cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
CORRELATION BETWEEN BEHAVIOR AND NURSE'S COMPLIANCE IN HAND HYGIENE FIVE MOVEMENT AT INPATIENT WARD IN SLEMAN GENERAL HOSPITAL Rahayu Iskandar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.457

Abstract

Background: Washing hand is an effective way to break cross-infection chain. Hand hygiene five moment are such as : prior to contact with patient, prior to sanitation or sterilization procedure, post contact with patient's body fluid, post contact with patient, post contact with patient's surroundings.Objective: To identify The Correlation between Behavior and Nurse's Compliance in Hand Hygiene Five Movement in Inpatient Ward of Third Grade in Sleman General HospitalMethod: The type of this study was non experimental with descriptive and correlational study design. The number of samples was 60 nurses in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital. Data analysis method was gamma correlational test.Result: The study result identified that nurses' behaviors in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital were positive behaviors as many as 42 nurses (70,0%) and compliant behaviors as many as 38 nurses (63,3%). The result of bivariate test found out significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital (p value of 0,000) and correlation test figured out r value of 0,959 which indicated strong and positive correlations.Conclusion: There were significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital with strong and positive correlations. Keywords: Behavior, Compliance, Hand Hygiene Five Moment, Nurse.
HUBUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS HAURPANGGUNG Sukmawati Sukmawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.458

Abstract

Angka kematian Ibu di Indonesia tahun 2016 masih Tinggi yaitu 305/100.000 kelahiran hidup, di Jawa Barat tahun 2017 sebanyak 695 kasus dan Garut menduduki urutan ke 3 dengan 51 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, hipertensi saat hamil dan infeksi. Anemi dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor utama kematian ibu. Faktor faktor yang berkontribusi untuk terjadinya anemia pada ibu hamil diantaranya paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung. Metode dalam penelitian ini korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Haurpanggung pada bulan Juli sampai September 2018 yang berjumlah 251 orang dengan sampel berjumlah 70 orang. Analisa  data yang digunakan univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Dari 70 ibu hamil hampir sebagian (42,9%) mengalami anemia dan sebagian besar (61.43%) mempunyai paritas rendah. Dari hasil uji statistik di peroleh  p-value 0,012 (< 0,05) yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu yang melahirkan lebih dari tiga kali beresiko mengalami komplikasi perdarahan yang dapat dipengaruhi oleh keadaan anemia selama kehamilan dan resiko perdarahan berulang pada kehamilan berikutnya akibat kadar haemoglobin yang menurun. Diharapkan petugas kesehatan dan kader kesehatan dapat lebih proaktif untuk memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil. Kata kunci : anemia, ibu hamil, Paritas
PERLINDUNGAN HUKUM PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP AKSES INFORMASI LAYANAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Dede Yuda Wahyu Nurhuda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.459

Abstract

Negara Indonesia adalah negara hukum, dimana negara berupaya untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Pelayanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional  merupakan salah satu upaya negara dalam menghadirkan kesejahteraan yang digulirkan dan dimaksimalkan peranannya sampai saat ini. Badan Penyelenggara     Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Akses informasi program layanan bagi peserta merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan program ini, sehingga perlu ada suatu kepastian hukum terkait perlindungannya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dimana metode ini mencari sebuah dasar hukum, dengan menelaan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perlindungan hak peserta BPJS Kesehatan dalam mendapatkan akses informasi layanan.Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peneriman manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional adalah konsumen dari BPJS Kesehatan, sebagai konsumen peserta BPJS Kesehatan berhak terhadap akses informasi terkait dengan layanan yang diberikan. melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen hak peserta terhadap akses informasi dilindungi, secara ekplisit tertuang dalam Pasal 4 huruf c dan dipertegas dengan Pasal 4 huruf f dan g yang secara subtansi mempertegas akan penekanan akses informasi yang harus diperoleh oleh konsumen.  Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, BPJS Kesehatan, hukum normatif.
Pengaruh Paparan, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, dan Tenaga Kesehatan terhadap Partisipasai dalam Desa Siaga Siti Rohmah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.460

Abstract

Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Desa siaga terbentuk atas prakasa petugas kesehatan, koordinator bidan dan dibantu oleh beberapa petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara paparan media informasi, lingkungan social, peran tokoh masyarakat dan peran petugas kesehatan terhadap partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 80 keluarga sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smartPLS didapat temuan bahwa variabel partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis dipengaruhi oleh paparan media massa (16,68%), lingkungan sosial (21,64%), peran tokoh masyarakat (20,94%) dan peran tenaga kesehatan (15,55%). Pengaruh langsung partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis sebesar 74,8% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1,57%.Total pengaruh langsung dan tidak langsung Partisipasi keluarga dalam pengembangan desa siaga di Desa Payung Agung Kabupaten Ciamis  adalah sebesar 76,4%.  Saran penelitian yaitu sebaiknya meningkatkan koordinasi dengan  stakeholder  di desa melalui forum desa dan berupaya membentuk pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang mandiri. Kata Kunci : Informasi, Lingkungan, Tokoh Masyarakat, Petugas Kesehatan, Partisipasi
Perspektif Psikoneuroimunologi Dalam Kontrol Glikemik: Sinergi Koping Efektif Dan Self-Management Untuk Menekan Risiko Hiperglikemia: "Integrasi Strategi Psikologis dan Kemandirian Pasien untuk Stabilitas Gula Darah" Anih Kurnia; Aruf Khoerun Nufus
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1930

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang pengelolaannya sangat dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara aspek psikologis, perilaku, dan biologis. Pendekatan psikoneuroimunologi menjelaskan bahwa kondisi stres yang tidak terkelola dapat memicu disregulasi hormon yang memperburuk kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif psikoneuroimunologi dalam kontrol glikemik melalui sinergi koping efektif dan self-management sebagai strategi untuk menekan risiko hiperglikemia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap tujuh responden di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengukuran kadar glukosa darah sebelum serta sesudah intervensi afirmasi koping selama 14 hari. Analisis data dilakukan secara tematik untuk temuan kualitatif dan statistik deskriptif sebagai bentuk triangulasi data kuantitatif. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: (1) Aspek Psikologis, yaitu adanya transformasi dari persepsi penyakit yang negatif dan kecemasan tinggi menjadi regulasi emosi yang stabil dan tenang; (2) Perilaku Self-Management, yaitu terjadinya peningkatan disiplin dan kemandirian dalam pengaturan diet, aktivitas fisik, serta kepatuhan pengobatan; dan (3) Respons Biologis, yang dibuktikan dengan penurunan rata-rata kadar glukosa darah sebesar 45,3 mg/dL. Fakta baru menunjukkan bahwa perbaikan kondisi psikis secara langsung menekan aktivasi aksis hypothalamic-pituitary-adrenal, yang kemudian didukung oleh perilaku kesehatan adaptif sehingga menghasilkan kontrol glikemik yang optimal. Kesimpulan utama penelitian ini adalah sinergi koping efektif dan self-management terbukti efektif memperbaiki parameter biologis melalui integrasi sistem saraf, endokrin, dan perilaku. Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi manajemen stres berbasis koping ke dalam standar asuhan keperawatan diabetes di layanan kesehatan primer.
Analisis Mutu Sediaan Dan Pembacaan Mikroskopis Tuberkulosis Di Cilacap Tahun 2024 : Quality Of Tuberculosis Smear Preparation And Reading In Cilacap, 2024 Fitria Nur Kartika; Imam Agus Faizal; Ira Pangesti; Meka Faizal Farabi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1932

Abstract

Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) merupakan metode yang tetap digunakan dalam pemantauan pengobatan tuberkulosis (TBC) di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki akses ke Tes Cepat Molekuler (TCM). Kualitas pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh mutu pembuatan dan pembacaan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap tahun 2024 berdasarkan enam indikator standar, serta menilai akurasi pembacaan melalui uji silang sebagai bagian dari Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Penelitian menggunakan desain deskriptif evaluatif menggunakan pendekatan evaluasi program secara retrospektif. Data uji silang triwulan I–IV dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi (91,67–97,92%), peningkatan kualitas spesimen, serta akurasi pembacaan yang sangat tinggi (99,23–100% tanpa kesalahan besar). Namun, indikator ketebalan, ukuran, dan kerataan masih belum optimal pada sebagian fasilitas. Kesimpulannya, mutu pembuatan dan pembacaan sediaan mikroskopis TBC di Kabupaten Cilacap telah memenuhi standar nasional, namun masih diperlukan peningkatan kompetensi teknis dan penguatan pembinaan serta pemantapan mutu untuk menjaga konsistensi hasil pemeriksaan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl) Terhadap Bakteri Patogen: Literatur Review Yesita Yumna Nabila; Maitsa Gita Salsabila; Citra Kusumaningsih; Fitya Fithrotun Najiah; Teguh Nizar Zulmi; Tevani Almanda Ramdani; Azzindani Januar; Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1937

Abstract

Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi antibakteri alternatif berbasis bahan alam, salah satunya ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif, metode uji, konsentrasi optimal, daya hambat, dan kategori aktivitas antibakteri ekstrak daun kitolod terhadap berbagai bakteri patogen melalui literatur review terhadap artikel ilmiah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positif maupun Gram negatif. Daya hambat tertinggi diperoleh terhadap Streptococcus pyogenes (23,83 mm) dan Staphylococcus epidermidis (23,69 mm), keduanya berkategori kuat, sementara nilai MIC dan MBC yang setara pada konsentrasi 15% mengkonfirmasi sifat bakterisidal ekstrak. Aktivitas terbaik dominan dicapai melalui metode difusi agar pada konsentrasi 30–90%. Ekstrak daun kitolod berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka dalam berbagai sediaan, meskipun uji in vivo dan klinis masih diperlukan.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Tenaga Farmasi Mengenai Penetapan Beyond-Use Date Pada Sediaan Non-Steril Di Apotek Komunitas Riko Meylansyah; Winda Trisna Wulandari; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1941

Abstract

Penetapan Beyond-Use Date (BUD) pada sediaan non-steril merupakan bagian penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin mutu sediaan obat dan keselamatan pasien. Ketepatan penetapan BUD dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi sebagai pelaksana pelayanan di apotek komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD pada sediaan non-steril serta menggambarkan kesiapan implementasi BUD di apotek komunitas. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 tenaga farmasi yang terdiri atas apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan TTK (60,0%) dengan pengalaman kerja 1–3 tahun (43,3%). Seluruh responden belum pernah mengikuti pelatihan BUD dalam satu tahun terakhir, meskipun hampir seluruh apotek telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait BUD (96,7%). United States Pharmacopeia (USP) merupakan sumber rujukan yang paling banyak digunakan dalam penetapan BUD (63,3%). Analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan bermakna antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD (r = 0,369; p = 0,045). Peningkatan pengetahuan melalui pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat persepsi serta mendukung implementasi BUD yang lebih konsisten pada pelayanan kefarmasian di apotek komunitas.
Perubahan Visual Acuity Mahasiswa Selama Masa Transisi Pembelajaran Digital: Analisis Data Tiga Tahun Cucu Nurpatonah; Sri Yusnita Irda Sari; Indah Amelia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1942

Abstract

Perubahan pola pembelajaran berbasis digital menyebabkan mahasiswa menghabiskan waktu lebih lama menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tajam penglihatan mahasiswa selama tiga tahun serta mengevaluasi hubungan antara kebiasaan penggunaan komputer/laptop dengan penurunan visus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif-komparatif yang dilakukan pada 152 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada angkatan 2019. Data visus tahun 2019 diperoleh dari arsip pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, sedangkan data tahun 2022 diperoleh melalui pemeriksaan ulang menggunakan Snellen Chart dan pengisian kuesioner terkait kebiasaan penggunaan komputer/laptop. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden mengalami penurunan tajam penglihatan selama periode pengamatan. Faktor posisi layar terhadap mata berhubungan signifikan dengan penurunan tajam penglihatan (p = 0,023), demikian pula jarak layar ke mata (p = 0,001) dan faktor genetik (p = 0,026). Sementara itu, penggunaan blue light filter (p = 0,415), teknik 20-20-20 (p = 0,592), dan pencahayaan ruangan (p = 0,447) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penurunan tajam penglihatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi penggunaan komputer dan faktor genetik berperan terhadap penurunan tajam penglihatan mahasiswa. Oleh karena itu, penerapan perilaku penggunaan komputer yang ergonomis dan pemeriksaan mata berkala diperlukan untuk menjaga kesehatan penglihatan mahasiswa di era digital
Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Psikotropika Dengan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Di RSUD Waled Siti Yayat Hayatin; Dwi Yuliani; Nur Setyaningsih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasionalitas penggunaan obat psikotropika dan kepatuhan pasien rawat jalan di RSUD Waled, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut/Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 86 pasien rawat jalan poli psikiatri yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penggunaan obat psikotropika yang tidak rasional dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Kepatuhan pasien rawat jalan dengan gangguan jiwa merupakan faktor penentu keberhasilan terapi jangka panjang. RSUD Waled sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Cirebon melayani sejumlah besar pasien psikiatri rawat jalan, sehingga evaluasi rasionalitas penggunaan obat dan korelasinya dengan kepatuhan pasien perlu dikaji secara komprehensif.Rasionalitas penggunaan obat dinilai berdasarkan kriteria WHO (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat pasien). Sebagian besar penggunaan obat psikotropika memenuhi kriteria rasional.sebanyak 77 pasien(89,5%) memiliki kepatuhan tinggi,sedangkan 9 pasien (10,5%) tidak patuh.Kepatuhan pasien diukur menggunakan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26.0.Terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan obat psikotropika dengan kepatuhan pasien rawat jalan di Rsud Waled.Penggunaan obat yang rasional diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi.