cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal
ISSN : -     EISSN : 30474493     DOI : https://doi.org/10.47134/scpr
Core Subject : Health,
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal is dedicated to the exploration of Pharmaceutical Sciences and Community and Clinical Pharmacy. In the realm of pharmaceutical sciences, the journal welcomes research articles spanning Pharmaceutical Biology and Pharmacognosy, Pharmaceutical Chemistry, pharmaceutics, Pharmacology and Toxicology, as well as Biotechnology. In the domain of Community and Clinical Pharmacy, the journal encompasses discussions on Hospital Pharmacy, Clinical Pharmacy, Pharmacy Management, and Social Pharmacy.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025): October" : 3 Documents clear
Farmakovogilans Berbasis Fasilitas Kesehatan: Peran Apoteker Klinis dalam Pelaporan Kejadian Obat yang Tidak Diinginkan Saputri, Ika
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i3.5080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran apoteker klinis dalam pelaporan kejadian tidak diinginkan obat (Adverse Drug Reactions/ADR) sebagai bagian dari penguatan sistem farmakovigilans berbasis fasilitas kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai publikasi ilmiah, laporan resmi, dan artikel akademik terkini yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan analisis dokumen yang relevan, kemudian dianalisis dengan tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan apoteker klinis secara aktif dalam proses deteksi, dokumentasi, dan pelaporan ADR berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas serta kuantitas laporan di fasilitas kesehatan. Faktor penentu keberhasilan pelaporan mencakup pelatihan berkelanjutan, dukungan kelembagaan, serta penerapan sistem pelaporan digital. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, ketidakjelasan prosedur, dan kurangnya insentif institusional. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi apoteker, integrasi teknologi informasi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem farmakovigilans yang efektif dan adaptif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori keselamatan pasien dan praktik farmasi klinik dengan menegaskan peran strategis apoteker dalam mencegah risiko terapi obat serta meningkatkan budaya keselamatan di fasilitas kesehatan.
Kajian Integratif mengenai Peran Teknologi Digital dan Analitik dalam Standarisasi dan Pengendalian Mutu Sediaan Herbal Ratu, Antonius; Liandhajani; Halim, Guntoro; Nunang, Paskalis
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i3.5081

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis peran teknologi digital dan analitik dalam proses standarisasi serta pengendalian mutu sediaan herbal dengan fokus pada kontribusinya terhadap efisiensi industri dan peningkatan kepercayaan konsumen. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif terhadap sepuluh publikasi ilmiah periode terkini yang membahas penerapan machine learning, big data analytics, DNA barcoding, chemometrics, dan sistem informasi mutu digital dalam industri herbal. Analisis dilakukan secara tematik untuk menilai sejauh mana teknologi tersebut meningkatkan akurasi identifikasi bahan, konsistensi formulasi, dan integritas data mutu produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dan analitik mampu memperkuat validitas proses kontrol mutu melalui deteksi cepat terhadap penyimpangan bahan baku, optimasi parameter produksi, serta pelacakan rantai pasok secara real-time. Penerapan teknologi ini juga mendukung efisiensi biaya dan mempercepat proses validasi mutu tanpa mengurangi aspek keamanan produk. Seluruh sistem tersebut konsisten dengan prinsip Quality by Design dan kerangka Pharma 4.0, yang menempatkan pengendalian mutu sebagai proses dinamis berbasis data dan prediksi. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kunci untuk mewujudkan standardisasi sediaan herbal yang objektif, transparan, dan berkelanjutan. Kajian ini merekomendasikan pengembangan model implementasi lintas-sektor yang menghubungkan industri, akademisi, dan regulator untuk memperkuat ekosistem mutu herbal di tingkat nasional maupun global.
Analisis Deskriptif tentang Penerapan Farmakovigilans di Indonesia dalam Konteks Keselamatan Pasien Novitasari, Meliana; Wijayanti, Sari; Indarto, Indarto; Sakka, La
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i3.5075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif penerapan farmakovigilans di Indonesia dalam konteks keselamatan pasien, dengan fokus pada tantangan, upaya, dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik, laporan resmi, dan kebijakan pemerintah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, meliputi identifikasi tema, reduksi data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem farmakovigilans di Indonesia masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rendahnya tingkat pelaporan efek samping obat, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya budaya keselamatan pasien. Namun, beberapa inisiatif seperti pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas profesi, dan digitalisasi sistem pelaporan menunjukkan perkembangan positif dalam memperkuat sistem farmakovigilans nasional. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori tentang hubungan antara budaya keselamatan pasien dan efektivitas pelaporan farmakovigilans, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran dan pelaksanaan farmakovigilans. Penelitian ini juga menegaskan perlunya pendekatan multidisipliner dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan keselamatan pasien yang lebih baik di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3