapun penggunaan media komik dalam pembelajaran mahãrat al-kalãm terlaksana melalui tiga tahap, membaca, diskusi, dan bercerita. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Komik, Kemahiran Berbicara, Kemahiran Bahasa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6