cover
Contact Name
Amir Arifin
Contact Email
amir@unsri.ac.id
Phone
+628117443011
Journal Mail Official
aspensriwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar Palembang Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pelita Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 28304683     DOI : https://doi.org/10.51630/jps
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, diterbitkan oleh Asosiasi Peneliti Sriwijaya (APS). Pelita Sriwijaya merupakan jurnal yang terbit dua kali setahun yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang kolaborasi institusi-institusi pemerintah, swasta, non-governmental organization dan lain-lain yang melibatkan masyarakat. Pelita Sriwijaya menyediakan forum bagi akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi masalah dan merenungkan praktik yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang terlibat. Jurnal ini adalah jurnal online peer-review yang didedikasikan untuk publikasi penelitian berkualitas tinggi yang berfokus pada penelitian, implementasi.
Articles 32 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH ALUMNIUM DALAM MENDUKUNG KREATIFITAS BERNILAI EKONOMIS Yulia Resti; Endang Sri Kresnawati; Ali Amran
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.53

Abstract

Limbah aluminium yang dibuang ke tanah atau dikubur dalam dapat menyebabkan terjadinya polusi tanah, karena sifat aluminium yang tidak mudah terurai secara alami di tanah. Adanya polusi pada tanah menyebabkan tidak semua tanaman dapat tumbuh atau dengan kata lain dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Hal serupa terjadi jika limbah aluminum dibuang ke sungai/laut. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka siklus lingkungan akan rusak, yang kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan cuaca dan suhu menjadi ekstrim, dan pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan iklim global. Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) hingga sekarang masih merupakan solusi yang tepat dalam mengelola limbah aluminium. Kegiatan sederhana yang termasuk sistem 3R diantaranya adalah menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan peragaan tentang cara menggunakan kembali barang bekas dari limbah aluminium dengan membuat barang-barang bekas tersebut bernilai ekonomis bagi masyarakat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, sehingga mereka mampu membuatnya sendiri.
PENINGKATAN NILAI EKONOMIS LIMBAH KALENG SEBAGAI PRODUK KERAJINAN Irsyadi Yani; Firmansyah Burlian; M. A. Ade Saputra; Amir Arifin; Gunawan
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.55

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kaleng baik sebagai kaleng makanan, minuman, maupun sebagai wadah-wadah lainnya menjadi semakin banyak dan akan berbanding lurus dengan sampah (limbah) yang dihasilkannya. Limbah kaleng termasuk limbah anorganik yang sulit terurai secara alami. Pengelolaan limbah kaleng yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Limbah kaleng jika dimanfaatkan dapat bernilai ekonomis, namun perlu pengetahuan, kreatifitas dan ketrampilan yang memadai untuk melakukannya. Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir memiliki banyak tempat umum yang berpotensi memiliki sampah kaleng, seperti pasar, sekolah, kampus, SPBU, hotel, penginapan, rumah makan, dan lain-lain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan peragaan tentang cara membuat produk kerajinan tangan dari limbah kaleng bagi masyarakat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, sehingga mereka mampu membuat sendiri produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.
PELATIHAN SEMPOA SEBAGAI METODE BELAJAR ARITMATIKA BAGI GURU SD DAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI INDERALAYA Novi Rustiana Dewi; Ning Eliyati; Des Alwine Zayanti; Endang Sri Kresnawati; Yulia Resti
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.56

Abstract

Pendidikan aritmatika atau berhitung telah diterima dunia internasional sebagai salah satu pendidikan alternatif untuk meningkatkan kecerdasan anak. Aritmatika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Menurut para pakar psikologi dan pendidikan, belajar aritmatika dengan metode sempoa merupakan latihan yang bagus yang dapat mengoptimalkan kerja otak. Sempoa merupakan alat hitung tradisional yang berasal dari Asia Timur. Inti kerja sempoa adalah menaikkan dan menurunkan sempoa menggunakan jari tangan. Dengan sempoa anak diajarkan logika perhitungan secara sederhana. Dengan latihan yang cukup, anak akan mampu mengerjakan perhitungan yang rumit hanya dengan mengimajinasikan pergerakan biji-biji sempoa yang ada dalam ingatan. Ini disebut mental aritmatika. Untuk dapat menguasai mental aritmatika, seorang anak harus mempelajari materi pendidikan mental aritmatika mulai tingkat dasar hingga mahir secara berkesinambungan. Pada tahap dasar, anak diajarkan penjumlahan dan pengurangan sederhana, lalu ditingkatkan nilai kesukarannya. Selanjutnya, anak juga diajarkan perkalian dan pembagian sehingga pada akhirnya, anak sudah dapat mengerjakan soal hitungan tanpa bantuan sempoa lagi. Umumnya baik guru maupun para siswa tingkat SD di Kecamatan Inderalaya Utara belum menggunakan sempoa sebagai metode belajar aritmatika untuk meningkatkan kemampuan berhitung di luar kepala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperagakan sempoa sebagai metode belajar aritmatika kepada guru-guru sekolah tingkat dasar di Kecamatan Inderalaya Utara. Metode kegiatan ini berupa pelatihan sempoa tingkat dasar yaitu tahap pengenalan dan penggunaan sempoa, teknik penjumlahan dan pengurangan menggunakan sempoa serta latihan-latihan soal untuk melancarkan penggunaan sempoa. Pada kegiatan ini, teknik perkalian dan pembagian dengan sempoa belum dikenalkan, karena teknik berhitung dengan sempoa harus diajarkan secara bertahap untuk memperoleh hasil yang optimal. Hasil kegiatan ini, para guru SD di Kecamatan Inderalaya Utara telah mengenal metode atau teknik berhitung menggunakan sempoa dan telah dapat menggunakan sempoa untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan benar dan cepat. Para guru tersebut juga sangat antusias untuk dapat menguasai semua teknik dan operasi perhitungan dengan sempoa. Untuk itu, operasi perkalian dan pembagian menggunakan sempoa sangat diharapkan dapat dilaksanakan juga pada kegiatan sejenis yang merupakan kelanjutan dari kegiatan ini.
PELATIHAN PENGINSTALAN DAN PENGGUNAAN OS LINUX YANG BERBIAYA MURAH DAN LEGAL BAGI GURU SMA DI KABUPATEN OGAN ILIR Firmansyah Burlian; Irsyadi Yani; Ismail Thamrin; Muhammad Yanis; Yulia Resti
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.57

Abstract

Linux merupakan salah satu dari sedikit pilihan sistem operasi komputer yang opensource (bebas menggunakan dan memodifikasinya), murah dan berlisensi gratis. Linux mengambil kendali infrastruktur perangkat keras ketika pertama kali sistem tersebut dijalankan. Selain itu Linux mendukung berbagai platform hardware dari mulai PC berbasiskan Intel, Macintosh, Amiga, Silicon Graphics, Digital Alpha, sampai dengan perangkat mini computer seperti PDA dan pocket PC. Dengan telah ditandatanginya Memorandum of Understanding (MoU) tentang penerapan penggunaan piranti lunak legal oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Sofyan Djalil dan CEO Microsoft Indonesia, Tony Chen, pada tanggal 13 Januari 2006 di Jakarta, berarti menggunakan windows bajakan merupakan suatu pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Seperti diketahui bersama, penggunaan windows yang legal memerlukan biaya lisensi yang cukup mahal. Sebagai salah satu sekolah swasta yang sedang berkembang, belum memiliki cukup dana untuk membayar lisensi penggunaan windows yang selama ini mereka gunakan. Kehadiran LINUX sebagai sistem operasi komputer yang opensource (bebas menggunakan dan memodifikasinya), murah dan berlisensi gratis sangat mereka butuhkan. Di sisi lain, sumber daya manusia di SMU tersebut belum mengenal LINUX, karenanya sosialisasi LINUX sebagai sistem operasi komputer pengganti windows sangat diperlukan di SMU ini. Pendekatan pemecahan masalah dilakukan dengan mengenalkan LINUX kepada para guru dan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2014 yang berlokasi di SMU PGRI Inderalaya dengan memperagakan kepada para peserta tentang bagaimana menginstall dan mengoperasikan LINUX, kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukannya sendiri dan terakhir dilakukan tes apakah mereka sudah bisa mengoperasikan LINUX dengan benar. Melalui kegiatan ini, sangat diharapkan para peserta dapat menginstall dan mengoperasikan LINUX serta menerapkannya pada kegiatan di sekolah mereka.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA BAGI GURU SMA DI KABUPATEN OGAN ILIR Yulia Resti; Endang Sri Kresnawati; Sugandi Yahdin; Irsyadi Yani; Firmansyah Burlian
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.58

Abstract

Media pembelajaran adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran di SMA-SMA Kabupaten Ogan Ilir umumnya belum maksimal. Komputer yang ada di sekolah-sekolah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran. Seringkali komputer hanya digunakan sebagai alat untuk mengetik, belajar program komputer atau untuk bermain game. Padahal komputer dapat juga digunakan sebagai media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikannya dalam proses belajar mengajar. Salah satu strategi menggunakan komputer sebagai media pengajaran adalah dengan menyusun sebuah bahan ajar berbasis multimedia. Multimedia berarti menggunakan gabungan berbagai macam media (teks, gambar, audio, video, animasi 2D/3D) yang disusun secara utuh, terintegrasi, dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Dengan cara ini proses belajar mengajar akan lebih menarik dan bersifat interaktif, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam menyerap materi yang diajarkan. Namun, umumnya guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ogan Ilir belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membuat dan menyampaikan materi pembelajaran menggunakan multimedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan multimedia sebagai sarana pembelajaran kepada guru-guru SMA di Kabupaten Ogan Ilir dengan melaksanakan pelatihan pembuatan modul atau materi pembelajaran menggunakan multimedia. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan guru-guru SMA di Kabupaten Ogan Ilir antusias untuk dapat membuat dan menyampaikan materi pembelajaran menggunakan multimedia. Melalui pelatihan ini, guru-guru sudah dapat menggunakan multimedia untuk membuat modul pembelajaran dan termotivasi untuk menyampaikan materi pembelajarannya menggunakan multimedia.
TEKNOLOGI PENGELASAN BAGI PENGUSAHA DAN PEKERJA DI BIDANG LAS DI KECAMATAN GANDUS PALEMBANG Hendri Chandra; Diah Kusuma Pratiwi; Nurhabibah Paramitha Eka Utami
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i1.63

Abstract

Pemilhan metode pengelasan yang benar dan pemahaman akan teori dalam teknologi pengelasan merupakan kunci untuk menghasilkan produk las yang berkualitas. Akan tetapi pemahaman mengenai teori ini masih sangat minim dimiliki oleh para pengusaha dan pekerja las usaha kecil. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan teori dasar teknologi pengelasan sehingga diharapkan dapat membantu para pengusaha dan pekerja las dalam menghasilkan produk las yang berkualitas dan bersaing. Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha dan pekerja las di kecamatan gandus palembang. Hasil kegiatan ini adalah para pengusaha dan pekerja las antusias dalam mengikuti diskusi dan tanya jawab terkait permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelasan yang dilakukan.
PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SKABIES DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN Yosi Oktarina; Nurhusna
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i2.68

Abstract

Remaja merupakan aset bangsa, termasuk para siswa yang saat ini sedang menuntut ilmu baik di sekolah maupun pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan suatu tempat yang tersedia untuk para santri dalam menerima pelajaran-pelajaran agama islam sekaligus sebagai tempat tinggalnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa image pesantren yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa pondok pesantren memiliki kondisi lingkungan yang kumuh, tempat mandi dan WC yang kotor, lingkungan yang lembab dan sanitasi yang buruk. Ditambah lagi tingkat kepadatan hunian para santri dan perilaku santri yang tidak sehat. Sehingga prevalensi skabies khususnya di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia cukup tinggi. Fenomena ini harus ditanggulangi dengan tindakan promotif dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan tentang skabies dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai skabies dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah/pesantren. Khayalak sasaran dari kegiatan pesantren ini yaitu santriwati MTS Pondok Pesantren As’Ad sejumlah 40 orang. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan mengenai penyakit skabies, tanda dan gejala, cara penularan, serta pencegahan dan perawatan penyakit skabies. Selain itu, siswa juga diberikan edukasi mengenai PHBS di lingkungan pesantren. Sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan santri diberikan pre-test dan post-test melalui pemberian kuesioner untuk mengevaluasi pemahaman santri. Hasil didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan santri dari 47,5% menjadi 82,5% santri yang memiliki kategori pengetahuan tinggi. Diharapkan PHBS dapat diterapkan di lingkungan pesantren untuk mengendalikan penularan skabies di lingkungan pesantren.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DALAM PEMBUATAN FILAMEN 3D PRINTER MENGGUNAKAN MESIN EKSTRUSI PADA LAB KONVERSI ENERGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Akbar Teguh Prakoso; Steven Davin; Nanda Yusril Mahendra; M. A. Ade Saputra; Hasan Basri
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i2.69

Abstract

Salah satu material yang banyak menyebabkan pencemaran lingkungan maupun pencemaran udara berasal dari material plastik. Material plastik sendiri diperkirakan akan meningkat 850 ton pada tahun 2010 sehingga terbentuklah suatu tujuan untuk mendaur ulang limbah-limbah plastik tersebut yang menggunakan metode yang berpotensi dalam daur ulang limbah plastik adalah menggunakan mesin ekstrusi untuk proses manufaktur filament 3D printer. Proses ektrusi menggunakan alat ekstruder dengan cara membentuk potongan-potongan kecil yang kemudian akan dileburkan dengan suhu tinggi yang kemudian akan dikeluarkan melalui nozzle dalam bentuk filament sesuai geometri pada filament pada umumnya. Mesin ekstrusi atau mesin ekstruder dirancang sedemikian rupa agar dapat mendaur ulang limbah-limbah plastik tersebut dimana terdapat hooper untuk penampang limbah plastik yang telah dihancurkan menjadi potongan - potongan yang kemudian didorong menggunakan motor screw lalu masuk ke tahap pemanasan yang dimana pada tahap ini sangat berpengaruh terhadap hasil ekstrusi dan menghasilkan filament yang dikeluarkan dari noozle. Hasil dari filament tersebut dapat dibuat berbagai jenis bentuk dan banyak kegunaan yang dicetak menggunakan mesin 3d printer. Pada kegiatan ini memperkenalkan teknologi mesin ekstrusi serta memberikan alternatif dalam pemanfaatan limbah plastik yang nantinya akan memberikan peluang bagi masyarakat yang bergerak pada industri kreatif. Hasil kegiatan pembuatan mesin ekstrusi yang memanfaatkan limbah plastik diperkenalkan kepada teknisi lab konversi energi agar dapat mengoperasikan mesin ekstrusi untuk memproduksi filament.
PELATIHAN LAS LISTRIK DASAR UNTUK MASYARAKAT USIA PRODUKTIF KABUPATEN OGAN ILIR M. A. Ade Saputra; Mochamad Amri Santosa; Farhan Yadi; Wadirin Wadirin; Dewi Puspita Sari; Imam Syofii; Dendy Adanta
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v1i2.76

Abstract

Rata-rata anak putus sekolah yang ada di Keluruhan Permata Baru (Mandala) kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir menginginkan merubah nasib dengan cara mendapatkan penghasilan yang lebih layak dengan pekerjaan yang bisa diandalkan. Kelanjutan dari pembicaraan informal telah dapat disimpulkan bahwa mereka menginginkan untuk bisa berusaha sendiri (berwirausaha) yang memiliki core business dengan keterampilan mereka yaitu Jasa pengelasan. Hal ini didasarkan pada pendapat mereka juga bahwa tiap tahunnya ada banyak perumahan yang dibangun dan membutuhkan trail, pagar, dan kanopi untuk keamanan dan estetika. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan pengelasan dan skill dalam bidang mengelola usaha. Pada tahap awal, seluruh peserta dikumpukan dan diberikan evaluasi awal untuk melihat bagaimana tingkat pemahaman peserta pelatihan yang nantinya akan dibandingkan dengan tes akhir (pre-test). Selanjunya tahap pelaksanaan kegiatan. Peserta pelatihan akan diberikan pemahaman secara awal secara umum tentang materi pelatihan yang berhubungan dengan pengelasan, sehingga peserta akan paham tentang materi yang disampaikan. Materi yang diberikan menggunakan metode caramah, metode diskusi, demontrasi dan praktek langsung Tahap akhir kegiatan ini yaitu evaluasi akhir. Tujuan akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap bagaimana cara melakukan pengelasan, finishing, dan pengecatan. Penilaian keberhasilan dari kegiatan ini dapat dilihat melalui kemajuan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan melalui perbandingan antara tes awal dan tes akhir.
PENERAPAN MESIN EKSTRUSI FILAMEN 3D PRINTER BERBASIS MATERAL PLA PADA LINGKUP MASYARAKAT FATHURRAHMAN SULAIMAN; HASAN BASRI; AHMAD WISNU SULAIMAN; M.A. ADE SAPUTRA; AKBAR TEGUH PRAKOSO
Jurnal Lentera Nusantara Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v2i1.79

Abstract

Kegiatan pengabdian ini diawali dengan mendefinisikan masalah yang ingin diselesaikan yaitu diperlukannya solusi untuk mengurangi limbah plastik. Berdasarkan definisi masalah tersebut dihasilkanlah solusi membuat mesin ekstrusi filamen yang mampu menghasilkan filamen PLA agar dapat menggantikan plastik konvensional dengan PLA yang lebih ramah lingkungan. PLA mempunyai sifat biodegradable yaitu dapat terurai secara alami, hal ini membuat PLA ideal untuk menggantikan plastik konvensional karena tidak merusak lingkungan. Mesin ekstrusi filamen ini memiliki spesifikasi berikut : Berdimensi 80 x 50 x 120 cm, mempunyai daya penggerak motor 0.75 kW, menggunakan sistem elektrik untuk mengatur kecepatan putaran motor dan temperatur elemen pemanas, dan sistem transmisi menggunakan poros dan kopling. Pada kegiatan pengabdian ini akan memperkenalkan teknologi mesin ekstrusi serta memberikan alternatif untuk menggantikan plastik konvensional yang nantinya akan memberikan peluang bagi masyarakat yang bergerak pada industri kreatif. Setelah kegiatan ini diharapkan bagi masyarakat, khususnya teknisi laboratorium konversi energi dapat mengoperasikan mesin ekstrusi untuk memproduksi filament PLA.

Page 1 of 4 | Total Record : 32