cover
Contact Name
Jaimiliya Susantin
Contact Email
qanuni@uim.ac.id
Phone
+6287748353593
Journal Mail Official
qanuni@uim.ac.id
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan Madura 69317
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Qanuni : Jurnal of Indonesian Islamic Family Law
ISSN : -     EISSN : 3026328X     DOI : https://doi.org/10.31102/qanuni.v1i1
The Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law is published twice a year, namely in Maret and September, as a gift from the UIM Pamekasan Islamic Family Law Study Program to invite the participation of all scientists, professors, lecturers, and legal researchers to disseminate knowledge so that it is more useful.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2024): 2024" : 5 Documents clear
Impresi Single Parent Pada Karakteristik Seorang Anak Perspektif Manajemen Konflik Susantin, Jamiliya
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.15-24

Abstract

Pada hubungan keluarga terdapat berbagai macam bentuk dari sebuah keluarga, salah satunya adalah keluarga single parent atau orang tua tunggal. Layaknya keluarga seperti biasanya, keluarga single parent juga tidak akan lepas dari adanya konflik. Salah satu konflik dari keluarga single parent adalah pada karakteristik anak. Menggunakan metode penelitian deskripti kualitatif peniliti berusaha untuk menganalisis data terkait keluarga single parent dan teori manajeman konflik untuk kemudian mendeskripsikan impresi single parent pada karakteristik seorang anak perspektif manajemen konflik agar dapat menemukan solusi atas konflik tentang karakteristik anak pada keluarga single parent dalam persepektif manajemen konflik.
Maslahah Dan Mudharat Isbat Kontensius ( Study Analisis Perkara Nomor 444/PDT.G.2023/PA.SMP ) Nata, Yolis Yongky
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.1-14

Abstract

Artikel ini membahas tentang Isbat yang merupakan perkara permohonan untuk mengabsahkan pernikahan dimana isbat merupakan perkara Voluntair yang di mohonkan oleh para pihak, isbat pun dapat di jadikan perkara gugatan ( Kontentius ) dimana di dalam gugatan tersebut di gabungkan antara permohonan dengan gugatan, ada sisi positif / maslahah dan sisi negatif / mudhorot dari penggabungan antara permohonan pengabsahan pernikahan dan sekaligus gugatan perceraian yang di jadikan satu kesatuan, apalagi di tinjau dari sisi hukum dan Hak Asasi manusia, putusan perkara Nomor 444/Pdt.G.2023/PA.Smp merupakan putusan isbat Kontentius yang membahas antara permohonan pengabsahan sekaligus gugatan perceraian, putusan majelis hakim dalam perkara ini menarik untuk di analisa karena putusan majelis hakim “gugatan tidak dapat di terima “ dimana di dalamnya terkandung perbedaan dan pertentangan antara hukum dengan Hak Asasi Manusia.
Pandangan Ulama Salafi Dan Nahdhatul Ulama Kota Gorontalo Terhadap Eksistensi Molapi Saronde Pada Prosesi Pohutu Moponika Syahputra, Abdurrahman Adi
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.25-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan ulama Salafi dan NU di Kota Gorontalo terhadap pelaksanaan Molapi Saronde dalam prosesi Pohutu Moponika, serta memahami implikasi dari perbedaan pandangan tersebut terhadap integrasi adat dan syariat Islam di daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipan untuk mengumpulkan data dari ulama-ulama Salafi dan NU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Salafi menolak Molapi Saronde karena dianggap sebagai bid’ah, potensi syirik, dan tidak sesuai dengan prinsip kesederhanaan serta kemurnian ajaran Islam. Sebaliknya, ulama NU menerima Molapi Saronde sebagai bagian dari budaya lokal yang dapat diterima selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, menekankan pentingnya integrasi adat dan syariat serta penghargaan terhadap budaya lokal. Perbedaan pandangan ini mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam konteks budaya lokal, dengan Salafi yang lebih konservatif dan NU yang lebih moderat.
Mediator Non-Hakim: Geliat KUA Dalam Menyelesaikan Permasalahan Wali Nikah di Kota Langsa Muhazir, Muhazir; Putra, Nanda Herijal; Sufrizal, Sufrizal
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.43-53

Abstract

Although the guardian plays a crucial function in marriage, there are numerous issues that can occur when the guardian declines to act in that capacity. Their children are left with a conundrum by this. The study will examine how the KUA can settle guardianship disputes in Langsa City without escalating disputes or requiring an application to be made to the religious court. The empirical studies that were used to develop this research used a normative sociological methodology. With this method, the empirical features of how mediation can be carried out by non-judge mediators are taken into consideration in addition to the normative analysis. This study contends that the KUA plays a significant role in settling the issue of marriage guardians, and that the way selected can prevent lengthy conflict between children and dads. Following mediation, taukil wali replaces wali adhal. This approach is seen to be quite effective because it doesn't create any disturbance and the marriage still happens, therefore it eliminates the possibility that the prospective bride and groom may flee.
Rekayasa Pernikahan Bagi Muhallil Di Desa Mangar Tlanakan Pamekasan Dalam Perspektif Hukum Islam Qadariyah, Lailatul
Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol 2 No 01 (2024): 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam UIM Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/qanuni.2024.2.01.54-65

Abstract

This research discusses the practice of muhallil marriage, namely marriage which aims to make the relationship between a husband and wife who have divorced through triple talaq legal. In the case of triple talaq, the husband cannot reconcile unless the ex-wife first marries another man. Some husbands carry out formal muhallil marriages, where the ex-wife marries a third party and then separates after some time, so that she can remarry her first husband. This research uses a qualitative descriptive method through interviews and literature study. The results of the research show that muhallil marriages in Mangar Village, Tlanakan District, Pamekasan Regency are valid according to law, because they fulfill the terms and conditions of marriage without special conditions in the contract. According to Islamic law, muhallil marriages are valid based on the opinions of Imam Syafi'i and Abu Hanifah, although several other schools of thought differ.

Page 1 of 1 | Total Record : 5