cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
seamac@stedca.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
South East Asian Management Concern Journal
ISSN : -     EISSN : 30309212     DOI : https://doi.org/10.61761/seamac
Core Subject : Economy, Social,
South East Asian Management Concern Journal (SEAMAC) is a journal that publishes scientific research articles in all aspects of management science, including parts of Marketing Management, Financial Management, Entrepreneurship, Strategic Management, Operations Management, Human Resource Management, e-business, Management Information Systems, International Business, Business Economics, Business Ethics and Sustainability, Knowledge Management, Management Accounting, and Management Control Systems
Articles 31 Documents
Pemanfaatan Sumber Pangan Akuatik (Blue Foods) dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia (Makan Bergizi Gratis) di Provinsi Kepulauan Riau Fakhri Rakhmatullah
South East Asian Management Concern Vol. 4 No. 1 (2026): November - Online First
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamac.4.1.1-16

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai provinsi maritim terbesar di Indonesia, memiliki potensi sumber daya blue food yang melimpah, jauh melampaui kebutuhan konsumsi lokalnya. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, total produksi ikan Kepri mencapai 351.642 ton, sementara total kebutuhan hanya 170.835 ton, menghasilkan surplus sebesar 180.807 ton. Surplus ini bahkan meningkat pada tahun 2024, di mana produksi mencapai 379.229 ton dengan total kebutuhan 173.263 ton, menghasilkan surplus sebesar 205.966 ton atau setara 218,87%. kondisi geografis kepulauan menyebabkan minimnya infrastruktur logistik mikro yang menghambat penyaluran blue food ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Policy paper ini mengusulkan strategi Penerapan Model Logistik MBG Terdesentralisasi dengan Pendekatan Hub-and-Spoke. Strategi ini dirancang untuk mengatasi akar masalah tersebut dengan mendirikan "SPPG khusus mini/ dapur satelit" di titik-titik strategis, memastikan pasokan segar dan efisien dari nelayan di pulau-pulau kecil ke sekolah-sekolah penerima MBG. minimnya infrastruktur logistik blue food lokal menimbulkan kendala signifikan dalam memenuhi kebutuhan Program MBG, sehingga berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan blue food lokal. Melalui model logistik yang adaptif ini, Kepri dapat secara efektif memerangi stunting, meningkatkan gizi masyarakat, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 31