cover
Contact Name
Oki Wahyu Setiawan
Contact Email
okiyusewan2020@gmail.com
Phone
+6281311722528
Journal Mail Official
reaksi@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.165, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65300
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 29646030     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/reaksi
Core Subject : Economy,
Publish all forms of quantitative and qualitative research articles as well as other scientific studies related to the fields of Accounting, Finance, and Information Systems.
Articles 238 Documents
Memaknai Praktik Financial Distress Di Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Ugt Sidogiri Malang Syaelendra, Azzahra Shabrina Adila; Mulawarman, Aji Dedi
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.337

Abstract

This research aims to determine whether BMT UGT Sidogiri Malang identifies the high non-performing financing and high operating cost that cause financial distress. This research applies ethnomethodology, conducted from November to December 2023. The data are collected through participant observation and interviews conducted on November 13, 2023 and December 4, 2023. The results of the research exhibit that BMT UGT Sidogiri Malang identifies the high non-performing financing and high operating cost resulting in financial distress. In order to avoid high non-performing financing, the financing department of BMT UGT Sidogiri Malang needs to undergo a careful analysis of potential debtors and classify the collectability of debtors. The collectability classification at BMT UGT Sidogiri Malang is divided into 4, namely from a range of 1 which means current to 4 which means bad financing. Meanwhile, in order to avoid high operating cost, BMT UGT Sidogiri Malang management needs to set targets before the current year. If in the current year operating cost are swollen, management needs to make adjustments to operating cost items, respectively. Adjustments are defined as the value of operating cost items that can be added or reduced. BMT UGT Sidogiri Malang also applies amicable way for its operational activities, especially when resolving bad financing and dealing with requests for social donations from the surrounding community.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah BMT UGT Sidogiri Malang melihat jumlah pembiayaan macet yang tinggi dan biaya operasional yang besar dapat menyebabkan financial distress. Etnometodologi digunakan untuk melakukan penelitian selama bulan November hingga Desember 2023. Metode pengumpulan data melalui pengamatan partisipan dan wawancara yang dilakukan pada 13 November 2023 dan 4 Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT UGT Sidogiri Malang melihat jumlah pembiayaan macet yang tinggi dan biaya operasional yang besar dapat berisiko terjadinya financial distress. Agar terhindar dari pembiayaan macet yang tinggi, bagian pembiayaan BMT UGT Sidogiri Malang perlu melakukan analisis calon debitur secara cermat serta melakukan penggolongan kolektibilitas pada debitur. Penggolongan kolektibilitas di BMT UGT Sidogiri Malang terbagi menjadi 4, yakni dari rentang 1 yang bermakna lancar hingga 4 bermakna macet. Sementara itu, agar terhindar dari biaya operasional yang besar, manajemen BMT UGT Sidogiri Malang perlu menyusun target sebelum tahun berjalan. Apabila di tahun berjalan biaya operasional bengkak, manajemen perlu melakukan penyesuaian terhadap pos-pos biaya operasional. Penyesuaian diartikan sebagai nilai dari pos-pos biaya operasional dapat ditambahi maupun dikurangi sehingga sesuai dengan target yang seharusnya. BMT UGT Sidogiri Malang menerapkan prinsip kekeluargaan saat menjalani kegiatan operasionalnya, khususnya ketika menyelesaikan pembiayaan macet serta menghadapi permintaan dana sumbangan sosial dari masyarakat sekitar.
Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi Regina, Raissa Erya; Djamhuri, Ali
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.346

Abstract

Having relatively high economic freedom, Indonesia faces intense business competition, compelling companies to continually enhance their business strategies to compete amid economic turnover. As such, it leads companies to implement a business strategy such as mergers and acquisitions to achieve economic gains. This research aims to analyze the company financial performance differences before and after mergers and acquisitions, involving the samples of 22 companies undergoing mergers in 2020, and data collected from the period of 2017 to 2022. This research employs a quantitative approach, utilizing the Wilcoxon Signed Ranks Test for analysis. The findings reveal no significant differences in return on equity (ROE), current ratio (CR), or debt-to-asset ratio (DAR) before and after mergers and acquisitions. However, notably, the Total Asset Turnover Ratio (TATO) experiences a significant decrease post-merger and acquisition. The implications of this research highlight the need for an evaluation of asset management strategies and emphasize the importance of focusing on optimizing operational integration to mitigate negative impacts post-mergers and acquisitions.   Abstrak Sebagai negara dengan tingkat kebebasan ekonomi yang relatif tinggi, Indonesia menghadapi persaingan usaha yang menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan strategi bisnisnya agar dapat bersaing di tengah perputaran ekonomi. Salah satu strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan adalah melakukan merger dan akuisisi dengan tujuan untuk meraih keuntungan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Sampel dalam penelitian ini melibatkan 22 perusahaan yang melakukan merger pada tahun 2020, dengan pengumpulan data dilakukan dalam rentang periode 2017-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menerapkan teknik analisis Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada Return on Equity (ROE), Current Ratio (CR), dan Debt to Asset Ratio (DAR) antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Namun, menariknya, Total Asset Turnover Ratio (TATO) malah mengalami penurunan yang signifikan pascamerger dan akuisisi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi pada strategi manajemen aset dan penting untuk fokus pada optimalisasi integrasi operasional guna memitigasi dampak negatif pascamerger dan akuisisi.
Pengaruh Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Tianingrum, Putri Andriany Agus; Roekhudin
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.380

Abstract

The rapid development of the business world requires companies to increase their value, which is the basis for investor and public perceptions in assessing and analyzing the company's financial performance. Also, investors now consider the company's economic, social, and environmental responsibilities in making investment decisions. This research examines the effect of Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure and profitability on the firm value of food and beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2022. This research includes 50 samples based on established criteria, selected through purposive sampling, and analyzed by multiple regression. The CSR disclosure is measured based on the 2016 Global Reporting Initiative Standards indicator items, profitability is represented by Return on Equity (ROE), and firm value is represented by Tobin’s Q. The results of this research exhibit that the CSR disclosure partially has no positive effect on firm value while profitability partially has a positive impact on firm value. Simultaneously, CSR disclosure and profitability have a positive effect on firm value. Abstrak Semakin pesatnya perkembangan dunia bisnis mengharuskan perusahaan mampu meningkatkan nilai perusahaan yang dijadikan dasar persepsi investor dan masyarakat dalam menilai serta menganalisis kinerja keuangan perusahaan. Seiring dengan hal itu,  Kini investor juga mempertimbangkan tanggungjawab ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan dalam mengambil keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh luas pengungkapan Corporate Social Responsibility dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan manufaktur sub sektor industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda dengan metode penentuan sampel purposive sampling dan kemudian diperoleh 50 buah sampel yang memenuhi kriteria. Variabel luas pengungkapan CSR diukur berdasarkan item indikator Global Reporting Initiative Standards 2016, variabel profitabilitas diproksikan dengan Return on Equity (ROE), sedangkan variabel nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas pengungkapan CSR secara parsial tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan variabel profitabilitas secara parsial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Serta variabel luas pengungkapan CSR dan profitabilitas secara simultan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Analisis Pengungkapan Laporan Corporate Social Responsibility Pt Bank Mandiri (Persero), Tbk Tahun 2019-2021 Berdasarkan Standar Global Reporting Initiative Siburian, Sri Juliana; Rahmanti, Virginia Nur
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.394

Abstract

This study aims to analyze the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) activity of PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, in 2019-2021 based on the Global Reporting Initiative (GRI) standard. This study applies a qualitative approach involving secondary data from the company sustainability reports from 2019 to 2021. The results of this study indicate that, of the three categories required by the GRI standard (economic, social, and environmental), from 2019 to 2021, the company focused its disclosure in the financial category with a percentage of  92% and social category with a percentage of 43,3% but not in the environmental category with a percentage of 31% due to its low profile classification that has a relatively low impact on the environment. The company has reported its CSR activities in the sustainability report, separate from the annual report. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan laporan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Persero), Tbk tahun 2019-2021 dengan merujuk pada standar GRI (Global Reporting Initiative). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data sekunder berupa sustainability report dari tahun 2019-2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga kategori yang dipersyaratkan oleh GRI standar yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan , PT Bank Mandiri (Persero), Tbk dari tahun 2019-2021 memiliki fokus pengungkapan di dalam  kategori ekonomi dengan persentase sebesar 92% dan kategori sosial dengan persentase sebesar 43,3% dan kurang dalam pengungkapan kategori lingkungan dengan persentase sebesar 31%. Hal tersebut dikarenakan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk diklasifikasikan sebagai perusahaan low profiledampak yang relatif rendah terhadap lingkungan, sehingga persentase rata-rata pengungkapan di dalam kategori lingkungan sangat rendah. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk telah melaporkan kegiatan CSRnya di dalam sustainability report yang terpisah dari annual report.
Pengaruh Corporate Governance Dan Kompensasi Eksekutif Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Kusumaning Ayu Meryam Julyanda Putri; Saraswati, Erwin
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 3 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.3.399

Abstract

This study aims to analyze the effect of corporate governance and executive compensation on voluntary disclosure of carbon emissions. The comprehensive variables for corporate governance include independent boards, female boards, and CEO duality. Executive compensation is the amount of compensation given to company executives, namely the board of commissioners and directors to improve Corporate Social Responsibility (CSR) performance. Carbon emission disclosures are calculated using the Carbon Disclosure Checklist. This study utilizes data from the financial reports, annual reports, and/or sustainability reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018-2022. The samples consist of 222 firm-years selected through non-probability sampling with a purposive sampling method. The data involves unbalanced panel data with different time units for the respective companies. They are analyzed using the Random Effect Model with the Generalized Least Square (GLS) method. The test results show that the proportion of female boards affects carbon emission disclosure; independent board, CEO duality, and executive compensation do not affect carbon emission disclosure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak corporate governance dan kompensasi eksekutif terhadap pengungkapan sukarela emisi karbon. Variabel komprehensif yang digunakan dalam corporate governance adalah komisaris independen, dewan perempuan, dan CEO duality. Kompensasi eksekutif merupakan jumlah kompensasi yang diberikan kepada eksekutif perusahaan, yaitu dewan komisaris dan direksi untuk meningkatkan kinerja Corporate Social Responsibility (CSR). Pengungkapan emisi karbon dihitung menggunakan Carbon Disclosure Checklist. Penelitian ini menggunakan data dari laporan keuangan, laporan tahunan dan/atau laporan berkelanjutan perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022. Penentuan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dan diperoleh total sampel sebanyak 222 firm-years. Data yang digunakan adalah unbalanced data panel yaitu data dengan jumlah unit waktu tiap perusahaan berbeda. Analisis data dilakukan menggunakan Random Effect Model dengan metode Generalized Least Square (GLS). Hasil pengujian menyatakan bahwa proporsi dewan perempuan berpengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon. Selanjutnya, komisaris independen, CEO duality, dan kompensasi eksekutif tidak berpengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon.
Evaluasi Atas Penatausahaan Barang Milik Daerah Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 Pada Pemerintah Daerah Kota Malang Salsabila, Jihan Zahroh; Irianto, Gugus
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.2.407

Abstract

The local governments’ BMD administration transition period, following the issuance of Minister of Home Affairs Regulation (Permendagri) Number 47 of 2021, is subject to problems due to adjustments in its implementation. According to BPK findings, Malang City, among 540 regions that KPK mentions to be required for BMD management monitoring, reportedly has BMD problems in Fiscal Year 2022; thus, the evaluation must prevail for improvement. This study aims to determine whether the Malang City BMD administration is under Permendagri Number 47 of 2021, utilizing a qualitative descriptive method involving data obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study exhibit that the BMD administration of Malang City is under Permendagri Number 47 of 2021 despite a few challenges due to non-optimal human resources performance, namely a large number of recordings of goods that are not accompanied by administrative file evidence, goods recorded are not under budgeting, there are still several SKPDs that have not prioritized the importance of inventory, reporting that is often not on time, SKPD heads who pay less attention or do not prioritize reporting. As such, Malang City BKAD has taken several steps to overcome them by designing SOPs, internal reconciliation, facilitating inventory teams, and conducting socialization. Abstrak Setelah dikeluarkannya Permendagri Nomor 47 Tahun 2021, pemerintah daerah mengalami masa transisi dalam penatausahaan BMD yang rentan terjadi kendala karena penyesuaian dalam penerapannya. KPK juga menyebutkan terdapat lebih dari 540 daerah yang perlu diawasi pengelolaan BMD-nya, termasuk Kota Malang yang memperoleh temuan BPK terkait permasalahan BMD pada Tahun Anggaran 2022. Sehingga perlu dilakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk penatausahaan barang milik daerah di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penatausahaan BMD yang dilakukan oleh BKAD Kota Malang telah sesuai dengan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penatausahaan BMD di Kota Malang telah sesuai dengan Permendagri Nomor 47 Tahun 2021 namun masih terdapat beberapa kendala yang disebabkan oleh SDM dengan kinerja yang tidak optimal yaitu banyaknya pencatatan barang yang tidak disertai dengan bukti SPJ ataupun BAST, barang yang dicatat tidak sesuai dengan penganggaran, masih terdapat beberapa SKPD yang belum memprioritaskan tentang pentingnya inventarisasi, pelaporan yang seringkali tidak tepat waktu, kepala SKPD yang kurang memperhatikan atau tidak memprioritaskan  pelaporan. Akan tetapi BKAD Kota Malang telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya berupa pembuatan SOP, rekonsiliasi internal, memfasilitasi tim inventarisasi, hingga melakukan sosialisasi.
Studi Pengungkapan Kinerja Keberlanjutan Pada Pt Sido Muncul Tbk Berdasarkan Global Reporting Initiative (Gri) Index Periode 2020-2022 Keandre, Kian; Sukoharsono, Eko Ganis
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 4 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.4.409

Abstract

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, hereinafter referred to as Sido Muncul is the largest herbal (jamu) company in Indonesia. This study aims to evaluate the compliance of the sustainability performance disclosure of Sido Muncul's sustainability reports for 2020-2022 based on the 2016 core option GRI Standard and 2021 GRI standard. This study applies a qualitative approach utilizing an interpretive paradigm with a case study method. Compliance evaluation of sustainability performance disclosure is assessed through formula and scoring. The results of this study indicate that overall, the topics of organizational governance (general disclosure), economic, environmental, and social aspects in Sido Muncul sustainability reports of 2020-2021 comply with the 2016 GRI; and the disclosure compliance in 2022 is under the 2021GRI Standards with notes. The information disclosed by Sido Muncul aligns with Sido Muncul's commitment to integrating sustainability aspects into the company's operational activities to achieve a sustainable future for the company, thus generating maximum benefits for all stakeholders. This study is expected to contribute to formulating corporate policies that pay more attention to social and environmental responsibilities, as well as serve as a source of information for companies on the importance of disclosing sustainable performance. Abstrak PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, selanjutnya disingkat Sido Muncul, adalah perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi ketaatan pengungkapan kinerja keberlanjutan dari laporan keberlanjutan Sido Muncul tahun 2020-2022 berdasarkan Standar GRI 2016 opsi inti dan Standar GRI 2021. Studi ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan paradigma interpretif dengan metode studi kasus. Evaluasi ketaatan pengungkapan kinerja keberlanjutan dinilai dengan rumus dan skoring. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan topik tata kelola organisasi (general disclosure), ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam laporan keberlanjutan Sido Muncul tahun 2020-2021 telah sesuai dengan Standar GRI 2016. Ketaatan pengungkapan pada tahun 2022 secara keseluruhan telah sesuai Standar GRI 2021 dengan catatan. Informasi yang diungkapkan oleh Sido Muncul telah sejalan dengan komitmen Sido Muncul untuk mengaplikasikan aspek keberlanjutan pada kegiatan operasional perusahaan dengan tujuan menggapai masa depan perusahaan yang berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan manfaat yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan kebijakan perusahaan yang lebih memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta sebagai sumber informasi bagi perusahaan mengenai pentingnya mengungkapkan kinerja berkelanjutan.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan, Kompetensi, Dan Penerapan E-Accounting Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Choirunnikmah, Dinis; Nugraha, Adri Putra
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 3 No. 4 (2024): Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (REAKSI)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2024.3.4.424

Abstract

This research aims to provide empirical evidence of the effect of educational background, competence, and the implementation of E-Accounting on the quality of BLUD financial reports. In this research, the theories used are upper echelon theory, competency theory, and task technology fit theory. This research applies quantitative descriptive method. The sampling technique used non-probability sampling by purposive sampling. The sample in this research were 55 respondents. Respondents in this research are accountants of the BLUD of Surabaya City Regional Health Center who using E-Accounting software to prepare their financial reports. The data source in this research is primary data in the form of a questionnaire. The data analysis technique in this study used SEM-PLS analysis through the SmartPLS version 4.0 application. The results of this research exhibit that educational background does not affect the quality of BLUD financial reports while competence and the implementation of E-Accounting affect the quality of BLUD financial reports. As such, it is suggested that further research consider involving other respondents such as the Head of Administration, Revenue Treasurer, Expenditure Treasurer and so forth.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh latar belakang pendidikan, kompetensi, dan penerapan E-Accounting terhadap kualitas laporan keuangan BLUD. Pada penelitian ini teori yang digunakan yaitu teori upper echelon, teori competency, dan teori task technology fit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan cara purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 55 responden. Responden pada penelitian ini yaitu akuntan BLUD Puskesmas Wilayah Kota Surabaya yang menggunakan software E-Accounting dalam menyusun laporan keuangan. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer berupa kuesioner. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis SEM-PLS melalui aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa latar belakang pendidikan tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan BLUD, sementara kompetensi dan penerapan E-Accounting memengaruhi kualitas laporan keuangan BLUD. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan responden lain seperti Kepala Tata Usaha, Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran dan sebagainya.
Analysis Of Differences in Dpk, Npl, And Roa in Rural Banks Before and After Cooperation with Financial Technology Companies Nariswari Aliftahea Jasmine; Adam, Helmy
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): REAKSI
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2025.4.1.334

Abstract

This study aims to examine the differences in the financial performance of Rural Banks (BPR) before and after collaborating with a Financial Technology (Fintech) company. The study was conducted on conventional BPRs in East Java that have partnered with the Fintech company KOMUNAL, which is registered with the Financial Services Authority (OJK). KOMUNAL is a P2P lending platform that connects promising SMEs with funding providers. The sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of 33 BPRs. The data collected were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of 5%. The results show that there is a significant difference in Third-Party Funds (DPK) before and after the collaboration with the Fintech company. However, no significant difference was found in Non-Performing Loans (NPL) between the periods before and after the collaboration. Additionally, the study found a significant difference in Return on Assets (ROA) before and after collaborating with Fintech. These findings indicate that collaboration with Fintech can improve DPK and ROA but have no impact on NPL.
The Analysis Of The Contribution Of Rural And Urban Land And Building Tax (Pbb-P2) To Regional Original Revenue (Pad) Lovina Tristanti, Risa Andara; Nurkholis
Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): REAKSI
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/reaksi.2025.4.1.414

Abstract

Tax is one of the community's contributions to regional infrastructure development. One is the Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2), which also impacts increasing regional original income. This study aims to determine the effectiveness and contribution of the Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) to the Regional Original Income (PAD) of Malang Regency for the period 2018-2022. The research method used is descriptive qualitative. The data used in this study are primary data from the Budget Realization Report (LRA) of Malang Regency, as well as data on regional tax revenues of Malang Regency for the period 2018-2022. The results of this study indicate that the management of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) in Malang Regency is quite good, with an average contribution rate of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) in Malang Regency during the 2018-2022 period of 11.80%, which is included in the category of less contribution, and the average effectiveness of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) revenue in Malang Regency during the 2018-2022 period with a percentage of 108.62%, which is included in the very effective criteria.   Abstrak Pajak merupakan salah satu kontribusi masyarakat di dalam pembangunan insfakstruktur daerah. Salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerimaan dan kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang periode tahun 2018-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, berupa data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Malang, serta data pendapatan pajak daerah Kabupaten Malang pada periode tahun 2018-2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Malang sudah cukup baik, dengan rata-rata tingkat kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Malang selama periode tahun 2018-2022 sebesar 11,80%, yang masuk dalam kategori kurang berkontribusi, serta rata-rata efektivitas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Malang selama periode tahun 2018-2022 dengan persentase sebesar 108,62%, yang masuk dalam kriteria sangat efektif.