cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020): April" : 30 Documents clear
RESPON PERTUMBUHAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill). YANG DI BERI MIKROBA TANAH SECARA TUNGGAL DAN KOMBINASI Intan yana sakti; Aiyen Tjoa; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroorganisme tanah banyak terdapat di daerah perakaran tanaman (Rizosfer). Pada masa kini, akibat dari pengolahan tanah yang berlanjut terus menerus menyebabkan tanah banyak mengalami kehilangan mikroorganisme. Mikroorganisme tanah terdiri dari jamur dan bakteri. Kehilangan ini disebabkan karena menurunnya kualitas tanah. Kualitas tanah dapat di tingkatkan melalui beberapa alternatif. Salah satunya yaitu dengan pengaplikasian bakteri dan jamur. Peningkatan kualitas tanah dapat terjadi jika mikroorganisme, tanaman dan lingkungan bisa berinteraksi dengan baik. Tanaman yang sehat bisa tercipta jika lingkungan tumbuh serta nutrisinya tercukupi dengan baik. Banyaknya produk hayati yang diciptakan melalui penelitian para peneliti. Bahwa salah satu sarana terbaik menghasilkan produksi tanaman yang maksimal yaitu melalui pemanfaatan perbanyakan mikroorganisme melalui tanaman. Dengan pennyesuaian lingkungan yang cocok dapat dilakukan penggandaan mikroorganisme ini. Contoh alternatif ini bisa memberikan manfaat konservasi tanah, peluang usaha dan penciptaan tenaga kerja serta dapat meningkatkan produksi tanaman yang dijadikan inang. Kualitas tanah yang hilang menyebabkan beberapa kerugian produksi yang muncul seperti gagal panen, tanaman kerdil, tanaman tidak Tahan serangan hama, mudah terserang penyakit, kerugian modal dan lain-lain.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum. Mill) TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK Meliyana Yudita; Muhardi Muhardi; Dastar Sarro
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian pupuk kandang sapi sangat dianjurkan terutama untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, sebagai media pertumbuhan tanaman. Tanaman tomat juga memerlukan unsur hara NPK dalam jumlah yang relatif banyak. Nitrogen diperlukan untuk produksi protein, pertumbuhan daun, dan mendukung proses metabolisme seperti fotosintesis. Fosfor berperan dalam memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang baik pada tanaman muda, sebagai bahan penyusun inti sel (asam nukleat), lemak, dan protein. Kalium berperan membantu pembentukan protein dan karbohidrat, meningkatkan resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit, serta memperbaiki kualitas hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK yang memberikan pengaruh paling baik terhadap respon petumbahan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum. Mill). Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi,Sulawesi Tengah. penelitian berlangsung pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2018. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu P0 = kontrol (Tanpa pupuk), P1 = Pupuk kandang sapi 10 ton/ha (setara dengan 5,67 kg per bedeng), P2 = pupuk kandang sapi 20 ton/ha (setara dengan 11,34 kg per bedeng), P3 = pupuk NPK 500 kg/ha (setara dengan 280 g per bedeng), P4 = pupuk kandang sapi 10 ton/ha + pupuk NPK 500 kg/ha dan P5 = pupuk kandang sapi 20 ton/ha + pupuk NPK 500 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK memberikan pengaruh paling baik terhadap petumbuhan dan hasil tanaman tomat yaitu perlakuan pupuk kandang sapi 20 ton/ha + pupuk NPK 500 kg/ha (P5) hampir pada semua parameter pengamatan terkecuali tinggi tanaman tomat.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA PEMBERIAN LIMBAH KULIT BIJI KOPI Nurhaeni Nurhaeni; Sri Anjar Lasmini; Abd. Hadid
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit biji kopi dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia yang dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Hasil analisis NPK limbah kulit biji kopi yang telah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, diketahui bahwa dalam 100 g limbah kulit biji kopi mengandung Nitrogen sebanyak 0,47%, Fosfor 0,06%, dan Kalium 0,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada pemberian limbah kulit biji kopi. Kegunaan penelitian ini adalah dapat menjadi bahan informasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang dimulai pada bulan Juni-Agustus 2018. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok, dalam penelitian ini terdapat 8 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 3 tanaman, dengan demikian diperoleh 72 sampel tanaman dan masing- masing perlakuan terdiri dari P0 (Kontrol), P1 (50g), P2 (100g), P3 (150g), P4 (200g), P5 (250g), P6 (300g) dan P7 (350g). Penelitian ini terdapat 9 variabel pengamatan, yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (mm), panjang akar (cm), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), bobot segar akar (g) dan bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah kulit biji kopi memberikan pengaruh terhadap parameter penelitian, kecuali pada panjang akar dan perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan 350g/polybag.
ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PARIGI MOURONG Kadek Mega Astini; Effendy Effendy; Arifuddin Lamusa
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sektor pertanian di Kabupaten Parigi Moutong, apakah sektor pertanian dan subsektornya merupakan sektor basis atau nonbasis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 hingga Mei 2018. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Parigi Moutong dan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2012-2016. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sektor pertanian subsektor pertanian dan sub-subsektor tanaman pangan memperoleh nilai LQ>1, hal tersebut menjelaskan bahwa sektor dan subsektor tersebut merupakan sektor dan subsektor basis, subsektor pertanian lain yaitu subsektor tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, jasa pertanian dan perburuan, subsektor kehutanan dan penebangan kayu dan subsektor perikanan memeperoleh nilai LQ<1 yang berarti subsektor tersebut merupakan subsektor non basis.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA(Citrullus vulgaris, Schard) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DAN MULSA ORGANIK Nursakina Nursakina; Ramli Ramli; Bahrudin Bahrudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui responpemberian dosis pupuk NPK dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: P1 :5 g/tanaman P2:10 g/tanamanP3:15 g/tanamanP4:20 g/tanaman Faktor kedua adalah pemberian mulsa organik (M) dengan 3 taraf perlakuan yaitu: M0 = Tanpa mulsaM1= Mulsa sekam padiM2= Mulsa jerami padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian jenis mulsa jerami padi memberikan hasil terbaik terhadap pengamatan bobot buah semangka.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI HASIL TANGKAP NELAYAN DI DESA LOJI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Kadek Rina Mariani; Afandi Afandi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan pangan protein nasional, dan penyediaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja, lama melaut, mesin kapal, jarak tempuh melaut dan pengalaman melaut terhadap hasil tangkap nelayan di Desa Loji. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Loji Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Februari 2018 sampai April 2018. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan Metode Sensus yaitu dengan menggambil jumlah keseluruhan terhadap semua nelayan aktif sebanyak 30 nelayan yang ada di Desa Loji. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 3.134 berpengaruh secara bersama-sama terhadap hasil tangkap nelayan di Desa Loji, sedangkan hasil uji t variabel modal kerja (thitung = 4.896) lama melaut (thitung = 2.087) mesin kapal (thitung = 6.541) jarak tempuh melaut (thitung = 4.000) pengalaman melaut (thitung = 6.364) masing-masing secara individu berpengaruh nyata terhadap hasil tangkap nelayan pada tingkat kepercayaan 95%.
DISTRIBUSI NITROGEN PADA LAPISAN TOP SOIL DAN SUB SOIL PADA EMPAT PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA DI DESA PETIMBE Husnaeni Husnaeni; Anthon Monde; Ramlan Ramlan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Distribusi nitrogen pada lapisan top soil dan sub soil pada empat penggunaan lahan yang berbeda di desa petimbe kecamatan palolo kabupaten sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Pengamatan serta pengambilan sampel tanah dilakukan berdasarkan pertimbangan peneliti (purposive sampling) yaitu dengan berdasarkan jenis penggunaan lahan dan kemiringan lereng. Sifat kimia tanah dapat di artikan sebagai keseluruhan reaksi kimia yang berlangsung antara penyusun dan bahan yang ditambahkan kedalam tanah. Analisis data dilakukan di laboratorium dilakukan dengan metode Walkle dan Black untuk analisis C-organik dan N-total dengan menggunakan metode Kjeldhal. Diantara empat penggunaan lahan, lahan dengan kandungan C-organik tertinggi terdapat pada lahan kakao 2,53% dan hutan 2,71% sedangkan di lahan jagung 0,25% dan kakao 0,26% suple untuk kandungan hara nitrogen cenderung relatif lebih baik. Pada lahan jagung dan kakao sangat dibutuhkan pemupukan organik agar unsur hara pada lahan tersebut stabil dan dilakukan penanaman secara bergantian atau tumpangsari.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA SIDOLE KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Nuryadin Nuryadin; Danang Widjajanto; Rachmat Zainuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya Kakao di Desa Sidole Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode survai. Unit lahan di tentukan dari hasil overlay peta kelerengan dan peta penggunaan lahan pada skala 1:70.000. Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan sistem kunci. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk pengembangan tanaman kakao di daerah penelitian tergolong cukup sesuai dengan kendala utama kesuburan tanah dan ketersediaan nutrisi tanaman (S2-fn). Usaha perbaikan yang dapat dilakukan adalah pemberian bahan organik dan pemupukan urea. Selanjutnya hasil evaluasi lahan pada SPL III dan IV menunjukkan bahwa pada wilayah tersebut tergolong pada lahan sesuai marginal dengan kendala utama bahaya erosi dan kelerengan (S3-e). Pengendalian erosi tanah dengan menerapkan metode teras individu dapat digunakan untuk meningkatkan kesesuaiannya untuk pengembangan budidaya kakao.
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK DARI FORMULA TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata Durchesne ex poir) DENGAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) Fitriani Fitriani; Syahraeni Kadir; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang memberikan karakteristik fisik dan kimia kerupuk terbaik dan mendapatkan formula tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang memberikan karakteristik organoleptik yang disukai oleh panelis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk karakteristik fisik dan kimiawi dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk karakteristik organoleptik. Adapun penelitian menggunakan satu faktor yang terdiri dari lima taraf formula, yaitu P1 = Tanpa Tepung Labu Kuning dan Tanpa Tepung Daun Kelor, P2 = 30% Tepung Labu Kuning, P3 = 29% Tepung Labu Kuning dan 1% Tepung Daun Kelor, P4 = 28% Tepung Labu Kuning dan 2% Tepung Daun Kelor, P5 = 27% Tepung Labu Kuning dan 3% Tepung Daun Kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kerupuk yakni daya kembang yang terbaik 141,92% (tanpa tepung labu kuning dan tepung daun kelor). Karakteristik kimia kerupuk yang dihasilkan pada kombinasi tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang terbaik diantaranya kadar air yakni 2,49% (tanpa tepung labu kuning dan tepung daun kelor), kadar lemak yakni 20,64% (30% tepung labu kuning), kadar serat dan kapasitas antioksidan yakni 1,10% dan 59,53% (28% tepung labu kuning dan 2% tepung daun kelor). Uji organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) menunjukkan bahwa kerupuk yang paling disukai oleh panelis yakni kerupuk yang terbuat dari 30% tepung labu kuning.
POPULASI LARVA PENGGEREK BATANG PADI PUTIH Scirpophaga innotata Wlk. (LEPIDOPTERA : PYRALIDAE) SERTA PRODUKSI PADA DUA VARIETAS PADI DI KECAMATAN BALINGGI Ni Putu Ayu Sriningsih; Moh. Yunus; Moh. Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggerek batang padi putih merupakan hama utama tanaman padi di Indonesia. Penggerek batang padi putih memiliki pola sebaran populasi mengelompok, intensitas serangannya menyebar ketanaman padi sehingga dapat menyebabkan kehilangan hasil yang lebih tinngi dibandingkan penggerek batang padi yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi, intensitas serangan hama S. innotata serta produksi padi varietas Cigeulis dan Ciherang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai april 2018 dari pukul 15.00 sampai 20.00 Wita, yaitu di Desa Panca Sari Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Mautong, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survai. Hasil penelitian yang dihitung menggunakan uji-t menunjukkan bahwa varietas padi Cigeulis dan Ciherang berbeda sangat nyata, populasi hama S. innotata tertinggi pada varietas padi Cigeulis dengan rata-rata 5,65 ekor/rumpun dan terendah pada varietas padi Ciherang dengan rata-rata 4,4 ekor/rumpun. Tingginya populasi hama S. innotata berpengaruh pada intensitas serangan serta hasil produksi tanaman padi.

Page 2 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue