cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): August 2016" : 6 Documents clear
Karakteristik habitat dan pola pertumbuhan kepiting kelapa (Birgus latro) di Pulau Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Rugaya H. Serosero; Suryani Suryani; Rina Rina
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4350

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan pola pertumbuhan kepiting kelapa (Birgus latro) di Takome Pulau Ternate dan Idamdehe Kecamatan Jailolo Propinsi Maluku Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2014. Data yang dikumpulkan adalah tekstur substrat dengan metode pipet, penentuan kandungan nitrat danfosfat tanah dengan metode spektofotometer, pengukuran panjang + rostrum (cp+r) kepiting kelapa dan pola pertumbuhannya. Selain it juga diukur suhu udara, suhu lubang dan kelembaban udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Idamdehe memiliki karakteristik pantai yang curam, bahkan di beberapa lokasi penangkapan sangat terjal, sedangkan  di lokasi Takome Pulau Ternate memiliki karakteristik pantai yang lebih landai. Tekstur substrat di lokasi Takome Pulau Ternate terdiri atas pasir (55,76 %), debu (18,4%) dan liat (25,84%) dan Stasiun Idamdehe memiliki tekstur pasir (49,17%), debu (25,61%) dan liat (25,22%)dankandungan bahan organik substrat (Total N) di Takome adalah 0,31% dan total P adalah 0,09% sedangkan di Idamdehe Total N adalah 0,19% dan Total P 0,02%. Suhu udara di lokasi Idamdehe berkisar 26-280C dan di Takome 27-280C. Kelembaban udara 73%-98% di Idamdehe dan 71%-90% di Takome. Parameter lingkungan berupa suhu udara, kelembaban udara, tekstur substrat dan kandungan bahan organik di kedua lokasi penelitian mendukung kehidupan kepiting kelapa di habitat alaminya. Pola pertumbuhan kepiting kelapa di kedua lokasi Idamdehe adalah allometrik negatif.Kata kunci: Karakteristik habitat, Idamdehe, Takome, Birgus latro, isometrik, allometrik negatifAbstract. This objectives of the present study were to evaluate the habitat characteristics and growth patterns of the coconut crabs in Takome and Idamdehe waters North Maluku Province. This study was conducted during April-July 2014. The collected data were the substrate texture, nitrate and phosphate contents of soil using spectrophotometric method, length + rostrum (cp+r) of coconut crabs and the growth patterns. In addition, the air temperature, hole temperature and humidity were also recorded during the study. The results showed that Idamdehe waters has precipitous coast, indeed very precipitous in several catching locations, while Takome waters in Ternate Island has sloping coast. The substrate texture of Takome waters in Ternate Island consisted of sands (55.76%), dusts (18.4%) and clays (25.84%), while Idamdehe waters has the substrate texture that consisted of sands (49.17%), dusts (25.61 %) and clays (25.22%). As for organic matter contents of the substrate, Takome waters has 0.31% in total N and 0.09% in total P, while Idamdehe waters has 0.19% in total N and 0.02 % in total P. The air temperature in Idamdehe waters ranged between 26-280C and in Takome waters ranged between 27-280C. Air humidity in Idamdehe waters was 73%-98% and in Takome waters was 71%-90%. The environmental parameters such as temperature, humidity, substrate texture and organic matter content in both locations are suitable for coconut crab growing. The growth pattern of coconut crabs in Idamdehe and Sulamadaha waters were allometric negative pattern.Keywords: Habitat characteristics, Idamdehe, Takome, Birgus latro, isometric, negative allometric.
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta Yayan Mardiansyah Assuyuti; Alfan Farhan Rijaluddin; Firdaus Ramadhan; Reza Bayu Zikrillah
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4914

Abstract

Abstract. The research was conducted in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, Seribu Islands, Jakarta Province from May to July 2013. The aims of the research were to examine the percent cover, composition of vegetation and estimation of seagrass leaves biomass. The squares transect (0.25 m2) was utilized to calculate the seagrass percent cover data. Seagrass data were converted to total cover and biomass formula to estimate the seagrass leaves biomass. The result of our study showed there are 4 species of seagrass occurred in Kotok Besar Island, while 6 species were recorded in Karya and Pramuka Islands. Cymodocea rotundata had the higher value of seagrass cover percentage in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, while the lower values were Halodule uninervis and Halophila ovalis.  In addition, the highest value of seagrass leaves biomass from those islands is Enhalus acoroides and the lower value was Halophila ovalis inKotok Besar and Pramuka Islands, and Halodule uninervis in Karya Island.Keywords: Composition of vegetation, estimated of biomass, seagrass, Seribu Islands  Abstrak.  Penelitian ini dilakukan di Pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka Kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta mulai Mei sampai Juli 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi vegetasi lamun dan estimasi jumlah biomassa daun lamun di pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan mengguakan transek kuadrat (0,25 m2) untuk mengetahui persentase penutupan lamun. Data lamun yang diperoleh dikonversikan pada persamaan total penutupan dan estimasi biomasa untuk mengestimasi biomassa daun lamun. Hasil dari penelitian, terdapat 4 jenis lamun yang diperoleh di pulau Kotok Besar dan 6 jenis di pulau Karya dan Pramuka. Persen penutupan tertinggi pada pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka adalah jenis lamun Cymodocea rotundata, sedangkan yang terendah dari masing-masing pulau adalah Halodule uninervis dan Halophila ovalis secara berurutan. Estimasi biomassa daun lamun dengan nilai tertinggi adalah Enhalus acoroides dari ketiga pulau dan terendah adalah Halophila ovalis untuk pulau Kotok Besar dan Pramuka, dan Halodule uninervis untuk pulau Karya.Kata kunci: Komposisi vegetasi, estimasi biomassa, lamun, Kepulauan Seribu
Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang Auliyanisa Khayra; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4907

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to analyze the morphometric variationsof five predominant fish species caught in Lake Aneuk Laot, Sabang City,Weh Island.The study was conducted in December 2015 to January 2016. The survey method was used in this study. The fish target were Nile tilapia (Oreochromis niloticus), tilapia (O. mossambicus), snakeskin gourami (Trichopodus pectoralis), giant gourami (Osphronemus goramy) and snakehead (Channa striata). The fish samples were catched using gillnets. The fish sample were analyzed for traditional and truss network morphometrics. The results showed that there is closed morphological relationship between Nile tilapia and tilapia, and between snakeskin gourami and giant gourami, while the snakehead fish was discriminated apart from the two previous groups.Keywords: Morphometric Nile tilapia, tilapia, snakeskin gourami, giant gourami, snakehead fish, Weh Island Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi morfologi ikan hasil tangkapan dominan di Danau Aneuk Laot Kota Sabang dengan menggunakan teknik traditional dan truss morphometric. Penelitian dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2016. Ikan sampel terdiri dari ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mujair (O. mossambicus), ikan sepat siam (Trichopodus pectoralis), ikan gurami (Osphronemus gorami) dan ikan gabus (Channa striata). Ikan sampel diperoleh dengan menggunakan alat tangkap jaring. Sebanyak 12 karakter traditional morphometric and 14 karakter truss dianalisis dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelompok ikan, kelompok pertama ikan nila dan ikan mujair, kedua ikan ini kemiripan yang tinggi; kelompok kedua adalah ikan sepat siam dan ikan gurami, kelompok ketiga adalah ikan gabus yang memiliki kemiripan yang jauh dengan kedua kelompok ikan sebelumnya.Kata kunci: Morfometrik, Nila, mujair, sepat siam, gurami, gabus, Pulau Weh
Hubungan parameter fisika-kimia perairan dengan kelimpahan plankton di Samudera Hindia bagian Barat Daya Rani Novia; Adnan .; Irwan Ramadhan Ritonga
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4912

Abstract

Abstract. The aims of this research was to examine the water quality parameters and plankton abundance and its relationships in the Southwestern of Indian Ocean. This is a quantitative descriptive research. Planktons were sampled using plankton net, and water samples were taken using Conductivity, Temperature, Depth (CTD) where the water samples colleted in the Nansen Bottle No. 1 (surface water) at seven sampling stations. The results showed that there were 25 species of planktons belonging into seven classes, i.e., Bacillariophyceae, Ciliate, Crustacea, Cyanobacteria, Dinophyceae, Flagellata, and Maxillopoda. The highest value of abundance of plankton was found at station 6 with 7255 ind. L-1, the value of diversity index of plankton was at moderate category,  and there was no predominant species was occurred in the community. Bivariate correlation analysis results of Person's showed that the temperature and Dissolved Oxygen (DO) were positively correlated to the plankton abudance, while pH, conductivity, TDS, salinity were negatively correlated with abundances of plankton.Keywords: Abundance of plankton, linkages, water quality, Indian Ocean of Southwestern Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan plankton dan kualitas air serta hubungan antara kelimpahan plankton dengan parameter fisika-kimia perairan di Samudera Hindia bagian Barat Daya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan sampel plankton menggunakan plankton net, dan sampel air menggunakan CTD (Conductivity, Temperature Depth) dimana sampel air yang diambil pada botol nansen No. 1 (sampel air permukaan) pada 7 titik stasiun. Hasil penelitian ditemukan 25 spesies plankton yang termasuk ke dalam 7 kelas, yaitu Bacillariophyceae, Ciliata, Crustacea, Cyanobacteria, Dinophyceae, Flagellata, dan Maxillopoda. Kelimpahan plankton tertinggi terdapat pada  stasiun 6 dengan 7255 ind/L, indeks keragaman plankton pada kondisi sedang, dan tidak terjadi dominasi spesies dalam komunitas. Hasil analisis korelasi Bivariate Person’s menunjukkan suhu dan DO (Dissolved Oxygen) berkorelasi positif terhadap kelimpahan plankton, sedangkan pH, konduktifitas, TDS, salinitas berkorelasi negative dengan kelimpahan plankton. Kata kunci: Kelimpahan Plankton, Keterkaitan, Kualitas air, Samudera Hindia bagian Barat Daya
Morfometri Danau Kelapa Gading Kota Kisaran, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara Rizki Ridoan; Ahmad Muhtadi; Pindi Patana
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4913

Abstract

Abstract. Kelapa Gading Lake is an artificial lake located in Asahan of North Sumatera. Data on the lake morphometry is needed to determin the level of water fertility, and to know ability of lake in accepting the pollutant load. The purpose of the study was to examine aspects of the lake morphometry. The research was conducted from February to April 2016. Data collected in this research were depth, water flow, the width of the lake and around the lake. The data were processed using ArcMap. The result showed that Kelapa Gading Lake has an area approximately 11931.37 m2, with the maximum length of 161.14 m, a the maximum width of 124.72 m, and the circumference of 688.50 m. The maximum depth of 2.15 m, with the shape of the lake bottom is flat. The water volume is approximately  15033.52 m3, and the water discharge of about 0.74 to 0.92 L s-1, with a stay of lake water ± 225-226 days, the brightness of the water ranges from 0.37 to 0.48 m with the compensation depth of about  0.98 to 1.07 m, and Kelapa Gading Lake has low stability.Keywords: ArcMap, bathymetric, compensation depth, lake, morphometry Abstrak. Danau Kelapa Gading merupakan danau buatan yang berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Data mengenai morfometri danau sangat diperlukan untuk menentukan tingkat kesuburan perairan dan juga mengetahui seberapa besar kemampuan danau dalam menerima beban pencemar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek morfometri danau Kelapa Gading. Penelitian ini dilaksanakan dari Februari-April 2016. Pengambilan  data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kedalaman, debit air, lebar danau, dan keliling danau. Data-data tersebut diolah dengan menggunakan ArcMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Kelapa Gading memiliki luas sekitar 11.931,37 m2, dengan panjang maksimum 161,14 m, lebar maksimum 124,72 m, keliling 688,50 m. Kedalaman maksimum 2,15 m, dengan bentuk dasar danau rata. Volume Danau Kelapa Gading adalah 15.033,52 m3, debit air sekitar 0,74-0,92 L/s, dengan masa tinggal air danau ±225-226 hari, kecerahan air berkisar 0,37-0,48 m dengan kedalaman kompensasi sekitar 0,98-1,15 m, dan Danau Kelapa Gading memiliki stabilitas yang rendah dan akan mudah mengalami pengadukan.Kata kunci: ArcMap, batimetri, danau, kedalaman kompensasi, morfometri
Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung Yar Johan
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4165

Abstract

Abstract. The Sebesi Island has coral reefs, mangrove and seagrass ecosystems, and therefore this island has the potenticy to be developed as a tourism destination object. The objectives of the present study were to analysis the suitability and carrying of Sebesi Island for for marine ecotourism activities of diving and snorkeling. The primary data were collected through field sampling, direct observation of field conditions, questionnaires and interviews. The secondary data were collected from previous studies, journals, technical reports and related agencies. The results showed that the Sebesi Island was suitable for diving and snorkeling activities  (S2 category) with the carrying capacity for diving and snorkeling activities were 2,394 person/day and 2,489 person/day, respectively.Keywords: coral reef, marine ecotourism, suitability, carrying capacity, Sebesi Island Abstrak. Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW). Ekosistem Pulau Sebesi sebagian besar merupakan ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun. Penelitian tentang analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi Provinsi Lampung bertujuan mengkaji kesesuaian kawasan Pulau Sebesi untuk kegiatan ekowisata bahari yaitu diving dan snorkeling dan menganalisis daya dukung (carryng capacity) kawasan Pulau Sebesi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui sampling, observasi langsung di lapangan, kuisioner, wawancara terbuka/langsung dan wawancara mendalam  di lokasi penelitian. Data sekunder dikumpulkan dengan penelusuran berbagai pustaka, dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kegiatan ekowisata bahari diving dan snorkling termasuk dalam kategori sesuai (S2), dengan daya dukung kawasan 2.394/hari orang untuk diving dan 2.489 orang/hari untuk snorkling.Kata kunci: terumbu karang, ekowisata bahari, kesesuaian, daya dukung, Pulau Sebesi

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016