cover
Contact Name
Hikmatun Ni'mah
Contact Email
hikmatun_n@chem-eng.its.ac.id
Phone
+62315946240
Journal Mail Official
jfache.its2020@gmail.com
Editorial Address
Gedung Teknik Kimia, lt. 2 Ruang Sekretariat Teknik Kimia Jalan Teknik Kimia Kampus ITS Sukolilo Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering
ISSN : -     EISSN : 2964710X     DOI : http://dx.doi.org/10.12962/j2964710X.v4i2
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering (JFAChE) (eISSN: 2964-710X) is managed by Department of Chemical Engineering, Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. JFAChE is an international research journal which invites contributions of original and novel fundamental researches. The journal aims to capture new developments and initiatives in chemical engineering related and specialized areas. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as well as for those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Featuring research articles and reviews, the journal covers all aspects related to chemical engineering, including chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, and materials synthesis and processing. Published annually in August and December. It is open to all scientists, researchers, education practitioners, and other scholars, providing an opportunity for technology transfer and collaboration.
Articles 53 Documents
Pra-Desain Pabrik Tepung Glukomanan Umbi Porang dengan Metode Batchwise Solvent Extraction Hakun Wirawasista Aparamarta; Fatimah Fa’uzul Rosyada; Daris Rafid Hirmanda Putra; Setiyo Gunawan
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i1.18885

Abstract

Glukomanan merupakan polisakarida non pati larut air yang terdapat dalam tepung umbi porang. Glukomanan mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, menurunkan berat badan, dan mempengaruhi aktivitas intestinal dan fungsi sistem imun. Pemanfaatan porang sebagai bahan pangan terkendala pada kandungan oksalat yang cukup tinggi sehingga diperlukan pengolahan terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi. Terdapat dua tahapan utama dalam pembuatan tepung glukomanan umbi porang. Tahap pertama adalah pembuatan tepung porang dari umbi porang segar. Tahap kedua adalah pembuatan tepung glukomanan dari tepung porang melalui proses pemurnian. Proses pemurnian dilakukan dengan ekstraksi pelarut bertingkat menggunakan etanol foodgrade 40%, 60% dan 80% untuk menghilangkan impurities. Pabrik tepung glukomanan akan didirikan di Nganjuk, Jawa Timur, dengan estimasi waktu mulai produksi pada tahun 2026. Berdasarkan analisis ekonomi untuk kapasitas produksi 3.000 ton per tahun, dengan laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 38,33% pada tingkat suku bunga per tahun 7,59% dan laju inflasi sebesar 2,15% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4 Tahun 10 Bulan dan titik impas (BEP) sebesar 23,42%.
Analisa Potensi Pendirian Pabrik Minyak Kayu Putih di Cilacap Gladys Elvina Antou; Kevin Nataniel Sutanto; Mahfud Mahfud
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v2i2.12997

Abstract

Kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari data konsumsi minyak kayu putih di Indonesia. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dengan impor dari negara lain. Indonesia merupakan negara yang potensi kekayaan alam yang banyak seharusnya dapat memproduksi minyak kayu putih sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Pada tahun 2019 Indonesia memiliki permintaan minyak kayu putih sebanyak 4.500-ton dan dicukupi dengan impor sebesar 2.000 ton. Maka dari itu, melihat permintaan minyak kayu putih yang sangat besar dan belum dapat dicukupi dari produksi dalam negeri, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesari 60 ton/tahun. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, lokasi untuk mendirikan pabrik terpilih yaitu berada di Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah. Raw material yang digunakan pada produksi minyak kayu putih yaitu daun kayu putih. Spesifikasi minyak kayu putih berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) harus memiliki kandungan 1,8-Cineole sebesar 50-65%. Produksi minyak kayu putih meliputi beberapa proses diantaranya, proses steam distillation, condensation, decantation, dan, vacuum distillation. Pada proses produksi membutuhkan steam yang dihasilkan melalui sistem utilitas steam generation dari Boiler Feed Water (BFW) dengan menggunakan bahan bakar briket yang didapatkan melalui limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Steam dihasilkan dari boiler dengan bahan bakar briket yang didapat dari hasil pengolahan limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Analisa ekonomi dilakukan dengan asumsi modal awal yaitu 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, masa konstruksi 2 tahun, laju inflasi 3% per tahun, bunga bank 12% per tahun. Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan hasil dari Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 10.301.986.230, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.545.297.934; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 8.756.688.295; Total Production Cost (TPC) Rp. 50.604.393.357; Internal Rate of Return (IRR) 31,79%; Pay Out Time (POT) 4,04 tahun; dan Break Even Point (BEP) 74,813.
Pra-Desain Pabrik Sirup Glukosa dari Buah Mangrove (Bruguierra gymnorrhizae) dengan Hidrolisa Enzim-enzim M. Rifqy Muhsin; Angga Widya Putra; Orchidea Rachmaniah; M. Rachimoellah
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v1i1.12728

Abstract

Sirup glukosa didefinisikan sebagai cairan jernih dan kental yang komponen utamanya adalah glukosa yang diperoleh dari hidrolisa pati. Sirup glukosa banyak digunakan oleh industri-industri makanan dan minuman ringan karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gula tebu (sukrosa). Latar belakang pendirian pabrik sirup glukosa adalah tingginya kebutuhan sirup glukosa yang masih didatangkan dari luar negeri. Salah satu sumber pati yang dapat digunakan untuk membuat sirup glukosa adalah buah mangrove. Mengingat tingginya produksi buah mangrove dan tidak banyak penggunaan buahnya mengakibatkan banyaknya jumlah buah mangrove tidak memiliki harga jual. Proses pembuatan sirup glukosa dibagi menjadi 3 tahapan proses, yaitu pre-treatment, hidrolisis, dan pemurnian. Tahap pretreatment bertujuan untuk mempersiapkan bahan baku buah mangrove jenis (Bruguiera Gymnorrhizae) menjadi bentuk bubur yang dapat memudahkan proses pemecahan pati menjadi dekstrin. Tahap hidrolisis merupakan proses konversi pati menjadi glukosa. Dalam hal ini, terjadi 2 kali proses konversi yaitu liquifikasi dan sakarifikasi. Proses pemurnian dilakukan untuk mendapatkan sirup glukosa yang bersih dan jernih. Pabrik direncakan mulai beroperasi pada tahun 2020. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Gresik, Jawa Timur. Hal ini didasari oleh beberapa faktor yaitu dekat dengan bahan baku yaitu luasan tanaman mangrove sebesar 84,7 ha, meliputi kawasan pesisir mangrove di Desa Ngemboh, Banyu Urip, Pangkah Kulon, dan Pangkah Wetan, dekat dengan pelabuhan untuk pendistribusian, ketersediaan power (PLN). Proses juga didukung oleh utilitas proses, antara lain kebutuhan air untuk sanitasi dan air proses. Untuk dapat mendirikan pabrik sirup glukosa dengan proses enzimatis berkapasitas 4180,64 ton/tahun diperlukan total modal investasi sebesar Rp 268.275.781.239,21. Total biaya produksi Rp 62.684.945.213,07, dengan estimasi penjualan per tahun Rp 66.890.189.767,62. Estimasi umur pabrik 10 tahun dan waktu pengembalian pinjaman selama 10 tahun. Dapat diketahui IRR sebesar 13,7%, POT selama 6,3 tahun, BEP sebesar 64%.
Applied of Phase Equilibrium to Simulate Pressure Swing Distillation of 1-Butanol + Water Mixtures Tetrisyanda, Rizky
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v4i2.19166

Abstract

Butanol as fuel mixtures has been sufficiently proven to be able to reduce NOx and PM gas emissions. Water is a by-product produced in the butanol production process. The mixture of butanol and water system contains an azeotrope which cannot be separated using conventional distillation. Azeotropic distillation techniques have been developed quite a lot, one of which is Pressure Swing Distillation (PSD). In this study, the computational simulation were performed using commercial software Aspen Plus and thermodynamic model UNIQUAC. The configuration of operating conditions and equipment in the PSD for the 1-butanol and water system has effects on the need for supporting equipment and its techno-economic analysis. From the results of this simulation study, it is obtained that the PSD configuration with a High Pressure (HP) to Low Pressure (LP) design can obtain a 1-butanol product with a purity of 99.98% with a TAC (Total Annual Cost) of 0.64 (10g USD/year) and the cost of separating 1-butanol is 0.085 USD/kg and the cost for energy is 0.03 USD/kg.
Fraksinasi Lignoselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi Lignin secara Steam explosion dengan Kapasitas 400 ton/tahun Mita Mellenia Wisnu Murti; Dian Asrini Samparia; Sri Rachmania Juliastuti; Orchidea Rachmaniah
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.19157

Abstract

Tiga komponen utama lignoselulosa adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Lignin adalah biopolimer paling umum kedua  setelah selulosa. Berdasarkan aplikasinya, lignin dibagi menjadi tiga kelompok: makromolekul, senyawa aromatik, dan bahan karbon. Proses produksi lignin terdiri dari tiga proses yaitu pre-treatment pertama untuk membersihkan dan menggiling bahan baku serta memecah serat TKKS. Prosesnya menggunakan pre-treatment ledakan uap pada suhu 200 °C dan tekanan 16 bar selama 10 menit. Selanjutnya fraksi kedua bertujuan untuk mengekstraksi kandungan hemiselulosa dan selulosa dari TKKS. Proses fraksinasi konsisten dengan ekstraksi air menggunakan air pada suhu 70 °C untuk melarutkan hemiselulosa, konsentrasi massa serat 0,05 g/g, suhu 100 °C, pH = 13, waktu delignin. Terdiri dari ekstraksi  alkali menggunakan. 30 menit. Kemudian dilanjutkan ke prosedur pemisahan untuk memisahkan selulosa cake  dan  black liquor. Ketiga, proses pengendapan mengikuti, mengendapkan kandungan lignin dalam cairan hitam yang terbentuk setelah proses ekstraksi alkali. Di sini, lignin mengendap menggunakan H2SO4 pada suhu 80°C, pH = 1,5 – 2,0, dan waktu kontak 10 menit. Pabrik  TKKS Lignin dibangun di Kawasan Industri Dumai Riau dengan kapasitas produksi 385,42 ton/tahun. Analisis perhitungan ekonomi menghasilkan IRR  22,45%, POT  5,56 tahun dan BEP  45,32%.
Evaluation Batch Process Scheduling for Single Campaign in FMCG Industry Anugraha, Rendra Panca; Tirtadinata, Jacqueline; Hansell, Delvin Theodorus; Rahayu, Sisilia Kusuma; Sari, Anggraeni Puspita; Arifin, Rizal; Pratiwi, Vibianti Dwi; Handogo, Renanto
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v4i2.19322

Abstract

The Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) sector plays a pivotal role in meeting daily consumer requirements. Efficient manufacturing and revenue generation are of paramount importance. The industry adopts a batch-processing approach to maintain adaptability and responsiveness to evolving market needs. A critical element in this process is the evaluation of batch scheduling, especially the batch cycle time of the products, a key factor with a substantial impact on production efficiency and profitability. This research delves deep into the complexities of batch scheduling methods between overlapping batches and parallel units for limiting steps, especially single-product campaigns in terms of its benefit towards production efficiency and company profitability. In the end, it illustrates the consequences of optimal scheduling on production time and income, highlighting the potential for significant improvements or downwards within the applied method through sensitivity analysis, which could give the FMCG industry more careful consideration in strategizing its future planning production
Desain Pabrik Kimia Poly Lactid Acid (PLA) dari Bonggol Jagung Hogi Sugiharto; Bagus Ali Yafi; Siti Nurkhamidah; Susianto Susianto
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v2i1.12993

Abstract

Seiring meningkatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kebutuhan terhadap plastik akan semakin meningkat, di lain sisi tingkat pencemaran akibat limbah plastik juga meningkat. Plastik merupakan salah satu masalah besar di muka bumi dimana memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Poly Lactid Acid (PLA) merupakan termoplastik biodegradable yang terbuat dari sumber daya terbarukan. PLA bisa menjadi alternatif pengganti plastik berbasis minyak bumi untuk mengurangi tingkat pencemaran.  Untuk memenuhi kebutuhan PLA di Indonesia karena masih bergantung terhadap impor PLA serta terus meningkatnya kebutuhan PLA dunia,  maka dirancang pabrik PLA berkapasitas 10.000 ton/tahun dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai bahan baku. Pabrik direncanakan berdiri di kota Tuban, Jawa Timur. Proses produksi PLA terdiri dari 4 tahap, yakni pre-treatment bahan baku, produksi asam laktat, pemurnian asam laktat, dan polimerisasi. Tahap pre-treatment dilakukan dengan proses delignifikasi menggunakan NaOH 3% dan hidrolisis menggunakan H2SO4 0,8%. Tahap produksi asam laktat dilakukan dengan proses fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus Brevis selama 48 jam. Tahap pemurnian dilakukan dengan proses esterifikasi menggunakan metanol pada kolom distilasi reaktif. Tahap polimerisasi dilakukan dengan metode ring-opening-polymerization. Pendirian pabrik membutuhkan modal tetap (FCI) sebesar Rp. 1.542.220.475.459,00 dan modal kerja (WCI) Rp. 272.156.554.493,00. Berdasarkan analisa ekonomi didapat nilai IRR sebesar 9,81%, WACC sebesar 9,52%, POT selama 10 tahun 6 bulan, NPV sebesar Rp. 45.5455.5676,00 dan BEP sebesar 61,1% dari kapasitas produksi.
Produksi Kappa Karaginan dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dengan Metode Semi-Refined Carrageenan Fatma Putrinta Devi; Delfimelinda Nurul Riyadi; Firman Kurniawansyah; Achmad Roesyadi
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v1i1.12724

Abstract

Indonesia merupakan negara maritime yaitu negara dengan luas perairan yang lebih luas dari pada luas daratan. Potensi perairan yang besar ini telah dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut. Jenis Eucheuma Cottonii merupakan penghasil karaginan karena memiliki kadar karaginan yang demikian tinggi, sekitar 62-68% berat keringnya. Karaginan memiliki kegunaan yang sangat banyak baik dalam industri pangan maupun non pangan. Metode yang digunakan dalam pabrik ini adalah Semi-Refined Carrageenan karena proses pembuatannya cepat dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Dilakukan proses yang berurutan yang terbagi menjadi tiga unit proses, yaitu Unit Pre-treatment, Unit Perebusan dalam Alkali, dan Unit Pengolahan Lanjut. Proses pre-treatment adalah pencucian untuk menghilangkan kotoran pada rumput laut dan pemotong untuk memperkecil ukuran rumput laut. Unit Perebusan dalam Alkali bertujuan untuk mendapatkan karaginan yang terkandung pada rumput laut. Selanjutnya adalah proses pencucian dan memisahkan antara fitrat dan cake. Filtrat ditekan menggunakan Hidrolik Press, kemudiandikeringkandengan Tray Dryer. Hasil menuju Ball Mill untuk menjadikannya tepung dengan ukuran 80 mesh. Pabrik direncanakan beroperasi pada tahun 2022. Berdasarkan data impor, konsumsi, produksi yang terus meningkat didapat estimasi kapasitas pabrik sebesar 1.000.000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di direncanakan didirikan pada Desa Wongsorejo Kec. Wongsorejo Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk dapat mendirikan pabrik diperlukan modal total sebesar Rp92.507.339.845 . Hasil penjualan per tahun Rp 139.997.088.000. Estimasi umur pabrik 10 tahun, sehingga dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 23,54%, pay out time (POT) 3,6 tahun dan break even point (BEP) sebesar 39,5%.
Potensi Batu Bara sebagai Bahan Baku untuk Pabrik Metanol Prastianto, Aldy Fernanda; Febriyadi, Muhammad Alif Aditya; Ni'mah, Hikmatun; Mahfud, Mahfud
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v4i1.19818

Abstract

Pabrik ini rencana akan dibangun dan beroperasi pada tahun 2026 di Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Perencanaan operasi pabrik adalah dengan kapasitas produksi sebesar 625.000 ton/tahun yang berlangsung kontinyu selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan produk metanol untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor metanol dari berbagai negara. Bahan baku yang digunakan dalam pabrik pembuatan metanol ini adalah batu bara dengan jenis bituminous dengan nilai kalori cukup besar yakni sekitar 5.100 – 6.100 Kkal/kg ADB. Pabrik metanol dari batu bara dilakukan melalui dua proses utama, yaitu proses produksi synthetic gas (syngas) dari batu bara dan proses sintesis metanol dari syngas. Proses produksi syngas dari batu bara atau bisa disebut gasifikasi batu bara adalah proses konversi batu bara dengan suhu operasi tinggi yaitu dengan temperatur 1.350°C menggunakan alat gasifier bertipe entrained flow. Proses kedua adalah proses pembuatan metanol dari syngas dengan tipe proses ICI dengan tekanan rendah sekitar 50 bar dan suhu mencapai 270°C. Dari perhitungan analisa ekonomi, disimpulkan bahwa belanja modal (CAPEX) dan modal operasional (OPEX) yang dibutuhkan untuk menjalankan pabrik metanol ini adalah sebesar Rp5.305.611.929.285,03 dan Rp4.894.450.337.973,84. Perhitungan modal tersebut berasal dari pertimbangan dari beberapa aspek, misal dari harga pasar bahan baku, klasifikasi harga peralatan, biaya untuk operasi dan utilitas, jumlah gaji karyawan, pengadaan lahan untuk pabrik, dll. Selain itu berdasarkan analisa evaluasi atau penilaian investasi terhadap pabrik ini menunjukkan bahwa laju pengembalian modal (nilai IRR) diperoleh sebesar 34,25% per tahun yang nilainya lebih besar daripada bunga pinjaman modal bank yaitu sebesar 8,184% per tahun. Dalam perhitungan nilai NPV, diperoleh bahwa NPV bernilai positif yaitu sebesar Rp3.186.095.110.591,80. Waktu pengembalian modal minimum (Pay Out Time) untuk pabrik ini adalah selama 3 tahun 5 bulan dengan perkiraan usia pabrik 10 tahun. Dalam analisa BEP (Break Even Point), diperoleh nilai BEP adalah sebesar 31,60%. Jadi dari seluruh data analisa ekonomi yang telah ditinjau, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan dan menghasilkan keuntungan. 
Pra Desain Pabrik Garam Industri Dengan Proses Multiple Effect Evaporator Dari Air Konsentrat Reverse Osmosis Amanda Novriza Aurellia; Valentinus Satrio Adhi Laksono; Annas Wiguno; Kuswandi Kuswandi
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.18886

Abstract

Garam industri merupakan garam yang memiliki kandungan NaCl yang tinggi (> 96%). Produksi garam menjadi perhatian nasional dikarenakan kebutuhannya yang meningkat. Oleh karena itu, ketersediaan garam nasional harus diupayakan salah satunya dengan membangun pabrik garam dengan bahan baku brine. Hal ini akan mengurangi ketergantungan impor garam industri sekaligus memanfaatkan brackish water yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Garam industri ini diolah dari air konsentrat Reverse Osmosis dengan menggunakan metode multiple effect evaporator. Tahapan pertama yang dilakukan adalah tahap pre-treatment. Bahan baku yang berupa air konsentrat RO yang terlebih dahulu dicampurkan dengan flokulan Na2CO3, NaOH, dan BaCl2 pada Reaktor (R-110). Selanjutnya pada flokulator (M-120), campuran brine akan diberikan tambahan flokulan PAC untuk mengendapkan sludge yang kemudian akan dipisahkan pada Clarifier (H-130). Sedangkan larutan garam yang telah bebas dari impurities akan dipekatkan menggunakan evaporator I (V-210), evaporator II (V-220), dan evaporator III (V-230). Larutan garam selanjutnya dikristalkan dengan menggunakan crystallizer (X-240). Garam yang terbentuk selanjutnya dialirkan menuju Belt Conveyor (J-311) kemudian menuju Screw Conveyor (J-312) sebelum memasuki Rotary Dryer (B-320) untuk dilakukan proses pengeringan kristal garam. Garam yang terbawa oleh udara panas akan dialirkan menuju Cyclone (H-322) untuk dilakukan pemisahan antara udara dengan garam. Garam yang terpisah oleh udara bersih akan diumpankan secara bersamaan dengan produk bawah dari Rotary Dryer (B-320) menuju ke Horizontal Mill (C-324) untuk dihancurkan sehingga menghasilkan ukuran garam yang lebih kecil dan seragam. Padatan yang telah melewati proses size reduction akan masuk ke dalam Wire Mesh Screener (H-325) untuk dipisahkan garam berdasarkan ukuran yang sesuai yaitu 20-50 mesh. Garam yang ukurannya belum sesuai standar akan di recycle kembali ke crusher. Garam yang sesuai dengan spesifikasi akan dialirkan menuju ke Bucket Elevator (J-328) dan Belt Conveyor (J-327), yang kemudian disimpan pada Silo Salt (F-329).Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada kawasan industri di Kabupaten Gresik, dengan kapasitas 61.285 ton/tahun dan waktu operasi 330 hari kerja. Dari hasil analisa ekonomi, diperlukan Total modal tetap (FCI) sebesar $9,831,146.82; Modal kerja (WCI) sebesar $10,146,820.32; Modal total (TCI) sebesar $19,977,967.15; Biaya produksi per tahun (TPC) sebesar $20,293,640.65 dengan estimasi penjualan $25,854,029.31. Pabrik ini layak didirikan karena nilai IRR 50%; POT 2,99 tahun; dan NPV sebesar $488,020,020.93.