cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003" : 9 Documents clear
Pemodelan Sistem Fisis dan Simulasinya Dengan Menggunakan Bondgraph dan Software 20-Sim 3.2 Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.431 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

To model a physical system needs many various aspect of system behaviour. Usually, the result is in the differential equation. There are many methods in finding this model, one of them is Bondgraph. This paper will discuss how to use this method to model simple physical system and simulate it using 20-Sim software from University of Twente, The Netherlands. The experimental result shows that we can build a model using Bondgraph easily. In 20-Sim, there are several facilities that will enable user to simulate both in graphics or 3D model. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemodelan sistem fisis untuk disimulasikan memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap perilaku sistem. Biasanya solusi yang diinginkan dinyatakan dalam persamaan diferensial. Salah satu alternatif yang dapat dipakai untuk memodelkan suatu system secara mudah dan sederhana adalah Bondgraph. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana pemodelan ini dilakukan secara terstruktur dalam Bondgraph dan disimulasikan dengan menggunakan Software 20-Sim 3.2 dari University of Twente, Belanda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemodelan dapat dilakukan dengan mudah melalui Bondgraph. Selain itu fasilitas yang dimiliki oleh 20-Sim memungkinkan dilakukan simulasi baik secara grafik maupun 3D. Kata kunci : simulasi, Bondgraph, 20-Sim.
Pengaturan Berat Total Material Yang Keluar Dari Weight Feeder Conveyor Dengan Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy Santoso, Fendy; , Thiang
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.587 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

This paper describes about a fuzzy logic control's application on weight feeder conveyor. The plant represented by a third order transfer function. The designed fuzzy logic control had single input and single output. The crisp input of fuzzy logic control was an error signal and the crisp output was a speed of motor. The system was tested by a computer simulation using Matlab. Experiment results showed that fuzzy logic control could work well. The best rise time and settling time achieved by the system were 4 and 6 seconds respectively. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang aplikasi kontrol logika fuzzy untuk mengatur plant weight feeder conveyor yang telah dimodelkan dalam bentuk fungsi alih orde tiga. Sistem kontrol logika fuzzy yang telah didisain mempunyai satu input yaitu error dan satu output yaitu kecepatan motor yang diwakili dengan tegangan motor. Sistem telah diuji dengan simulasi pada komputer dengan menggunakan Matlab. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem kontrol logika fuzzy dapat bekerja dengan baik. Rise time dan settling time terkecil yang dapat dicapai adalah 4 dan 6 detik. Kata kunci : kontrol logika fuzzy, weight feeder, simulink-Matlab.
Pemotongan Poligon Menggunakan Algoritma Weiler Atherton Haryadi Setiabudi, Djoni
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.577 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

Polygon clipping is the important process in computer graphics applications. Clipping is also a complex algorithm. Many researches have been done at this time to find a better algorithm than the previous one.This research will analyze and implement one of the algorithms, which is Weiler Atherton, and then is compared with Sutherland Hodgeman algorithm, because Sutherland Hodgeman algorithm is well accepted in many applications. The implementation will use Borland Delphi as the programming language. The experiment shows that Weiler Atherton algorithm is slower than Sutherland Hodgeman algorithm, but the advantage is this algorithm can calculate the clipping process that creating more than one polygon. Another result, this algorithm like Sutherland Hodgeman, can only works on rectangle window clipping and cannot calculate the clipping process which the subject is complex polygon. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemotongan poligon atau biasa disebut clipping merupakan suatu proses yang sangat penting dalam aplikasi komputer grafik. Clipping juga merupakan suatu algoritma yang kompleks. Saat ini masih banyak penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu algoritma yang lebih baik dari yang telah ada. Pada penelitian ini dianalisis dan diimplementasikan satu algoritma untuk pemotongan poligon, yaitu Weiler Atherton untuk kemudian dibandingkan dengan algoritma Sutherland Hodgeman karena algoritma Sutherland Hodgeman merupakan algoritma standar yang sudah banyak digunakan. Implementasi dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma Weiler Atherton lebih lambat dari algoritma Sutherland Hodgeman, tetapi kelebihannya Algoritma Weiler Atherton dapat menghitung proses kliping yang menghasilkan poligon lebih dari satu. Hasil lain yang didapatkan, algoritma ini, seperti pada algoritma Sutherland Hodgeman, hanya dapat bekerja pada klip poligon yang berupa rectangle window dan tidak dapat menghitung proses kliping dari subyek poligon yang merupakan poligon kompleks. Kata kunci : komputer grafik, kliping, poligon, Weiler Atherton, Sutherland Hodgeman.
Mesin Printer Huruf Braille Menggunakan Mikrokontroler MCS-51 Khoswanto, Handry; , Thiang; Ricardo, Junio
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.854 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

YPAB (Institution for Blind Children) used manual typewriter to print Braille characters. If they want to print many copies, they will type it many times. It's not efficient. To upgrade this efficiency, they need a Braille printing machine which can make many copies in once type. The designed Braille printing machine consists of personal computer (PC), microcontroller MCS 51 and mechanic system. PC is used for typing, editing and converting to Braille characters. The experiment result showed that Braille printing machine using microcontroller MCS 51 could print many copy of Braille characters relief in once type. Speed of this printer is about 30 minute/ page while the paper size are 21,5 x 30 cm and there are 552 Braille character. Abstract in Bahasa Indonesia : YPAB (Yayasan Pendidikan Anak Buta) menggunakan mesin ketik manual untuk dalam mencetak huruf Braille. Hal ini kurang efesien apabila ingin dicetak dalam jumlah yang banyak. Pekerjaan tersebut harus dilakukan secara berulang ulang. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, maka digunakan mesin printer huruf Braille yang dapat mencetak dalam jumlah banyak dalam sekali pengetikan saja. Pembuatan mesin ketik huruf Braille ini menggunakan PC untuk mengetik, mengedit, mengkonversikan menjadi bentuk huruf Braille dan mencetak relief huruf Braille tersebut dengan menggunakan mesin printer yang dilengkapi dengan mikrokontroler MCS 51 dan mekaniknya. Hasil yang didapatkan dari mesin printer huruf Braille ini dapat mencetak relief huruf Braille dalam jumlah banyak dengan sekali ketik. Kecepatan mencetak dari printer ini kira-kira 30 menit per halaman dengan kondisi maksimum 552 karakter dan ukuran kertas 21,5 x 30 cm. Kata kunci : huruf braille, mesin printer braille, mikrokontroler MCS-51.
Studi Karateristik Motor DC Penguat Luar Terhadap Posisi Sikat Antonius Ananda, Stephanus; Tanaka Soewangsa, Edhi
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.037 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

One of the dc motor problem is how to positioning the brush of the commutator. Armature reaction on dc motor makes the position of the brush to be changed from its normal position. Commonly in many dc motor, the brush is set permanently from factory. This paper, it will use special dc motor that has a brush changer and discuss the relation between the brush position and motor characteristic i.e. motor speed, torque and mechanical charateristics. From the experiment result, it can be concluded that the best charateristic is found when the brush is positioned on 24 in the left side of the central position. The best motor effeciency is 73,64 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Masalah yang sering timbul dalam motor dc adalah peletakan dari posisi sikat. Adanya reaksi medan magnit pada jangkar membuat posisi sikat pada komutator motor dc berubah. Ada motor dc yang posisi sikatnya dapat diatur sesuai kondisi yang diinginkan. Pada makalah ini akan diteliti hubungan antara posisi sikat dengan karateristik putaran, torsi dan mekanis dari motor dc jenis penguat luar. Dari hasil pengujian baik pada beban nol dan berbeban sudut sikat sebesar 24 disebelah kiri dari posisi tengah memiliki karateristik paling baik dibandingkan dengan posisi yang lain. Efisiensi motor tertinggi sebesar 73,64% Kata kunci : Motor DC Penguat Luar.
Desain Flux Vector Control Inverter 3 Fasa Pada Motor Induksi 1.5 HP Menggunakan Power Blockset Pasila, Felix; , Limboto; Krisnawan, Bayu
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.146 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

This paper describe Flux Vector Design Using Vector Matlab on 3 Phase Inverter when torque changes. Transient response is important things for inverter because it needs optimal torque that motor shows desire performance. This condition needs flux vector design that give V/F linear comparison in transient response. The experiment was done by simulating induction motor parameters using Matlab, the result shows : Torque supply 240 - 320 Nm, in 0.005 - 0.01s range of time. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini menjelaskan desain flux vector menggunakan vector matlab pada inverter 3 phasa pada keadaan Torsi dinamik. Keadaan transien merupakan waktu yang sangat penting bagi inverter agar dapat memberi torsi yang optimal sehingga motor memberi performansi yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan desain flux vector yang mampu memberikan perbandingan V/F yang linear pada saat transien. Simulasi dilakukan pada motor induksi 1.5 HP dengan parameter motor induksi melalui matlab6.1, didapatkan hasil : Suplai Torsi = 240 - 320 Nm dalam range waktu 0.005-0.01 s. Kata kunci : vector matlab ,flux vector, inverter 3 phasa.
Sistem Pencatat Data Percakapan Telepon Dengan Deteksi Sinyal Pandu Secara Otomatis Hannawati, Anies; , Ronnie
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.184 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

The growth of telecommunication technology has influenced telecommunication businesses which have become more interesting. One of the telecommunication businesses is telephony billing systems. There have been many kinds of equipments that would be able to support that business, called Telephony Billing System Equipment. Some of them use computer, and the others do not. In this project, theTelephony Billing System Equipment was designed without computer and could detect pilot signals automatically. There were four kinds of pilot signals used, that were a 16 KHz injection signal, a reverse polarity, a ringback tone, and human voice responses. The system would calculate the telephony billing and then print the detailed billing. The system built was used microcontroller AT89C51 to control memory, clock, display and printer. From the experiments, we concluded that the designed equipment has worked successfully and efficiently, and it needs a low electric power, 2.42 Watt. Abstract in Bahasa Indonesia : Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, usaha dalam bidang telekomunikasi menjadi semakin diminati. Salah satunya adalah usaha warung telekomunikasi. Kini banyak beredar perangkat untuk mendukung usaha tersebut yaitu Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT), ada yang menggunakan PC (Personal Computer), dan ada juga yang tidak menggunakan PC. Pada kesempatan ini, perangkat yang hendak dibuat adalah perangkat PDPT tanpa menggunakan komputer, dengan sistem deteksi sinyal pandu secara otomatis. Ada empat jenis sinyal pandu yang dapat dideteksi, yaitu; sinyal injeksi 16 KHz, reverse polarity, nada panggil dan respon suara manusia. PDPT akan menghitung biaya percakapan, dan bila percakapan telah selesai, maka PDPT akan mencetak rincian biaya menggunakan printer. Sistem yang dibangun menggunakan mikrokontroler AT89C51 untuk mengendalikan memori, clock, display dan printer. Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa perangkat yang dibuat telah berhasil sesuai dengan rencana dan hemat listrik, karena hanya memerlukan daya listrik yang relatif kecil, yaitu 2,42 Watt saja. Kata kunci : Sistem Telepon, Telepon, Perhitungan Biaya, Sinyal Pandu, Warung Telekomunikasi.
Sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Dengan Metode Principal Components Analysis Lim, Resmana; Vendy W., Lukman; Gunadi, Kartika
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.728 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

The paper describes a vehicle plate recognition system based on computer vision technique. The vehicle image/video was taken from a digital camera and then the vehicle plate automatically identified, segmented and recognized by the system. The feature reduction technique of Principal Components Analysis (PCA) was used in the system. This application was built using Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library and Open Source Computer Vision (OpenCV) Library. The application has been implemented and was able to detect vehicle plate position and recognize it using a PC Pentium II/400 MHz. The recognition rate of ±82% was achieved based on recognition of hundreds alphanumeric images (alphanumeric A-Z, 0-9). This sistem is prospective enough to be used for control and security system in parking area. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas sistem pengenalan plat nomor mobil menggunakan teknik computer vision. Image mobil diambil dari kamera, dan selanjutnya diidentifikasi secara otomatis dengan cara mencari lokasi plat nomor mobil tersebut, mensegmentasi setiap karakter yang ada dari plat tersebut dan kemudian melakukan pengenalan pada setiap karakter dengan metode feature reduction PCA. Aplikasi ini dibangun menggunakan Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library dan Open Source Computer Vision Library. Aplikasi ini telah diimplementasikan dan dapat mendeteksi letak plat nomor serta mengenalinya pada PC Pentium II/400 MHz. Sistem telah diujicobakan pada suatu basis data yang mewakili 26 karakter (0-9, A-Z) yang masing-masing terdiri dari beberapa variasi gambar mobil. Hasil uji coba menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup menggembirakan, dimana tingkat keberhasilan mencapai ±82%. Sistem cukup prospektif digunakan sebagai salah satu sistem kontrol dan sekuriti pada area parkir. Kata kunci : deteksi plat nomor mobil, pengenalan plat nomor, PCA, pengenalan pola, OpenCV.
Desain Sistem Kontrol Dengan Metode Penempatan Kutub (Pole Placement) Pada Motor DC Servo Santoso, Fendy
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

There are many methods in designing control systems. One of them is pole placement method. After mathematical model is obtained, the next step is to determine the system's performances that is wanted. Thus poles location can be determined. And Finally, the values of the state feedback gain and input setting gain can be calculated. This paper explained the control system design using pole placement method, applicated in a dc servomotor plan. After calculation has done the next step was to simulate system's performance with Matlab. From the simulation result could be seen that system's responses match with design criteria. Those things could be done because system's pole locations have moved to the location that was needed, based on design criteria: maximum overshoot and settling time. Abstract in Bahasa Indonesia : Ada banyak metode dalam perancangan sistem kontrol. Salah satunya adalah perancangan sistem kontrol menggunakan metode penempatan kutub (pole placement). Setelah model matematika dapat diperoleh, langkah selanjutnya adalah adalah menentukan performansi sistem yang diinginkan. Dari hasil design berdasar criteria performansi yang diinginkan ditentukan lokasi pole yang diperlukan. Dan akhirnya dapat dihitung besarnya gain umpan balik keadaan, dan kompensasi gain masukan. Makalah ini membahas perancangan sistem kontrol dengan metode penempatan kutub, dengan plant motor dc servo. Setelah dilakukan perhitungan dilakukan simulasi sistem dengan program Matlab. Dari hasil simulasi dapat dilihat respon sistem sesungguhnya telah sesuai dengan kriteria perancangan. Hal itu terjadi karena, lokasi pole sistem asal digeser menuju lokasi pole yang diperlukan, sesuai dengan kriteria design, yaitu: nilai lonjakan maksimum dan settling time. Kata kunci : sistem kontrol, penempatan kutub, motor dc servo.

Page 1 of 1 | Total Record : 9