cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003" : 6 Documents clear
MENYADARI POTENSI AKSESORIS DALAM UPAYA PENGHADIRAN SEBUAH TEMPAT Honggowidjaja, Stephanus P.
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.058 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 127-140

Abstract

Space is neutral in the beginning. When a space make in a certain atmosphere, the space will be change to be a certain place. Apparently, accessory which often connotated as an element of decoration has mean ability to attending a place. Ruang pada mulanya bersifat netral. Ketika sebuah ruang diberi suasana tertentu, maka akan berubah menjadi sebuah tempat tertentu pula. Aksesoris yang acapkali dikonotasikan sebagai unsur dekorasi ternyata memiliki kemampuan yang sangat berarti dalam penghadiran sebuah tempat. Kata kunci : aksesoris, ruang, tempat.
PERAN WARNA PADA INTERIOR RUMAH SAKIT BERWAWASAN ‘HEALING ENVIRONMENT’ TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN PASIEN Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.683 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 141-156

Abstract

The successful of human healing process is a complexity which is connected between fisiological condition and psychological condition (inner mind) of human being. Both of them have contribution in healing process. To support the patient's psychological condition, it needs to be created a healt and comfort environment, in term psychologically can give positive support for healing process. Interior design in hospital is a made-environment which its existence has a direc relationshipwith patient. By element of design for example color, it can be created an environment or atmosphere of space which supports healing process. Abstract in Bahasa Indonesia : Keberhasilan proses penyembuhan manusia merupakan kompleksitas yang terjalin antara kondisi fisiologis dengan kondisi psikologis (inner mind) manusia. Keduanya mempunyai kontribusi dalam proses penyembuhan. Untuk mendukung kondisi psikologis pasien perlu diciptakan lingkungan yang menyehatkan, nyaman, dalam arti secara psikologis lingkungan memberikan dukungan positif bagi proses penyembuhan. Desain interior dalam rumah sakit merupakan lingkungan binaan yang keberadaannya berhubungan langsung dengan pasien. Melalui elemen-elemen desain seperti warna, dapat diciptakan sebuah lingkungan atau suasana ruang yang dapat mendukung proses penyembuhan. Kata kunci : warna, desain interior, proses penyembuhan.
KONSTRUKTIVISTIK: ARAH BARU PEMBELAJARAN DESAIN Moeljadi Pranata, Y.
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.961 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 157-172

Abstract

Challenge to face the future in design education is on preparation of the students to life in professional career in the world which full of changes. A new approach is a constructivist learning offer as one of alternative. This approach is pressured on a student centered learning, learning to learn. Abstract in Bahasa Indonesia : Tantangan untuk menghadapi masa depan dalam pendidikan desain terletak pada persiapan para mahasiswa desain untuk hidup berkarir profesional dalam dunia yang penuh dengan perubahan. Pendekatan baru berupa pembelajaran konstruktivistik ditawarkan sebagai salah satu alternatif. Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada aktivitas mahasiswa, belajar bagaimana belajar. Kata kunci : pendidikan desain, pembelajaran konstruktivistik.
PERANAN PRESENTASI DESAIN DALAM PENDIDIKAN DESAIN INTERIOR Setiawan, Andereas Pandu
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.452 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 85-96

Abstract

The development of interior design education obliges the presence of a message delivered to the design client that can be understood clearly and occurately, according to the designer's idea or to the user's demand. The design schemes that are accumulated in the student's mind are often muddled up and as a result, the message is poorly delivered to the design educator or the interior design user, although physically, the design appears to be astonishing. The same is the case when the students introduce their design work trough a poor presentation that hence causes their ideas to seem dull, their imagination not delivered and finally the design becomes raw and appears to be in the wrong direction or aim. The role of an educator and interior design education is to prepare and guide a design candidate, in this case the interior student, to develop a positive capability to be able to apply strategical step in presenting design work accurately according to the concept, imagination as well the demand of the design user. Abstract in Bahasa Indonesia : Perkembangan pendidikan desain interior menghendaki adanya penyampaian karya kepada pengguna desain (klien desain) yang dapat dipahami secara lugas, tepat, sesuai dengan gagasan perancang maupun tuntutan pengguna desain interior. Rancangan-rancangan yang ada dalam benak mahasiswa sering rancu dan akhirnya tidak tersampaikan dengan baik kepada para pendidik desain atau kepada pengguna desain interior, meskipun secara fisik tampilan karya mengagumkan. Hal ini disebabkan karena cara mahasiswa memaparkan karya lewat presentasi yang kurang tepat, sehingga gagasan-gagasan yang ada menjadi tumpul, imajinasi yang tak tersampaikan, akhirnya desain menjadi mentah dan terlihat tidak terarah dan tidak bertujuan. Peranan pendidik dan pendidikan desain interior adalah mengolah dan mengarahkan potensi positif calon desainer, dalam hal ini mahasiswa desain interior, untuk dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam mempresentasikan karya-karyanya sesuai dengan konsep, imajinasi, dan tuntutan pengguna desain. Kata kunci : presentasi desain, pendidikan, desain interior.
BERPIKIR KRITIS KREATIF (Sebuah Model Pendidikan di Bidang Desain Interior) Wardani, Laksmi Kusuma
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.723 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 97-111

Abstract

Basically, designing is a process that involve means to process (information), subjects processed (problem) and the processors (designer). On the other hand, design quality is not only measured from one's originality and creativity in implementing the design but also from his reasonability to explain, elicit, analyze and solve his problems, then he should make his best decisions. To acquire optimal results, he needs certain thinking methods both in curriculum and in its implementation. As a major in art and design, interior design tries to form integrated professional design by integrating science, technology, art, and professionalism. Curriculum material is directed to the essence of space planning and structuring in technical and aesthetic approaches. On the other hand, to support learning and teaching process and its professionalism, the implementation of education focuses on the development of creativity, academic and science knowledge, and the training of basic skills and emphasizes cognitive, psychomotoric, and affective, matters to encourage trainees to think in divergent and convergent manner. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada dasarnya mendesain adalah sebuah proses yang melibatkan alat untuk memproses (informasi), subjek yang diproses (masalah) dan pemroses (pendesain). Sedangkan kualitas desain tidak hanya diukur dari orisinalitas dan daya kreativitas seseorang dalam menampilkan desain, tapi juga dari penalarannya untuk menguraikan, menjabarkan, menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi, kemudian mengambil keputusan yang terbaik. Dan untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan suatu metodologi berpikir tertentu, baik dalam kurikulum maupun pelaksanaannya. Sebagai jurusan di bidang seni dan desain, desain interior berupaya membentuk integrated professional dengan mempertautkan bidang keilmuan, teknologi, kesenian, dan profesionalisme. Materi kurikulum diarahkan pada pemahaman teoritis tentang kaidah perencanaan dan perancangan ruang dalam pendekatan teknis dan estetis. Sedangkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan profesionalisme, pelaksanaan pendidikan dititikberatkan pada pengembangan kreativitas, pengembangan wawasan keilmuan dan akademik serta pembekalan dasar keahlian, dengan penekanan pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif, yang mendorong peserta didik untuk berpikir divergen dan konvergen. Kata kunci : pendidikan berpikir, kritis, kreatif.
EKO-INTERIOR DALAM PENDEKATAN PERANCANGAN INTERIOR Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.676 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 112-126

Abstract

Space as the nearest environment for human activities is a media which have to design in a good act, so good that can be accommodate the activities and influence the productivity to be maximal. As shapers of the physical-environment, interior designers play a unique role in determining how people experience their environment. Part of interior designers role is help create a healthy, a humane, and civilized place for human activities with eco-interiors approach by designing in choices about such elements as building materials, lighting systems, and air control systems. In eco-interiors approach, creativity and decision by making environment-sensitive that expand the concept of a humane environment are need to include a responsible attitude toward the environment itself. That is part of the interior design approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Ruang sebagai lingkungan terdekat manusia dalam beraktivitas merupakan media yang harus dirancang dengan baik, sehingga dapat mewadahi aktivitas dan mempengaruhi produktivitas secara lebih maksimal. Desainer interior selaku kreator perwujudan pembangunan fisik berperan penting dalam menentukan bagaimana manusia berlaku dan memperlakukan lingkungannya. Salah satu peranan desainer interior adalah membantu mewujudkan cipta ruang sehat, ramah lingkungan, beradab, dan berbudaya dengan pendekatan eko-interior melalui pemilihan bahan bangunan (pembentuk ruang dan pelengkap ruang), penentuan sistem pencahayaan, dan penentuan sistem penghawaan. Dalam eko-interior, kreativitas dan keputusan yang peka terhadap konsep ramah lingkungan sangat diperlukan untuk menanamkan sikap bertanggungjawab terhadap lingkungan itu sendiri. Inilah bagian dari pendekatan perancangan interior. Kata kunci : eko-interior, bahan bangunan, sistem pencahayaan, sistem penghawaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6