Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2017)"
:
9 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KETEPATAN WAKTU PROSES PERSALINAN KALA II DI KLINIK AS SYIFA SURADADI KABUPATEN TEGAL
Rusmini Rusmini;
Ulfatul Latifah;
Tri Ayu Agustina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.473
Angka kematian maternal dan perinatal di Indonesia masih cukup tinggi, salah satu sebab tinggi nya kematian adalah akibat persalinan yang lama. Senam hamil merupakan suatu program latihan untuk mempersiapkan kondisi fisik ibu dengan menjaga kondisi otot -otot dan persendian yang berperan dalam proses persalinan, serta metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbngan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalian yang cepat, mudah dan aman serta mencegah terjadinya kala II. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara keikutsertaan senam hamil dengan ketepatan waktu proses persalinan Kala II Di Klinik Asyifa Suradadi KabupatenTegalTahun 2016. Desain penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengambilan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik “Quota sampling” menetapkan sejumlah anggota sempel secara quantum atau jatah. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis data dengan Chi Square. Dari 30 responden yang mengikuti senam hamil secara teratur di Klinik Asyfa Suradadi Kabupaten Tegal sebanyak 15 orang (50%) dan yang tidak mengikuti senam hamil 15 orang (50%). Waktu kala II persalinan yang tepat sebanyak 20 (66.7%), dan yang tidak tepat sebanyak 10(33.3%). Hasil uji statistik dengan “Uji Chi Square” di dapatkan nilai p -value 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keikut sertaan senam hamil dengan ketepatan waktu proses persalinan kala II pada Di Klinik Asyifa Suradadi Kabupaten Tegal Tahun 2016. Saran bagi instasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang senam hamil dan menerapkan pada pelayanan ANC dan dalam kelas hamil.Kata Kunci :Ibu Hamil, Senam, Waktu Persalinan Kala II
PENGARUH KOMPETENSI DOSEN, MOTIVASI BELAJAR DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF TERHADAP KETERAMPILAN PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM OLEH MAHASISWA PRODI D3 KEBIDANAN UNISSULA SEMARANG
Is Susiloningtyas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.469
Dari hasil uji kompetensi keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim mahasiswa semester IV Prodi D3 Kebidanan Unissula masih ada 10% mahasiswa yang belum kompeten. Berdasarkan hasil kajian teori terhadap masalah tersebut, diduga disebabkan oleh rendahnya kompetensi dosen, motivasi belajar dan IPK mahasiswa. Untuk itu dilakukan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan metode potong lintang. Jumlah sampel 72 responden, pengolahan statistik menggunakan uji korelasi Pearson dan dilanjutkan dengan analisis jalur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dosen, motivasi belajar dan IPK terhadap keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Unissula Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dosen mempunyai pengaruh langsung terhadap keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim sebesar 45.8%, motivasi belajar mempunyai pengaruh langsung terhadap keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim sebesar 49.0% dan IPK mempunyai pengaruh langsung terhadap keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim sebesar 20.7%. Sedangkan berdasarkan analisis jalur kompetensi berpengaruh secara parsial sebesar 38.8%, motivasi sebesar 27.3% dan IPK sebesar 13.8%. Secara simultan pengaruh kompetensi dosen, motivasi belajar mahasiswa dan IPK terhadap keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim sebesar 79.9%.Kata kunci : Kompetensi dosen, Motivasi belajar, IPK, Keterampilan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim
HUBUNGAN ANTARA VULVA HYGIENE DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI BPS NY S DESA GROBOG WETAN KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL TAHUN 2015
Seventina Nurul Hidayah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.470
Ibu nifas yang mengalami luka perineum sangat rentan terhadap terjadinya infeksi, karena luka perineum yang tidak dijaga dan kebersihannya tidak terjaga akan sangat berpengaruh terhadap lama kesembuhan luka perineum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan vuva hygiene dengan lama penyembuhan luka perineum. Penelitian ini merupkan jenis penelitian analitik. Desain atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control atau kasus kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan nonprobability sampling yaitu sampel jenuh atau total sampling sebanyak 50 responden. Data primer didapatkan dari anamnesa dan observasi secara langsung terhadap responden.Hasil penelitian dengan menggunakan Chi Square dengan menggunakan program SPSS dengan dk = 2 dan taraf kesalahan 5 % (taraf kepercayaan 95%) diperoleh x² tabel = 3,481 dan x² hitung = 18,473. Yang berarti x² hitung lebih besar dari x² tabel (25,027 5,991) dan korelasi antara vuva hygiene pada ibu post partum dengan tingkat penyembuhan luka perineum didapatkan P value = 0,000 yang berarti bahwa P value dari α (P value 0,000 0,05). Ini menunjukan bahwa ada Hubungan antara vuva hygiene pada ibu post partum dengan tingkat penyembuhan luka perineum Di BPS Ny S Desa Grobog Wetan Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal Tahun 2015 dengan responden yang melakukan vuva hygiene dengan teratur sebagian besar mengalami tingkat penyembuhan luka perineum dengan kategori cepatKata kunci : Vulva Hygiene, Penyembuhan Luka Perineum
PERBEDAAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG JANIN BERDASARKAN PARITAS DAN USIA KEHAMILAN
Nur Chabibah;
Emi Nur Laela
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.471
Denyut jantung janin (DJJ) dianggap sebagai faktor untuk mengukur kesejahteraan janin dalam rahim. Salah satu faktor yang mempengaruhi DJJ di antaranya yaitu kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang dirasakan ibu hamil sesuai dengan pengalaman yang pernah dirasakannya dan sesuai tahap perkembangan psikologis pada masa kehamilan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa frekuensi denyut jantung janin berdasarkan paritas dan usia kehamilan. Desain penelitian cross sectional, dengan pendekatan Observational. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa, sebanyak 72 responden. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan denyut jantung janin ibu hamil primigravida dan multigravida yang signifikan secara statistik dan klinis (p-value = 0.000, CI = 8.15 – 5.45). Demikian juga untuk denyut jantung janin yang dibedakan menurut usia kehamilan, terdapat perbedaan yang bermakna baik secara klinis maupun statistik denyut jantung janin pada kehamilan trimester 2 dan kehamilan trimmester 3 (p-value = 0.047, CI = 0.04-8.11). Saran untuk tenaga kesehatan, agar memberikan asuhan sesuai dengan status paritas dan umur kehamilan, khususnya ibu hamil dengan faktor resiko, yang harus dilakukan pemantauan lebih lanjut sehingga kemungkinan ketidaknormalan atau komplikasi kehamilan dapat dideteksi, terutama melalui pemeriksaan denyut jantung janin.Kata kunci: Frekuensi, Denyut jantung, Paritas
PERBEDAAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG JANIN BERDASARKAN PARITAS DAN USIA KEHAMILAN
Nur Chabibah;
Emi Nur Laela
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.471
Denyut jantung janin (DJJ) dianggap sebagai faktor untuk mengukur kesejahteraan janin dalam rahim. Salah satu faktor yang mempengaruhi DJJ di antaranya yaitu kecemasan selama kehamilan. Kecemasan yang dirasakan ibu hamil sesuai dengan pengalaman yang pernah dirasakannya dan sesuai tahap perkembangan psikologis pada masa kehamilan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa frekuensi denyut jantung janin berdasarkan paritas dan usia kehamilan. Desain penelitian cross sectional, dengan pendekatan Observational. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa, sebanyak 72 responden. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan denyut jantung janin ibu hamil primigravida dan multigravida yang signifikan secara statistik dan klinis (p-value = 0.000, CI = 8.15 – 5.45). Demikian juga untuk denyut jantung janin yang dibedakan menurut usia kehamilan, terdapat perbedaan yang bermakna baik secara klinis maupun statistik denyut jantung janin pada kehamilan trimester 2 dan kehamilan trimmester 3 (p-value = 0.047, CI = 0.04-8.11). Saran untuk tenaga kesehatan, agar memberikan asuhan sesuai dengan status paritas dan umur kehamilan, khususnya ibu hamil dengan faktor resiko, yang harus dilakukan pemantauan lebih lanjut sehingga kemungkinan ketidaknormalan atau komplikasi kehamilan dapat dideteksi, terutama melalui pemeriksaan denyut jantung janin.Kata kunci: Frekuensi, Denyut jantung, Paritas
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN
Ida Baroroh;
Millatin Puspaningtyas;
Dian Kusumawardani;
Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467
HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN
Ida Baroroh;
Millatin Puspaningtyas;
Dian Kusumawardani;
Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467
HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
EVALUASI KEGIATAN POKJA (KELOMPOK KERJA) LOKALISASI DALAM PENCEGAHAN IMS DAN HIV-AIDS DI LOKALISASI SLOROK SUMBER PUCUNG KABUPATEN MALANG TAHUN 2015
Nur Zad Malikha
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.472
Di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung terdapat 3 Lokalisasi yang memiliki POKJA (kelompok Kerja) dalam pencegahan IMS dan HIV-AIDS di Lokalisasi.Pada laporan cakupan pencapaian kunjungan klinik IMS tahun 2014-2015 didapatkan di Lokalisasi Slorok di dapatkan peningkatan Kasus IMS (2%).Tujuan penelitian untuk mengevaluasi Kegiatan POKJA Lokalisasi dalam Pencegahan IMS danHIV-AIDS di Lokalisasi Slorok Sumberpucung Kabupaten Malang Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Jumlah subyek penelitian di lokalisasi Slorokadalah 4 orang dan informan triangulasi sebanyak 5 orang. Pengumpulandata dengan wawancara mendalam mengunakan kuesioner yang berisi pertanyaan terbuka. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil Penelitian pada pendidikan dan penyuluhan POKJA: setiap tahun dilakukan pelatihan POKJA dan setiap bulan di lakukan pertemuan POKJA rutin yang didalamnya juga membahas permasalahanPOKJA dilokalisasi, sedangkan akses kondom: lokalisasi slorok sudah melakukan secara mandiriwalaupun terkadang masih mendapat dari LSM dan puskesmas akan tetapi tidak ada evalu asi tentangpenggunaannya, untuk pemberdayaan kader: kader WPS lokalisasi SLorok hanya sebagai koordinatormengumpulkan WPS lain saat akan ada pertemuan dan pemeriksaan dan untuk pemeriksaan kesehatanrutin keklinik IMS: dilakukan sebulan sekali dan tes darah setiap 3 bulan, jika terdapat WPS yang IMSmaka puskesmas akan memberitahukan hasil kepada POKJA untuk pemantau an konsumsi obat dandijadwalkan pemeriksaan ulang minggu berikutnya,sedangkan jika ada WPS HIV maka puskesmas akanlangsung ke LSM karena menganggap POKJA masih memiliki stigma yang tinggi kepada ODHA.Kata kunci: Pencegahan IMS dan HIV-AIDS di Lokalisasi.
ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA PADA BAYI DI PUSKESMAS MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2015
Usmiyati Usmiyati;
Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/siklus.v6i1.468
Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MP-ASI ) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi dan diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI.1 Pertumbuhan bayi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan. Di Kota Tegal khususnya Puskesmas Margadana dari laporan bulanan diketahui bahwa pada tahun 2013 terdapat 50 dari 134 bayi yang telah mendapat ASI esklusif sampai 6 bulan. Jadi terdapat sekitar 62,7 % bayi yang mendapatkan MP-ASI terlalu dini/kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku pemberian makanan MP-ASI pada bayi di Puskesmas Margadana pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional pada bayi usia 0 – 6 sebanyak 57 bayi di Puskesmas Margadana sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 bayi sebagai sampel maka terdapat 86 % (49 bayi) yang telah mendapatkan MP-ASI secara dini/kurang dari 6 bulan. Setelah dilakukan uji bivariat dengan taraf kesalahan 5 % dan uji chi square maka dapat diketahui tidak ada hubungan antara masing-masing faktor penyebab tersebut dengan perilaku pemberian MP-ASI secara dini ( p-value) 0,05. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tidak cukup bukti untuk dilakukan uji hubungan atas hipotesis tersebut karena jumlah sampel yang terlalu kecil, khususnya adalah jumlah ibu yang berperilaku baik / memberikan MP-ASI ≥ 6 bulan . Perlu diteliti kembali faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian MP-ASI secara dini dengan mempertimbangkan jumlah sampel yang besar, menggunakan disain yang lebih baik ( kasus control) dan menambah variabel yang diteliti seperti persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI yang dimilikinya.Kata Kunci :MP-ASI, Analisis Perilaku Factor Penyebab