cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): Maret" : 5 Documents clear
PARTISIPASI MAHASISWA KKN UKIM DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT DAN JEMAAT GPM SOAR DI DESA LOHIATALA Likumahua, Debby; Nenkeula, Defi Stenly
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1230

Abstract

Kehidupan bermasyarakat dan berjemaat di era sekarang ini sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak seperti Perguruan Tinggi. UKIM melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) dengan programnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat dan jemaat. Negeri Lohiatala terletak di Pulau Seram, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Tempat yang dipilih UKIM dalam pelaksanaan KKN PPM tahun 2022 ini memiliki 249 KK, dengan 1.053 jiwa yang terdiri dari 532 Laki-Laki dan 521 Perempuan, yang dipimpin oleh seorang raja. Jemaat Lohiatala terdiri dari 3 sektor (Imanuel, Ebenhaezer dan Sion) yang tersebar dalam 9 unit pelayanan yang dipimpin oleh seorang ketua Majelis Jemaat. Tatanan kehidupan masyarakat Lohiatala sangat kental dengan sikap solidaritas, ditandai dengan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat yang berjalan dan dipelihara. Mereka selalu melakukan suatu kegiatan yang menyangkut kepentingan umum. Hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antar masyarakat. Masyarakat selalu mengedepankan hidup kasih sayang, saling membantu dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuhnya motivasi masyarakat untuk saling berinteraksi dengan baik. Mencermati dinamika bermasyarakat dan berjemaat di Desa Lohiatala, ada banyak hal yang harus dikerjakan dan dibenahi. Berdasarkan hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, perangkat Desa serta perangkat pelayan Jemaat GPM Lohiatala, ditemukan beberapa permasalahan:1)Kurangnya ketrampilan masyarakat untuk mengelolah bahan lokal berdaya guna dan ekonomis. 2)Perlengkapan gereja yang belum dibenahi dalam hal ini adalah Data Statistik Jemaat yang bermanfaat untuk pelayanan gereja. 3)Belum adanya Papan nama Pastori Jemaat GPM Lohiatala sebagai tanda nama untuk mengetahui lokasi Pastori Jemaat GPM Lohiatala. 4)Kurangnya informasi tentang Universitas Kristen Indonesia Maluku. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang telah didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada masyarakat dan jemaat Desa Lohiatala adalah: 1)Menjajaki dan menawarkan kerjasama dengan angkatan muda dan masyarakat yang tidak bekerja untuk membuat ketrampilan dari hasil bahan lokal desa Lohiatala. 2) Mengambil inisiatif membantu perangkat pelayan Gereja untuk membuat Data Statistik Jemaat GPM Desa Lohiatala dan bersama-sama Jemaat membuat Papan Nama Pastori Jemaat GPM Desa Lohiatala. 3)Melakukan Sosialisasi UKIM kepada sekolah (SMA/SMK) juga kepada masyarakat Desa Lohiatala. Luaran kegiatan ini telah dipublikasi pada media jurnal Maren UKIM.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MASYARAKAT KELURAHAN KUDAMATIRT/RW 006/07, DALAM RANGAKA PENANGANAN PANDEMI COVID 19 Johandersson, Charles; Pembuain, Tiwery Ardilson
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1229

Abstract

Kota Ambon merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku yang terletak di sebelah selatan Pulau Ambon dengan luas keseluruhan sebesar 377 km2 atau dua perlima dari luas Pulau Ambon.Luas ini terdiri dari luas daratan sebesar 359,45 km2 dan perairan sebesar 17,55 km2 dengan garis pantai sepanjang 98 km.Secara astronomis, Kota Ambon terletak di 3° 34' 8,40"–3° 47' 42,00" LS dan 128° 1' 33,60"–128° 18' 3,60" BT.Ambon beriklim hutan hujan tropis. Jumlah penduduknya mencapai 375.760 jiwa dengan luas wilayah 298,61 km² dan sebaran penduduk 1.258 jiwa/km². Kota ini dibelah oleh Teluk Ambon sehingga berada dalam lengkungan yang berbentuk huruf, Kelurahan Kudamati, Penduduknya berjumlah 18106 Jiwa, dengan Jumlah KK 3177 KK, Terdiri dari 7 RW dan 43 RT. Salah satunya adalah RT/RW 006/07 yang dipakai sebagai tempat pelaksanaan proses KKN. RT/RW 006/07 dengan jumlah KK 110 ini termasuk dalam salah satu RT dengan jumlah jiwa yang terbanyak, masyarakatnya tidak mengindahkan peraturan pemerintah untuk pencegahan Covid-19. Dibuktikan dengan tidak ada tempat cuci tangan disetiap rumah dantidak mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar, warga yang belum mematuhi protocol kesehatan tentang memakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak antar sesama, menghindari kerumunan, juga jalan menuju bak penampung air bersih di lingkungan RT/RW 006/07 sudah banyak yang rusak, masalah yang dihadapi mitra Rusaknya akses jalan lingkungan menuju Bak Penampungan Air, Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19, Kurangnya pengetahuan anak usia dini akan covid-19 dan pencegahannya.
PKM IMPLEMENTASI SDKI, SIKI DAN SLKI DALAM FORMAT NCP DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT SUMBER HIDUP KOTA AMBON Talahatu, Olivia; Pelatta, Chendy S
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1231

Abstract

Asuhan keperawatan merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang perawat dalam mengaplikasikan ilmu keperawatan secara sistematis, terstruktur serta terintergratif. SDKI, SIKI dan SLKI merupakan suatu pedoman terstandar yang dikeluarkan pertama kali oleh persekutuan perawat nasional Indonesia atau PPNI sejak 6 tahun lalu. Indonesia timur sendiri merupakan wilayah indonesia yang terdiri dari berbagai pulau - pulau menyebabkan penyebaran informasi dan pengembangan suatu pembaharuan terkesan sedikit lebih lama jika di bandingkan dengan Indonesia bagian barat dan itu sangat terlihat dalam hal sosialisasi dan penerapan SDKI, SIKI dan SLKI di Rumah Sakit Sumber Hidup. Jumlah perawat pelaksana secara keseluruhan pada Rumah Sakit Sumber Hidup sebanyak 38 orang yang terdiri dari D3 sebanyak 28, S1 sebanyak 3 orang dan Ners sebanyak 5 orang Rumah Sakit Sumber Hidup memiliki 4 unit perawatan rawat inap yang terdiri dari Ruangan Atalia, Ruangan Ezra, Ruangan Bapasa dan Ruangan Yabes. Sebagai bukti pelaksanaan proses keperawatan yang diberikan diperlukan suatu pendokumentasi yang terstruktur dan terstrandar sebagaimana tertahap dalam proses keperawatan atau dapat menjawab kebutuhan asuahan keperawatan yang diberikan. Format NCP pada diagnose keperawatan yang digunakan perawat di ruangan rawat inap masih digabungkan dengan Assesment bagian akhir pengkajian keperawatan). Demikian masalah yang di hadapi mitra antara lain:1. Perawat Rumah Sakit Sumber Hidup belum pernah menerima sosialisasi terkait SDKI, SIKI dan SLKI dari PPNI secara langsung atau di wakili serta secara internal,2. Belum adanya rencana Rumah Sakit Sumber Hidup atau bidang terkait dalam menerapan SDKI, SIKI dan SLKI pada NCP Dokumentasi Asuhan Keperawatan.
PEMBERDAYAAN POTENSI ALAM DENGAN PEMBUATAN PRODUK BERUPA TEPUNG PISANG DAN SELEI PISANG DI DESA EWIRI, BURU SELATAN Selsily, Wendel H.
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1232

Abstract

Sumber Daya Alam (SDA) adalah segala sesuatu yang bisa diambil atau dimanfaatkan dari alam karena memiliki nilai manfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desa Ewiri merupakan salah satu desa yang dijadikan tempat pelaksanaan KKN Universitas Kristen Indonesia Maluku Kegiatan KKN di Desa Ewiri bertajuk pada pemberdayaan potensi alam berbasis kearifan lokal. Ketidakseimbangan hasil alam yang dihasilkan dengan pengembangan produk dalam hal ini yaitu pisang, maka sebagian besar masyarakat Ewiri hanya menjual mentah hasil alam mereka dengan harga yang murah. 1. Tahap Persiapan a. Berdiskusi dengan Perangkat Desa dan Ibu-Ibu PKK yang ada di Desa Ewiri terkait pelatihan yang akan dijalankan b. Tim KKN melakukan pendekatan dengan KMJ Ewiri guna izin berkegiatan dengan Wadah Pelayanan Wanita Jemaat GPM Ewiri dan melakukan penyuratan kepada masing-masing Ketua Sektor Wadah Pelayanan Wanita. c. Tim KKN melakukan pembagian tugas untuk pelaksanaan kegiatan dan persiapan alat dan bahan. 2. Tahap Pelaksanaan a. Ibadah bersama Wadah Pelayanan Wanita b. Penjelasan singkat terkait tujuan dan proses kegiatan yang akan dijalankan dalam pelatihan pembuatan tepung pisang dan selei pisang c. Melakukan kegiatan pelatihan dengan mempraktekan langsung pembuatan tepung pisang dan selei pisang. 3. Tahap Evaluasi Program. Program ini akan dievaluasi tingkat keberhasilan dan keberlanjutannya oleh tim baik pada saat pelaksanaan program maupun saat tim telah selesai mengerjakan tugasnya. Berdasarkan kesepakatan Tim bersama dengan mitra, maka hasil pelaksanaan kegiatan di Desa Ewiri dengan program utama yaitu Pelatihan Pembuatan Tepung Pisang dan Selei Pisang. Jenis pisang untuk pembuatan tepung pisang ialah pisang Kepok, atau yang lebih sering disebut oleh masyarakat Desa Ewiri dengan sebutan pisang “Lewaka”. Sementara untuk pembuatan selei pisang, jenis yang pisang yang digunakan ialah pisang Raja/Ambon atau Pisang Jarum. Demikian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dapat dilaksanakan oleh Tim di Desa Ewiri, Diharapkan agar masyarakat di Desa Ewiri dapat mengembangkan produk yang berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan perekonomian Desa. Diharapkan juga kepada pihak Universitas, untuk dapat menindaklanjuti kegiatan-kegiatan seperti ini kepada mahasiswa lainnnya karena akan berdampak pada pengembangan Mitra kedepan.
PKM REVITALISASI JALAN LINGKUNGAN PADA RT 003/RW 04 KELURAHAN RIJALI KOTA AMBON Lewaherilla, Nusye Mozes Yohannes
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v3i1.1238

Abstract

Pembangunan jalan lingkungan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur desa berbasis masyarakat. Tujuan pembangunan infrastruktur desa/kecamatan berbasis masyarakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan peran serta masyarakat desa dalam pembangunan serta menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahan dan penyediaan infrastruktur perdesaan. RT 003/RW04 merupakan daerah yang terletak di pusat kota Ambon tepatnya di Keluarahan Rijali depan Kantor DPRD Kota Ambon, secara khusus jalan lingkungan ini menjadi sesuatu yang prioritas bagi warga setempat karena merupakan jalur akses ke pusat pendidikan, pemerintahan maupun pusat peribadatan yang ada disekitar. Perbaikan jalan lingkungan RT003/RW04 ini disebabkan oleh konstruksi jalan yang sudah mengalami keretakan atau hancur serta sering tergenang air pada saat musim hujan Berdasarkan penjelasan diatas, maka tujuan yag ingin dicapai adalah memperbaiki atau merevitalisasi jalan lingkungan RT 003/RW04 untuk layak pakai sesuai standar mutu SNI dan layak untuk digunakan, serta merasa aman dan nyaman bagi warga dan pergerakan arus lalu lintas. Dari hasil sosialisasi dengan warga diketahui beberapa masalah antara lain : (1) Jalan setapak beton yang dilalui warga selama ini sudah cukup rusak dan tidak aman dilewati apalagi saat hujan turun; (2) Saluran Drainase sudah banyak yang mengalami rusak sehingga limbah rumah tangga merembes masuk ke dalam tanah dan juga memberi dampak bau yang tidak sedap bagi lingkungan. Berdasarkan masalah diatas maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra RT003/RW04 adalah (1) Masyarakat mengenal lebih dekat pengetahuan tentang apa itu beton normal atau beton non struktural secara teknis; (2) Mitra juga mengetahui tentang proporsi campuran beton normal sesuai SNI; (3) Mitra di belajarkan tentang pengaruh prosentase kandungan air dalam campuran beton terhadap kualitas atau mutu beton. Luaran kegiatan ini telah dipublikasikan pada media massa elektronik Harian Spektrum dan media massa online Maluku terkini (https://www.malukuterkini.com/2019/12/16/pkm-ukim-revitalisasi-jalanlingkungan-kelurahan-rijali/) dan Video kegiatan ini telah di upload pada chanel YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=YyKBYD8OKe4t=7s)

Page 1 of 1 | Total Record : 5