Jurnal Ekuilibrium
Journal Ekuilibrium or JEK is a semi-annual peer-reviewed open access academic journal which is dedicated to publishing high-quality scholarly works on all disciplines of economics. The objective of the Journal is to provide a leading forum for the enhancement of communication between researchers and policymakers on the recent development of economics. The publication in the Journal lays emphasis on works at the cutting edge of economics which have not been published everywhere. The Journal covers the discussion of contemporary economics, Development Planning, Economic Development, Economy Industry, Regional Economy, Regional Planning, Institution Economic, Finance and Banking, and Employment. The Journal will review manuscripts which should be 7,000-10,000 words (Articles), 3,000-5,000 words (Case Comments), and 1,000-2,500 words (Book Reviews). All articles published in this Journal are processed under a blind peer-review of the editorial board. The board and reviewers are legal scholars with specific expertise in accordance with the main focus of this Journal. The peer-reviewed process and decision on the publication of manuscripts will normally be completed within three months since the day of submitting papers. All submissions should be made online here, by referring author guidelines which can be found here.
Articles
90 Documents
Analisis Pertumbuhan Sektor Pariwisata Kabupaten Banyuwangi
Lina Ariani;
Endah Kurnia Lestari;
Sebastiana Viphindrartin
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 2 (2018): JEK Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan ekonomi menjadi hal penting pada dewasa ini tidak terkecuali di wilayah regional. Hal ini tentu saja karena kemakmuran suatu wilayah ditentukan seberapa besar nilai tambah yang ada di wilayah tersebut. Besarnya laju pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah merupakan salah satu faktor untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Peningkatkan pertumbuhan ekonomi salah satunya dengan mengoptimalkan potensi sektor pariwisata. Poin penting dalam sektor pariwisata disini adalah sumber daya yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi. Berkembangnya sektor pariwisata diartikan sebagai aspek pariwisata yang terkelola dengan baik dan merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Semakin meningkat sektor pariwisata pada suatu wilayah menunjukkan kesempatan akan terus tumbuh dan berkembang akan semakin besar. Semakin besar kesempatan tersebut dalam suatu wilayah, berarti proses pembangunan wilayah tersebut sedang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2014. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Shift Share Esteban Marquillas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata mempunyai keunggulan kompetitif dan berspesialisasi.
Analisis Kemiskinan Provinsi Jawa Timur
Fivien Muslihatinningsih;
Jainal Abidin
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 2 (2022): JEK Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v6i2.33217
Kemiskinan menjadi masalah di Indonesia yang belum bisa terselesaikan, karena kompleksnya masalah penyebab kemiskinan, maka masalah kemiskinan menjadi topik yang menarik untuk diteliti. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel kualitas sumber daya manusia, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data panel dengan pendekatan Random Effect dan dikaitkan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kualitas Sumber Daya Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan di Jawa Timur, Pengangguran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan di Jawa Timur dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan di Jawa Timur.
Analisis Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur
Daftian Tri Prasetyawan;
Anifatul Hanim;
Lilis Yuliati
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 1 (2017): JEK Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhanekonomi dan tingkat kemiskinan secara langsung, selanjutnya menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomiterhadap tingkat kemiskinan secara langsung, menganalisis pengaruh investasi terhadap kemiskinan melaluipertumbuhan ekonomi dan menganalisis pengaruh tenaga kerja terhadap kemiskinan melalui pertumbuhanekonomi di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series, 2000-2014, yaitudata investasi, tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Metode analisis yang digunakan adalahanalisis jalur . hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi dan tenaga kerja berpengaruh positif dansignifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi dan tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikanterhadap tingkat kemiskinan. Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan hubungannyanegatif dan signifikan. Pengaruh investasi terhadap tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar– 38,6%, selanjutnya pengaruh tenaga kerja terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebesar –29,8%. Untuk itu hendaknya pemerintah lebih menekankan pertumbuhan ekonomi yang merata agar bisadirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat miskin.
Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Belanja Daerah di Provinsi Jawa Timur
Ferlianto Putro Dwi Nurwahyu;
Badjuri Badjuri;
Moh. Adenan
Jurnal Ekuilibrium Vol 3 No 1 (2019): JEK Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerataan pembangunan tercipta ketika pembangunan tidak hanya terpusat pada pusat-pusat pertumbuhan saja, melainkan melalui pembangunan wilayah di daerah. Sebagaimana yang telah diterapkan oleh pemerintah indonesia dengan digencarkannya program pembangunan di daerah, terutama pembangunan daerah pinggiran. Guna lancarnya pembangunan di daerah, maka daerah harus memiliki kondisi keuangan yang baik. Padahal, aspek keuangan merupakan masalah pokok pemerintah daerah dalam segi penerimaan maupun pengeluaran demi mensejahterakan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan produk domestik regional bruto terhadap belanja daerah yang ada di Jawa Timur. Dan juga melihat variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap belanja daerah. Metode yang digunakan adalah regresi liniear berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik (Ordinary Least Square) dengan menggunakan data panel, jenis data yang digunakan adalah data sekunder meliputi pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan produk domestik regional bruto terhadap belanja daerah tahun 2012-2016. Hasil analisa data dengan regresi linier berganda diperoleh hasil dari penelitian menunjukan bahwa pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan produk domestik regional bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah di Jawa Timur.
Pengaruh Investasi Pemerintah, Swasta, Ekspor dan Impor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Muhammad Bagus Prasetyo;
Anifatul Hanim;
Fajar Wahyu Prianto
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 2 (2021): JEK Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v5i2.21080
Economic growth is one component of a country's economic development. Economic growth is an important component for sound economic activity. Where economic growth can be seen through the amount of GDP in a country. If you experience an increase in the amount of GDP, it is considered that the economy is experiencing growth. The problem that exists in Indonesia is that the rate of economic growth is unstable, which can experience growth or decline in its growth rate.This research was conducted to analyze how the influence of government, private, export and import investment on economic growth in Indonesia. By taking the research object in 2010-2019. The analysis tool used is the panel data method in the form of a fixed effect model. Hypothesis testing using F-test, t-test, coefficient of determination and classical assumption test. The results of the study state that the Government, Private, and Export Investment variables have a significant effect on Economic Growth while the Import variables have no significant effect on Economic Growth.
Infrastruktur Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
Aisah Jumiati;
Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v6i1.31321
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu negara. Untuk meningkatkan perekonomian tersebut, salah satunya bisa dilakukan dengan mengembangakan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara inbound tourism dan infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menganalisis respon pertumbuhan ekonomi akibat adaya goncangan pada variabel inbound tourism dan infrastruktur jalan di Indonesia selama periode 1988-2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vector autoregression (VAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jangka panjang tourist arrivals, tourism receipts, dan infrastruktur jalan secara signifikan berpengaruh terhadap pertumbuha ekonomi, sedangkan pada jangka pendek hanya tourism receipts dan infrastruktur jalan yang secara signifikan berpengaruh. Pada jangka panjang tourist arrivals dan tourism receipts berpengaruh positif sedangkan infrastruktur jalan berpengaruh negatif. Selanjutnya, pada jangka pendek tourism receipts berpengaruh negatif dan infrastruktur jalan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, variabel tourist arrivals dan infrastruktur jalan tidak memiliki hubungan kausal dengan pertumbuhan ekonomi, namun terdapat hubungan kausal searah dari tourism receipts ke pertumbuhan ekonomi. Impuls response function menunjukkan PDB merespon negatif dari adanya goncagan yang terjadi pada inbound tourism, sedangkan respon positif ditunjukkan oleh PDB apabila terjadi goncangan pada infrastruktur jalan.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Spasial Industri di Wilayah Kabupaten Jember (Studi Kasus: Subsektor Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau)
Yuli Wulandari;
Endah Kurnia Lestari;
I Wayan Subagiarta
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 2 (2017): JEK Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan sektor industri ini merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan rakyat. Pendekatankonsentrasi spasial dalam kebijakan nasional maupun regional pada sektor industri mampu mendorongspesialisasi produk serta meningkatkan efesiensi dan produktivitas sektor industri yang tentunya akanmemberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian.Tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi tingkat konsentrasi spasial dan menganalisis faktor-aktor yang mempengaruhi konsentrasispasial pada subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember. Metodepengumpulan data adalah metode dokumentasi yang bersumber dari BPS dan Disperindag Kabupaten Jember.Analisis yang digunakan adalah indeks Herfindhal dan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan data panelyaitu tahun 2011-2015. Berdasarkan hasil analisis, diketahui konsentrasi spasial subsektor industri makanan,minuman, dan tembakau di Kabupaten Jember berada di Kecamatan Wuluhan, Kecamatan Ambulu, danKecamatan Kalisat. Dari hasil regresi linier berganda data panel disimpulkan bahwa variabel tingkat persaingan,kekuatan aglomerasi, dan kepadatan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap konsentrasi subsektorindustri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember.
Analisis Kelembagaan Hulu Industri Tape di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso
Taufan Muhamad Arif;
Rafael Purtomo Somaji;
Sebastiana Viphindrartin
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 2 (2018): JEK Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelembagaan merupakan aspek penting di dalam suatu organisasi dalam ekonomi, masalah kelembagaan merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji. Salah satunya terdapatnya masalah kelembagaan hulu industri tape di Desa Sumber Tengah yang menyangkut bahan baku produksi untuk keberlanjutan kehidupan ekonomi industri tape. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aturan main serta biaya transaksi pada kelembagaan hulu industri tape di Desa Sumber Tengah. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu suatu subsistem kelembagaan mematuhi aturan main yang secara umum tidak tertulis untuk menjaga kontinuitas pasokan, kepastian kualitas, serta kepastian harga terhadap semua pelaku ekonomi dalam kelembagaan hulu industri tape di Desa Sumber Tengah yaitu industri tape, pengepul, dan petani singkong dengan berasaskan kepercayaan antar pelaku ekonomi.
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan Provinsi Jawa Timur
Kharisma aghni nuzul Firdausy;
Anifatul Hanim;
Siti Komariyah
Jurnal Ekuilibrium Vol 7 No 1 (2023): JEK Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/jek.v7i1.33216
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruhpertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk terhadap kemiskinan danketimpangan pendapatan di provinsi jawa timur. Variabel yang digunakandalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk,kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan. Data yang digunakan adalahdata sekunder dengan rentang tahun 2014- 2019. Metode yang digunakanadalah metode analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini adalahpertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan yangnegatif signifikan terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatanyang terjadi di provinsi jawa timur pada tahun 2014-2019.
Analisis Kinerja BUMDes di Kabupaten Lumajang
Ach. Qosjim
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 1 (2017): JEK Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kelembagaan BUMDes di Kabupaten Lumajang. Penelitian inimenggunakan metode eksplanatori. Data dan informasi yang diperlukan terdiri atas data primer yaitu data yangdiperoleh dari kuesioner atau wawancara dan data sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh dari instansiterkait. Unit analisisnya adalah Kelembagaan BUMDes di Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa (1). Tata kelola kelembagaan merupakan faktor kunci penentu keberhasilan usaha dari setiapjenis BUMDes. Hal ini disebabkan karena setiap jenis usaha BUMDes tidak berdiri sendiri tetapi memiliki kaitanmata rantai dengan faktor lain yang sangat mempengaruhi keberlanjutan usaha. Keterkaitan ini bagaikan sebuahmata rantai dan apabila rantai ini putus maka usaha yang dilakukan oleh BUMDes akan terpengaruh, (2).Keberlanjutan BUMDes sangat dipengaruhi oleh skala dan jangkuan usaha. BUMDes yang menjalankan bisnisinternal (melayani kebutuhan warga setempat (seperti kebutuhan pokok, persewaan hand traktor) denganjangkauan dan berskala lokal, umumnya menghadapi risiko yang rendah sehingga bisa berjalan sehat danberkelanjutan. BUMDes yang tumbuh dari solidaritas sosial dan kearifan lokal jauh lebih kuat dan berkelanjutanketimbang BUMDes yang lahir karena intervensi pemerintah dari atas. Hal ini disebabkan karena kearifan lokalyang paralel dengan kekayaan modal sosial dan modal politik, merupakan faktor yang sangat berpengaruhterhadap daya tahan dan keberlanjutan BUMDes.