cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): Februari" : 6 Documents clear
POTENSI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DALAM SEDIAAN TOPIKAL : TINJAUAN LITERATUR Oktavia, Fatza Ayu; Nurwaini, Setyo
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.721

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional semakin diminati, seiring meningkatnya kesadaran akan efek samping obat kimia. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, memiliki beragam potensi farmakologi. Studi ini merupakan literature review yang merangkum dan menganalisis informasi terkait formulasi ekstrak daun kemangi dalam sediaan topikal melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar menggunakan kata kunci (“sediaan topikal” OR “topical formulation”) AND (“kemangi” OR “Ocimum basilicum L.”). Artikel merupakan artikel tahun 2019-2024, free full text berbahasa Indonesia ataupun Inggris, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 10 artikel terpilih, terdapat 4 bentuk sediaan topikal ekstrak daun kemangi yaitu salep, gel, spray, dan krim. Beberapa formula menunjukkan sifat fisik yang belum memenuhi persyaratan sediaan farmasi yang baik. Ekstrak daun kemangi terbukti memiliki aktivitas penyembuh luka, antibakteri, antioksidan, dan sebagai tabir surya yang terkait dengan kandungan senyawa aktif dalam daun kemangi.
VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV PADA MATRIKS LOTION PEMUTIH YANG DIJUAL ONLINE Nafilah, Nafilah; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.971

Abstract

Badan Pengawasan Obat dan Makanan menetapkan hidrokuinon dalam lotion pemutih tidak diperbolehkan dikarenakan efek yang membahayakan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan hidrokuinon yang terdapat pada lotion pemutih. Metode pengujian menggunakan metode secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kualitatif dengan FeCl3 1% dan kromatografi lapis tipis menunjukkan 5 sampel tanpa izin edar positif mengandung hidrokuinon. Pengujian secara kuantitatif dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV dengan panjang gelombang 294 nm dengan nilai y=0,0523x + 0,0189 dan nilai r2 = 0,9974. Hasil yang didapatkan pada validasi metode yaitu didapatkan persamaan regresi linearitas nilai r2 sebesar 0,9996, LoD 0,143 ppm dan LoQ 0,476 ppm, presisi dengan nilai RSD 0,892%, nilai perolehan kembali yaitu 99,426; 99,809; dan 99,001%. Berdasarkan hasil pengukuran kadar hidrokuinon terdapat 5 sampel uji tanpa izin edar yang mengandung hidrokuinon dengan kadar 5,062-9,554 ppm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Rahmah, Vania Wardatu; Maryati, Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i1.972

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) dan madu hutan telah terbukti memiliki sifat antibakteri. Daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berperan dalam aktivitas antibakterinya. Sementara itu, madu hutan bersifat antibakteri karena keasaman yang tinggi, konsentrasi gula yang besar, serta adanya senyawa hidrogen peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri dari ekstrak daun kelor dan madu hutan, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode difusi agar dengan teknik sumuran dipilih untuk menguji aktivitas antibakteri. Pada pengujian sediaan tunggal digunakan konsentrasi 80%, 60%, 40%, dan 20% sedangkan pada pengujian kombinasi digunakan konsentrasi   80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, dan 20%:80%. Hasil pengukuran aktivitas antibakteri dari sediaan tunggal daun kelor dan madu hutan menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 80% dengan rata-rata 19,3 mm, dan madu hutan menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi yang sama dengan rata-rata 15 mm. Sementara itu, pada pengujian sediaan kombinasi, zona hambat terbesar ditemukan pada perbandingan 80% ekstrak daun kelor dengan 20% madu hutan, dengan rata-rata 13,3 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor dan madu hutan menghasilkan zona hambat yang lebih kecil jika dibandingkan dengan zona hambat sediaan tunggalnya. 
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN RAWAT INAP DISLIPIDEMIA DENGAN TERAPI STATIN DI RUMAH SAKIT SURAKARTA Wati, Abil Lia; Mutmainah, Nurul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.975

Abstract

Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein), trigliserida (TG), dan penurunan kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein). Drugs Related Problems (DRPs) pada pasien dislipidemia dapat menyebabkan target penurunan lipid tidak tercapai sehingga kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi DRPs kategori indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, dosis obat terlalu tinggi, dosis obat terlalu rendah, dan interaksi obat pada pasien rawat inap dislipidemia dengan terapi statin di RS Surakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi DRPs berdasarkan PCNE Vol.9.1 kategori indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi, dosis obat terlalu tinggi, dosis obat terlalu rendah, dan interaksi obat pada seluruh obat yang diterima pasien. Kriteria inklusi mencakup pasien rawat inap terdiagnosis dislipidemia yang mendapatkan terapi statin dengan usia >18 tahun dengan atau tanpa penyakit penyerta. Hasil penelitian dari 77 pasien, peresepan obat terbanyak yaitu 94,8% menggunakan atorvastatin. Sebanyak 731 peresepan obat yang dianalisis, ditemukan 43 (5,88%) kasus DRPs yang terdiri dari 6 (0,82%) kasus indikasi tanpa obat, 4 (0,55%) kasus dosis obat terlalu tinggi, 16 (2,19%) kasus dosis obat terlalu rendah, 17 (2,33%) kasus interaksi obat, dan tidak ada kasus obat tanpa indikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih terdapat kejadian DRPs pada pasien dislipidemia dengan terapi statin di instalasi rawat inap RS Surakarta tahun 2024. Dengan demikian, diperlukan peningkatan peran apoteker untuk melakukan monitoring serta evaluasi terapi seperti memastikan ketepatan indikasi, pemilihan obat, evaluasi dosis, serta pemantauan parameter klinis.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SURAKARATA Putri, Mheyazuhra Shiva Regina Hardiana; Nugraheni, Ambar Yunita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.977

Abstract

Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Indonesia. Penatalaksanaan terapi yang tidak sesuai dapat menimbulkan drug related problems(DRPs), sehingga menghambat tercapainya hasil terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DRPs meliputi terapi obat tanpa indikasi, indikasi tanpa terapi, terapi obat tidak efektif, kontraindikasi, dosis lebih, dosis kurang dan interaksi obat pada pasien pediatri dengan diagnosis GEA di Instalasi rawat Inap Rumah SakitSurakarta tahun 2024. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakandata rekam medis pasien GEA pediatri yang memenuhi kriteria inklusi. Inklusi penelitian meliputi pasien pediatri usia 0-18 tahun yang didiagnosis GEA, memperoleh lebih dari satu jenis obat, serta memiliki data rekam medis lengkap meliputi data pasien, data terapi, data lab (jika ada). Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Data dianalisis secaradeskriptif berdasarkan pedoman terapi gastroenteritis akut dan panduan praktik klinis rumah sakit. Hasil penelitian diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 pasien dengan kejadian DRPs sebesar 66,25%.DRPs paling banyak terjadi pada kategori terapi obat tidak efektif (21,25%),diikuti dengandosis kurang (8,75%), indikasi tanpa terapi (11,25%), obat tanpa indikasi (7,5%), interaksi obat (7,5%), kontraindikasi (6,25%), dan dosis lebih (5%). Kategori DRPs paling tinggi adalah terapi obat tidak efektif, terutama terkait penggunaan terapi rehidrasi yang tidak sesuai pedoman. Hasil ini menunjukkan pentingnya evaluasi rasionalitas terapi pada pasien pediatri GEA untuk mencegah kegagalan terapi dan risiko efek samping.
ANALISIS KADAR HIDROKUINON DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV PADA KRIM PEMUTIH YANG DIPASARKAN DI SUKOHARJO Rizki, Oktaviani Syafitriana Nur; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.986

Abstract

Badan Pengawasan Obat dan Makanan menetapkan hidrokuinon dalam krim pemutih tidak diperbolehkan dikarenakan efek yang membahayakan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah krim pemutih yang berasal dari klinik kecantikan di daerah Sukoharjo sudah memenuhi standarisasi keamanan yang terbebas dari kandungan hidrokuinon. Metode pengujian menggunakan metode kualitatif dan kuantititatif. Uji kualitatif dengan menggunakan pereaksi FeC 1 % dan memberikan hasil yang positif pada semua sampel krim karena adanya perubahan warna dan endapan berwarna kuning dan ada yang menjadi kehitaman. Pengujian kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV dengan panjang gelombang 290,5 nm dengan nilai y= 0,0242x+0,0362 dan  0,9965. Parameter validasi metode untuk linearitas memberikan hasil  0,996. Nilai LoD dan LoQ sebesar 1,68 dan 5,61 ppm. Nilai uji ripitabilitas dan presisi antara memberikan hasil %RSD <2%, dan untuk uji akurasi memberikan hasil %recovery pada rentang 98-106%. Hasil kadar hidrokuinon krim pagi didapatkan pada krim A 0,022%, krim B 0,028%, dan krim C sebesar 0,017%. Kadar krim pemutih dalam krim malam didapatkan kadar pada sampel D 0,0021%, krim E 0,0027%, dan krim F 0,0024%. Hasil disimpulkan bahwa krim pemutih yang berada di klinik kecantikan sukoharjo masih ditemukan kandungan hidrokuinon pada krim yang diuji.

Page 1 of 1 | Total Record : 6