cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
Pengujian Aktivitas Antioksidan Peptida Dari Water Soluble Extract Susu Kambing Hasil Fermentasi Bakteri Bacillus subtilis Ira Adiyati Rum Garnadi Jafar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.410

Abstract

Protein memiliki sekuens peptida yang memberikan dampak positif terhadap kesehatan yang dikenal dengan peptida bioaktif. Peptida bioaktif yang berasal dari susu diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antihipertensi, antioksidan dan antimikroba. Protein susu telah diakui sebagai salah satu sumber yang paling signifikan dari peptida bioaktif. Susu kambing memiliki kandungan protein yang paling tinggi dibandingkan susu sapi, susu kuda, ataupun susu kedelai yakni sebesar 35 g/Kg. Tujuan dari penelitian ini adalah pengujian aktivitas antioksidan dari WSE (water soluble extract) susu kambing yang telah difermentasi oleh bakteri protease Bacillus subtilis. Bakteri tersebut berperan untuk menghidrolisis protein. WSE diperoleh dari hasil sentrifuga susu fermentasi yang selanjutnya diberi perlakuan freeze dry untuk menstabilkan pH. Hasil WSE yang diperoleh dilakukan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Variasi konsentrasi kultur bakteri yang ditambahkan pada susu kambing serta analisis profil protein dari protein susu fermentasi dilakukan pada penelitian ini. Hasil pengujian aktivitas antioksidan susu fermentasi menunjukan nilai IC50 dengan kultur bakteri berturut-turut 5%, 10%, dan 15% adalah 1,87%, 5,48%, dan 2,36%. Profil protein dengan SDS-PAGE menunjukan protein yang berperan dalam aktivitas antioksidan memiliki berat molekul dari 10,5 sampai 75,0 KDa. Kata Kunci: Antioksidan, Fermentasi, Freeze dry, SDS-PAGE, Protein
PENGEMBANGAN FORMULASI SEDIAAN INFUSUM JAHE (Zingiber officinale) Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.14

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan formulasi sediaan infusum jahe (Zingiber officinale).Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula infusum dari rimpang jahe yang paling baik dari segi stabilitas baik secara fisika, kimia maupun mikrobiologi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah membuat sediaan infusum dengan menggunakan formula yang berbeda serta dilakukan evaluasi terhadap masing-masing sediaan meliputi pengujian organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas dan volume terpindahkan.Dari hasil evaluasi masing-masing formula yang telah dibuat diperoleh bahwa data organoleptic sediaan infusum dari dua formula yang dibuat baik secara fisik meliputi bau, rasa, warna dan caplocking setelah penyimpanan selama 14 hari kecuali  untuk uji adanya endapan adanya perubahan pada hari ke 14  terlihat adanya perubahan dari infusum yang dibuat yaitu adanya pemisahan yang menunjukkan larutan tidak homogen lagi. Hasil pengujian pH dari masing-masing formula tidak mengalami perubahan selama 14 hari dan itu menunjukkan infusum stabil secara kimia.Dari nilai viskositas yang diperoleh dari masing-masing formula menunjukkan tidak adanya perubahan yang berarti selama penyimpanan 14 hari pada suhu kamar.Dari segi stabilitas mikrobiologi tidak terdapatnya pertumbuhan mikroba dan jamur pada masing-masing sediaan infusum. Kata Kunci : infusum, jahe, caplocking, stabilitas
EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF PADA MEDIA GULA-GULA Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.193

Abstract

Bunga kecombrang  (Etlingera elatior) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, saponin. Selain itu juga bunga kecombrang mengandung antosianin, warna antosianin dapat digunakan sebagai indicator asam-basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah indicator dari ekstrak bunga bunga kecombrang dapat digunakan sebagai alternative pengganti indicator brom cresol purple pada media gula-gula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi yang dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut yang digunakan adalah etanol 96%.         Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan warna dari awal berwarna hijau menjadi merah muda. Dengan adanya perubahan warna pada media tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga kecombrang (Etlingeraelatior) dapat digunakan sebagai indicator alternative pada media gula-gula
DOCKING AMPRENAVIR DAN SENYAWA TURUNANNYA SEBAGAI ANTI-HIV (HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS) Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.96

Abstract

Amprenavir drug is used as part of antiretroviral therapy that works against infection by HIV reproduction slows down in the body called a protease inhibitor enzymes protease can prevent job that acts like a chemical scissors. This enzyme cuts HIV raw materials into specific pieces needed to build a new virus. Protease inhibitors can damage these scissors so it could be inferred that our bodies will become more healthy for longer. Research has been carried out by using the application docking PLANTS 1.1, Co-Pendrivelinux, Marvinsketch, YASARA and Molegro Molecular Viewer (MMV). As for the value obtained on the Root Mean Square Deviation (RMSD) is 1,2993 with a value of analysis results against the original from the docking ligand-amprenavir -115,739 kkal, , to the analysis result of docking 6 derivatesof amprenavir compound derived from the closest to the original ligand or most potential is on amprenavir code J4A With the value of energy ties and on -123,423 kkal, amperenavir have a derivative of hydrogen bonds that equal to the original asp-25 , namely ligand asp-30 and gly-27 . Keyword: Amprenavir, docking, Anti-HIV Protease Inhibitor
FORMULASI KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana colla) Ai Rudiyat; Rika Yulianti; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.609

Abstract

PENGARUH METODE DAN VARIASI PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP KADAR POLIFENOLAT BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) Tresna Lestari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.68

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap kadar polifenol total atau total phenolic content (TPC). Pada penelitian ini, bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) diekstraksi dengan dua metode yaitu maserasi dan refluks. Nilai TPC ditetapkan secara spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu (FC) dan dihitung sebagai GAE (Galiic acid equivalent) yaitu jumlah kesetaraan gram asam galat dalam 100 gram ekstrak. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai TPC dengan metode maserasi (0,905g GAE/100g ekstrak) dan metode refluks (1,058g GAE/100g ekstrak) memberikan perbedaan yang bermakna  (p˂0,05) terhadap kadar fenol total.
ANALISIS ZAT WARNA BERBAHAYA PADA JAJANAN ANAK SEKOLAH YANG BEREDAR DI TASIKMALAYA Lilis Tuslinah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.270

Abstract

Aktivitas anak-anak di sekolah sebelum masuk kelas dan pulang sekolah, biasanya dimanfaatkan untuk bermain dan membeli jajanan yang dijual di sekitar sekolah.Akibatnya anak-anak tidak bisa membatasi dalam memilih menu makanan pada setiap jajanan yang dibeli di sekolah. Makanan jajanan di sekitar sekolah dapat menyumbang asupan energi bagi anak sekolah, meskipun makanan jajanan tersebut ternyata sangat berisiko terhadap kesehatan. Salah satunya penggunaan zat warna berbahaya pada makanan, terutama pada makanan jajanan. Penggunaan zat warna tersebut bertujuan untuk membentuk pemanpilan makanan menjadi lebih menarik. Peneilitian ini bertujuan untuk menganalisis zat warna berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah sehingga terjamin mutu keamanan pangannya. Analisis zat warna berbahaya pada sampel makanan jajanan ini mengunakan metode Kromatorafi Lapis Tipis. Sampel ditimbang dan dihomogenkan, tambahan CH3COOH (pH < 2) atau NH4OH (pH < 10), kemudian masukkan benang wool dan panaskan selama 30 menit pada nyala api langsung. Angkat benamg wool dan dinginkan, lalu larutkan dalam etanol dan uapkan. Residu yang terbentuk dilarutkan dalam pelarut yang sesuai kemudian ditotolkan pada flat KLT dan dielusi menggunakan eluen Butanol:Etanol:Air ( 25:20:25). Berdasarkan hasil penelitian dari 16 kelompok sampel jajanan anak sekolah yang terdiri dari 30 sampel, 22 sampel teridentifikasi mengandung zat warna berbahaya yaitu: Auramin, Pounceu 3R, Rhodamin B, Metil violet, Sudan I, Metil Yellow dan Chocolate Brown berdasarkan PerMenKes No. 239/Men.Kes/Per/V/85. Hal ini dapat dideteksi dengan melihat kromatogram, jarak satuan noda sampel yang diperoleh sama atau sejajar dengan jarak satuan noda pembanding. Selisih Rf sampel dengan Rf pembanding < 0,2 (Departemen Kesehatan RI, 1988). Apabila penggunaan zat warna makanan tersebut dikomsumsi secara berulang – ulang dalan jangka waktu tertentu, dapat menimbulkan efek farmakologis yang tidak baik bagi kesehatan
PENGARUH DISIPLIN DOSENTERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA Dede Yuda Wahyu Nurhuda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.163

Abstract

Dosen merupakan instrumen inti dalam proses pendidikan di kampus, sehingga Dosen mempunyai peranan yang penting dalam mencetak mahasiswa/ peserta didik yang unggul baik secara Keilmuan maupun karakter, sehingga dosen yang baik yang disiplin akan memberikan sumbangsih yang besar untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat disiplin Dosen di STIKes BTH Tasikmalaya, menurut penilaian mahasiswa memiliki tingkat disiplin yang baik, (kategori ; Disiplin dan sangat disiplin) dan Tingkat disiplin dosen mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam belajar. Semakain tinggi tingkat disiplin dosen, maka akan semakain baik motivasi belajar mahasiswa
VALIDASI METODE ANALISIS LOGAM TIMBAL (Pb) DALAM RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Lilis Tuslinah; Penti Winarti; Diana Sri Zustika
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.895

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU DI DESA PAYUNG AGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS Nova Winda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.498

Abstract

Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa yang memudahkan masyarakat untukmengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu hamil dan anak balita. Keaktifan keluarga padasetiap kegiatan posyandu tentu akan berpengaruh pada keadaan status gizi anak balitanya, karena salahsatu tujuan posyandu adalah memantau peningkatan status gizi masyarakat terutama anak balita danibu hamil. Posyandu menjadi pelayanan kesehatan penting untuk bayi dan balita yang paling awal,namun pada kenyataannya di posyandu warga masyarakat sendiri banyak yang tidak memanfaatkanposyandu untuk memantau tumbuh kembang anakaya dengan alasan sibuk kerja atau tidak sempatmembawa anak balitanya ke posyandu dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemantauantumbuh dan kembang pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan tingkat pengetahuanibu tentang posyandu yang memiliki balita dengan kunjungan posyandu di Desa Payung AgungKecamatan Panumbangan Kabupten Ciamis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatifkuantitatif deagan metode deskriptif analitik. Pelaksanaan penelitian pada bulan April-Mei 20I6dengan sampel sebanyak 76 responden. Instrumen menggunakan kuesioner. Kesimpulan dari hasilpenelitian ini adalah sebagian besar responden 52,6% memiliki pengetahuan baik, sehingga ibu datangke posyandu sedangkan sebagian kecil 22,4% memiliki pengetahuan kurang sehingga ibu tidak datangke posyandu. Saran yang dapat peneliti berikan diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukanbagi Dinas Kesehatan untuk lebih meningkatkan Program posyandu di desa-desa dan diharapkan agaribu lebih disiplin untuk datang ke posyandu agar ibu bisa mengetahui tumbuh kembang balitanya.