cover
Contact Name
Mohamad Ervandi
Contact Email
m.ervandi@umgo.ac.id
Phone
+628114358552
Journal Mail Official
m.ervandi@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis)
ISSN : -     EISSN : 29859824     DOI : -
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis) (E-ISSN 2985-9824) is a journal published and managed by the Program Study Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Gorontalo. it is a peer reviewed journal published Two times a year on (Januari and Juli) and now actively using Open Journal System (OJS). This journal mediates the dissemination of researchers from various disciplines and review Nutrition and Animal Feed, Feed Science and Technology, Livestock Biotechnology, Animal Reproduction and Physiology, Breeding and Genetics, Animal Production, Animal Behaviour, Socio-Economic Livestock, and Animal Products Science and Technology. The access to entrire articles in this journal is free. The editorial goal is to provide a forum exchange and an interface between academia, industry, government and society in the filed of animal science and technology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023): Januari" : 5 Documents clear
Analisa Tingkat Keberhasilan Program Inseminasi Buatan Pada Ternak Sapi di Kabupaten Gorontalo Isa, Ishak W; Pomolango, Ramlan; Korompot, Ishak; Mokoolang, Susan; Ardiansyah, Widiastuti
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.1.1.29-38.2023

Abstract

The purpose of this study was to determine the success rate of artificial insemination programme implementation in Gorontalo District. The method used in this research is survey method. The type of research conducted is descriptive quantitative research using secondary data and primary data to be able to describe or explain descriptively about the Artificial Insemination (IB) programme of cattle in Gorontalo Regency. The results showed that in Gorontalo District, the S/C ratio was 1.44, indicating 1-2 inseminations and then the cattle became pregnant. The number of cattle that did not show re-breeding or Non Return Rate (NRR) was 66% and the percentage of pregnancy (Conception Rate) for one time IB was 54.78%, the success rate of Artificial Insemination in Gorontalo Regency can be categorised as good.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program inseminasi buatan ternak sapi di Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer untuk dapat menggambarkan atau menjelaskan secara deskriptif tentang program Inseminasi Buatan (IB) ternak sapi di Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Gorontalo angka S/C rasio 1.50 yang menunjukkan 1-2 kali inseminasi kemudian ternak mengalami kebuntingan. Jumlah ternak sapi yang tidak memerlihatkan birahi kembali atau Non Return Rate (NRR) adalah sebesar 66 % dan persentase kebuntingan (Conception Rate) untuk satu kali IB adalah sebesar 54.78%, Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Gorontalo dapat dikategorikan baik.
Pengaruh Penambahan Tepung Jahe (Zingiber Officinale) Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh Hikmawati, Hikmawati; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.1.1.1-10.2023

Abstract

Quail is one of the poultry that grows relatively fast and the maintenance process does not require a long time. Optimal growth is determined by genetic and environmental factors because it can affect the overall appearance and productivity of an animal. Ginger is one of the medicinal plants that can increase the endurance of livestock, so that it can increase productivity and quality of livestock products. The purpose of this study was to determine the effect of ginger flour added to the ration on the growth of quail. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, namely: R0= without adding ginger flour in the ration; R1 = 100% Ration added with 0.5% Ginger flour; R2= 100% Ration added with 1% Ginger flour; R3= 100% Ration added with 1.5% Ginger flour. The results of the analysis of variance showed that the addition of ginger flour in the ration had a very significant effect (P<0.01) on ration consumption, body weight gain and quail ration conversion during the study. The R3 treatment (1.5% addition of ginger flour) was the best treatment for body weight gain and quail ration conversion.Burung puyuh merupakan salah satu ternak unggas yang pertumbuhannya relatif cepat dan proses pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Pertumbuhan yang optimal, ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungan karena dapat mempengaruhi seluruh penampilan dan produktivitas seekor ternak. Jahe merupakan salah satu tanaman obat-obatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak. Tujuan untuk mengetahui pengaruh tepung jahe yang ditambahkan dalam ransum terhadap pertumbuhan burung puyuh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan yaitu : R0= tanpa ditambahkan tepung jahe dalam ransum ; R1= 100% Ransum ditambahkan dengan 0,5% tepung Jahe ; R2= 100% Ransum ditambahkan dengan 1% tepung Jahe ; R3= 100% Ransum ditambahkan dengan 1,5% tepung Jahe. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe dalam ransum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum burung puyuh selama penelitian. Perlakuan R3 (penambahan 1,5% tepung jahe) merupakan perlakuan yang terbaik terhadap pertambahan bobot badan dan konversi ransum burung puyuh
Suplementasi Tepung Kunyit (Curcuma Longa Linn) Dalam Ransum Terhadap Performan Perumbuhan Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Syarifah, Ifah; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.1.1.11-20.2023

Abstract

Turmeric is a plant that contains essential oils and curcumin, which can be used as a medicine that can increase the immune system of livestock and help the digestive process. This study aims to examine the growth of quails using turmeric flour in rations. The research material used was 100 female quails aged 1 week. The study was designed using a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments with 5 replications, namely: R0 = without the use of turmeric flour as a control; R1 = ration using 1% turmeric flour; R2 = ration using 2% turmeric flour; R3 = ration with the use of 3% turmeric flour. The variables observed were ration consumption, body weight gain, and ration conversion. The results showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on consumption and conversion rations, and a very significant effect (P<0.01) on body weight gain. Based on the results of the study, the use of turmeric flour (Curcuma Longa Linn) in rations at a level of 1% could provide the best results for ration consumption, changes in body weight and ration conversion in quail livestock.Kunyit merupakan salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri dan curcumin, dapat digunakan sebagai obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak dan membantu proses pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan burung puyuh dengan penggunaan tepung kunyit dalam ransum. Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor burung puyuh betina umur 1 minggu. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu: R0 = tanpa penggunaan tepung kunyit sebagai kontrol ; R1 = ransum dengan penggunaan tepung kunyit 1% ; R2 = ransum dengan penggunaan tepung kunyit 2% ; R3 = ransum dengan penggunaan tepung kunyit 3%. Peubah yang diamati yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi dan konversi ransum, dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan tepung kunyit (Curcuma Longa Linn) dalam ransum pada level 1 % dapat memberikan hasil yang terbaik terhadap konsumsi ransum, pertabahan bobot badan dan konversi ransum pada ternak puyuh.
Performa Ayam Broiler yang Diberi Jamu Ternak Hasil Fermentasi Menggunakan EM4 Mohamad, Pepin; Pomolango, Ramlan; Korompot, Ishak; Fahrullah, Fahrullah
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.1.1.21-28.2023

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of giving fermented herbal medicine using EM4 (Effective Microorganisms4) on feed consumption, body weight growth, and feed conversion of bloiler chickens. This study used a completely randomised design consisting of 4 treatments and 6 replications. The treatments in the study were J0 (control); J1 (20 cc of herbal medicine); J2 (25 cc of herbal medicine) and J3 (30 cc of herbal medicine). The variables observed were feed consumption, body weight gain, and feed conversion. The results showed that the provision of herbal medicine in the drinking water of bloiler chickens at 30 cc was significantly different from feed consumption, body weight gain and feed conversion.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu ternak hasil fermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms4) terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan, dan konversi pakan ayam bloiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian yaitu J0 (kontrol); J1 (20 cc jamu ternak); J2 (25 cc jamu ternak) dan J3 (30 cc jamu ternak). Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jamu ternak pada air minum ayam bloiler pada pemberian 30 cc berbeda nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan.
Hubungan Persepsi Peternak Terhadap Penerapan Teknologi IB di Kecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Mokodompis, Julmahris; Korompot, Ishak; Pomolango, Ramlan; Repi, Terri
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 1, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.1.1.39-47.2023

Abstract

The objective was to obtain farmer perception on Artificial insemination also to obtain the relationship between farmer perceptions with Artificial insemination (IA) at Piogaluman sub district. The respondents were 30 farmers based on the data of department of agriculture who are the acceptor of artificial insemination. Analysis of the research used Rank Spearman. From the result showed farmer perception on Artificial insemination (IA) technology were on the high category (average value 3,8). The relationship between farmer perceptions with the technology were on the medium with correlation coefficient as 0,417 and confidence level were 95%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peternak terhadap teknologi Inseminasi Buatan (IB) serta mengetahui hubungan antara persepsi peternak dengan teknologi Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara. Responden sebanyak 30 peternak yang merupakan akseptor inseminasi buatan diambil berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian. Untuk melihat hubungan antara persepsi dengan inseminasi buatan dilakukan analisis koefisien korelasi Rank Spearman. Dari hasil penelitian terlihat bahwa persepsi peternak terhadap teknologi IB berada pada kategori tinggi (nilai rata-rata 3,8). Hubungan antara persepsi peternak dengan teknologi Inseminasi Buatan (IB) berada pada kategori sedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,417 pada tingkat kepercayaan 95%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5