cover
Contact Name
Moh. Heri Hermiyanto
Contact Email
redaksipsg@gmail.com
Phone
+6281223388976
Journal Mail Official
redaksipsg@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Redaksi Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Gedung A, Lantai 1 Jalan Diponegoro No. 57, Bandung, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources)
Published by Pusat Survei Geologi
ISSN : 08539634     EISSN : 25494759     DOI : https://doi.org/10.33332
Core Subject : Science,
The JGSM acts as a publication media of high quality scientific investigations resulted from various geological scientific issues. Published articles covers Geo-sciences, Geo-resources, Geo-hazards, and Geo-environments. Geo-sciences are basic earth sciences in geology, geophysics, and geochemistry. Geo-resources are applied earth sciences scoping in geological resources. Geo-hazards are applied earth sciences concerning in geological hazards. Geo-environments are applied earth sciences focusing in environmental geology.
Articles 475 Documents
Batupasir Kuarsa Wediwutah: Asal Kuarsa dan Informasi Keragaman Geologi Formasi Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul Hanang Samodra
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i2.20

Abstract

Secara stratigrafi, meskipun dengan perubahan tegak yang berangsur, lapisan batupasir kuarsa yang berkembang pada runtunan paling bawah Formasi Wonosari dapat dipisahkan dengan lapisan batugamping yang menutupinya. Sejarah sedimentasi selama Miosen Tengah ini, meskipun hanya setempat, akan memperkaya informasi keragaman geologi (geodiversity) daerah Gunung Sewu bagian barat dari aspek litologi.  Berdasarkan metoda jejak belah yang menggunakan zirkon sebagai mineral penentu umur mutlak batuan, batupasir kuarsa di Wediwutah dan Gombang masing-masing berumur 12,6 ± 1,2 juta tahun dan 24,3 ± 2,9 juta tahun. Terkait dengan identifikasi batuan sumber (provenance) dari kuarsa tersebut, pendugaan awal yang sifatnya masih hipotesis mengarah pada dua sumber yang berbeda, yaitu dari tuf Formasi Oyo dan tuf Formasi Semilir.
̀̀Sedimentologi Batugamping Formasi Berai di Gunung Talikurdan Sekitarnya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Berdasarkan Data Petrografi Sigit Maryanto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i2.21

Abstract

Batugamping Formasi Berai yang berumur Miosen tersingkap di Gunung Talikur dan sekitarnya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Hingga saat ini masih sedikit publikasi ilmiah tentang Formasi Berai yang membahas aspek sedimentologi secara rinci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan lingkungan pengendapan batuan. Pengujian petrografi terhadap tigapuluh dua sampel batugamping memperlihatkan fasies batugamping, yang meliputi wackestone, packstone, grainstone, dan boundstone. Batugamping Formasi Berai ini terendapkan dengan keadaan genanglaut, meliputi beberapa lingkungan, yaitu: lerengan lokal terumbu belakang, tepi landaian atau lerengan pada paparan tertampi, sayap terumbu, dan bangunan terumbu organik.
Depositional Modification In Seram Through, Eastern Indonesia Dida Kusnida; Tommy Naibaho; Yulinar Firdaus
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i2.22

Abstract

Seismic reflection profiles considered to represent the morphotectonics of the study area and verified by surficial sedimentary data presented in this paper directed to understand  the sedimentary depositional dynamics.  Seismic data interpretation results show the gradation and sediment facies cycles in accordance with the episode of tectonic activities, which is characterized by the avalanche of the Seram Trough base-of slopes materials. Seismic data reveal more than 1250 meters acoustically chaotic to laminated, indicate fine-grained sediments between slumps at its base of slope and fine marine sediments at the trough floor. Thus, it suggests that the Seram Trough is in the process of differential vertical movement causing depositional modification due to the accretionary prism growths.
Pleistocene Reptiles of The Soa Basin (Flores, Indonesia): Adaptation and Implication for Environment Erick Setiyabudi
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i2.23

Abstract

The presence of fossil reptiles from the mainland of Asia, such as: giant tortoise (Megalochelys sp.), fresh water turtle (Geoemydidae), crocodile (Crocodylus sp.) and the komodo dragon (Varanus komodoensis) in the Soa Basin of Flores, supports the hypothesis that Wallace's line is not a demarcation line between the reptilian fauna from Asia (Indo-Malayan region) and that from Australia (Austro-Malayan region) in the reptiles came to Flores about 1 million years ago, or perhaps earlier (during the Pleistocene), by sweep stake dispersal through swimming or floating. After arrived, they lived in isolated conditions and adapted to a savannah environment. Nevertheless no morphological changes with their Asian mainland ancestors could be found.
Geokimia Batuan Gunungapi di Pulau Timor Bagian Barat dan Impikasi Tektoniknya Joko Wahyudiono; Ildrem Safri; Hermes Panggabean
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 4 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i4.24

Abstract

Geologi wilayah Timor bagian barat berasal dari tiga mintakat yaitu Mintakat Benua Australia, Mintakat Busur Banda dan batuan yang terendapkan setempat. Pengambilan dan analisis conto batuan di Sungai Fatu dan Kompleks Mutis serta tambahan data sekunder dari Sungai Metan, Pulau Atauro dan batuan hasil Deep Sea Drilling Project (DSDP) bertujuan untuk mengetahui batuan asal wilayah Timor berdasarkan data geokimia batuan gunungapi dan implikasi tektoniknya. Metodologi analisis geokimia yang digunakan adalah X-ray fluorescence (XRF) dan Inductively Coupled Plasma–Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk mengetahui unsur utama, unsur jejak dan unsur tanah langka dari batuan gunungapi. Unsur-unsur ini digunakan untuk klasifikasi batuan dan lingkungan tektoniknya.Hasil analisis geokimia conto batuan gunungapi dari Sungai Fatu dan DSDP berasal dari Benua Australia, sementara conto batuan dari Kompleks Mutis dan Sungai Metan menunjukkan Benua Asia atau Busur Banda seperti pada Pulau Atauro. Batuan basal dari Sungai Fatu terendapkan menjemari dengan batugamping Formasi Maubise berumur Perem dan merupakan Oceanic Island Basalt. Batuan basal dari Deep Sea Drilling Project (DSDP) secara geokimia termasuk subalkalin yang berasal dari pematang tengah samudera (Normal Mid Oceanic Ridge Basalt) berumur Jura.Kompleks Mutis pada Oligosen Miosen mengawali kolisi antara Benua Asia dengan Benua Australia. Batuan metabasal Kompleks Mutis menunjukkan komposisi kalk-alkalin yang mencirikan busur kepulauan. Conto batuan dari Sungai Metan dan Pulau Atauro terutama menunjukkan komposisinya subalkaline. Puncak kegiatan kolisi terjadi pada Akhir Miosen – Awal Pliosen dan berlanjut hingga sekarang. Busur Banda bagian dalam sebagian gunungapinya sudah tidak aktif lagi seperti yang terjadi pada Pulau Atauro.Kata kunci : geokimia, batuan gunungapi, mintakat, tektonik, kolisi, Timor
Potensi Batuan Induk Hidrokarbon pada Formasi Cinambo di Daerah Majalengka, Jawa Barat Praptisih Praptisih; Kamtono Kamtono
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i1.25

Abstract

 Penelitan  endapan klastik berbutir halus dan karakteristik litofasies batuan Formasi Cinambo bertujuan untuk memperkirakan potensi batuan induk dalam menghasilkan minyak dan gas di daerah Majalengka.  Pengambilan 14 contoh  batuan dilakukan untuk analisa geokimia di laboratorium yaitu  analisa kandungan TOC , analisa Pirolisis Rock-Eval dan GC-MS. Hasilnya menunjukkan nilai TOC sebesar 0,42 – 1,90 %,  potensi rendah hingga baik  untuk membentuk hidrokarbon. Hasil analisis pyrolisis rock Eval memperlihatkan T max sebesar 359  - 475 oC termasuk kategori belum matang hingga paska matang. Berdasarkan nilai HI sebesar 12 – 114 mg HC/g TOC, fasies organic di daerah penelitian dapat dibagi menjadi 2 fasies yaitu fasies CD dan D,   dapat menghasilkan minyak dalam kuantitas sedang dan gas dalam kuantitas relatif kecil. Type kerogen Formasi Cinambo di daerah penelitian berdasarkan diagram TOC versus PY menunjukkan tipe kerogen III, termasuk oil prone dan gas prone. Hasi analisis GCMS menunjukkan bahwa batuan induk di daerah penelitian mempunyai kondisi lingkungan pengendapan yang material organiknya berasal dari tanaman darat. Kata Kunci : batulempung, batuan induk, hidrokarbon, Formasi Cinambo, TOC. 
"Brittleness Index" Lapisan Serpih Formasi Kelesa Bagian Atas di Kuburan Panjang, Cekungan Sumatera Tengah , Riau M. Heri Hermiyanto Zajuli; Hendarmawan Hendarmawan; Hermes Panggabean
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i1.26

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada nilai Brittleness Index (BI) serpih di daerah Kuburan Panjang sub-Cekungan Sumai, Cekungan Sumatera Tengah. Subjek penelitian ini adalah kehadiran mineral-mineral getas pada batuan serpih dari Formasi Kelesa bagian atas yang berumur Eosen-Oligosen. Serpih mengandung kuarsa dan karbonat sebagai indikator mineral getas yang sangat dominan. Berdasar nilai kandungan material organik pada serpih Formasi Kelesa dari 1,18% sampai 7,17% yang menunjukkan kemampuan serpih sebagai batuan induk termasuk kategori sangat baik. Serpih Formasi Kelesa bagian atas mempunyai BI berkisar antara 35,72 – 63,19 % yang tergolong ke dalam kategori sedang sampai baik (sedikit lunak/less ductile - rapuh/brittle). Kandungan mineral getas yaitu kuarsa dan karbonat ternyata sangat mempengaruhi nilai Brittleness Index (BI) di lokasi penelitian. Sementara itu mineral lempung (iliit, kaolinit, dickite, nacrite) kurang memberikan dampak terhadap nilai BI.  Kata kunci : Formasi Kelesa, Eosen-Oligosen, Cekungan Sumatera Tengah,          Brittleness Index (BI) 
Kelurusan Daerah Salopa dan Sekitarnya, Jawa-Barat Hasil Penafsiran Citra DEM dan Kaitannya dengan Mineralisasi Emas Sidarto Sidarto
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i1.27

Abstract

Daerah Salopa dan sekitarnya termasuk Jalur Pegunungan Selatan yang kaya endapan bijih, yang pembentukannya berkaitan dengan sesar. Pada data inderaan jauh, sesar diperlihatkan sebagai kelurusan lembah. Kelurusan hasil interpretasi citra DEM (Digital Elevation Model) dapat dikelompokkan menjadi 9 kelompok, yaitu kelompok A (75-280), kelompok B (55-70), kelompok C (40-45), kelompok E (10-25), kelompok F (350-5), kelompok G (325-335), kelompok H (310-320) dan kelompok H (285-300). Berdasarkan panjang kelurusan, kelompok kelurusan ini dapat mengetahui sesar regional, yang meliputi, Sesar berarah timur timurlaut - barat baratdaya (sesar mendatar mengiri), sesar timurlaut – baratdaya (sesar mendatar mengiri), sesar baratlaut – tenggara (sesar mendatar menganan), sesar timur – barat (sesar normal), sesar utara – selatan (sesar normal atau sesar mendatar), dan sesar utara timurlaut – selatan baratdaya (sesar mendatar menganan). Keberadaan 4 tambang emas berkaitan dengan keberadaan Sesar berarah timur timurlaut - barat baratdaya (Sesar Cijawer, dan Sesar Cigondang), dan perpotongan sistim sesar baratlaut – tenggara (Sesar Limusnunggal) dan sistim sesar timur timurlaut – barat barat laut (Sesar Cisasungka). Berdasarkan keberadaan sistim sesar, kelurusan dan singkapan batuan terubah, di daerah sekitar Salopa menunjukkan keterdapatan mineralisasi emas. Kata kunci : Citra DEM, kelurusan, sesar, mineralisasi emas, Salopa dan daerah sekitarnya.
Geologi Gunung Padang dan Sekitarnya, Kabupaten Cianjur – Jawa Barat Sutikno Bronto; Billy B. Langi
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i1.28

Abstract

Permasalahan arkeologi Gunung Padang mengemuka apakah sebagai punden berundak di atas batuan bentukan alam atau seluruhnya merupakan bangunan sebuah piramida buatan manusia. Untuk membantu menyelesaikan persoalan itu dilakukan penelitian geologi di daerah Gunung Padang dan sekitarnya. Berhubung daerah ini tersusun oleh batuan gunung api, maka metoda penelitian di dasarkan pada pemahaman geologi gunung api purba dan sejarah geologinya lebih memperhatikan perkembangan volkanisme setempat. Daerah Gunung Padang dan sekitarnya merupakan  perbukitan berketinggian 800 – 1200 m dml., terletak pada perpotongan sesar Cimandiri (WNW – ENE) dengan sesar Gede-Cikondang (NNW – SSE). Batuan penyusun dibagi menjadi enam satuan, yakni Breksi gunung api, Argilik-kuarsa-pirit,  Silisifikasi-urat kuarsa-limonitik, Intrusi andesit gunung Padang, Intrusi andesit pasir Pogor, dan aluvium. Satuan pertama merupakan batuan sisa kerucut komposit Gunung api purba Karyamukti. Kedua satuan batuan ubahan hidrotermal tersebar di dalam fasies pusat dan mewakili batuan terobosan dangkal tua. Satuan intrusi andesit Gunung Padang merupakan hasil erupsi termuda, membentuk leher gunung api yang ke permukaan menjadi sumbat/kubah lava berstruktur kekar kolom. Di sebelah utara Gunung api purba Karyamukti diterobos oleh andesit Pasir Pogor. Sebagai akibat proses geologi endogen dan eksogen sangat lama kekar kolom Gunung Padang semakin lama semakin renggang akhirnya batu kolom roboh berserakan. Oleh manusia masa lalu batu kolom itu kemudian ditata sebagai punden berundak untuk upacara pemujaan, yang sekarang dinamakan Situs Megalitik Gunung Padang. Kata kunci: gunung padang, gunung api purba, karyamukti, kekar kolom
Konfigurasi Cekungan Kuarter Wilayah Kota Mataram, Nusatenggara Barat Berdasarkan Data Mikrotremor Marjiyono Marjiyono
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v17i1.29

Abstract

Informasi geologi bawah permukaan memegang peranan yang penting dalam berbagai aspek kehidupan dasar manusia baik yang menyangkut sumber daya alam, daya dukung dan lingkungan serta kebencanaan. Penerapan kombinasi metode mikrotremor single station dan mikrotremor array telah dilakukan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan dangkal di wilayah Kota Mataram. Pengukuran mikrotremor single station dimaksudkan untuk memperoleh nilai frekuensi resonan tanah, adapun mikrotremor array digunakan untuk sounding kecepatan gelombang geser secara 1D. Hasil pemodelan menunjukkan ada dua lapis litologi dengan lapisan permukaan adalah endapan aluvium, sedangkan lapisan di bawahnya kemungkinan merupakan batuan sedimen yang lebih tua. Konfigurasi cekungan menunjukkan adanya tinggian di bagian timur yang membentuk pola kelurusan berarah barat daya - timur laut, sedangkan pada bagian barat menunjukkan pola cekungan-cekungan yang relatif dalam. Kata kunci : mikrotremor single station, mikrotremor array, konfigurasi cekungan, frekuensi resonan, kecepatan gelombang geser.

Page 2 of 48 | Total Record : 475


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 3 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 2 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 1 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 4 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 3 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 2 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 23 No. 4 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 1 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 2 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 1 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 4 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 3 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 2 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 4 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 3 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 2 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 4 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 3 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 2 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 1 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 4 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 3 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 2 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 1 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 4 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 3 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 3 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 2 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 1 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 4 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 3 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 2 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 1 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 4 (2013): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 5 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 4 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 6 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 5 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 4 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 6 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 5 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 4 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 6 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 5 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 4 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 3 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 6 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 5 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 4 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 6 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 5 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 4 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 2 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi More Issue