cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
PENGARUH KOMPRES HANGAT PADA PASIEN HIPERTENSI ESENSIAL DI WILAYAH KERJA PUSKES KAHURPIAN KOTA TASIKMALAYA Siti Rohimah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.37

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dalam arteri, tand dan gejala yang muncul dari penyakit hipertensi ini adalah pusing, sakit kepala, tengkuk terasa pegal (nyeri leher), mudah marah, sulit bernapas, tengkuk terasa pegal atau nyeri leher dapat menganggu aktivitas sehari-hari penderi hipertensi esensial. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengurangi atau mengatasi rasa nyeri leher yaitu kompres hangat. Kompres hangat adalah pemberian rasa hangat/panas didaerah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap nyeri leher pada penderita hipertensi esensial. Metode penelitian: jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain pre test dan post test with control group. Besaran sampel sebanyak 40 respondedn, 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian sebagian besar respondedn sebelum perlakuan (pre test) mengalami  neri sedang sebanyak 12 respondedn (60%) dan setelah perlakukan (post test)  mengalami nyeri irngan yaitu sebanyak 17 responden (75%). Terdapat pengaruh yang significan skala nyeri sebelum perlakukan dan sesudah diberikan kompres hantar dengan p value 0.003. terdapat perbedaan skala nyeri yang significan  pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p valuer 0.000. kesimpulan bahwa kompres hangat dapat menurunkan skala nyeri leher pada penderita hipertensi esensial.
KINETIC SOLUBILITY OF MEBENDAZOLE NANOCRYSTAL Muhammad Dzakwan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.299

Abstract

MBZ nanosuspensions were produced by high pressure homogenization and transformed into dry powder by lyophilization. MBZ nanocrystals were intensively evaluated regarding their physicochemical properties with respect to particle size analyses, crystallinity and kinetic solubility. The particle size was determined by photon correlation spectroscopy (PCS. DSC and X-ray diffraction were used to study the crystalline state of MBZ nanocrystals. In a period of 1 week, the kinetic solubility was determined using a shaker water bath at 37O C. DSC and X-ray diffraction analyses showed that lyophilized MBZ nanocrystals prepared by high pressure homogenization remained in crystalline state. Lyophilized MBZ nanocrystals could be re-dispersed completely in water and the kinetic solubility in water increased 9 fold, from 60,57 ηg/ml to 598 ηg/ml
PREDIKSI SIFAT MEKANIK KOKRISTAL KETOKONAZOL DENGAN ASAM ADIPAT Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.121

Abstract

Kebanyakan sediaan farmasi mengandung bahan aktif farmasi (BAF) dalam bentuk kristal. Dalam proses pengembangan obat, salah satu keputusan awal yang harus dibuat adalah menentukan bentuk atau polimorf kristal obat yang akan digunakan dalam sediaan. Karakteristik deformasi BAF menentukan keberhasilan proses produksi sediaan farmasi termasuk tabletasi, apabila BAF tersebut bersifat elastis maka tablet yang dihasilkan akan mengalami capping atau laminasi. Penelitian bertujuan untuk memprediksi sifat mekanik BAF dengan menganalisa packing kristal dengan menggunakan software Mercury 3.3. BAF yang digunakan pada penelitian ini adalah ketokonazol (KTZ) dan kokristal ketokonazol dengan asam adipat ((KTZ-AD) yang diunduh dari Open Crystallography Database, kemudian dilakukan analisa crystal packing motif, ikatan hidrogen secara 3 dimensi dan mensimulasikan pola difraksi sinar X-ray serbuk untuk kristal tunggal. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa KTZ memiliki pola ikatan hydrogen 3 dimensi sehingga pada packing kristalnya tidak memiliki bidang geser (slip plane) yang menyebabkan KTZ memiliki sifat plastisitas yang buruk. Pada Kristal KTZ-AD dapat diketahui bahwa ikatan hidrogen pada packing kristalnya memiliki pola 2 dimensi yang datar. Pola seperti ini menyebabkan kristal KTZ-AD mudah untuk terjadi deformasi plastis. Kata kunci : ketokonazole, kokristal, kompresibilitas, packing kristal
PENAMBATAN SENYAWA ANTIVIRUS PADA RESEPTOR NON STRUCTURAL PROTEIN SEBAGAI AGEN TERAPETIK COVID-19 Saeful Amin; Risna Rosmiyati; Ade Yeni Aprilia; Salsabila Adlina; Andri Prasetiyo
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i1.1312

Abstract

COVID-19 is a disease that attacks the human respiratory system, until now there is no medicine specifically recommended to treat COVID-19, but infected people should still get appropriate treatment to overcome the symptoms of COVID-19. Nsp10 plays an important role in viral transcription. The study aimed to look at the binding value of affinity, hydrogen bonds, and amino acid residues between antiviral compounds and Nsp 10 receptors. The methods used in this study are the molecular docking method using AutodockTools 1.5.6 program, and visualization of docking results using Discovery Studio Visualizer. Antiviral compounds used favipavir, remdesivir, chloroquine, oseltamivir, hydroxychloroquine, ribavirin, umifenovir, lopinavir and ritonavir. The receptors used in this study were 7L6T receptors. The analysis of docking results showed that umifenovir compounds have the lowest binding affinity compared to other antiviral compounds against 7L6T receptors of -6.43 kcal/mol, predictable to have more stable interactions. So that the umifenovir compound can be used as a candidate for COVID-19 treatment.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT Iceu Amira; Suryani Suryani; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.677

Abstract

HUBUNGAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KELUARGATERHADAP KEPATUHAN OBAT JIWA PASIEN DI DESA KERTA JAYAKECAMATAN CIBATU KABUPATENGARUT Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.401

Abstract

Di Indonesia sekitar 50 juta atau 25% dari 220 juta penduduk  mengalami gangguan jiwa, di  Jawa Barat (2,2%), (Depkes RI, 2007), dari data tersebut tidak semua datang untuk berobat baik  ke rumah sakit jiwa, atau ke Puskesmas , yang datang ke rumah sakit jiwa pun, pasien sudah dalam taraf gangguan jiwa berat. Alasan  dari keluarga menyatakan  malas mengantar dan   banyak kesibukan, pasiennya tidak mau untuk kontrol karena merasa sudah sembuh, sedangkan pengobatan untuk pasien gangguan jiwa harus teratur sampai menurut dokter sudah dinyatakan boleh berhenti. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan klien gangguan jiwa untuk minum obat antara lain yaitu peran keluarga, sosial ekonomi, sikap klien, motivasi, ingatan atau memori klien serta informasi dari petugas kesehatan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan psikososial keluarga terhadap kepatuhan berobat pada pasien gangguan jiwa di Desa Kerta Jaya,Kecamatan Cibatu, Kabupaten  Garut. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 88 orang dengan cara penumpulan data dengan kuesioner berupa angket /pertanyaan –pertanyaaan  yang ditujukan pada keluarga dan pasien gangguan. Hasil penelitian menunjukan p-value = 0.026 (<0.05) sehingga dapat disimpulkan Ho di tolak dan Ha diterima, dengan kata lain terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan psikososial keluarga  dengan kepatuhan berobat. Dan didapatkan OR 0.909 yang artinya dukungan psikososial keluarga  mempunyai probabilitas 1 kali terhadap kepatuhan berobat. Kesimpulan sebanyak 36 (40,9%) responden memberikan dukungan psikososial keluarga terhadap kepatuhan berobat pasien gangguan jiwa di PKM Cibatu Kabupaten Garut,sebanyak 74 (84,1%) responden patuh berobat pada pasien gangguan    Jiwa. .Kata Kunci      : Dukungan Psikososial Keluarga , kepatuhan  Berobat 
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA TASIKMALAYA TENTANG PENYEBAB DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS Chita Widia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.6

Abstract

TB paru merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di dunia bahkan pada tahun 2003 WHO mencanangkan TB sebagai global emergency. Indonesia berada di urutan ke-3setelah Cina dan India sebagai penyumbang penderita TB di dunia dengan angka kematian akibat TB yang amat tinggi, Asia termasuk episenter epidemi TB di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Kota Tasikmalaya mengenai tuberculosis,penularan, factor resiko dam pencegahan tuberculosis paru. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kualitatif,  subyek penelitian adalah masyarakat kota Tasikmalaya, data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara ethnografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  dari 20 responden 25% menyatakan bahwa tuberculosis paru merupakan batuk berdahak bercampur darah, 25% responden menyatakan bahwa Tuberkulosis paru disebabkan oleh kuman dan bakteri, 45% responden menyebutkan bahwa tuberculosis dapat menular ketika percikan ludah atau dahak penderita tuberculosis terhirup, 70% responden menyebutkan bahwa upaya terbaik untuk menghindari penularan tuberculosis paru adalah dengan menutup mulut/hidung saat batuk/bersin dan tidak meludah disembarang tempat . Perlu dilakukan penelitian lainnya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku masyarakat yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru serta meningkatkan upaya promosi kesehatan. Kata  Kunci: Pengertian,Penyebab, Pencegahan Tuberkulosis Paru
FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH ( Piper betle ) DAN KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon burm f.) SEBAGAI PEMUTIH DAN ANTISEPTIK PADA GIGI Lusi Nurdianti; W F Annissya; Y M Pamela; Elia Novianti; Mina Audina; Elva Kurniasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.181

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada mulut kita adalah gusi berdarah, tampilan gigi yang menjadi kuning akibat beberapa faktor baik intrinsik maupun ekstrinsik. Pasta gigi yang digunakan haruslah berkhasiat, aman dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dikarenakan penggunaan pasta gigi dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat sediaan pasta gigi herbal yang berkhasiat dan aman dengan menggunakan kombinasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon. Untuk memperoleh pasta gigi yang berkhasiat dan aman, maka dilakukan serangkaian metode mulai dari pengumpulan bahan baku, ekstraksi, pemeriksaan parameter dan skrining ekstrak, isolasi dan katakterisasi pektin, formulasi dan evaluasi sediaan pasta gigi serta uji aktivitas antibakteri Streptoccocus mutans yang dibandingkan dengan pasta gigi yang beredar di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya hambat anti bakteri Streptococcus mutans formula pasta gigi paling baik yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon 10% dengan zona hambat 15,4 mm yang lebih baik daripada pasta gigi herbal yang ada di pasaran dengan daya hambat sebesar 14,4 mm. Kandungan vitamin c pada ekstrak kulit jeruk lemon juga dapat berpotensi sebagai pemutih gigi dan antisariawan. Berdasarkan uji One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan 0,00006 (P < 0,05) menjelaskan bahwa adanya perbedaan yang bermakna diantara formula artinya peningkatan konsentrasi ekstrak daun sirih dan kulit buah jeruk lemon pada setiap formula memberikan aktivitas antibakteri dan antiseptik yang lebih baik.
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS ANTIBAKTERI TURUNAN BENZIMIDAZOL MENGGUNAKAN METODE PM3 Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.86

Abstract

Telah dilakukan analisis Hubungan Kuatitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) antibakteri dari empat belas senyawa turunan benzimidazole berdasarkan perhitungan sifat kimia senyawa. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter hidrofobik, elektronik, dan sterik. Data parameter-parameter tersebut diperoleh dari struktur hasil optimasi geometri menggunakan metode semiempirik PM3 sedangkan aktivitas biologis senyawa diperoleh dari jurnal penelitian (Log MIC). Analisis hubungan antara aktivitas antibakteri dan sifat senyawa dilakukan dengan metode Multiple Liniear Regression (MLR). Hasil analisis memberikan model persamaan terbaik sebagai berikut : Log MIC=   -2,751(±0,667) Log P - 0,096(±0,294) EHOMO  - 1,327(±0,856) ELUMO  - 0,056 (±0,010) MW     +0,334(±0,070) MR - 0,824(±0,197) dipole  + 4,784(±2,798)n=14; r=0,960; r2=0,921; SD=0,153 ; F=13,604
CEMARAN MIKROBA ANGKA LEMPENG TOTAL PADA ES CAMPUR Revita Permata Hati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1108

Abstract

Es campur merupakan minuman es yang dikelola melalui industri mikro pangan. Cemaran mikroba dapat mencemari es campur. Masih ada rendahnya kesadaran akibat risiko kesehatan akibat penyakit bawaan pangan. Maka penelitian dilakukan untuk mengetahui cemaran mikroba angka lempeng total pada produk pangan es campur. Penelitian menggunakan observasional laboratorium yang bersifat deskriptif. Sebanyak 12 sampel es campur dengan metode simple random sampling. Sampel diujikan dengan metode angka lempeng total. Hasil penelitian pada sampel jumlah koloni yang melebihi batas maksimum cemaran mikroba. Dan terdapat tingkat kontaminasi yang cukup besar pada produk pangan es campur. Hal tersebut mengindikasikan kualitas, kontaminasi, praktik kebersihan dan sanitasi yang tidak baik pada produk pangan es campur. Hal ini dapat menimbulkan risiko kesehatan akibat cemaran mikroba kepada masyarakat. Sebaiknya industri mikro pangan memiliki pengetahuan, pelatihan, penerapan praktik dan kebersihan yang baik sesuai persyaratan dari KEPMENKES RI. Dan produk tidak melebihi batas maksimum cemaran mikroba dari BPOM RI.