cover
Contact Name
Nasrul Umam
Contact Email
jurnalwarna@unugha.id
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
jurnalwarna@unugha.id
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No. 17 Kesugihan Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 25500058     EISSN : 26151642     DOI : https://doi.org/10.52802/warna
Warna: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini aims to provide a forum for consideration of issues and for the exchange of information and ideas on research and practice in the field of early childhood education, especially in Muslim society.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2023)" : 12 Documents clear
PENERAPAN METODE KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI RA DARUSSALAM KROYA Nurhalimah Nurhalimah
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.821

Abstract

Penelitian ini terkait penerapan metode kooperatif STAD untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Berdasarkan kenyataan permasalahan yang terjadi di RA Darussalam yaitu kurangnya minat belajar pada peserta didik pada waktu pembelajaran berlangsung, maka peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini merupakan kualitalitatif menggunakan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu pendidik, tenaga pendidik dan kepala RA. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi. Adapun analisis data menggunakan alur miles dan huberman dengan 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap pengamatan dan 4) tahap refleksi. Hasil penelitian ini bahwa penerapan metode kooperatif STAD terdiri dari a) perencanaan pembelajaran; b) pelaksanaan pembelajaran; c) evaluasi pembelajaran. Dari hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode kooperatif STAD dapat membentuk serta mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif sekaligus memelihara suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan, serta dapat menumbuhkan minat belajar anak lebih semangat lagi dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode STAD ini tidak membosankan serta justru akan semakin menarik minat siswa untuk belajar sehingga prestasinya akan semakin meningkat. Selain itu metode ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik berkomunikasi, bertukar pikiran mengutarakan pendapat-pendapat mereka secara efektif, bekerjasama antar tim sehingga mereka lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DALAM SURAT AL KAHFI AYAT 109 DAN SURAT THAHA AYAT 25-28 Dewi Purnamasari; Istijabah Qurniatun
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.841

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak usia dini memiliki keterkaitan yang erat dengan teori-teori psikologi perkembangan anak. Teori-teori tersebut memberikan wawasan tentang tahapan-tahapan perkembangan kognitif anak, termasuk dalam hal penguasaan bahasa. Teori Piaget menekankan interaksi sosial dan pengalaman langsung dalam pembentukan bahasa anak, sementara teori Vygotsky menyoroti peran lingkungan sosial dan budaya. Dalam konteks Al-Qur'an, Surat Al Kahfi ayat 109 dan Surat Taha ayat 25-28 dianggap sebagai sumber nilai-nilai yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini. Surat Al Kahfi mengajarkan tentang kebesaran Allah dan tak terbatasnya ilmu-Nya, sementara Surat Taha menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan tidak terburu-buru dalam menerima ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana ayat-ayat dalam Al-Qur'an, khususnya Al Kahfi ayat 109 dan Surat At Thaha ayat 25-28, dapat memengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Melalui studi teoritik, analisis struktur bahasa, dan kontekstualisasi ayat-ayat, diharapkan dapat ditemukan pola-pola yang mendukung pengembangan bahasa anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis tafsir, dan pembahasan kontekstual. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran bahasa Islam pada anak usia dini dengan memanfaatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kesimpulannya, pemahaman tentang perkembangan bahasa anak usia dini perlu dipahami dengan memperhatikan teori-teori psikologi perkembangan anak dan memanfaatkan sumber nilai seperti Al-Qur'an. Dengan demikian, pendidikan bahasa pada anak usia dini dapat dirancang secara holistik, mengintegrasikan aspek kognitif, sosial, dan nilai-nilai keagamaan.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA HADITS PENDEK DALAM MENINGKATKAN BUDI PEKERTI ANAK USIA DINI Hana Sarifah
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.862

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran secara lengkap mengenai suatu kejadian atau dimaksudkan untuk mengekspos dan mengklarifikasi suatu fenomena yang terjadi. Anak saat bermain dengan teman yang lebih dewasa akan terbiasa mencontoh apa yang teman lain kerjakan. Penelitian kualitatif deskriptif adalah salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan strategi penelitian Dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Subjek penelitian ini tentang program pembiasaan membaca hadist pendek dalam meningkatkan budi pekerti di TK Muslimat NU Diponegoro 129 Randegan. Pembiasaan dalam pembelajaran dapat membentuk karakter anak usia dini. Dengan pembiasaan anak-anak usia dini sangat efektif diterapkan di fase fondasi. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relative menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Hal ini karena pada fase fondasi memiliki rekaman ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka mudah dibentuk dan diatur dengan berbagai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. Itulah sebabnya pembiasaan menjadi cara yang efektif dalam mengoptimalkan perkembangan agama dan budi pekerti pada anak usia dini. Pada pembiasaan tersebut ditanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran agama anak. Tujuan dengan pembiasaan membaca hadist pendek mempermudah anak untuk menghafal dan memahami makna hadis yang dibaca dan tanpa disadari anak melakukan perilaku sesuai dengan hadist yang dibaca dan meningkatkan budi pekerti anak
POLA ASUH PERMISIF ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI RA DIPONEGORO 71 BANJARPARAKAN Aufrina Nur Islamy
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.864

Abstract

Aspek perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seperti yang terjadi RA Diponegoro 71 Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Terdapat beberapa siswa yang perkembangan social emosionalnya kurang dikarenakan pola asuh permisif orangtuanya. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kualitatif sederhana diawali dengan proses atau peristiwa penjelas yang akhirnya dapat ditarik suatu generalisasi yang merupakan sebuat kesimpulan dari proses atau peristiwa tersebut. Orangtua bertanggungjawab penuh mengenai perkembangan anak khususnya dalam perkembangan social emosionalnya. Pola asuh permisif menyebabkan anak mengalami permasalahan pada perkembangan social emosional anaknya. Pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosi anak. Di mana perkembangan emosi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan (kesuksesan) di masa yang akan datang. dengan mengajari anak ketrampilan emosi mereka akan lebih mampu untuk mengatasi berbagai masalah
NILAI AGAMA DAN MORAL DALAM KISAH QABIL DAN HABIL QS. AL-MAIDAH AYAT 27-31 Imroatus Sa'adah; Annastasya Nur Achsanti
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.887

Abstract

Perkembangan moral anak yang akan dicapai secara bertahap erat hubungannya dengan emosi dan aspek kognitif sehingga anak dapat membedakan hal yang baik dan buruk, anak biasa dalam antrian, kebaikan, keadilan, kesederhanaan dan keberanian. Untuk menanamkan karakter yang baik terhadap anak, hendaknya orang tua memiliki karakter yang baik pula sehigga anak dapat melihat dan meniru apa yang orang tua lakukan, serta berikan anak tugas yang terpuji sehingga setelah anak beranjak dewasa mereka mampu menjalankanya karna orang tuanya telah menanamkan pembiasaan yang baik sejak dini. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai agama dan moral yang terkandung dalam kisah Qabil dan Habil dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 27-31, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk seorang pendidik bagaimana caranya dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari di dalam dunia pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kajian Kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian dalam mencari dan pengumpulan informasi datanya melalui lingkup perpustakaan sehingga penelitian dilakukan dengan hanya berdasarkan karya tertulis semisal informasi dari buku-buku, majalah, jurnal ataupun artikel yang relevan dengan pembahasan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Kesimpulannya kita dapat meneladani nilai-nilai agama dan moral dalam kisah Qabil dan Habil QS.Al-Maidah 27-31. Dengan demikian pendidikan anak usia dini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA: PERAN ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA 0-5 TAHUN Utami Budiyati; Ifa Refli Hanita
JURNAL WARNA Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.994

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya Pendidikan anak dalam keluarga yang menitik beratkan pada peran orang tua pada anak usia 0-5 tahun/balita. Keluarga tempat pertama dan utama bagi Pendidikan anak, kedua orangtualah yang berperan penting dalam keberhasilan melewati fase usia balita anak. Metodenya menggunakan penelitian pustaka/library research dengan Teknik mengumpulkan data dengan dokumentasi yakni sumber-sumber terkait penelitian seperti buku, jurnal, artikel dan media masa baik manual ataupun on-line. Pengolahan data dengan content analisis. Kemudian dilakukan Analisa sehingga menemukan konsep yang menjadi jawaban dari permasalahan. Hasil: Pendidikan anak dalam keluarga adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mentransfer nilai-nilai luhur/budaya dari generasi tua pada generasi penerusnya yang dibimbing oleh keluarga agar mampu hidup dengan baik di masa depan. Peran orang tua pada fase balita; 1) usia 0-3 th; mengajarkan tauhid, membimbing dengan penuh kasih sayang, 2) usia 4 th: a. biasakan membaca buku tiap hari, b. membiasa kan akhlak mulia c. ajarkan tentang keberagaman, d. biasakan memberikan nilai-nilai positif pada anak. 3) usia 5 th: a. membangun karakter anak, b. membiasakan membaca, c. menanamkan kedisiplinan. Kesimpulan: peran orang tua pada fase 0-5 tahun/balita sangat dibutuhkan. Orang tua harus punya trik tertentu agar berhasil mendampingi anaknya melewati fase hidup yang pertama.
PENERAPAN METODE KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI RA DARUSSALAM KROYA Nurhalimah, Nurhalimah
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.821

Abstract

Penelitian ini terkait penerapan metode kooperatif STAD untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Berdasarkan kenyataan permasalahan yang terjadi di RA Darussalam yaitu kurangnya minat belajar pada peserta didik pada waktu pembelajaran berlangsung, maka peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini merupakan kualitalitatif menggunakan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu pendidik, tenaga pendidik dan kepala RA. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi. Adapun analisis data menggunakan alur miles dan huberman dengan 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap pengamatan dan 4) tahap refleksi. Hasil penelitian ini bahwa penerapan metode kooperatif STAD terdiri dari a) perencanaan pembelajaran; b) pelaksanaan pembelajaran; c) evaluasi pembelajaran. Dari hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode kooperatif STAD dapat membentuk serta mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif sekaligus memelihara suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan, serta dapat menumbuhkan minat belajar anak lebih semangat lagi dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode STAD ini tidak membosankan serta justru akan semakin menarik minat siswa untuk belajar sehingga prestasinya akan semakin meningkat. Selain itu metode ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik berkomunikasi, bertukar pikiran mengutarakan pendapat-pendapat mereka secara efektif, bekerjasama antar tim sehingga mereka lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI DALAM SURAT AL KAHFI AYAT 109 DAN SURAT THAHA AYAT 25-28 Dewi Purnamasari; Qurniatun, Istijabah
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.841

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak usia dini memiliki keterkaitan yang erat dengan teori-teori psikologi perkembangan anak. Teori-teori tersebut memberikan wawasan tentang tahapan-tahapan perkembangan kognitif anak, termasuk dalam hal penguasaan bahasa. Teori Piaget menekankan interaksi sosial dan pengalaman langsung dalam pembentukan bahasa anak, sementara teori Vygotsky menyoroti peran lingkungan sosial dan budaya. Dalam konteks Al-Qur'an, Surat Al Kahfi ayat 109 dan Surat Taha ayat 25-28 dianggap sebagai sumber nilai-nilai yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini. Surat Al Kahfi mengajarkan tentang kebesaran Allah dan tak terbatasnya ilmu-Nya, sementara Surat Taha menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan tidak terburu-buru dalam menerima ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana ayat-ayat dalam Al-Qur'an, khususnya Al Kahfi ayat 109 dan Surat At Thaha ayat 25-28, dapat memengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Melalui studi teoritik, analisis struktur bahasa, dan kontekstualisasi ayat-ayat, diharapkan dapat ditemukan pola-pola yang mendukung pengembangan bahasa anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis tafsir, dan pembahasan kontekstual. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran bahasa Islam pada anak usia dini dengan memanfaatkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Kesimpulannya, pemahaman tentang perkembangan bahasa anak usia dini perlu dipahami dengan memperhatikan teori-teori psikologi perkembangan anak dan memanfaatkan sumber nilai seperti Al-Qur'an. Dengan demikian, pendidikan bahasa pada anak usia dini dapat dirancang secara holistik, mengintegrasikan aspek kognitif, sosial, dan nilai-nilai keagamaan.
PROGRAM PEMBIASAAN MEMBACA HADITS PENDEK DALAM MENINGKATKAN BUDI PEKERTI ANAK USIA DINI Hana Sarifah
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.862

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran secara lengkap mengenai suatu kejadian atau dimaksudkan untuk mengekspos dan mengklarifikasi suatu fenomena yang terjadi. Anak saat bermain dengan teman yang lebih dewasa akan terbiasa mencontoh apa yang teman lain kerjakan. Penelitian kualitatif deskriptif adalah salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan strategi penelitian Dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Subjek penelitian ini tentang program pembiasaan membaca hadist pendek dalam meningkatkan budi pekerti di TK Muslimat NU Diponegoro 129 Randegan. Pembiasaan dalam pembelajaran dapat membentuk karakter anak usia dini. Dengan pembiasaan anak-anak usia dini sangat efektif diterapkan di fase fondasi. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relative menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Hal ini karena pada fase fondasi memiliki rekaman ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka mudah dibentuk dan diatur dengan berbagai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. Itulah sebabnya pembiasaan menjadi cara yang efektif dalam mengoptimalkan perkembangan agama dan budi pekerti pada anak usia dini. Pada pembiasaan tersebut ditanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran agama anak. Tujuan dengan pembiasaan membaca hadist pendek mempermudah anak untuk menghafal dan memahami makna hadis yang dibaca dan tanpa disadari anak melakukan perilaku sesuai dengan hadist yang dibaca dan meningkatkan budi pekerti anak
POLA ASUH PERMISIF ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI RA DIPONEGORO 71 BANJARPARAKAN Aufrina Nur Islamy
Jurnal Warna Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Keagamaan Islam UNUGHA Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/warna.v7i2.864

Abstract

Aspek perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seperti yang terjadi RA Diponegoro 71 Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Terdapat beberapa siswa yang perkembangan social emosionalnya kurang dikarenakan pola asuh permisif orangtuanya. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kualitatif sederhana diawali dengan proses atau peristiwa penjelas yang akhirnya dapat ditarik suatu generalisasi yang merupakan sebuat kesimpulan dari proses atau peristiwa tersebut. Orangtua bertanggungjawab penuh mengenai perkembangan anak khususnya dalam perkembangan social emosionalnya. Pola asuh permisif menyebabkan anak mengalami permasalahan pada perkembangan social emosional anaknya. Pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosi anak. Di mana perkembangan emosi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi keberhasilan (kesuksesan) di masa yang akan datang. dengan mengajari anak ketrampilan emosi mereka akan lebih mampu untuk mengatasi berbagai masalah

Page 1 of 2 | Total Record : 12