cover
Contact Name
MAYA KHAIRANI
Contact Email
jimpsi.fk@usk.ac.id
Phone
+6285261502720
Journal Mail Official
jimpsi.fk@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Banda Aceh, Provinsi Aceh, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Syiah Kuala Psychology Journal
ISSN : -     EISSN : 3030976X     DOI : 10.24815/skpj
Syiah Kuala Psychology Journal (SKPJ) is an online academic journal and interested in empirical studies in psychological area. SKPJ is a peer-reviewed journal. Syiah Kuala Psycology Journal receives manuscripts that focused on psychological research and applied psychology. Humanities studies related to psychological science are the scope that also considered in Syiah Kuala Psycology Journal. Every published article will go through a peer-review process by experts who have experience in managing journals and publishing articles in prestigious journals. Every published article has met the requirements set by the SKPJ Editorial Board. SKPJ accepts and publishes psychology student research articles which are published twice a year in April and October.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023)" : 4 Documents clear
Perbedaan Fear of Failure Pada Mahasiswa yang Menyusun Skripsi Hartati, Rina; Mirza, Mirza
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i1.29994

Abstract

Salah satu syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada semua Universitas di Indonesia adalah dengan mengerjakan skripsi. Banyak hal yang dirasakan oleh mahasiswa saat pengerjaan skripsi salah satunya adalah perasaan takut gagal dalam menyelesaikan skripsi dan takut tidak memenuhi berbagai harapan yang ada. Bagi mahasiswa yang menganggap skripsi sebagai tantangan maka akan mampu menghadapi skripsi dengan baik, sebaliknya bagi mahasiswa yang menganggap skripsi sebagai hambatan maka akan kesulitan dalam proses pengerjaannya. Fear of Failure adalah kepercayaan atau antisipasi seseorang bahwa ada konsekuensi yang tidak menyenangkan saat mengalami kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Fear of Failure pada Mahasiswa yang menyusun skripsi berdasarkan jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah 144 mahasiswa yang menyusun skripsi yang terdiri dari 72 laki-laki dan 72 perempuan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala adaptasi dari The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) yang disusun oleh Conroy (2001) dengan nilai koefisien reliabilitas penelitian sebesar () = 0,893. Uji hipotesis yang telah dilakukan menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p0,05) dan nilai t sebesar -6,292. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Fear of Failure antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki memiliki tingkat Fear of Failure lebih rendah dibandingkan perempuan.One of the conditions for obtaining a degree scholarship at all universities in Indonesia is to work on a thesis. A lot of things perceived by the student when the working thesis is the feeling of Fear of Failure in completing the thesis and the fear of not meeting the various expectations. For students who think categorization as a challenge will be able to deal with a thesis properly, otherwise for students that consider the thesis as the barriers it will be difficult in process work. The fear of Failure is the belief or the anticipation of a person that there is an unpleasant consequence if it fails. This research aims to know the difference of the Fear of Failure on the Students that make up the thesis. The technique of sampling used for quota sampling with a total of 144 students who devised a thesis consisting of 72 men and 72 women who comply with the criteria specified. The technique of data collection by using the scale of adaptation The Performance Appraisal Inventory Failure (PFAI) compiled by Conroy (2001) with the value of the coefficient of reliability research of () = 0.893. Test the hypothesis has been done using independent sample t-test demonstrated the significance rating of 0.000 (p 0.05) and the value of t-6.292. Based on these results it can be concluded that there is a difference of the Fear of Failure among both men and women, where men have a Fear of Failure rate lower than women.
Hubungan Antara Self Esteem dengan Compulsive Buying Pada Remaja Rayyani, Ida; Mirza, Mirza
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i1.29995

Abstract

Perkembangan fashion yang silih berganti mendorong remaja melakukan pembelian berulang, ini karena remaja tidak ingin dianggap ketinggalan zaman oleh teman sebayanya, sehingga menjadikan remaja berbelanja pakaian dengan berulang-ulang atau berlebihan. Kegiatan berbelanja tersebut merupakan compulsive buying. Remaja melakukan compulsive buying untuk meningkatkan self esteem pada dirinya dan penerimaan di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara self esteem dengan compulsive buying pada remaja. Terdapat 60 subjek pada penelitian ini dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling dan snowball sampling. State Self-Esteem Scale dan Edward Compulsive Buying Scale digunakan sebagai alat pengumpulan data. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson yang menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) -0,382 dengan nilai signifikansi (p) = 0,003 (p 0.05) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara self esteem dengan compulsive buying pada remaja. Hal ini menunjukkan semakin tinggi self esteem maka semakin rendah compulsive buying pada remaja.Successive fashion developments encourage adolescents to make repeat purchases, this cause adolescents to not want to be considered out of date by peers and making adolescents shop for clothes repetitively or excessively. These shopping activities are called compulsive buying. Adolescents do compulsive buying to increase self-esteem in themself and environmental acceptance. This study aims to determine the relationship between self-esteem with compulsive buying in adolescents. 60 subjects were used as the sample of the study that was selected using snowball sampling. The measuring instruments used were the State Self-Esteem Scale and Edward Compulsive Buying Scale. The results of the analysis with Pearson correlation technique showed correlation coefficient (r) -0,382 with significance value (p) = 0,003 (p 0.05) so that it can be interpreted that there is a negative relationship between self-esteem with compulsive buying in adolescent. This shows that higher self-esteem will lead to lower compulsive buying in adolescents.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Agresif Pada Remaja di Kota Banda Aceh Nasution, Dinda Dwi Putri; M. Tatar, Farhati
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i1.29996

Abstract

Perilaku agresif merupakan suatu perilaku atau kecenderungan perilaku yang niatnya menyakiti orang lain baik secara fisik maupun secara psikologis, dalam hal ini pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresif pada remaja di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel cluster-random sampling yang berjumlah 339 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah adaptasi Parental Authority Questonnaire (PAQ) oleh Buri (1991) dan instrumen adaptasi Aggression Questionnaire (AQ) oleh Buss dan Perry (1992). Analisis data menggunakan teknik analisa data Spearman Correlation yang menunjukkan koefisien korelasi pola asuh demokratis ayah dengan perilaku agresif sebesar r = -0,207 dengan (p 0,05), koefisien korelasi pola asuh demokratis ibu sebesar r = -155 dengan (p 0,05), koefisien korelasi pola asuh otoriter ayah sebesar r = 0,225 dengan (p 0,05), koefisien korelasi pola asuh otoriter ibu sebesar r = 0,253 dengan (p 0,05), koefisien korelasi pola asuh permisif ayah sebesar r = 0,206 dengan (p 0,05) dan koefisien korelasi pola asuh permisif ibu sebesar r = 0, 194 dengan (p 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku agresif pada remaja di Kota Banda Aceh.Aggressive behavior is a behavior or behavioral tendency of his intention to hurt other people both physically and psychologically, in this parenting parents became one of the factors that influence aggressive behavior adolescents. This research aims to look at the relationship of parenting parents with aggressive behavior in teenagers in the city of Banda Aceh. This research uses a quantitative approach method with cluster sampling techniques-random sampling of 339 students. Research instrument used is an adaptation of the Parental Authority Questonnaire (PAQ) by Buri (1991) and an instrument of Aggression Questionnaire adaptation (AQ) by Buss and Perry (1992). Data analysis data analysis techniques using the Spearman Correlation coefficient which shows the correlation of democratic parenting dad with the aggressive behavior of r =-0.207 with (p 0.05), the coefficient of correlation of democratic parenting mom of r =-155 (p 0.05), the coefficient of correlation of authoritarian parenting father of r = 0.225 with (p 0.05), the coefficient of correlation of authoritarian parenting mom of r = 0.253 with (p 0.05), the coefficient of correlation of permissive parenting father of r = 0.206 with (p 0.05) and correlation coefficients permissive parenting mom of r = 0, with 194 (p 0.05). This shows that there is a significant relationship between parenting parents with aggressive behavior in teenagers in the city of Banda Aceh.
Perbedaan Hardiness Mahasiswa Perantau Ditinjau Dari Jenis Kelamin Arisandi, Evi; Nisa, Haiyun
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i1.29993

Abstract

Menempuh pendidikan tinggi merupakan impian dan keinginan setiap individu, sehingga individu akan berjuang untuk melanjutkan studi pada bidang yang diinginkan walaupun harus merantau ke daerah lain. Mahasiswa yang merantau ke daerah lain akan mengalami banyak tantangan dan hambatan dalam proses studinya, sehingga diperlukan ketangguhan atau hardiness. Hardiness merupakan salah satu faktor kepribadian yang turut berperan terhadap respon individu dalam menghadapi peristiwa yang berpotensi menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hardiness pada mahasiswa perantau ditinjau dari jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah 160 mahasiswa perantau yang terdiri dari 80 laki- laki dan 80 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah adaptasi Hardiness Scale yang disusun oleh Bartone (1991). Uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hasil (p = 0,46, p 0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hardiness antara mahasiswa perantau laki-laki dan perempuan.Higher education is the dreams and desires of each individual, so that individuals will strive for further study on the desired field though should be migrated to other areas. Students who wander into other areas will experience many challenges and obstacles in the process of their studies, so that the necessary toughness or hardiness. Hardiness is one of the factors contributing towards the personality of the individual response in the face of a potentially stressful event. This research aimed to know the difference in hardiness on student nomads in terms of gender. Sampling technique used was quota sampling with a total of 160 students of the nomads that consists of 80 men and 80 women. Research instrument used is the adaptation of the Hardiness Scale compiled by Bartone (1991). Test the hypothesis has been done show results (p = 0.46, p 0.05). Based on these results it can be concluded that there is a difference in hardiness among nomads of both men and women.men and women.

Page 1 of 1 | Total Record : 4