cover
Contact Name
Luluk Fikri Zuhriyah
Contact Email
lulukfikri@uinsa.ac.id
Phone
+62812-3340-5469
Journal Mail Official
jicos@uinsa.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Surabaya Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Islamic Communication Studies
ISSN : -     EISSN : 29856582     DOI : https://doi.org/10.15642/jicos
Journal of Islamic Communication Studies (JICoS) terbit secara berkala dalam 1 tahun 2 kali terbit (Edisi Januari dan Juli). Journal of Islamic Communication Studies (JICoS) diterbitkan oleh Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Journal of Islamic Communication Studies (JICoS) menerbitkan artikel hasil penelitian dan kajian konseptual tentang teori, praktik dan tren komunikasi Islam kontemporer dengan perspektif multi dan interdisipliner. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian dan kajian konseptual bidang komunikasi Islam meliputi public speaking, penyiaran, komunikasi massa dan jurnalistik, serta kajian new media. Jurnal ini diperuntukkan bagi akademisi, peneliti disiplin ilmu terkait, dan para ahli. Artikel harus orsinil dan belum pernah dipublikasikan di jurnal atau media lain, atau sedang dalam telaah publikasi jurnal lain. Semua artikel yang dikirim akan ditelaah oleh editor, dewan redaksi, dan reviewer melalui tinjauan buta (blind reviewers). Artikel yang dikirim tidak sesuai dengan pedoman akan ditolak tanpa review.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Januari" : 7 Documents clear
Pemikiran Dakwah Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad, Lc MA. Al Hafizh Nafisah, Iklil; Auliya, Mikhlathul; Muafi, Hamdan
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.12-19

Abstract

Fakta bahwa umat muslim di Indonesia yang masih belum melek al-Qur’an menjadi permasalahan yang memprihatinkan di era kontemporer ini. Padahal al-Qur’an memiliki peran penting bagi kehidupan umat muslim ketika masih hidup di universe maupun di akhirat kelak. Study ini membahas mengenai pemikiran dakwah Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad, Lc MA. Al Hafizh, seorang pakar ilmu al-Qur’an dari Cirebon.Untuk dapat mengkaji lebih dalam pemikiran tokoh tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi tokoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran dakwah Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad, Lc MA. Al Hafizh adalah membumikan ilmu-ilmu al-Qur’an yang paling efektif dapat dilakukan dengan cara menggemakan al-Qur’an melalui seni membacanya, yakni qiro’at (ilmu yang membahas tentang tata cara mengucapkan lafadz-lafadz al-Qur’an dengan menisbahkan atau menghubungkan bacaan-bacaan tersebut kepada perawinya hingga tersambung sampai Rasulullah) dan tarannum (melagukan suara atau melenggak-lenggokkan suara ketika membaca al-Qur’an yang difariasikan menurut proses tone, dan. beat dan rhythm tertentu).
Lansia Menyikapi Misinformasi: Bentuk, Strategi dan Upaya Penanggulangan Hoaks dalam Konteks Pemilu 2024 di Nusa Tenggara Barat Rohmah, Nurliya Ni'matul
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.20-32

Abstract

Peningkatan populasi penduduk Lansia di Indonesia, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menciptakan dampak kompleks, termasuk dalam konteks teknologi digital. Lansia, sebagai kelompok yang rentan terhadap terpengaruh penyebaran misinformasi, khususnya selama Pemilu 2024. Dengan pertumbuhan akses lansia terhadap internet, kekurangan literasi digital dan pemahaman politik yang kurang dapat meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu. Merespons fenomena tersebut, program literasi digital terfokus pada generasi muda, meninggalkan lansia terabaikan. Lansia, sebagai digital immigrant, sering menjadi korban penyalahgunaan perangkat digital dan kurangnya perlindungan terhadap privasi online. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku penyebar hoaks berusia di atas 45 tahun, juga berarti bahwa Lansia di NTB memiliki tingkat literasi digital rendah, meningkatkan rentan mereka terhadap penyebaran misinformasi. This study is kualitatif dengan menggunakan metode  study kasus pada peserta pelatihan Akademi Digital Lansia dan dianalisis melalui pendekatan Interaction-Adaptation Theory. Sedangkan  dalam pelatihan Akademi Digital Lansia menggunakan metode KAP (Komunikasi Antar Personal). Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi pada pengembangan strategi melindungi lansia dari dampak negatif misinformasi selama Pemilu 2024 di NTB melalui program-program yang memberdayakan lansia melalui workshop literasi digital berbasis riset. Temuan dalam study ini adalah bahwa Program Akademi Digital Lansia  sebagai strategi yang efektif dalam menyikapi misinformasi di kalangan Lansia yaitu telah memberikan pengetahuan, tetapi juga menciptakan pengalaman berkomunikasi yang positif, menunjukkan efek kognitif, afektif, dan konatif.
Moderasi Beragama di Era Digital: Tantangan dan Peluang Mubarok, Akbar Rizquni; Sunarto, Sunarto
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.1-11

Abstract

Dakwah digital dipilih menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama. Hal ini telah memberikan perspektif baru dalam dunia dakwah. Kemudahan mendayagunakan dan mengakses dakwah menjadi alasan eksistensi dakwah melalui digital. Namun, dibalik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan ternyata terdapat kesulitan-kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi. Kurang bijaknya dalam penggunaan teknologi sering kali menimbulkan dampak yang serius bagi para pengguna. Sebagai contoh, timbulnya rasa intoleran antar sesama hingga turunnya kesadaran akan moderasi dalam beragama. Tulisan ini ingin menguji seberapa besar dampak dakwah digital dalam meningkatkan pemahaman moderasi dalam beragama di kalangan generasi pemuda, serta bagaimana adab-adab dalam berdakwah digital. Data penelitian ini bersumber dari literatur digital seperti, berita online, jurnal, website, maupun dokumen-dokumen online. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian literasi. Data-data yang terkumpul dari berbagai sumber, kemudian direduksi dan dikonstruksi menjadi konsep baru yang utuh dan fresh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi yang mengedepankan analisis intertekstualitas dan kreatifitas mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keakraban generasi muda dengan media sosial dengan sangat mudah membuka peluang yang besar bagi para pendakwah khususnya dari kalangan pemuda dalam menyebarkan konten dakwah secara digital. Hal ini sangat mendukung dalam penyampaian tentang pentingnya moderasi beragama guna mencegah konflik yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang heterogen. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyebaran informasi palsu dan berita palsu dapat menghambat moderasi beragama di era teknologi saat ini. Terlebih lagi, keberadaan ruang publik digital di mana masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya secara anonim dapat memperburuk situasi. Namun artikel ini juga menunjukkan bahwa era digital juga menawarkan peluang untuk memperkuat moderasi beragama. Salah satu kemungkinannya adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Selain itu, teknologi juga dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan agama yang moderat. Untuk emperkuat moderasi beragama diperlukan pentingnya menjaga moderasi beragama di era digital dan mengatasi tantangan yang terkait melalui peran aktif masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan.
Eksplorasi Narasi Primordial dalam Harmoni Digital pada Dinamika Multikultural Mailin, Mailin; Mumtaz al-Mujtahid, Nazil
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.43-53

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi narasi primordial dalam rangka membentuk harmoni digitial di tengah dinamika multikultural. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen dengan segala jenis kekayaan dan keberagamannya. Sayangnya, munculnya digitalisasi dalam kehidupan masyarakat memunculkan serangkaian problematika baru. Urgensi penelitian ini adalah mengonstruksikan nilai-nilai primordial sebagai instrument harmoni digital di tengah dinamika multikultural. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Data primer dalam penelitian ini adalah artikel terdahulu yang berkenaan dengan tema. Sedangkan data sekunder dalam artikel ini adalah buku-buku dan reportase pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi primordial merupakan salah satu upaya preventif dalam menciptakan harmoni digital di tengah multikulturalitas. Adapun beberapa upayanya adalah 1) Pemanfaatan Teknologi untuk Mempertahankan Narasi Primordial Kampanye Pendidikan dan Kesadaran, 2) Kolaborasi Antarbudaya di Media Sosial, 3) Penggunaan Bahasa Digital yang Inklusif, 4) Pengembangan Aplikasi, 5) Berbasis Budayamelestarikan nilai-nilai multikultural dan 6) Pertukaran Seni dan Budaya Digital. Meski demikian, penerapan upaya ini terdapat beragam tantangan sehingga dibutuhkan solusi yang mumpuni dalam menyelesaikannya. Narasi ini dapat diharmonisasikan menggunakan kekuatan media dengan menggunakan konten, kolaborasi antarbudaya dan menciptakan inovasi yang relevan.
Strategi Perencanaan Dakwah Masyarakat Urban di Masjid Al Hamidiyah Surabaya Arrahmah, Fathiyah Khasanah; Alifiyori, Diarcy
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.54-65

Abstract

Kajian dalam penelitian ini adalah tentang strategi perencanaan dakwah pada masyarakat urban di Masjid Al Hamidiyah Surabaya. Tujuan dari study ini adalah untuk  mendeskripsikan, menguraikan, dan menganalisis strategi  perencanaan dakwah pada masyarakat urban di Masjid Al Hamidiyah Surabaya. Sedangkan metode  yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif.  Teknik pengumpulan data yang  dipakai melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Data-data yang telah dihimpun lalu dianalisis, dikategorikan, dan disinkronisasi sehingga menghasilkan sebuah kajian yang sistematis, solid, dan menyeluruh.  Hasil temuan dalam penelitian strategi  perencanaan komunikasi dakwah Masjid Al Hamidiyah Surabaya adalah melalui memilih Da’i yang berasal dari luar masjid, menggunakan rancangan  pesan dakwah yang ringan dan rasional, memakai media tatap muka,  dan dalam menentukan  segmen mad’u/audiennya adalah berfokus pada masyarakat urban yaitu masyarakat yang mayoritas merupakan pendatang lokal.
The Intersection of Media Affordance and Religion: A Thematic Analysis of the Islamic Coverage of the Taliban’s Official Organ Shariat Newspaper Pamirzad, Qurban Hussain; Susyal, Ghulam Ahmad; Joya, Mujiburrahman
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.66-75

Abstract

The relationship between religion and media has been one of the topics of research interest. This study employed the media affordance concept and explored the religious coverage of the Shariat newspaper, which is the official organ of the Taliban government. The study examines how the official organ of the Taliban government covers and contributes to Islamic content dissemination and how it is used to distribute its ideology. Employing a mixed quantitative and qualitative analysis, this study found that the Taliban used the media's spatiotemporal, technological, and socio-lingual affordances to spread their narrative and Islamic issues through this publication. At the same time, through thematic analysis, this study noticed that Islamic topics susceptible to multi-interpretability were also covered in this newspaper. However, the quality of the content published might not be convincing and comprehensive enough for the reader who wants to satisfy their curiosity. In addition, it was noticed that a selective approach was employed in writing these issues to serve ideological justification.
Analisis Semiotika Kehidupan Jurnalis dalam Drama Korea HUSH Ellyda Retpitasari; Nurul Fadilah; Risky Maulana
Journal of Islamic Communication Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicos.2024.2.1.33-42

Abstract

This journal is an analysis of semiotics that focuses on the life of an idealistic senior journalist in the Korean drama HUSH. Through a semiotic approach, this journal reveals how the signs and symbols in the drama influence the main character and play a significant role in the plot's development. Semiotic analysis Roland Barthes is used to understand the meaning conveyed by the signs that appear in this drama. The journal author investigates how visual signs, such as facial expressions, body language, and the characters' attire, are employed to depict emotions, personalities, and character transformations. Furthermore, the author examines the use of symbols in the background, objects, and scene setups, which add a narrative dimension to the story. In this journal, the main focus is on the central character, Lee Ji-soo, a senior journalist with a strong sense of idealism. The author explains how the signs surrounding Ji-soo, such as the events she experiences and interactions with other characters, influence her transformation into a more experienced and mature journalist. Additionally, the journal highlights the role of internal conflicts faced by Ji-soo in carrying out her profession. The author discusses how the signs and symbols that emerge in the drama reflect the moral and ethical dilemmas Ji-soo encounters in reporting news and their impact on her integrity as an idealistic journalist. Drama Hush provides a strong depiction of journalistic ethics and provides an understanding of the complexity of the world of journalism in South Korea, in the perspective of the Qur'an and Hadith in viewing the film Hush emphasizes journalistic ethics, especially honesty in accordance with the Qur'an al-Ahzab verse 70 Prophetic Hadith narrated by Abdullah Bin Mas'ud from Hadith History Muslim.

Page 1 of 1 | Total Record : 7