Articles
602 Documents
Percobaan ACAS di Laboratorium Puslitbang Jalan
Iriansyah.AS AS
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1984)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
NACAS ( LATASBUM ) = Lapis Tipis Asbuton Murni ) sudah digunakan secara meluas. Salah satu kekuran NACAS adalah terlalu licinnya permukaan dari NACAS tersebut. Untuk mengurangi kelemahan - kelemahan dari NACAS tadi, maka perlu diteliti Asbuton Sbeet yang ditambah Agregat ( ACAS ). ACAS ( Agregat Cold Asbuton Sbeet), merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran asbuton, bahan pelunak dan agregat halus ( pasir ) dengan perbandngan tertentu di campur dan di padatkan secara dingin .
Studi Penggunaan Steel Fiber pada Beton Bertulang
KGS Ahmad
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1984)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi pembetonan akhir - akhir ini menggunakan bahan steel fiber sebagai serat- serat didalam beton fiber sehingga diharapkan beton dapat bersifat kuat menahan tegangan tarik. Peningkatan kekuatan tegangan tarik di dalam beton akan sangat membantu arah tarik beton menahan beban lentur. PUSLITABNG JALAN dengan menggunakan dana anggaran tahun 1983/1984 telah melakukan penelitian yang belum tuntas dan sekedar memberikan informasi yang bersifat sementara.
Sistem Instrumentasi Radar Pengukur Kecepatan Kendaraan Bermotor
M Helmi
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1984)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selain kecepatan terdeteksi pula jumlah total serta jumlah pelanggaran batas kecepatan, tetapi sitem radar ini tidak mampu untuk membedakan arah lintasan kendaraan dan besar kecilnya kendaraan. Ketepatan hasil pengukuran dapat di peroleh selama hanya satu frekwensi Doppler yang di terimaoleh sistem radar, dan kendaraan yang bersanggkutan tidak mengalami percepatan pada saat terdeteksi.
Tinjauan Analisa Stabilitas Lereng Timbunan di Daera Rawa
wiston fernande
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1986)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penanganan masalah stabilitas lereng timbunan di daerah rawa atau tanah lembek, dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metoda analisa. Didalam tulisan ini dibahas metode analisa penaggulangan masalah stabilitas lereng dengan menggunakan sistem "rein forcing mats". Dua hal yang penting dalam analisa, yaitu pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan faktor keamanan dan analisa keseimbangan. Pengguna metode analisa untuk penanganan stablitas timbunan ini mempergunakan data dari proyek pembangunan jalan akses Cengkareng. Dengan menggunakan sistem analisa tersebut telah dicoba pada data - data lapangan yang ada seperti pembahasan. Kesimpulann pokok pengguna metoda ini, adalah bahwa dengan menggunakan sistem rein forcing mats diperoleh kenaikan faktor keamanan pelaksanaan yang tergantung dari nilai kekuatan tarik geotextiles
Penanggulangan korosi komponen baja jembatan
Irman Nudin
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1986)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di Indonesia saat ini pembangunan jembatan dengan komponen baja. Terutama jembatan rangka baja dan pondasi tiang pancang pipa baja. Menunjukan gejala yang makin meningkat. Jembatan berada dalam lingkungan korosif karena posisi indonesia yang berada pada daerah tropis dengan lingkunan udara lembab, kondisi laut, curah hujan yang tinggi,panas, dan pengotoran oleh industri. Kondisi ini mengakibatkan timbul problem korosi pada komponen baja jembatan. Korisi komponen pada baja jembatan akan mempengaruhi daya tahan atau memperpendek usia pakai jembatan. Mengingat sangat vitalnya fungsi jembatan sebagai prasarana pembangunan perhubungan dan ekonomi di Indonesia, maka sangat penting untuk menjaga daya tahan/usia pakai jembatan yang telah dibangun maupun akan di bangun dapat bertahan selama mungkin. Tujuan ini dapat dicapai antara lain dengan menerapkan cara penanggulangan korosi yang tepat.
Pengaruh tanah ekspansi pada pondasi tiang
Salem p Sihombing
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1986)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sifat ekspansip dari suatu jenis tanah yang dapat mempengaruhi kestabilan suatu konstruksi misalnya ppada gorong-gorong, jalan, dan sebagainya. Sifat ini umumnya terjadi pada tanah yang mengandung mineral monmorillonitc dan berbutirhalus. Tanah yang berbutir halus menarik air lebih banyak karena luas permukaanya lebih besar. Pondasi tiang yang dimasukan pada tanah ekspansip ini akan terpengaruh dan menimbulkan gaya angkat (ufplifi forces) sebagai akibat dari tanah yang mengembang (swelling).
Pengaruh lingkungan terhadap baja lapis seng
R H Tular
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1986)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengaruh lingkungan atmosferis dan tanah terhadap laju korosi seng telah diteliti dengan metoda kehilangan berat. Beberapa tempat di Jawa Barat dan Jakarta telah dipilih untuk lokasi penelitian yang dapat mewakili lingkungan atmosferis dan tanah. Dari hasil penelitian, ternyata bahwa laju korosi seng akibat pengarus SO2 di lingkungan gunung berapi adalah yang tertinggi dan laju korosi terendah berasal dari lingkungan tanaha clay.
PERI LAKU PYLON YANG LANGSING
adi soebagjo
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1987)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini dimaksudkan untuk menjabarkan peri laku pylon yang langsing terhadap pembebanan jalan. Puncak pylon akan tertarik dan bergeser sehingga menyebabkan komponen vertikal kabel bekerja excentris. Dampaknya merupakan fungsi dari kekakuan lentur El pylon yang jika diatur secara tepat akan megasilkan suatu desain yang ekonomis.
ASPEK LELAH PADA PERKRASAN JALAN (FATIGUE)
hermin tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1987)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suatu material apabila mengalami pembebanan secara berulang -ulang, akan mengalami kelelahan. Gejala lelah ini bila di biarkan akan berkembang menjadi suatu kerusakan. Jika hal ini terjadi pada perkerasan jalan maka kelelahan atau fatigue pada material perkerasan jalan itu apabila tidak segera diatasi akan berkembang menjadi crack. Melalui crack yang terjadi itu dapat timbul bermacam-macam masalah pada base, sub - base ataupun sub grade. Pengujian mengenai fatigue dapat dilakukan dilaboratorium sehingga, berdasarkan pengujian dan parameter - parameter lainnya mengenai bahan - bahan jalan serta ditunjang oleh teori lainnya, akan didapat suatu perencanaan mengenai umur suatu perkersaan jalan.
PELAPUKAN (AGEING) ASMIN PADA PERKEERASAN JALAN
tjitjik w suroso
Jurnal Jalan-Jembatan No 1 (1987)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Faktor - faktor yang mempengaruhi pada perkerasan jalan terutama adanya kelelahan mekanis (mecanical fatique), akan tetapi penurunan kwalitas juga menyebabkan kerusakan konstruksi. Sebagaimana diketahui bahwa kondisi dengan sinar matahari juga merupakan faktor penting dalam hal hardening, apalagi kondisi di Indonesia yang hampir sepanjang tahun terus menerus kena sinar matahari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sifat kimia aspal dengan keawetan/pelapukan serta performace perkerasan jalan.