cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Health and Sport
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
HUBUNGAN POWER TUNGKAI DENGAN HASIL LOMPAT TINGGI Refiater, Ucok Hasian
Jurnal Health and Sport VOL 5, NO 3, 2012
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.826 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan power tungkai dengan hasil lompat tinggi gaya guling perut dalam nomor atletik pada mahasiswa putra semester II jurusan pendidikan keolahragaan. Populasi adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Keolahragaan semester II dengan sampel sebanyak 20 orang mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik uji r (Korelasi). Hasil pengujian taraf signifikan menunjukan harga t hitung sebesar 17075,9 dengan taraf nyata 0,01 serta dk = n-2, untuk uji dua pihak diperoleh harga Ttab 8,28. Ternyata thitung > ttababel atau thitung di luar daerah peneriman Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power tungkai dengan hasil lompat tinggi gaya guling perut mahasiswa putra semester II jurusan pendidikan keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo.
PERBANDINGAN FRONT CONE HOPS DAN LATERAL CONE HOPS TERHADAP PENINGKATAN KEKUUATAN OTOT TUNGKAI PADA OLAHRAGA KARATE Lie Tumbal, Marsa
Jurnal Health and Sport Vol 2, No 1, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7116.668 KB)

Abstract

Program pelatihan untuk meningkatkan otot tungkai sebagai penggerak utama dalam olahraga karate, haruslah disusun secara sistematis dan terarah dengan memperhatikan prinsip prinsip pelatihan yang benar, agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan. Usulan bentuk pelatihan untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai adalah melalui pelatihan Front Cone Hops dan Lateral Cone Hops. Terdapat peningkatan kekuatan otot tungkai untuk masing-masing kelompok setelah diberi pelatihan di lihat dari hasil uji-t. Selain itu, terdapat perbedaan pengaruh yang sangat bermakna antara ketiga kelompok di lihat dari peningkatan kekuatan otot tungkai melalui hasil uji-F. Berdasarkan hasil uji di atas diketahui bahwa kelompok eksperimen 1 dengan bentuk pelatihan Front Cone Hops lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai.
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER PADA MAHASISWA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA SEMESTER I Liputo, Nurhayati
Jurnal Health and Sport VOL 6, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.713 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mendapatkan gambaran tentang pengaruh latihan interval terhadap kecepatan lari 100 meter mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester I. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan program latihan interval dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi mahasiswa dalam cabang olahraga Atletik dan diharapkan akan dapat membantu mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam melakukan lari 100 meter agar dapat mencapai kecepatan maupun hasil yang lebih optimal. Populasi adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester I yang berjumlah 140 orang dengan sampel sebanyak 15 orang mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik uji t. Dari pengujian hipotesis terima Ho jika: -t(1-a) < t(1-a) dengan taraf nyata a= 0,05 dan dk= n1+n2-2. Dari hasil perhitungan diperoleh t hitung = -27, sedangkan daftar distribusi diperoleh : -t(1-0,025)(30+30-2)= t(0,975)(58)=2,00. Ternyata harga t hitung lebih kecil dari t daftar atau harga t hitung telah berada diluar daerah penerimaan Ho sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan dapat menerima H1. Maka hipotesis penelitian yang berbunyi. Terdapat pengaruh yang berarti dari latihan interval terhadap kecepatan lari 100 meter pada cabang olahraga Atletik mahasiswa semester I dapat diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan interval terhadap kecepatan lari 100 meter pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester I. Dalam hal ini upaya peningkatan kecepatan lari 100 meter pada cabang Atletik dapat dilakukan dengan latihan yang insentif berupa latihan interval.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP DAYA HAMBAT ESCHERICHIA COLI Saraswati, Dian
Jurnal Health and Sport Vol 3, No 2, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8565.756 KB)

Abstract

daun siri memiliki kemampuan antisepti( antioksidasi dan fungisida. Minyak atsiri dan ekstraknyapun mampu melawan beberapa bakteri gram positifdan gram negative. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah anatisis varians (ANAVA) pada taraf signifikan a=0,05. hasil analisis varians adalah F* = 921,98 lebih besar dari nilai F* pada taraf signifikan a=0,05 dengan DK pembilang V1 : 4 dan Dk penyebut V2 : 20 atau Fo,o5 : 2,87 yang artinya dengan pemberian konsentrasi ekstrak daun sirih berpargaruh terhadap daya hambat Escherichiac coli dan didapatkan konsentrasi minimal ekstrak yang mampu menghambat bakteri Escherichiac coli yakni pada konsentrasi 50 o/o. Berarti hipotesis tentang konsentrasi minimal ekstra daun siri berpengaruh terhadap daya hambat bakteri Escherichia coli dapat diterima, ini dibuktikan dengan ujiBNT.
GAMBARAN SARANA SANITASI KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH KERJA pusKESMAS LIMBOtO TAHUN 2009 Presetya, Ekawati
Jurnal Health and Sport Vol3, No 1, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10450.906 KB)

Abstract

sejumlah penyakit yang berbasis lingkungan merupakan masalah kesehatan yang penting di indonesia. program sanitasi kesehatan lingkungan bertujuan untuk menjaga serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana sanitas dasar seperti penyediyaan air bersih,jamban keluarga,pembuangan air limbah serta tempat sampah.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi serta frekuensi sarana sanitasi kesehatan lingkungan di wilayah kerja puskesmas limboto kabupaten Gorontalo.penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei,dengan rancangan Deskriftif,dimana variabel yang diteliti adalah penyediaan air bersih,jamban keluarga,saluran pembuangan iar limbah,dan tempat sampah.Data yang di peroleh disajikan dalam bentuk tabel yang di narasikan.Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak sarana sanitasi kesehatan lingkungan yang masih belum bisa memenuhi syarat yaitu sarana jamban keluarga (JAGA),sarana pembuangan air limbah dan sarana pembuangan sampah,sedangkan sarana penyediaan air bersih rata rata telah memenuhi syaratkesehatan yang baik.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TAKTIK DALAM PEMBELAJARAN INVASION GAMES DI SEKOLAH DASAR ., Yudanto
Jurnal Health and Sport Vol 2, No 1, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9855.774 KB)

Abstract

Permainan merupakan salah satu materi Pendidikan Jasmani yang diselenggarakan di Sekolah Dasar. Invasion games atau permainan menyerang,seperti: sepakbola dan basker merupakan materi permainan yang diajarkan dalam pembelajaran pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar. Proses pembelajaran invansion games dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pendekatan taktik merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran invasion games. Pendekatan taktik merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yg menekankan pada bermain dan belajar keterampilan teknik dalam situasi bermain.
PERAWATAN DIRI IBU NIFAS SEBAGAI UPAYA MENCEGAH INFEKSI NIFAS ., Mardiatun
Jurnal Health and Sport VOL 6, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.885 KB)

Abstract

Postpartum self-care is a follow-up for women after childbirth, self-care during childbirth is necessary because a lot of women will have physical and psychological changes experience. Postpartum care is a critical point but often is ignored component of postpartum self care. In developing countries, about 70% did not receive postpartum care, postpartum care most acceptable when there is a risk of maternal death in childbirth, postpartum maternal death is 50% - 71% occur in the postpartum period. The most common cause of maternal death is hemorrhage, second direct cause is an infection, is responsible for most deaths late postpartum. Morbidity in the first week postpartum is usually caused by endrometritis, mastitis, infection of the episiotomy or laceration, urinerius tract infections, and other diseases. Postpartum self-care can be done in a way: Meets Nutrition, early mobilization, meet Urine elimination, maintain personal hygiene, breast treatment, and care of the perineum. Postpartum self-care is not only important to reduce maternal mortality and morbidity but also to strengthen and improve healthy behaviors and to restore public health puerperal women during treatment.
PENJASOR SEBAGAI ALAT PENGEMBANG KECAKAPAN HIDUP REMAJA Mile, Sarjan
Jurnal Health and Sport Vol 3, No 2, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10623.164 KB)

Abstract

meskipun sebagian besar pemicu tindakan dan perilaku menyimpang dari remaja tersebut didorong ole faktor sosial yang sifatnya sangat konapleks, penelusuran para ahli menyimpulkanbahwa kelemahan mereka secara emosional dan psikologis akibat asuhan keluarga memberidampak pada besarnya kecenderungan mereka untuk menyimpang di samping larang kokohnya institusi non-formal di masyarakat yang dapat menambal kelemahan keluarga. Penjas dan olahraga disinyalir ole para ahli akan memberikandampak positifbagi perkembangan kecakapan sosial mereka,bahkan melalui penjas dan olalnaga, para remaja dapat diarahkan untuk mampu menguasai \"kecakapan hidup\"
WOUND DEHISCENCE PASCA BEDAH CAESARPADA RUMAH SAKIT DR. KARIADI SEMARANG Yadi, Muhammad
Jurnal Health and Sport Vol3, No 1, 2011
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8363.394 KB)

Abstract

salah satu cara menurunkan angka kematian ataupun angka kesakitan ibu adalah dengan mengurangi atau mencegah terjadinya komplikasi pasca persalinan Bedah Caesar yaitu wound dtiscence Luka Operasi yang terbuka . Karenanya, artikel ini membahas penelitian deskiptif yang dilaksanakan pada Studi potong lintang (cross sectional) secara retrospektif di Bagian obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/Rumah Sakit Dr.kariadi Semrang selama 3 tahun selama periode I Jantrari 1999 -31 Desember 2001 yang merupakan tahun-tahun dengan kasus wound dehiscence terbanyak selama 20 tahun temkhir Data penelitian diper oleh dengan membandingkan terjadinya wound dehiscence pada kelompok Bedah Caesar pertama dan Bedah Caesar berulang; wound dehiscence pada Bedah Caesar berulang lebihbanyak terjadi dari pada Bedah Caesar pertama hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna antara berulangnya Bedah Caesar dengan kejadian wound dehiscece.Namun tidak ada perbedaan dalam hal karakteristik pada penderita Bedah Caesar pertama kali dan Bedah Caesar berulang. Prevalensi kejadian wound dehiscence pasca Bedah Caesar adalah 1,36%. Angka kejadian wound dehiscence pada Bedah Caesar brulang lebih tinggi dari Bedah Caesar pertama kali (4,82% vs 0,69%)
PEMBINAAN KONDISI FISIK ATLET TENIS LAPANGAN MENGGUNAKAN LATIHAN BEBAN Kusworo, Hendro
Jurnal Health and Sport VOL 5, NO 3, 2012
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.863 KB)

Abstract

Olahraga tenis lapangan adalah cabang olahraga dengan mengandalkan kemampuan power ekplosif. Sehingga diperlukan pola latihan beban yang merupakan salah satu alat atau sarana di dalam menjaga kondisi atlet agar sukses di dalam proses tahapan latihan.Selain itu proses latihan beban harus disesuaikan dengan komponen otot yang menjadi sasaran, proses gerak otot dan persentase pada periodesasi latihan.Dengan latihan beban kondisi atlet dapat lebih terjaga sehingga program latihan yang dilaksanakan dapat tercapai sesuai dengan tujuan sasaran yang sudah ditetapkan.