cover
Contact Name
Arie Krisnasary
Contact Email
jurusangizipolkeslu@gmail.com
Phone
+6282278976498
Journal Mail Official
jurusangizipolkeslu@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri Pd. Harapan No.3, Padang Harapan, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Svasta Harena Rafflesia
ISSN : -     EISSN : 29622603     DOI : https://doi.org/10.33088/shr.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Svasta Harena Rafflesia (SHR) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan, yang terkait aspek gizi klinik, gizi masyarakat, gizi institusi dan gizi pangan. Jurnal Svasta Harena Rafflesia (SHR) diterbitkan enam bulan sekali (Juni dan Desember). Jurnal SHR diterbitkan oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Oleh karena itu, SHR juga terus mengundang para penulis untuk menyumbangkan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil penelitian kontemporer di bidang gizi dan kesehatan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Asupan Karbohidrat Dan Faktor Stres Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu : - kusdalinah, kusdalinah
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.391

Abstract

Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon pengatur gula darah atau glukosa). Beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya kadar glukosa darah yaitu asupan karbohidrat telah melebihi kebutuhan karena tidak tersedia cukup hormon insulin yang mengubah glukosa menjadi glukagon sedang stres dapat menyebabkan produksi berlebih pada hormon kortisol. Kortisol merupakan musuh dari insulin sehingga membuat glukosa lebih sulit untuk memasuki sel dan meningkatkan glukosa darah Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan asupan karbohidrat dan faktor stres dengan kadar glukosa darah penderita Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi terdiri dari 53 orang sedagkan sampel yang di ambil sebanyak 38 orang di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu secara simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner food record dan kuesioner PSS-10. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan tingkat signifikan ɑ = 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan asupan karbohidrat responden rata-rata memiliki asupan karbohidrat tidak baik sedangkan faktor stres responden lebih banyak mengalami stres, namun asupan karbohidrat dengan kadar glukosa darah terdapat hubungan yang mana p value = 0,027, dan faktor stres dengan kadar glukosa darah penderita diabetes juga terdapat hubungan yang mana p value = 0,005. Kesimpulan : Ada hubungan antara asupan karbohidrat dan faktor stres dengan kadar glukosa darah.
PENGARUH LAMA SIMPAN DAN PENAMBAHAN JENIS HATI TERHADAP TOTAL MIKROBA JAMUR PADA BISKUIT MOCAF-GARUT Okfrianti, Yenni
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.392

Abstract

Biskuit mocaf-garut dengan subtitusi hati merupakan salah satu alternatif pangan yang tinggi akan zat besi, tetapi biskuit juga merupakan makanan olahan berbahan tepung yang mudah rusak karena mikroba kapang dan khamir yang dapat merugikan manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui morfologi mikroba jamur, total mikroba jamur, serta pengaruh lama penyimpanan dan penambahan jenis hati pada biskuit mocaf-garut. Penelitian ini menggunakan metode total plate count angka kapang khamir (AKK) dengan Jenis penelitian eksperimen atau percobaan (experiment reseach), penelitian meliputi 2 tahap yaitu pembuatan dan penyimpanan biskuit mocaf-garut dengan penambahan hati ayam dan hati sapi sert , kemudian biskuit yang telah disimpan diamati total mikroba jamur pada hari ke-0, hari ke-3, hari ke-6, dan hari ke-9 dengan menggunakan perhitungan Angka Kapang Khamir (AKK). Hasil total mikroba jamur yang didapatkan diuji menggunakan SPSS tidak berpengaruh secara signifikan tetapi angka kapang khamir meningkat seiring lamanya penyimpanan.
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C, ASAM FOLAT DAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU Septa, Rina
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.394

Abstract

ABSTRAK   Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya.. Masalah gizi yang biasa di alami pada masa remaja salah satunya adalah anemia. Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia di Indonesia dan salah satu kondisi yang paling umum terlihat pada praktek kedokteran. Konsumsi vitamin  C sangat berperan dalam absorbsi besi. Peranan asam folat dalam proses sintesis nukleo protein merupakan kunci pembentukan dan produksi butir-butir darah merah normal dalam susunan tulang. Protein juga memiliki peran dalam transportasi zat besi ke sum sum tulang belakang untuk pembentukan sel darah merah. Tujuan  penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pola konsumsi vitamin C, Asam folat , zat besi  dan Protein dengan kadar  haemoglobin pada remaja putri di kota Bengkulu. Penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan design Cross Sectional, tehnik pengambilan sampel dengan Purposive sampling, analisa data dengan uji Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Ada hubungan bermakna antara asupan asam folat dengan kadar hemoglobin remaja putri di Kota Bengkulu  ditunjukkan dengan P value 0.000 . Ada hubungan bermakna antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin remaja putri di Kota Bengkulu dengan p-value 0.004. Ada hubungan bermakna antara asupan protein dengan kadar hemoglobin remaja putri di Kota Bengkulu dengan p-value 0.000. Tidak adanya hubungan antara asupan vitamin C dengan kadar hemoglobin remaja putri di Kota Bengkulu dengan P -value 0.105. Diharapkan hasil penelitian ini  dapat memberikan informasi kepada murid untuk menjaga kesehatan dan konsumsi makanan yang seimbang guna mencegah terjadinya anemia.   Kata Kunci : Vitamin C,Asam Folat, Zat Besi , Protein dan kadar Haemoglobin  
Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Sadar Gizi Pada Ibu Balita Stunting Di Wilayah Puskesmas Perawatan Lubuk Durian Bengkulu Utara WULANDARI, YOSIKA
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.396

Abstract

Masalah gizi merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Menurut AKG pada titik ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat yang mengharuskan anak untuk mengkonsumsi makanan berkualitas tinggi dalam jumlah yang tepat. Salah satu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang menyebabkan stunting pada anak usia dini. Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang dapat mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah gizi pada setiap keluarga. Program mandiri keluarga sadar gizi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk perbaikan gizi sebagai alternatif untuk menanggulangi permasalahan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku keluarga sadar gizi pada ibu balita stunting di wilayah puskesmas perawatan lubuk durian bengkulu utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Dengan metode pengisian kuesioner terhadap sampel ibu balita stunting usia 24-59 bulan sebanyak 57 sampel. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa pengetahuan ibu balita tentang Kadarzi mayoritas berada pada kategori kurang sebanyak 48 orang (84,2%) dan perilaku Kadarzi yang dikategorikan kurang sebanyak 31 orang (54,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara mengatasi terjadinya masalah gizi pada balita hendaknya para orang tua lebih memperhatiakan asupan yang dikonsumsi dengan menerapkan pola hidup Kadarzi agar dapat mengurangi resiko terjadinya masalah gizi terutama masalah stunting pada balita.
PROBABILITAS PRAKTEK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI INDONESIA: STUDI CROSS-SECTIONAL simbolon, demsa
JURNAL SVASTA HARENA RAFFLESIA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/shr.v2i1.398

Abstract

The cause of the double nutritional burden problem in Indonesia is one of the reasons for giving complementary food to ASI (MP-ASI) earlier (<6 months). The practice of giving MP-ASI in several countries, including Indonesia, has not yet reached the national target and the influencing factors are unknown based on national survey data. This study aims to determine the practice of giving MP-ASI to children aged 6-23 months in Indonesia and the influencing factors based on IDHS 2017 data. Research design using a cross-sectional study. The data comes from the results of the 2017 IDHS. The population is all mothers aged 15-49 years who have children aged 6-23 months. The sample is mothers aged 15-49 years who have children aged 6-23 months of 4,985 children. Data analysis used multivariate logistic regression. The practice of giving MP-ASI according to recommendations is 55.53%. Socioeconomic status (p= 0.0001; OR=1.172), place of residence (p= 0.0001; OR=1.168), education (p= 0.002; OR= 1.126), and parity (p= 0.001; OR=0.982) are significantly related to the practice of giving MP-ASI to children aged 6-23 months in Indonesia. The most dominant factor related to the practice of giving MP-ASI is socio-economic status. The probability that the practice of giving MP-ASI is not in accordance with recommendations based on risk factors is 86%. Socioeconomic status, place of residence, education, employment, parity as determinants of the practice of giving MP-ASI to children aged 6-23 months. Need to strengthen strategies to reduce poverty and increase education levels, increase access to health services in rural areas, increase visits of pregnant women and toddlers to posyandu, and improve strategies for family planning programs.

Page 1 of 1 | Total Record : 5