Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KUALITATIF KEPUASAN HIDUP PRIA TRANSGENDER (WARIA) DI BANDA ACEH Ruhghea, Sara; Mirza, Mirza; Rachmatan, Risana
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.878 KB) | DOI: 10.14710/jpu.13.1.11-20

Abstract

Abstract Transgender person is an individual who thinks and feels differently from the assigned gender; it is classified asa gender identity disorder; in this study context is a man who changed himself to be a woman. This uncommonbehavior struggles for social acceptance in Indonesian society due to gender construction debate. This study aimsto assess life satisfaction of male transvestite living in Kota Banda Aceh through understanding on therespondents’ life experiences. A qualitative phenomenological approach was used in this study. Respondentswere collected using the snowball technique. Four men who changed to be women participated in this study.Subject I: 34 years old, has been living as a transgender for 13 years; Subject II: 24 years old, has been living asa transgender for 8 years; Subjek III: 27 years old, has been living as a transgender for 4 years; and Subject IV:36 years old, has been living as a transgender for 12 tahun. The result showed that life satisfaction was achievedwhen subjects accepted their conditions and their success in changing their bodies to be women. Their lifesatisfaction was derived from social support given by other male transvestites and by their partners that fulfilledtheir needs to love and to be loved. The greatest obstacle they encountered was rejection from the society whichincreased their anxiety because they did not fulfilled social expectation to behave in accordance to their gender.They used religious practices to cope with this obstacle. Male transvestite achieved an optimum life satisfactionwhen they are able to accept their lives and receive social support from the society.
Hubungan Regulasi Diri dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Syiah Kuala Azhari, Teuku Riki; Mirza, Mirza
Mediapsi Vol 2, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.883 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.4

Abstract

Mahasiswa sebagai individu yang memasuki rentang usia dewasa memiliki tugas perkembangan yaitu bekerja dan membangun karir. Persaingan dalam mendapatkan pekerjaan menimbulkan kecemasan dalam diri mahasiswa. Individu yang memiliki regulasi diri yang tinggi dapat mengontrol perilaku dan menetapkan tujuan sehingga akan berkurang rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Sampel penelitian ini berjumlah seratus mahasiswa yang terdiri dari angkatan 2009 sampai dengan angkatan 2012 yang sudah menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Penelitian ini menggunakan alat ukur yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori Baumeister dan Heatherthon (1996) untuk regulasi diri dan teori Calhoun dan Acocela (1990) untuk kecemasan menghadapi dunia kerja. Hasil analisis data menggunakan korelasi Pearsonmenunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Syiah Kuala (r=-0.62, p=0.00, p<0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Syiah Kuala atau sebaliknya.
Pengaruh Promosi, Motivasi, Gaya Hidup, Personal Selling Terhadap Minat Menggunakan Kartu Kredit Sunanda, Sunanda; Mirza, Mirza
Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science) Vol 19, No 1 (2020): Mei
Publisher : Master of Management Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jspi.v19i1.43-50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi minat seseorang untuk menggunakan kartu kredit. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebar quisioner kepada 240 orang pengguna kartu kredit diluar Bank Mega di Jabodetabek. Hasil quisioner di analisis dan diolah menggunakan SPSS 25.0. Hasil analisis menunjukan variabel Motivasi memiliki pengaruh paling besar terhadap minat menggunakan kartu kredit, adapun besar pengaruhnya sebesar 33,7%, disusul variabel personal selling yang memiliki pengaruh terhadap minat menggunakan kartu kredit sebesar 11,4%, sedangkan untuk variabel promosi memiliki pengaruh terhadap minat menggunakan kartu kredit sebesar 10,1%, namun untuk varibel gaya hidup tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat menggunakan kartu kredit dikarenakan hanya memiliki pengaruh 1,3%. Hasil analisis akan sangat berguna bagi manajemen Bank Mega dalam hal membuat kebijakan dan strategi untuk meningkatkan jumlah minat calon debitur untuk menggunakan kartu kredit Bank Mega.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Stres Kerja Pada Perawat Devy Yurista; Abu Bakar; Mirza Mirza
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.495

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan paling lama yang berhubungan dengan pasien, berhadapan dengan pasien yang penyakitnya beragam dan tuntutan pekerjaan dapat menjadi salah satu sumber stres yang kuat pada perawat dalam bekerja sehingga dibutuhkan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi bagi pihak Rumah Sakit Jiwa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menerapkan kecerdasan emosi dalam menurunkan stres kerja pada perawat. Subjek penelitian adalah 100 perawat yang terlibat langsung dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa pada pasien. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi sebanyak 29 aitem dan skala stres kerja 33 aitem yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisa data menggunakan teknik korelasi Pearson dari statistik parametrik dengan koefisien korelasi r = −0. 584 dan p = 0.00, (p 0.01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah stres kerja, begitu pula sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi maka semakin tinggi stres kerja yang dialami oleh perawat tersebut.
HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN STRES KELUARGA Mirza Mirza; Raihan Raihan; Hendra Kurniawan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Skizofrenia merupakan salah satu bentuk gangguan kejiwaan kronik. Perawatan yang lama terhadap pasien skizofrenia umumnya akan menimbulkan stres kepada keluarga terkait tingginya beban yang mereka tanggung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara lamanya perawatan pasien skizofrenia dengan tingkat stres keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional survey. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Aceh dengan menggunakan metode accidental sampling yang dilakukan pada 27 oktober – 27 november 2014. Jumlah responden adalah 34 orang. Seluruh responden diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi identitas dan melakukan wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner DASS yang telah dimodifikasi. Data diuji dengan uji fisher dengan signifikan α = 0,05 atau 95%. Dari 34 responden terdapat 29 responden yang tidak mengalami stres (85,3%) dan 5 responden mengalami stres ringan (14,7%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga pasien skizofrenia tidak mengalami stres/normal meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk merawat merawat pasien (p.=0,591 0,05). Kata kunci: Keluarga pasien skizofrenia, skizofrenia, lamanya perawatan, stresAbstract. Schizophrenia is a chronic (long-term) mental illness. Long duration of caring for schizophrenic patients will cause stressful event occur to their family because the increase of burden. The aim of this study was to know the association between duration of caregiving schizophrenic patients with the level of stress  in their family. This study was an observational analytic study by using cross sectional survey design. Sampling was performed by accidental sampling method in Mental Health Hospital Aceh from the period October 27 till 27 November 2014. The amount of sample was 34 samples who were caregivers of schizophrenic patients. All samples were asked to fill the quesionnaire which contained identity and did interview using DASS modified  questionnaire. The  data  was  using  analysis fisher’s test with a significant level α = 0,05 or 95%. Out of 34 samples obtained 29 (85,3%) of them did not stress and 5 (14,7%) respondens got mild stress. Results obtained fisher’s test with a significant level α = 0,05 or 95%. This study showed that the family of schizophrenic patients did not stress although it takes long duration of caring patients (p = 0,591 0,05). Keywords: The family of schizophrenic patients, schizophrenia, duration of caregiving, level of stress
RESILIENSI DALAM KELUARGA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI Marty Mawarpury; Mirza Mirza
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2017): Psikoislamedia : Jurnal Psikologi
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.615 KB) | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v2i1.1829

Abstract

The family is the smallest institution in society. A generation is forming from a family. That is why, the building of a family must strong to produce a formidable generation. Family toughness is determined by the foundation of the family builder. Resilience is often defined as endurance. Resilience is generally defined as the ability to overcome adversity, or to thrive despite challenges and difficulties in life. The concept of resilience is becoming increasingly popular in research on the ways people, families and communities recover from trauma, such as trauma from disasters, wars, or the loss of family members. A study of family resilience becomes important because the family is where people grow and develop. In addition, the family is the site of the main activity of the person so that the family become a quality determination of a person facing the future. To understand the process of family resilience, a multi system review is necessary in view of family conditions. The ecological perspective put forward by Urie Bronfenbrenner builds a model of interrelated relationships between families and between families and the social context.
Pengaruh Metode Deep Dialogue Critical Thinking (DDCT) terhadap Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah pada Mahasiswa Zaujatul Amna; Mirza Mirza; Achmad Syaukani; Faizal Adriansyah; Sarah Hafiza
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.72753

Abstract

Menentukan, merinci, dan juga mengembangkan suatu topik tertentu untuk menjadi tulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah penelitian seharusnya, merupakan pengetahuan umum di kalangan mahasiswa. Namun pada kenyataannya, mahasiswa memiliki kendala dalam menulis ilmiah. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya metode agar dapat membantu mahasiswa dalam meminimalisasi kendala dalam menulis karya ilmiah. Penelitian ini dilakukan untuk membantu mahasiswa meningkatkan kemampuannya dalam menulis karya ilmiah, dengan menerapkan metode Deep Dialogue Critical Thinking (DDCT). Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan melibatkan pretest dan posttest selama penelitian dilakukan. Sebanyak 25 mahasiswa psikologi terlibat sebagai sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pretest dan posttest dari perlakuan pemberian metode DDCT terhadap kemampuan menulis karya ilmiah pada mahasiswa (p = 0,00). Disimpulkan bahwa metode DDCT efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah. Metode tersebut dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan ide-idenya dalam menentukan, merencanakan, mengulas, serta mengembangkan topik-topik penelitiannya.
Hubungan Antara Perceived Organizational Support Dengan Readiness for Change Pada Karyawan BRI Di Banda Aceh Firas Mahdani; Elida Syahriati; Mirza Mirza; Eka Dian Aprilia
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Islamic Psychology
Publisher : Fakulatas Dakwah IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v4i1.41-56

Abstract

Abstract Aceh Banking must have sharia status (Aceh Qanun No. 11/2018). It has affected BRI in Banda Aceh. The research purpose is to see the relationship between Perceived Organizational Support (POS) and Readiness for Change (RfC) for BRI employees in Banda Aceh. The method is quantitative (198 BRI employees) and the sampling type is simple random sampling (87 men and 111 women). POS scale, Survey POS, and RfC scale as measuring tools. SBF correlation analysis shows that there is a positive relationship between PSO and RfC for BRI employees in Banda Aceh. Conversely, the lower the PSO, the lower the RfC. Keywords: perceived organizational support; readiness for change; employee of BRI  AbstrakPerbankan di Aceh wajib berstatus syariah (Qanun Aceh No. 11/2018). Peraturan ini berdampak pada BRI di Banda Aceh. Tujuan penelitian, melihat hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dengan Readiness for Change (RfC) pada karyawan BRI di Banda Aceh. Metodenya kuantitatif (198 karyawan BRI di Banda Aceh) dan jenis samplingnya simple random sampling (87 pria dan 111 wanita). Skala POS, Survey POS, dan skala RfC sebagai alat ukurnya. Dari analisis korelasi Spearman Brown Formula (SBF), menunjukkan terdapat hubungan positif antara PSO dengan RfC pada karyawan BRI di Banda Aceh. Sebaliknya, semakin rendah PSO, maka semakin rendah RfC-nya.Kata Kunci: perceived organizational support; readiness for change; karyawan BRI
HUBUNGAN ANTARA KEADILAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA KARYAWAN TETAP PT. X Sarifa Handayani; Mirza Mirza; Risana Rachmatan; Irin Riamanda
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 5, No 2: Juli 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v5i2.26019

Abstract

Keterikatan karyawan menjadi penting bagi sebuah perusahaan karena dengan adanya rasa keterikatan yang tinggi, karyawan akan meningkatkan kinerjanya menjadi lebih produktif, sehingga mampu menaikkan profitabilitas perusahaan. Hal yang mendorong karyawan memiliki rasa keterikatan yang tinggi terhadap pekerjaannya adalah dengan mempersepsikan adanya keadilan organisasi yang dirasakan karyawan dalam perusahaan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara keadilan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan tetap PT. X Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 55 karyawan tetap PT. X Lhokseumawe menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan adaptasi Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (α=0,937), dan adaptasi Organizational Justice Survey (OJS) (α=0,945). Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman yang memperlihatkan nilai r=0,554. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara keadilan organisasi dan keterikatan karyawan pada karyawan tetap PT. X Lhokseumawe.
Perbedaan Komitmen Karier Dosen Ditinjau Dari Jenis Kelamin Nurul Alifah Jovita; Irin Riamanda; Risana Rachmatan; Mirza Mirza
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 2: Juli 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i2.33284

Abstract

Dosen selaku tenaga pendidik profesional dituntut untuk senantiasa melakukan pengembangan karier secara terus-menerus hingga mendapat jabatan tertinggi sesuai dengan komitmennya. Oleh karena itu komitmen karier pada dosen memiliki makna sebagai keteguhan atau ketekunan dosen dalam menjalankan kariernya selama bekerja. Perguruan tinggi akan lebih maju jika seluruh dosennya memiliki komitmen karier yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komitmen karier dosen ditinjau dari jenis kelamin. Populasi dalam penelitian ini yaitu dosen di Universitas X. Sampel dipilih dengan teknik purposif dan diperoleh sebanyak 222 orang dosen (111 laki-laki dan 111 perempuan) yang terlibat dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala The Commitment Career Measure (CCM) yang disusun oleh Carson dan Bedeian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat komitmen karier pada dosen di Universitas X mayoritas termasuk pada kategori tinggi. Sementara analisis data menggunakan uji-t menunjukkan nilai signifikansi (p)=0,395 (p0.05). Berdasarkan skor tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan komitmen karier dosen Universitas X ditinjau dari jenis kelamin. Penyebab tidak ditemukan adanya perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor motivasi yang berlaku sama baik pada laki-laki maupun perempuan, serta kebijakan netral dalam suatu lembaga pendidikan yang tidak dapat ditentukan berdasarkan jenis kelamin.
Co-Authors Abdul Gafar Karim Abu Bakar Achmad Syaukani Afriani Afriani Aidina, Wenny Andi Jumardi AR, Thaybatan Ardian Ariatsyah Arintalofa, Vithya Aulia, Zahra Chairul Bariah Dani, Chandra Yuar Devy Yurista Diah Pera Munika Eka Dian Aprilia Elida Syahriati Endang Syahriani Erlinda Erlinda Fadhilah, Laina Fahrezi, Muhammad Winnie Danielle Faizal Adriansyah Fajrinur, Fajrinur Fauzi Fauzi Finansa, Dody Firas Mahdani Firdaus Firdaus Harri Santoso Hayatun Nufus, Cut Hendra - Kurniawan Ida Rayyani Iin Darmiyati Inayati, Wirda Indah Ayu Pertiwi Intan Dewi Kumala Irfandi Irfandi, Irfandi Iskandar Ibrahim Ivvon Septina Bella Jannati, Al Yildis Juliana, Fitria Khatib, Muhammad Al Jabbir Khatijatusshalihah, Khatijatusshalihah Kiftian Hady Prasetya Kurmasela, Aprilino Alfa Kurniawan, Teddy Laby, Dharma Arung Lembang, Haris Rio Datu Lilis Setiawati Lobo, Jaynal Rante Mamuaya, Arjuna Brifling Marty Mawarpury Maulana, Rizaldi Arie Mohammad Lutfi Mualif, Dhawy Ammar Mutia, Laila Nurul Alifah Jovita Prada, Charlis Andika Pratama, M Ardian Pratama, M. Ardian Putri Puspita sari Rahmatullah, Idham Kholid Raihan Raihan Ramadhana, Zulmi Riady, Muhammad Antos Riamanda, Irin Rina Hartati Risana Rachmatan Rizka Sylvia Rizka Tyara Rohima Sera Afifah Santi Julita Sara Ruhghea Sarah Hafiza Sarah Khairunnisa Sarifa Handayani Soliadi, Indriana Sri Novayanti Sulardi . Sunanda, Sunanda Suprayitno, Abdi syahriani, endang Teuku Riki Azhari, Teuku Riki Wiyono, Joko Yasir, Haura Shafiyyah Binti Yuni Kamisa Zahrani, Zahrani Zaujatul Amna, Zaujatul