cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
Studi Perbandingan Profil Kelarutan Dan Disolusi Dispersi Padat Atorvastatin Hasil Formulasi Metode Kneading Pada Media Aquadest Dan Dapar Fosfat pH 6,8 Nurul Auliasari; Senja Sahya; Nopi Rantika; Aji Najihudin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1948

Abstract

Pada penanganan dislipidemia, Atorvastatin tergolong sebagai agen statin yang sangat sering diresepkan. Kendati demikian, senyawa ini dikategorikan ke dalam BCS Kelas II akibat keterbatasan sifat kelarutan serta profil bioavailabilitasnya yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kelarutan dan laju disolusi dari dispersi padat Atorvastatin yang dibentuk dengan menggunakan polimer PEG 6000 dengan metode kneading. Dispersi padat dibentuk dengan tiga perbandingan Atorvastatin:PEG 6000 (1:1; 1:2; 1:3). Evaluasi yang dilakukan adalah uji kelarutan dan disolusi pada media Aquadest dan Dapar Fosfat pH 6,8. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem dispersi padat mampu meningkatkan kelarutan dan disolusi Atorvastatin dalam Aquadest dan Dapar Fosfat. Dalam media Aquades, peningkatan disolusi tertinggi ditunjukan oleh F2 dengan laju disolusi tertinggi yaitu 55,975% pada menit ke-60. Begitupun dalam media Dapar Fosfat pH 6,8 peningkatan disolusi tertinggi ditunjukan oleh F2 dengan laju disolusi sebesar 55,664% pada menit ke-60. Dengan demikian, dispersi padat Atorvastatin yang dibentuk melalui metode kneading dengan polimer PEG 6000 terbukti efektif dalam meningkatkan kelarutan dan laju disolusi Atorvastatin terutama dalam media dapar fosfat pH 6,8.
Formulasi Serum Anti-aging Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) Yang Terdekolorisasi Risma Innayatulloh; Lilis Tuslinah; Ade Yeni Aprillia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1949

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu pemicu stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan penuaan dini pada kulit. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Ekstrak daun sirih cina umumnya memiliki warna gelap akibat kandungan klorofil yang dapat menurunkan nilai estetika jika diformulasikan ke dalam sediaan kosmetik seperti serum, sehingga diperlukan proses dekolorisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC50 antioksidan ekstrak etanol daun sirih cina sebelum dan sesudah dekolorisasi, memformulasikan ekstrak tersebut ke dalam sediaan serum anti-aging, serta mengevaluasi stabilitas fisik dan aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dilanjutkan dengan proses dekolorisasi metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, dan pengeringan beku (freeze drying). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Ekstrak hasil dekolorisasi kemudian diformulasikan ke dalam basis serum dengan konsentrasi 0,10% (F1), 0,16% (F2), dan 0,21% (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dekolorisasi mampu meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak dengan nilai IC50 DPPH sebesar 104,77 ppm (sedang) dan FRAP sebesar 184,85 ppm (lemah). Evaluasi fisik menunjukkan Formula 3 (F3) merupakan formula terbaik yang memenuhi syarat mutu organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, viskositas, dan rheologi. Namun, setelah diformulasikan menjadi serum, aktivitas antioksidan F3 menurun menjadi sangat lemah (IC50 295,19 ppm), yang diduga akibat paparan proses formulasi dan peningkatan pH sediaan. Proses dekolorisasi dapat meningkatkan potensi antioksidan ekstrak, dan sediaan serum F3 memenuhi kriteria stabilitas fisik yang baik meski aktivitas penangkal radikal bebasnya menurun.
Network Pharmacology Dan Profil Fitokimia Metabolit Dominan Clitoria ternatea L. Sebagai Kandidat Obat Antidiabetik Syaiful Prayogi; Baedi Mulyanto; Mega Kartikasari; Ilva Maulin; Tsaniatul Mahbubah; Lukman Hakim
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1950

Abstract

Clitoria ternatea L. merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder dengan aktivitas biologis potensial, namun informasi mengenai kandidat metabolit yang paling prospektif sebagai antidiabetik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit dominan bunga telang dan mengevaluasi potensinya sebagai kandidat obat antidiabetik melalui pendekatan komputasi yang mengintegrasikan analisis profil fitokimia, prediksi sifat farmakokinetik dan toksisitas, serta network pharmacology. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan data metabolit yang diperoleh dari literatur ilmiah dan basis data kimia publik. Evaluasi drug-likeness dan ADMET dilakukan menggunakan SwissADME, pkCSM, dan ProTox-3.0, sedangkan prediksi target protein, analisis interaksi protein, dan pemetaan jalur biologis dilakukan menggunakan SwissTargetPrediction, STRING, dan Cytoscape. Hasil penelitian mengidentifikasi Ternatin C5, clitorin, manghaslin, astragalin, dan genistein sebagai metabolit dominan bunga telang. Di antara metabolit tersebut, genistein menunjukkan karakteristik farmakokinetik paling baik, ditandai dengan tidak adanya pelanggaran terhadap Lipinski's Rule of Five, prediksi absorpsi gastrointestinal yang tinggi, serta toksisitas akut yang rendah. Analisis network pharmacology mengungkapkan bahwa target utama metabolit meliputi AKT1, PPARG, TNF, IL6, DPP4, dan HSD11B1 yang berperan dalam jalur PI3K-Akt, insulin signaling, AMPK signaling, dan PPAR signaling. Integrasi seluruh hasil menunjukkan bahwa genistein memiliki potensi terbesar sebagai kandidat antidiabetik multitarget karena mengombinasikan profil farmakokinetik yang baik dengan kemampuan memodulasi protein-protein kunci yang terlibat dalam patogenesis diabetes melitus tipe 2. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan lebih lanjut genistein sebagai lead compound antidiabetik berbasis bahan alam.
Uji Aktivitas Antibakteri Dekolorisasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Dalam Sediaan Serum Antijerawat Risma Wati; Lilis Tuslinah; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1951

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Cutibacterium acnes. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina sebelum dan sesudah dekolorisasi, menentukan konsentrasi optimum serum gel, serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dekolorisasi dengan n-heksana dan freeze drying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Cutibacterium acnes (ATCC 6919). Serum gel diformulasikan pada konsentrasi 10% dan dievaluasi karakteristik fisiknya. Dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri secara signifikan (p = 0,006). Ekstrak hasil dekolorisasi menghasilkan zona hambat 25,92–25,94 mm (kategori sangat kuat), sedangkan serum gel 10% menghasilkan zona hambat 16,87 ± 0,30 mm dan stabil selama 15 hari. Disimpulkan bahwa dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri ekstrak, dan serum gel 10% berpotensi sebagai sediaan topikal antijerawat berbahan alam
Formulasi Dan Uji Antioksidan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Mangga Varietas Manalagi (Mangifera indica L.) Hendy Suhendy; Diana Sri Zustika; Mochamad Rizal Faturrakhman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1960

Abstract

Paparan radikal bebas akibat sinar ultraviolet dan polusi dapat memicu terjadinya stres oksidatif yang berperan dalam kerusakan kulit dan proses penuaan dini. Penggunaan bahan alam yang mengandung senyawa antioksidan seperti fenolik dan flavonoid menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan sediaan kosmetik. Daun mangga varietas Manalagi (Mangifera indica L.) diketahui memiliki beragam senyawa metabolit sekunder yang berpotensi menangkal radikal bebas secara alami. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan fenolik total, flavonoid total, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangga varietas Manalagi dan sediaan masker gel peel-off. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penetapan kadar fenol total dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu serta flavonoid total dengan metode kompleksasi aluminium klorida menggunakan analisis spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Ekstrak etanol daun mangga varietas Manalagi mengandung kadar fenol total sebesar 170,398 ± 0,295 mg GAE/g dan flavonoid total sebesar 57,059 ± 0,482 mg QE/g. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 22,328 ± 0,017 µg/mL yang termasuk kategori sangat kuat. Ekstrak diformulasikan menjadi masker gel peel-off dengan hasil evaluasi fisik meliputi organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, waktu kering yang memenuhi persyaratan dan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 32,195 ± 0,046 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun mangga varietas Manalagi berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan kosmetik antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Kenyamanan Visual Pada Pasien Presbiopia Pengguna Lensa Bifokal Dan Progresif Totok Purwanto; Firmansyah Ismail; Cucu Nurpatonah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1966

Abstract

Presbiopia merupakan gangguan penglihatan akibat penurunan kemampuan akomodasi mata seiring bertambahnya usia sehingga memerlukan koreksi menggunakan lensa bifokal atau progresif. Kenyamanan visual menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan penggunaan kedua jenis lensa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kenyamanan visual pada pasien presbiopia pengguna lensa bifokal dan progresif di Optik Orbita Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, terdiri atas 53 pengguna lensa bifokal dan 47 pengguna lensa progresif. Data diperoleh melalui pemeriksaan kesesuaian parameter optik yang meliputi jarak pupil, jarak verteks, kesesuaian resep kacamata, serta penilaian kenyamanan visual menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 49 dari 53 (92,5%) pengguna lensa bifokal dan 42 dari 47 (89,3%) pengguna lensa progresif merasa nyaman menggunakan kacamatanya. Kesesuaian parameter optik juga menunjukkan hasil yang baik, yaitu 90,5% pada pengguna lensa bifokal dan 85,1% pada pengguna lensa progresif. Sebagian besar responden juga memiliki kesesuaian resep dan fitting kacamata yang mendukung kenyamanan visual. Temuan ini menunjukkan bahwa kenyamanan visual pada pengguna lensa multifokal berkaitan dengan kesesuaian parameter optik serta ketepatan proses dispensing dan fitting kacamata. Disimpulkan bahwa lensa bifokal dan lensa progresif sama-sama memberikan kenyamanan visual yang baik pada pasien presbiopia apabila didukung oleh pengukuran parameter optik dan proses fitting yang akurat.
Nanoemulsi Kolagen Ikan Tilapia (Oreochromis niloticus) : Formulasi Dan Uji Stabilitas Serum Nanoemulsi Zahra Annisa Maulida; Lilis Tuslinah; Gatut Ari Wardani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1967

Abstract

Kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging, tetapi penetrasinya ke dalam kulit masih terbatas. Oleh karena itu, pada penelitian ini, kolagen diformulasikan dalam sistem nanoemulsi sebagai sediaan serum dan dilakukan evaluasi stabilitas fisik selama penyimpanan 28 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula nanoemulsi kolagen ikan tilapia (Oreochromis niloticus) dan formula serum nanoemulsi yang memenuhi syarat evaluasi sediaan yang telah ditetapkan, serta untuk mengetahui sediaan serum nanoemulsi yang memenuhi parameter uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula nanoemulsi memiliki ukuran partikel sebesar 21,17–21,83 nm, nilai zeta potensial −0,74 hingga −2,01 mV, indeks polidispersitas 0,12–0,15, serta efisiensi penjerapan 81,80–87,67%. Seluruh formula serum nanoemulsi memenuhi persyaratan organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas, serta tetap stabil selama penyimpanan 28 hari pada suhu ruang maupun suhu dingin. Dengan demikian, nanoemulsi kolagen ikan tilapia berpotensi dikembangkan sebagai sediaan serum anti-aging yang memiliki karakteristik fisik dan stabilitas yang baik.