cover
Contact Name
Noni Novarista
Contact Email
noninovarista@ansci.unand.ac.id
Phone
+6281374187455
Journal Mail Official
martina@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Jl. Cot Teungku Nie Reuleut Kecamatan Muara Batu Aceh Utara
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh
ISSN : 25483439     EISSN : 26144026     DOI : https://doi.org/10.29103/ag.v8i2.13468
Agrifo accepts scientific papers which discusses the socio-economic aspects of agriculture regarding a system starting from the study of up-stream subsystems, on-farm subsystems, downstream subsystems and supporting subsystems as well as relations between policies and government, international economy and capitalization of land resources , farmer, and community. Related to financing discussion in business development in the field of agribusiness (finance, business, and functional technical aspects)
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): November 2017" : 6 Documents clear
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF BERAS SOLOK ORGANIK Mardianto Mardianto; Edi Firnando
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.364

Abstract

Penelitian tentang Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Beras SolokOrganik dilakukan di Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok yang bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif beras solok organik danuntuk melihat dampak kebijakan pemerintah terhadap beras solok organic. Penelitian inidilaksanakan dengan metoda case study. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus.Metoda Analisa yang digunakan adalah : policy análisis matrik (PAM). Hasil penelitianmenunjukan bahwa usahatani beras solok organik memiliki keunggulan komparatif dankompetitif dengan nilai PCR < 1 (0,103) dan DRCR < 1 (0,125),  sehingga secara finansialusahatani beras solok sudah efisien dan memiliki potensi dalam perdagangan di pasarbebas. Nilai EPC yang diperoleh besar dari 1 (1,219) berarti bahwa usahatani beras solokorganik efektif untuk dilaksanakan dengan adanya kebijakan output dan input.  Sedangkan kebijakan perlindungan yang diterapkan pemerintah masih memberikaninsentif kepada petani sebagi produsen beras solok organik karena nilai NT>0 dan PC>1.Tanpa adanya distorsi pasar yang dilakukan oleh pemerintah maka penerimaan petaniakan naik 15,7 % yang ditunjukan oleh Nilai SRP (0,157).
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI ACEH Jamilah Jamilah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.368

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pendapatan peternak sapi Aceh. Metode penelitian menggunakan metode survei dan analisis pendapatan peternak pada berbagai pola usaha di Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak sapi Aceh cukup menguntungkan.Ada perbedaan pendapatan pada usaha ternak sapi Aceh, berdasarkan manajemen danskala usaha. Pada usaha peternakan sapi Aceh pola 2 ekor, peternak memperoleh pendapatan sebesar Rp. 2.617.000/tahun, pada pola usaha 3 ekor, diperoleh pendapatan sebesar Rp. 4.913.000/tahun, dan usaha ternak sapi Aceh pola 5 ekor, diperoleh pendapatan sebesar Rp. 11.580.000/tahun. Semakin besar skala usaha, maka semakin besar peroleh pendapatan di tingkat peternak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Hayatul Rahmi; Fadli Fadli
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.365

Abstract

Pengambilan keputusan petani terhadap penggunaan benih padi merupakan salah satu faktor penentu pencapaian hasil optimal dalam suatu usahatani, karena jika salah memilih jenis benih padi maka hasil yang dicapai tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani terhadap penggunaan benih padi di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Multi Stage Random Sampling dan untuk menentukan besaran sampel digunakan rumus Slovin. Analisis data penelitian menggunakan metode Analisis Regresi Logistik dengan bantuan software SPSS 16. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga variabel yang mempengaruhi keputusan petani terhadap penggunaan benih padi yaitu luas lahan, produksi, dan harga benih padi.Sedangkan faktor pendapatan tidak mempengaruhi petani dalam menggunakan benih padi.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN TANAH DATAR Vivi Hendrita
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.379

Abstract

Penelitian Kebijakan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Tanah Datar ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar serta menganalisis kebijakan dan upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam pengembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dianalisa secara interpretative menggunakan teori-teori ataupun literatur-literatur yang sesuai kemudian secara induktif ditarik kesimpulan untuk menjawab permasalahan yang ada. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi lapangan dan studi literatur. Dari hasil penelitian didapat bahwa kondisi pengembangan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar belum dilakukan secara optimal. Upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam mengembangan pariwisata terlihat dari berbagai kebijakan yang dibuat yang tercantum dalam renstra, dan RPJMD, serta didukung beberapa peraturan daerah dan peraturan Bupati Tanah Datar, namun dalam kebijakan ini masih terfokus pada pelaksanaan event dan promosi budaya dan belum menyentuh pengembangan terhadap objek wisata secara khusus sehingga dalam pelaksanaannya masih belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Datar.
ANALISIS PENGARUH LUAS LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI KAKAO PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI ACEH Intan Alkamalia; Mawardati Mawardati; Setia Budi
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.369

Abstract

Perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao tersebar di dunia. Perkebunan kakao di Indonesia sebagian besar dikelola oleh perkebunan rakyat. Perkebunan rakyat tersebut tersebar di berbagai Provinsi salah satunya Provinsi Aceh. Pengembangan perkebunan kakao rakyat di Aceh pada tahun 2006 – 2010 mengalami peningkatan terhadap luas lahan dan jumlah petani kakao tetapi produksi dan produktivitas kakao perkebunan rakyat mengalami fluktuasi. Metode yang digunakan adalah analisis regresi dengan model fungsi produksi Cobb – Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak luas lahan (X1) dan tenaga kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01. Sedangkan secara parsial luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,000 < α = 0,01 tetapi tenaga kerja (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kakao (Y) pada nilai probabilitas 0,661 < α = 0,05. Elastisitas produksi kakao di Provinsi Aceh berada pada kondisi increasing return to scale.
ANALISIS POTENSI WILAYAH DALAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG Nova Anggraini; Riza Andesca Putra
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i2.380

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui potensi sumber daya manusia peternakan sapi potong di Kecamatan Sijunjung. (2) Mengetahui ketersediaan fasilitas pendukung untuk pengembangan peternakansapi potong di Kecamatan Sijunjung. (3) Mengetahui potensi lahan dan pakan di Kecamatan Sijunjung terhadap pengembangan peternakan sapi potong. (4) Mengetahui kemampuan wilayah Kecamatan Sijunjung dalam pengembangan peternakan sapi potong. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sijunjung yaitu berlangsung pada bulan Januari - Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan survey.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kecamatan Sijunjung memiliki karakter sumber daya manusia peternak yang tergolong cukup baik dalam upaya pengembangan sapi potong. Hal tersebut berdasarkan pada bahwa umumnya berusia produktif (82,05%), rata-rata berpendidikan SMP (51,28%), sapi yang dipelihara merupakan milik sendiri (69,23%), berjenis kelamin perempuan (53,85%), dengan rata-rata jumlah ternak yang dimiliki 1-5 ekor (79,49%), dan memiliki pengalaman beternak <5 tahun (66,67%). Walaupun fasilitas pendukung peternakan seperti Puskeswan dan RPH/TPH pada umumnya belum sesuai ketentuan kecuali PosULIB. Kecamatan Sijunjung tidak memiliki pasar ternak, pada umumnya kelompok tani ternak adalah kelompok lanjut (55,32%), tidak ada asosiasi peternak, dan terdapat 1 Bank Pemerintah, 1 Bank Pembangun daerah, 2 Bank Swasta, 2 Bank Perkeriditan Rakyat dan 50unit koperasi yang tersebar di seluruh Kecamatan Sijunjung. Namun Nilai Indeks Daya Dukung (IDD) pakan di Kecamatan Sijunjung adalah 8,23, artinya IDD > 2 berada di wilayah aman dalam pengembangan peternakan sapi potong. Wilayah mampu dalam menampung ternak ruminansia adalah 24.816,248 ST. Saat ini populasi ternak sebanyak 6.030,68 ST, sehingga bisa dilakukan penambahan ternak sebanyak 18.785,568 ST. Untuk populasi sapi potong dapat dilakukan penambahan sebanyak 3.615,54 ST.

Page 1 of 1 | Total Record : 6