cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalrhizome@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
ISSN : 27764850     EISSN : 27755851     DOI : https://doi.org/10.56393/rhizome.v1i1.28
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang bergerak sebagai jaringan akar keilmuan yang merambah di bidang ilmu-ilmu humaniora, termasuk di bidang antropologi, linguistik, seni klasik & kontemporer, sosial-politik, tradisi lisan, filologi, sastra. Rhizome menyediakan ruang kajian bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini juga mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Januari" : 5 Documents clear
Pentingnya Jiwa Persatuan Dan Kesatuan di Lingkungan Masyarakat Untuk Mendukung Pendidikan Kewarganegaraan Setianingsih, Evi; Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i8.249

Abstract

Tujuan penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan jiwa persatuan dan kesatuan untuk mendukung Pendidikan Kewarganegaraan. Ada dalam bentuk perilaku untuk mendukung terbangunnya pendidikan kewarganegaraan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Untuk penelitian mengenai perilaku-perilaku keseharian masyarakat yang dapat membangun pendidikan kewarganegaraan dapat kita lihat dari pola hidup sehari-hari masyarakat, dimana para masyarakat berinteraksi dengan sesama warga dan terjadilah proses sosial. Upaya untuk mendukung keberagaman tersebut menjadi jiwa bagi terciptanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat. Persatuan dan kesatuan didukung oleh pendidikan kewarganegaraan dengan adanya pengajaran tentang toleransi. Toleransi diajarkan dengan cara berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang lain yang berbeda. Lingkungan sekolah yang baik dan lingkungan keluarga juga mendukung terjadinya persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap atau perilaku untuk bekerjasama dan bergotong royong menjadi bentuk konkret untuk menumbuhkan jiwa persatauan dan kesatuan. Dengan demikian persatuan dan kesatauan didukung oleh sifat dan sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Degradasi Moral di Lingkungan Sekolah Jaelani, Wahdini Rohmah; Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i10.251

Abstract

Degradasi moral semakin marak terjadi saat ini dan terjadi pada semua kalangan termasuk peserta didik di sekolah. Degradasi moral dapat terjadi dimanapun termasuk di lingkungan sekolah. Banyaknya faktor yang mempengaruhi adanya degradasi moral di lingkungan sekitar, membuat hal ini terus terjadi dan dikhawatirkan dapat menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Lingkungan sekolah yang seharusnya adalah lingkungan orang-orang yang bermoral menjadi tercemar akibat dari adanya degradasi moral ini. Ditambah lagi saat ini negara Indonesia sedang menghadapi adanya era disrupsi yang berhubungan dengan digitalisasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan prosedur kajian pustaka. Dampak yang terjadi akibat adanya degradasi moral ini tidak hanya bagi korban saja tetapi juga dapat merusak fasilitas umum dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang perlu dilakukan dengan menganalisis kembali peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi degradasi moral ini. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan perlu ditekankan kembali berikut dengan implementasinya. Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan yang tepat akan berangsur-angsur mengurangi degradasi moral. 
Pemakaian Gendang Karo di GBKP: (Sebelum 1941 hingga Masa Kini) Tarigan, Mehamad Wijaya
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i8.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Gereja Batak Karo Protestan menerima kembali Gendang Karo yang dahulu ditolak oleh misionaris pada zaman Zending di Tanah Karo. Warisan teologia para misionaris ini hingga masa gereja GBKP mandiri pada tanggal 23 Juli 1941. Tahun 1965, pemakaian Gendang Karo masih dipermasalahkan di GBKP. Pada saat Sidang Sinode GBKP IX pada tanggal 25-28 April 1966 di Kabanjahe diputuskan bahwa Gendang Karo bisa dipakai dalam acara adat dengan syarat Majelis Gereja mengawasi pemakaian Gendang Karo tersebut. Masalah yang muncul saat itu adalah unsur-unsur tahayul yang ada pada Gendang Karo. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kepustakaan. Ada beberapa acara adat Karo memakai Gendang Karo yang di dalam acara-acara tersebut terdapat unsur-unsur penyembahan roh-roh. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada yang salah dalam alat musik tersebut. Yang salah adalah tujuan penggunaan Gendang Karo yang tidak sesuai dengan iman Kristen. Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan baik.
Efektivitas Solusi pada Kasus Top Up Game Online dalam Meminimalisir Resiko Warsito, Eko
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i4.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesuaian antara kasus top up game dengan sudut pandang Larry Laudan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa kasus tersebut sebagai pembuktian idealis terhadap pemikiran Larry Laudan pada ketidaksinambungan realitas dengan ilmu pengetahuan. Pemikiran Laudan memberikan pada pemecahan masalah dengan memaksimalkan apa yang belum dianggap sebagai kebenaran yang kompleks melalui sebuah ilmu pengetahuan, bentuk rasa ilmu pengetahuan tidak hanya tercermin melalui pengaplikasian teori, melainkan kepada penerapan kepada setiap tindakan sebagai sebuah solusi. Tindakan yang dilakukan oleh orang tua yang menyerang pada salah satu perspektif yang dianggap benar. Pemikiran Laudan bukan menentukan apa yang menjadi persoalan benar atau salah, melainkan bagaimana seharusnya sebuah ilmu pengetahuan atau sains menaruh pada pemecahan masalah dalam permasalahan. Pemikiran Larry Laudan memberikan benang merah terhadap keefektivitasan sebuah pencarian solusi dalam meminimalisir resiko, dengan mengikuti sains atau ilmu pengetahuan sebagai bentuk dari bukti-bukti yang empiris dan data yang faktual.
Analisis Kasus Sikap Orang Tua Terhadap Kasir Dilihat Dari Pemikiran Larry Laudan Sari.S, Kartika
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i3.454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang dari kasus utamanya mengenai orang tua yang memarahi kasir Minimarketdan juga hubungan dari kasus tersebut dengan sudut pandang pemikiran Larry Laudan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Dalam pokok pemikirannya, Laudan mengusulkan tentang model pemecahan masalah yang disebutnya sebagai “model jaringan” (reticulated model). Dalam model jaringan ini, Laudan mengemukakan tiga hal, dan dari tiga hal tersebut kemudian disambungkan kepada kasus orang tua yang memarahi kasir Minimarketkarena mengetahui anaknya membeli voucher game online. Oleh karena itu, upaya untuk menyelesaikan permasalahan, apabila dilihat dari pemikiran Larry Laudan, maka kita harus mengetahui di mana letak kesalahan dari masing-masing pihak dan juga kita harus mengetahui bahwa dari masing-masing pihak itu memiliki batasannya sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5