cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024): April" : 9 Documents clear
Pengaruh Perilaku Hygiene dengan Kejadian Pityriasis Versicolor pada Siswa zahlah; Dian Amelia Abdi; Zulfiyah Surdam; Nurelly Noro Waspodo; Hermiaty Nasaruddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.401

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan infeksi jamur superfisial yang ditandai perubahan pigmen kulit akibat kolonisasi dari stratum korneum oleh jamur Malassezia furfur. Pityriasis versicolor dapat menginfeksi semua bagian seperti lengan, leher dan punggung. Faktor risiko penyakit ini adalah tinggal di daerah lembab, lingkungan yang kurang bersih, kamar mandi yang kotor, dan hygiene buruk. Selain itu, kondisi lingkungan dengan kelembaban yang tinggi dan panas juga mempengaruhi terjadinya Pityriasis versicolor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perilaku hygiene dengan kejadian penyakit kulit Pityriasis versicolor pada siswa sekolah berasrama di SMA 11 Pinrang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan kejadian penyakit kulit Pityriasis versicolor sebanyak 20 sampel (22,2%), usia terbanyak yang berusia 18 tahun dengan tingkat perilaku hygiene kategori kurang. Berdasarkan perhitungan secara statistik dengan uji Chi-Square tentang pengaruh perilaku hygiene dengan kejadian penyakit kulit Pityriasis versicolor didapatkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05) menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku hygiene dengan kejadian penyakit kulit Pityriasis versicolor pada siswa sekolah berasrama di SMA 11 Pinrang.
Karakteristik Pasien Hemofilia pada Anak Anastasia Nugraha Pratiwi; Sri Vitayani; Wa Ode Ellistrika Permatasari; Ratna Dewi Artati; Dimas Bayu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.440

Abstract

Hemofilia merupakan penyakit gangguan pembekuan darah herediter yang diturunkan secara x-linked recessive dengan frekuensi sekitar satu kasus dari 10.000 kelahiran, hemofilia disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan VIII (hemofilia A) atau faktor IX (hemofilia B) dan ditandai dengan perdarahan yang berkepanjangan dan berlebihan setelah trauma ringan atau bahkan secara spontan. Perdarahan yang khas pada hemofilia adalah perdarahan sendi (hemartrosis) dan otot/jaringan lunak (hematoma). Hemartrosis berulang dan artropati hemofilik merupakan morbiditas utama hemofilia. Pengobatan pasien hemofilia pada saat pasien datang saat perdarahan dan pengobatan rutin maintanence untuk mendapatkan FVIII dan FIX secara rutin, Penelitian ini dilaksanakan pada 31 Oktober – 30 November 2023 dan tempat Penelitian dilakukan di RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik pasien Hemofilia pada anak tahun 2019 - 2021 di RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data dari rekam medis dengan total sampling. Penelitian dilakukan pada 31 Oktober – 30 November 2023 bertempat di RS Ibnu Sina Makassar. Pasien Hemofilia pada anak yang berobat di RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2019-2021 sebanyak 42 orang dimana pada tahun 2019 sebanyak 17 orang (40,5%), tahun 2020 sebanyak 7 orang (16,6%), tahun 2021 sebanyak 18 orang (42,9%). Jumlah total pasien hemofilia pada anak umur 0-12 tahun sebanyak 28 orang (66,7%), dan 12-18 tahun sebanyak 14 orang (33,3%). Frekuensi kunjungan poli anak di RS Ibnu Sina Makssar pada tahun 2019-2021 sebanyak 42 orang dimana frekuensi kunjungan ≥ 2 kali / minggu sebanyak 12 orang (28,6%), kunjungan < 2 kali / minggu sebanyak 30 orang (71,4%).
Gambaran CT Scan Kepala Sentrasi Orbita pada Pasien Proptosis Musdalifah Muse; Marlyanti Nur Rahma; Raden Selma; Suliati P. Amir; Lidya Paulina Christina
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.441

Abstract

Proptosis adalah suatu keadaan dimana bola mata menonjol ke depan dan merupakan gejala klinis dari berbagai patologi di dalam maupun diluar ruang orbita. Proptosis dapat dinilai menggunakan pemeriksaan CT Scan kepala sentrasi orbita sekaligus dapat mengetahui etiologi dari proptosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran CT Scan kepala sentrasi orbita pada pasien proptosis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo periode tahun 2020 - 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional yang menggunakan rekam medik sebagai data sekunder. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 36 pasien proptosis pada bulan Agustus – September 2023 bertempat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Dari 36 penderita proptosis menunjukkan distribusi usia paling tinggi didapatkan pada ussia >40 tahun (47,2%) lalu diikuti dengan usia 20-40 tahun (38,9%) dan yang terendah pada usia <20 tahun (13,9%), berdasakan jenis kelamin proptosis banyak didapatkan pada laki-laki 19 orang (52,8%) dibandingkan perempuan 17 orang (47,2%). berdasarkan etiologi, tumor adalah penyebab terbanyak 26 orang (72,2%) lalu diikuti etiologi vaskular 9 orang (25,0%), dan etiologi other 1 orang (2,78%), dan berdasarkan lateralisasinya proptosis banyak didapatkan pada lateralisasi unilateral 34 orang (94,4%) dibandingkan lateralisasi bilateral 2 orang (5,6%). Pada penelitian ini distribusi proptosis terbanyak yaitu usia >40 tahun, etiologi tumor, jenis kelamin laki-laki dan lateralisasi unilateral.
Prevalensi dan Gambaran Pasien Low Back Pain pada Lansia Muzammilia Nadraini; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Achmad Haruns Muchsin; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.443

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan penyakit muskuloskeletal yang disebabkan oleh ergonomi yang buruk dan sering ditemukan pada seseorang dengan lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot akan semakin berkurang akibat kerusakan jaringan tubuh, terlebih akibat beberapa faktor risiko, seperti faktor usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), gangguan psikologi, adanya penyakit komorbid, dan aktivitas sehari-hari seperti posisi serta masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan gambaran pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis di RSUD Sinjai Tahun 2022. Hasil dari penelitian ini didapatkan pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia) sebanyak 44 pasien, jenis kelamin perempuan sebanyak 32 pasien, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 13 pasien, nyeri akut sebanyak 37 pasien, nyeri menjalar sebanyak 28 pasien, nyeri mengganggu sebanyak 36 pasien, tidak memiliki komorbid sebanyak 34 pasien, disebabkan oleh Hernia Nukleus Pulposus (HNP) sebanyak 14 pasien, tidak merokok sebanyak 41 pasien, tidak menggunakan alat bantu sebanyak 49 pasien, dan mengalami gangguan fungsi tubuh sebanyak 20 pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien LBP pada lansia di RSUD Sinjai yaitu sebanyak 52 pasien, dengan distribusi terbanyak didapatkan pada kelompok usia 60-75 tahun (elderly/lanjut usia), jenis kelamin perempuan, pekerjaan IRT, mengalami nyeri akut, nyeri menjalar, nyeri mengganggu, tidak memiliki komorbid, disebabkan oleh HNP, tidak merokok, tidak menggunakan alat bantu, dan mengalami gangguan fungsi tubuh.
Karakteristik Penderita Retinopati Diabetic Rizkiana Husnia; Suliati P. Amir; Imam Fatkhurrohman; Pratiwi Nasir Hamzah; Ruslinah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.445

Abstract

Diabetes ialah penyakit kronik yang seringkali menimbulkan komplikasi. Data dari International Diabetes Federation (IDF) memperlihatkan di tahun 2019, lebih dari 463 juta orang akan menderita diabetes, dan di tahun 2045, jumlah ini bakal naik menjadi lebih dari 700 juta. Persentase penderita diabetes melitus di Sulawesi Selatan sejumlah 1,6 persen. DM yang didiagnosis oleh dokter atau berdasarkan gejala sebanyak 3,4 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penderita retinopati diabetic di klinik JEC Orbita Makassar tahun 2023. Jenis penelitian yang dijalankan ialah penelitian observasional dengan data sekunder yang bersumber dari rekam medis di Klinik JEC Orbita Makassar Tahun 2023. Pada penelitian ini didapatkan usia penderita retinopati diabetik paling banyak pada usia 45-65 tahun dengan jumlah 65 kasus (70,7%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan dengan jumlah 57 kasus (62%), tajam penglihatan terbanyak pada mata kanan kelompok tajam penglihatan <20/200 dengan jumlah 33 orang (35,9%) dan mata kiri tajam penglihatan <20/200 dengan jumlah 44 orang (47,8%), kadar GDS terbanyak pada kelompok kadar GDS 110-199 mg/dL dengan jumlah 41 kasus (44,6%), derajat retinopati diabetik paling sering terjadi pada kelompok derajat retinopati diabetik yaitu High Risk PDR dengan jumlah 49 kasus (53,3%), tatalaksana yang diberikan paling sering terjadi pada kelompok tatalaksana terapi kombinasi injeksi avastin dan laser fotokoagulasi dengan jumlah 25 kasus (27,2%). Diabetik retinopati paling banyak didapatkan pada usia 45-65, jenis kelamin perempuan, tajam penglihatan <20/200, GDS 110-199 dan tatalaksana yang diberikan adalah injeksi avastin dan laser fotokoagulasi.
Literatur Review: Gambaran Penatalaksanaan Kejadian Syok Neurogenik pada Pasien dengan Cedera Tulang Belakang Andi Muhammad Taufik Hidayah; Muhammad Yunus Amran; Andi Inggi Maesatana; Achmad Haruns Muchsin; Fadillah Maricar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.446

Abstract

Syok neurogenik disebut juga syok spinal yang merupakan bentuk dari syok distributif, syok neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh, sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels). Hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah sistemik ini diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: Cedera Tulang Belakang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Penatalaksanaan Kejadian Syok Neurogenik Pada Pasien Dengan Cedera Tulang Belakang. Desain penelitian ini adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Hasil scoping artikel mendapatkan 14 artikel penelitian yang dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. Sebanyak 5 penelitian melaporkan efek manajemen hemodinamik (augmentasi tekanan darah), sebagai penatalaksanaan syok neurogenik pada pasien dengan cedera tulang belakang. Sebanyak 6 penelitian melaporkan efek operasi dekompresi dan stabilitasi sebagai penatalaksanaan syok neurogenik pada pasien dengan cedera tulang belakang. Dan 3 penelitian mengenai terapi tambahan untuk vasopressor pada pasien dengan cedera tulang belakang. Berdasarkan hasil review dapat disimpulkan bahwa pengontrolan tekanan darah MAP mengikuti stabilitas hemodinamik dengan hasil perfusi tulang belakang MAP > 85. Untuk operasi dekompresi-stabilisasi dekompresi dalam 24 jam pertama memiliki grade AIS ≥ 2, hasil operasi dengan dekompresi bedah dalam 8 jam pertama menunjukkan menunjukkan durasi rawat inap yang dan outcome yang lebih baik. Terapi lainnya seperti pseudoefedrin merupakan terapi tambahan yang efektif dalam memfasilitasi penghentian vasopresor intravena atau atropine dan Indigo carmine memiliki efek vasokonstriksi yang efektif.
Karakteristik Penderita Ulkus Kaki Diabetik Nurlana Zamaun; Indah Lestari Daeng Kanang; Muhammad Imran; Darariani Iskandar; Erick Gamaliel Amba
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.447

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kelompok metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal. Komplikasi DM yang paling umum terjadi adalah Ulkus Kaki Diabetik (UKD). Prediksi International Diabetis Federation (IDF) jumlah penderita DM tipe 2 di Indonesia terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita UKD di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018 - 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan data sekunder yang bersumber dari data rekam medis. Populasinya adalah semua pasien UKD yang terdata di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar sehingga sampel penelitian ini diperoleh dengan metode total sampling, yaitu seluruh populasi penelitian ini berjumlah 34 pasien. Sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil pada penelitian ini didapatkan prevalensi UKD bedasarkan klasifikasi Meggit – Wagner paling banyak pada derajat 3 dengan jumlah 18 kasus (52,9%), usia penderita UKD paling banyak pada usia 45 – 59 tahun 20 kasus (58,8%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 19 orang (55,9%), Indeks Massa Tubuh (IMT) tersering dengan IMT normal sebanyak 24 orang (70,1%), jenis pengobatan yang paling banyak digunakan adalah insulin dengan jumlah 33 orang (97,1%), lama menderita DM yaitu >5 tahun sebanyak 18 orang (54,5%), Gula Darah Sewaktu (GDS) 300 - ≤400 sebanyak 11 kaus (32,3%), dan kadar HbA1c yang tidak terkontrol >7% sebanyak 34 kasus (100%). Ulkus kaki diabetik paling banyak didapatkan dengan derajat 3, usia 45 – 59, jenis kelamin perempuan, IMT normal, jenis pengobatan insulin, lama DM lebih dari 5 tahun, GDS 300 - ≤400 dan HbA1c >7% tidak terkontrol.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Resusitasi Jantung Paru Mahasiswa Teknik Pencinta Alam Elfatri Latif; Fendy Dwimartyono; Alamsyah Ambo A.H; Wirawan Harahap; Kartika Handayani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.448

Abstract

Kejadian Henti napas dan henti jantung merupakan bentuk kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan yang tepat dan segera dari medis atau masyarakat umum yang terlatih. Henti Jantung dapat dipulihkan jika tertangani segera dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi untuk mengembalikan denyut jantung normal dimana RJP dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari orang awam sampai dokter, dimana saja, kapan saja dan tanpa mempergunakan alat dapat diterapkan pada keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang RJP pada mahasiswa Teknik Pencinta Alam Universitas Muslim Indonesia (UMI). Jenis penelitian ini adalah dekspriptif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 109 orang mahasiswa. Pada penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan dari 109 sampel tertinggi didapatkan 81 (74,3%) berpengetahuan baik, terendah 3 (2,75% dengan pengetahuan kurang. Berdasarkan jenis kelamin pengetahuan laki-laki dari jumlah 72 orang sebanyak 54 (75%) dengan pengetahuan baik dan perempuan dengan jumlah 37 orang sebanyak 27(73%) berpengetahuan baik. Berdasarkan sumber informasi tertinggi didapatkan melalui saudara/keluarga/teman sebanyak 43 (39,45%) dan terendah melalui media elektornik yaitu 7 (6,42%). Berdasarkan riwayat pengalaman tertinggi ditemukan sebanyak 70 (64,22%) tidak ada pengalaman, 29 (26,61%) dengan riwayat pengalaman henti napas dan henti jantung dan terendah sebanyak 20 (9,17%) dengan riwayat pengalaman henti napas. Mahasiswa Teknik Pencinta Alam UMI memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai RJP baik yang memiliki pengalaman maupun tidak.
Literature Review: Pengaruh Air Zamzam terhadap Osteoporosis Iffa Nabila Zulfitria; Anna Sri Dewi; Rachmat Faisal Syamsu; Nurfadillah Khalid
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.452

Abstract

Osteoporosis adalah kelainan kerapuhan tulang yang tersebar luas di mana kekuatan tulang sangat rendah, menyebabkan patah tulang sering terjadi. Konsumsi kalsium (Ca) berkorelasi positif dengan kesehatan tulang, termasuk massa tulang. Air zamzam adalah salah satu prosedur terapi yang telah ada sejak awal Islam. Air zamzam dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Air Zamzam berbeda dengan air biasa karena mengandung mineral larut dalam garam seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, fluor, klorida, bikarbonat, nitrat, dan sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air Zamzam mempengaruhi osteoporosis. Studi pustaka ini menggunakan desain review naratif. Studi menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung banyak kalsium, yang baik untuk kesehatan. Untuk membantu pertumbuhan tulang, kalsium juga diperlukan. Magnesium juga ada dalam air Zamzam, yang diperlukan untuk tubuh menggunakan mineral dengan benar dan menambah mineral dalam tulang. Air Zamzam memiliki kandungan kalsium yang tinggi yang dapat berinteraksi dengan fosfat dalam tulang, mengubah hubungan fisiologis antara kalsium dan fosfor. Air Zamzam juga memiliki konsentrasi fluorida yang lebih tinggi daripada air mineral lainnya, yang membantu menjaga kesehatan tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung kalsium, magnesium, fosfat, dan fluorida yang membantu mengurangi kemungkinan patah tulang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9