cover
Contact Name
Nur Aini
Contact Email
nurainipati87@gmail.com
Phone
+6285226443168
Journal Mail Official
jalsah@jurnalannur.ac.id
Editorial Address
Kantor LPPM IIQ An Nur. Gedung Timur Lt. 1 Kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Jalan KH. Nawawi Abdul Aziz, Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul DI. Yogyakarta Indonesia 55186
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies
ISSN : -     EISSN : 28090594     DOI : https://doi.org/10.37252/jqs
The focus is to provide readers with a better understanding of Quranic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism and present developments through the publication of articles and book reviews. Jalsah specializes in Quranic and sunnah studies and interpretation, hadith and prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025): April" : 5 Documents clear
Menimbang Kembali Kredibilitas Abu al-Zubayr: Telaah Kritis atas Pandangan Kamaruddin Amin Harizah, Fathiyatun Nurul
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1058

Abstract

Studi ini menginvestigasi kritik yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin terhadap kredibilitas Abu Zubayr dalam periwayatan hadis. Permasalahan pokok yang dibahas meliputi evaluasi mendalam terhadap refleksi sumber hadis dan metode penilaian kredibilitas yang digunakan dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menganalisis argumen-argumen yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin, seorang cendekiawan terkemuka dalam studi hadis, yang mengajukan keraguan terhadap kualitas periwayatan hadis oleh Abu Zubayr. Melalui pendekatan kritis dan metodologi telah pustaka, penelitian ini menyelidiki esensi dari kritik tersebut terhadap pemahaman umum terhadap kredibilitas hadis dalam tradisi Islam. Analisis mendalam juga dilakukan terhadap metode evaluasi sumber-sumber hadis dan bagaimana kritik terhadap Abu Zubayr mempengaruhi pandangan terhadap keabsahan hadis dalam sastra hadis. Temuan penelitian menarik kompleksitas dalam menilai kredibilitas periwayat hadis dan menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai perspektif ilmiah dalam mengatasi penulis dalam warisan hadis Islam. Kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana para cendekiawan hadis menanggapi kritik internal terhadap sumber-sumber hadis dan menunjukkan perlunya pendekatan yang kontekstual dan analitis dalam menilai tembusan hadis.Poin penting jawaban atas permasalahan yang dikaji adalah perlunya dialog terbuka antara cendekiawan Islam untuk memahami perbedaan pendapat dan mencari kesepahaman dalam menilai keabsahan sumber-sumber hadis. Temuan ini memiliki dampak yang luas dalam bidang kajian hadis dan memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas warisan intelektual dalam tradisi Islam. Dalam konteks ini, penelitian ini tidak hanya mengajukan pertanyaan kritis terhadap kredibilitas Abu Zubayr tetapi juga mengajak para akademisi untuk memikirkan kembali metode evaluasi hadis dan mengakui keragaman pendekatan akademik dalam menerima tantangan ini.
Perkembangan Studi Hadis di India pada Masa Shah Waliyullah Al-Dihlawi Waffa, Moh. Faiqul; Al-Hamdany, Lyna Syahnuriyah; Muhid, Muhid
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami kontribusi Shah Waliyullah al-Dihlawi dalam perkembangan studi hadis di India. Fokus penelitian mencakup biografi Shah Waliyullah, analisis kritis karya-karya terkait hadis, serta peran dan pengaruhnya dalam kajian hadis di India. Metode kualitatif dengan pendekatan historis digunakan, melalui telaah pustaka terhadap karya-karya Shah Waliyullah dan sumber-sumber sekunder relevan dengan konteks sosial-intelektual India saat itu. Analisis deskriptif-analitis dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang peran Shah Waliyullah. Sebagai ulama dan pembaharu, ia memperkaya tradisi keilmuan Islam di India melalui karya monumental seperti Hujjatullah al-Baligha yang memadukan ilmu agama, sosial, dan politik. Shah Waliyullah berperan penting dalam memurnikan ajaran Islam, mengajarkan metodologi hadis, serta mengintegrasikan ilmu hadis dengan fiqh, tasawuf, dan filsafat. Kontribusi shah waliyullah ialah menginspirasi ulama dunia, memperkuat fondasi studi hadis serta sebagai pembaru hukum dan tradisi bagi generasi mendatang. Melalui penelitian ini, pemahaman mengenai dampak intelektual Shah Waliyullah dalam studi hadis di India tentu semakin diperdalam, menunjukkan pentingnya peran beliau dalam sejarah perkembangan ilmu Islam.
Emotion Coaching sebagai Penanganan Kasus Toxic Parents dalam Tinjauan Hadis: Studi Pendekatan Psiko-Historis-Kontekstual Wijaya, Krisna Hadi
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1247

Abstract

Toxic parents are something that every parent wants to avoid, both consciously and unconsciously. However, in reality, many of them still fall into the problem of toxic parents. One of the parenting patterns offered by psychologists is the emotion coaching pattern. Gottman as the initial initiator of the concept of this parenting pattern mentioned three main aspects: the ability to recognize children's emotions; an attitude of acceptance of children's emotions; and training in child emotional mapping. These three are intended to create a good emotional relationship between parents and children, as well as foster children's mentality and a positive sense of belonging to their parents. This article examines this by contextualizing it with the hadiths of the Prophet SAW. The study is a qualitative research whose data is taken from literature studies. The study uses a thematic hadith study model with a psycho-historical-contextual approach. From the review of the hadith, it seems that Gottman's formulation is found to be relevant between the two. The Prophet SAW. apart from being a leader of the people, he also called for the nobility of children and their virtues while practicing them. As a prophet, he also did not ignore his attitudes that might be considered 'anomalous' by people. Starting from letting a small child be pampered by him, even in a prayer position; dowrying a baby, and even being willing to clean the pee of a baby on his lap, and so on.
Analisis Term Kaum Marjinal dalam Tinjauan Tafsir Tematik Mundzir, Chaerul; Mahfudz, Muhsin; Amin, Rosmini
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1350

Abstract

Artikel ini membahas wawasan Al-Qur'an tentang kaum marjinal dalam konteks transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis terhadap sumber primer seperti Al-Qur'an dan tafsir, serta literatur sekunder. Kaum marjinal mencakup individu atau kelompok yang berada di posisi lemah dalam struktur sosial, termasuk fakir miskin, anak yatim, pengemis, dan budak. Al-Qur'an memperkenalkan konsep al-Mustadh'afin yang merujuk pada kelompok tertindas yang dipandang sebagai subjek transformasi sosial dan spiritual. Dalam QS. Al-Qasas (28):5, Al-Qur'an menegaskan bahwa kelompok ini memiliki potensi untuk memperoleh keberdayaan dan perubahan. Artikel ini juga menyoroti pendekatan Islam yang menempatkan pembebasan kaum marjinal sebagai bagian dari misi para nabi dan visi profetik untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki tatanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kaum marjinal bukan sekadar tugas sosial, tetapi merupakan proses spiritual yang bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif dan memperkuat peran manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep ini relevan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
Memikirkan Ulang Makna Nusyuz: Tinjauan atas Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud dan Khaleed Abou El-Fadl Anisa, Siti
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1365

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nusyuz melalui pendekatan hermeneutika Amina Wadud dan Khaled Abou El Fadl. Dengan menyoroti penafsiran nusyuz dalam Al-Qur’an khsusunya dalam Q.S An-Nisa’ :34 dan 128, penelitian ini menegaskan perlunya pembacaan ulang terhadap tafsir patriarkal yang telah lama mendominasi tradisi. Amina Wadud melalui hermeneutikanya feminis yang memusatkan pengalaman perempuan dan mendorong pemahaman nusyuz yang kontekstual dan berkeadilan, yang menekankan relasi timbal balik dalam pernikahan.Berbeda dengan Khaled Abou El-Fadl yang menawarkan pendekatan hermeneutikanya melalui metodologi heremeneutikanya dengan menyajikan kerangka konseptual untuk membangun gagasan mengenai sebuah otoritas atau otoritarianisme dalam Islam. Adapun metodologi yang dipakai dalam tulisan ini penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan kajian teoritis dari refrensi yang telah dikumpulkan melalui penyesuaian topik yang berkaitan secara konteks budaya, nilai serta norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.                    

Page 1 of 1 | Total Record : 5